
Mereka berjalan melewati hutan hingga menemukan reruntuhan yang sangat besar dan tua. Banyak lumut menutupi dindingnya dan ada dua patung besar sebelah pintu masuknya. Kalau di lihat dari luar reruntuhan ini tidak lah tinggi.
"Inaho, aku merasakan kedekatan dengan barang yang ada di dalam sana. Buruan masuk" Kaisar altair mendesak Inaho
"Bagaimana menurutmu?" tanya Miyuki
"Aku tidak tahu" jawab Inaho, ia berjalan ke depan dan menyentuh patung yang ada di sebelah kanannya. "Tapi kita hanya bisa melihat ke dalam saja untuk mengetahuinya"
Miyuki tersenyum dan maju, ia berdiri di depan patung yang ada di sebelah kiri. Terdapat sebuah simbol di patung tersebut.
"Ku rasa kita harus memecahkan kode simbolnya sebelum masuk" Miyuki melirik Inaho
"Apa kau bisa?" Inaho langsung bertanya kepadanya
"Baiklah, ayo kita mulai" Miyuki kembali melihat simbol tersebut.
Bersamaan mereka menyentuh simbol, sebuah lingkaran sihir berwarna hitam muncul. Kepingan kode dengan bahasa kuno muncul di hadapan mereka.
Mereka tersenyum
"Bagaimana kalau kita berlomba?" Miyuki langsung menantang Inaho.
__ADS_1
Inaho melirik Miyuki, "Yang kalah harus menuruti perintah yang menang"
"Oke"
Mereka pun mulai mengerjakan kode tersebut. Matanya hanya fokus kepada kode. Kedua mata mereka menyala. Inaho merah dan Miyuki ungu.
Induk serigala badai menjaga mereka dari gangguan dan membiarkan mereka fokus.
Kaisar altair memperhatikan Miyuki, ia merasakan keakraban dengan sesuatu dari Miyuki tapi ia tidak ingat. Sesuatu juga melihat Inaho dan ia juga merasakan hal yang sama.
Tangan terus bekerja, mereka memanfaatkan semua waktu untuk memecahkan kode tersebut. Semakin lama, tangan semakin cepat.
Pintu batu mulai bergerak
"Sepertinya kita seri ya"
"Ya"
Mereka mendekat dan melihat ke dalam pintu yang sangat gelap.
"Aku tidak menyangka akan bermain seperti ini dengan laki-laki, di tempatku jarang ada yang bisa memecahkan kode seperti ini"
__ADS_1
"Aku hanya tidak bisa melakukan apapun selain ini sebelum kekuatanku bangkit, aku masih ingat kata-kata seorang yang memberiku harapan"
"Sepertinya ia adalah orang yang sangat penting bagimu" Miyuki maju lalu berbalik melihat Inaho
"Tapi aku tidak mengetahui namanya"
Mereka melangkah ke depan lalu saling memandang satu sama lain. Mereka pun masuk ke dalam pintu.
Ketika mereka masuk, mereka seperti memasuki sebuah portal. Dari luar terlihat sangat gelap tapi ketika masuk menjadi terang.
Mereka memandangi pintu masuk, melihat induk serigala badai. Mereka menghela napas dan melihat ke depan.
"Apakah ini pertama kali kau memasuki reruntuhan?" tanya Miyuki
"Tidak, aku pernah memasukinya sekali tapi perasaan yang ku dapatkan berbeda dari hari ini"
Miyuki menelan ludah, mereka bisa merasakan tekanan dari pintu masuk.
Mereka berjalan masuk melihat-lihat sekitar. Langkah terus-menerus. Meningkatkan kewaspadaan mereka.
Terdapat sebuah monumen batu besar yang menceritakan sebuah pahlawan regalia berwarna putih dengan pedang besarnya. Ia bertarung melawan iblis dengan pasukannya.
__ADS_1
"Ini adalah lukisan kisah regalia surgawi" Miyuki langsung bisa menebak apa yang mereka lihat.
"Pantas aku merasakan keakraban dengan tempat ini, ini adalah reruntuhan Surgawi milik ksatria surgawi. Pedangnya adalah pedang nomer satu yang telah ku tempa 10.000 tahun yang lalu" Kaisar altair telah menebak reruntuhan yang mereka masuki.