
Inaho terus bergerak dan ia selalu menghindari makhluk buas agar tidak terjadi pertarungan yang tidak diperlukan.
Ia tidak ingin berakhir di hari pertamanya di hutan skare. Ia ingin mencari reruntuhan tersebut.
Ia telah mengalami banyak ujian ketika ia mulai belajar dari kedua sesepuh. Ia telah mengalami banyak tekanan dan siksaan. Tapi semua itu untuk keuntungannya di masa depan.
Inaho mengerti semua itu dan terus bekerja keras. Ia mengingat ketika ia masih menjadi sampah yang tidak bisa apapun dan sekarang ia telah menjadi kuat tapi tetap di atas yang kuat masih ada yang kuat.
Ia tidak boleh bangga dengan pencapaiannya yang sekarang, perjalanannya masih panjang. Dengan pengajaran yang sangat menekan itu membuat Inaho tumbuh lebih cepat dari pemuda biasa.
Ia terus bergerak ke Utara sambil memantau makhluk buas apa saja yang ada di hutan ini. Ia juga mempelajari dan meneliti semua yang ada di sini. Itu mungkin akan bermanfaat untuknya di kemudian hari.
Ketika ia mendarat di sebuah ranting, tiba-tiba ia merasa ada serangan mental yang langsung menyerang dirinya. Ia menggenggam kepalanya yang pusing lalu melihat sekitar.
Ia menemukan dirinya telah diserang oleh serigala putih dengan pola berbentuk bumerang pada dahinya. Beberapa ekor mengikuti dari belakangnya.
Inaho mengigit gigi bagian bawahnya lalu terjun untuk menyerang kawanan serigala tersebut.
__ADS_1
Sisik hitam muncul dari telapak tangannya langsung meninju ke kepala serigala yang paling depan. Ia langsung menatap semua serigala yang ada dengan mata merah menyala dengan pupil vertikal.
Dragon's Roar bisa terdengar jelas dari serangan tersebut yang membuat serigala-serigala tersebut ketakutan dan mulai melangkah mundur.
Dengan kekuatan naga yang mendominasi, Inaho menjadi aman dari serangan tapi ia masih merasa pusing karena serangan mental.
Mental power nya telah banyak di tingkatan dengan berbagai ujian sebelumnya dan ia masih bisa pusing ketika ia melawan musuh dengan kekuatan mental yang lebih kuat.
"Sepertinya aku harus waspada setiap saat"
"Coba kau mengunakan dragon vision untuk mencari reruntuhan" Suara yang sangat kuat dan mendominasi mulai terdengar. Suara itu muncul dari dalam tubuh Inaho.
"Altair, apa kau sudah bangun?"
"Aku sudah mengembalikan beberapa persen kekuatanku. Kau harus bisa menjadi lebih kuat untuk membuka segel kekuatanku dan menguasai semua teknik regalia"
"Aku paham, aku paham.."
__ADS_1
Ia langsung naik ke atas ranting pohon di atasnya. Ia langsung menutup matanya. Sisik yang ada di tangannya memudar lalu muncul dragon Mark berwarna hitam dengan pola emas dan perak pada dahinya.
Seketika ia membuka matanya. Bagaikan ia bisa melihat dunia dengan jelas. Tidak lama kemudian ia menutup matanya dan menahan rasa sakit pada otaknya.
Dragon Mark menghilang, matanya terbuka dengan mata biasa. Ia menghela napas lalu bergerak dengan cepat.
"Apa kau menemukannya?"
"Tidak, tapi aku menemukan sebuah gua yang bisa kita gunakan untuk beristirahat dan berlindung di dalam hutan ini"
"Sepertinya kau sudah semakin dewasa Inaho"
"Apa kau akan tetap menganggap ku sebagai anak kecil selamanya?"
"Tidak mungkin, tapi aku senang dengan perkembangan mu. Rasanya seperti kemarin ketika kita pertama kali bertemu"
Inaho tersenyum lebar, ia juga merasa senang dengan pertemuannya dengan altair yang mengubah hidupnya dalam berbagai hal.
__ADS_1