
Ketika angin meniup dedaunan sakura dari pohonnya empat mata bertemu. Mereka melangkah dengan cepat lalu berpelukan di bawah langit berbintang di antara bunga yang bermekaran dan kupu-kupu yang indah berterbangan.
"Miyuki" panggil Inaho dengan lembut
"Apa?"
"Apa kau ingat ketika pertama kali kita bertemu di bawah pohon?"
Miyuki mengingat kejadian tersebut
"Bagaimana kau tahu itu adalah aku?"
"Dari senyummu"
Miyuki lebih pendek sedikit dari Inaho. Ia memasukkan dirinya ke dalam pelukan, mendekatkan kepalanya dan mendengarkan detak jantungnya. Inaho bisa mencium aroma wangi Miyuki.
"Ya, aku sangat mengingatnya. Aku tidak menyangka anak yang terluka dan terlihat putus asa telah menjadi laki-laki yang kuat"
"Semua ini karenamu yang memberiku harapan, terima kasih"
"Apa kau ingat ketika kau menangkap topiku di kota?"
"Apa itu kau?"
"Ya, aku memperhatikanmu dan aku yakin itu adalah kau. Terima kasih"
Tanpa sadar tubuh mereka melayang di udara.
Pelukan semakin kuat dan hanya ada cinta di dalamnya.
Inaho mendorong Miyuki untuk melihat wajahnya. Mata mereka bertemu, di mata Inaho hanya ada Miyuki, di mata Miyuki hanya ada Inaho.
"Miyuki"
__ADS_1
"Apa?"
Suara mereka lembut. Jantung Inaho berdetak lebih kencang dari sebelumnya.
"Aku mencintaimu"
Miyuki tersenyum lalu meraih wajah Inaho. Ia menyentuh pipinya lalu melingkari tangannya pada leher Inaho. Wajahnya sudah memerah, Ia menutup mata lalu mencium bibir Inaho.
Inaho merespon dan ia juga menikmati saat ini. Ia menutup mata.
---
"Bagaimana pendapat kalian?" kaisar surgawi melirik kaisar altair dan putri Hou.
"Mereka sangat cocok seperti ku, memang murid mewarisi gurunya"
"Apa yang diwarisi?"
Muka putri Hou memerah lalu berkata "Jangan menggodaku, disini masih ada kaisar surgawi"
"Buat apa khawatir dengannya?"
"Ehm" kaisar surgawi batuk "Apa bisa kalian tidak membuatku sedih?"
"Kalau begitu kau harus mendapatkan pasanganmu agar kau tidak iri"
"Baiklah, baiklah, kau selalu menang"
Kaisar altair tersenyum kepada sahabatnya kaisar surgawi
---
"Inaho, bisa tidak aku memanggilmu dengan yang panggilan lain?"
__ADS_1
"Menurutmu apa yang bagus?"
"Kalau begitu aku akan memanggilmu Nao-kun, Nao berasal dari Inaho"
"Kalau begitu aku memanggilmu Miyu, bagaimana?"
Muka Miyuki tidak bisa tidak memerah malu, ia berkata "Terserah mu"
Inaho tersenyum lalu mencium pipinya. Ia memasukkan ke dalam pelukannya dan tidak ingin melepaskannya.
"Aku akan menjadi milikmu kalau kau bisa menemukanku"
Mereka tahu, mereka akan berpisah maka Miyuki langsung meminta Inaho mencarinya
"Aku akan menemukanmu, walaupun aku harus pergi ke ujung dunia, melintasi dimensi, melawan semua hambatan untuk meraih;mu ke dalam pelukanku sekali lagi"
"Kalau bisa aku ingin ini terus berlangsung sampai akhir"
"Aku juga"
Mereka pun berciuman kembali. Dragon's Roar dan phoenix's cry terdengar. Naga berwarna hitam dengan pola emas dan perak muncul dari belakang Inaho. Seekor Phoenix emas muncul di belakang Miyuki. Keduanya berputar mengelilingi kedua pasangan. Kupu-kupu berterbangan sekitar mereka.
Semua cahaya seperti di pusatkan kepada mereka. Seperti di dunia hanya ada mereka berdua.
"Kau harus mendapatkan pengakuan dari keluargaku"
"Akan ku lakukan, aku tidak akan membiarkan siapapun memilikimu selain aku, aku bersumpah untuk melindungi mu dan mencintaimu"
"Aku mencintaimu, Nao-kun. Jaga dirimu"
"Kau juga"
Mereka berpelukan sebelum berpisah. Mereka telah banyak mendapatkan manfaat dan sekarang mereka harus kembali.
__ADS_1