Ksatria Altair

Ksatria Altair
Kepergian


__ADS_3

Ibu memperhatikan ekspresi anaknya yang memerah "Ibu senang kalau kau jatuh cinta tapi kau harus bekerja keras untuk mendapatkannya agar ia tidak lepas darimu"


"Nak, ingatlah dirimu dan jangan pernah kau sombong dengan pencapaian mu" Ayahnya berdiri mengangkat anaknya


"Ayah, ibu, aku akan mengingat selalu nasehat kalian. Kalau aku bisa membawanya kepada kalian maka aku akan memperkenalkannya" Ia memeluk kedua orang tuannya lalu keluar dari ruangan menghapus air matanya.


Melihat anaknya keluar mereka tersenyum. "Aku tidak menyangka anak yang lemah dulu sekarang menjadi kuat dan dewasa"


"Sepertinya ia mengikuti dirimu"


"Aku harap kita mendapatkan menantu yang cantik dan baik"


Istrinya menganggu


---


Mereka menetap selama tiga hari untuk bersiap-siap. Ginga menyiapkan anak panah sihirnya yang telah ia buat selama ini. Ikazuchi mendapatkan pembelajaran dari kakeknya dan ia juga mewariskan senjata keluarga dari ayahnya tombak naga Guntur.


Tombak itu telah ditanamkan regalia padanya dan itu adalah hadiah untuk Ikazuchi yang telah bekerja keras selama ini.

__ADS_1


Semua anggota keluarga dan beberapa tetua mengantar mereka sampai gerbang Pavilium bintang. Mereka berpamitan lalu berjalan keluar dengan peta yang mereka bawa.


Mereka telah tinggal di Pavilium bintang selama 7 tahun dan telah menjadi rumah mereka. Sekarang mereka meninggalkan rumah untuk melihat dunia.


Ginga dan Ikazuchi kebanyakan mendapatkan pelatihan di dalam Pavilium bintang hingga jarang keluar karena mereka melakukan pelatihan neraka. Tapi Inaho berbeda, ia lebih sering keluar melakukan misi yang berbahaya membuatnya tumbuh kuat karena pelatihan keras para sesepuh dan kaisar altair.


Ia adalah murid yang direbutkan dan diambil oleh kedua sesepuh Pavilium bintang yang sangat menakutkan. Setiap hari dengan siksaan, terkadang ia dibawa keluar untuk bertarung dan berbagai macam terjadi hingga ia bisa sampai menjadi kuat saat ini.


Ia memimpin jalan untuk kedua sahabatnya. Mereka bagaikan saudara dan akan berpetualang mengepakkan sayap ke dunia luas.


---


"Kita akan pergi ke kota Yan yang terkenal dengan rune yang terbaik. Tapi kita akan melewati berbagai kota dan hutan untuk sampai ke sana"


"Kami akan mengikuti, mungkin kita akan menemukan pengalaman dari perjalanan"


---


Selama 3 hari mereka berjalan dan mereka sampai di hutan yin dimana banyak hewan buas di dalam sini.

__ADS_1


Inaho memimpin perjalanan dengan bimbingan 2 kaisar. Mereka terus berjalan di dalam hutan. Terkadang mereka beristirahat dengan melakukan meditasi dan makan minum. Mereka memanfaatkan semua keadaan yang ada.


Terkadang mereka melarikan dari kejaran banyak hewan buas untuk menghindari banyak pertarungan. Mereka juga melawan hewan buas yang memungkinkan untuk di lawan.


Berbagai keadaan mereka lalui bersama di dalam hutan yin. Mereka melakukan latihan dalam di dalam hutan.


---


"Inaho, kita akan melakukan latihan pedang surgawi sekarang"


Kaisar surgawi muncul dari dalam tubuh Inaho.


"Eh"


"Kau harus bisa mengimbangi berat pedang surgawi dan bisa mengangkatnya tanpa mengandalkan sisik naga mu"


Inaho mengangguk, ia mengeluarkan pedang surgawi yang ia kalungkan. Ia juga melihat kalung bulu burung Phoenix yang diberikan Miyuki kepadanya.


Ia termenung sebentar. lalu ia menarik pedang yang ada di lehernya. Pedang itu membesar dan langsung jatuh karena beratnya.

__ADS_1


Tanah langsung membuat kawah dan retakan sekitarnya ketika pedang itu jatuh.


__ADS_2