Ksatria Altair

Ksatria Altair
Sampah


__ADS_3

Anak itu memandang lukisan itu, ia memperhatikan setiap sudut untuk memahami cerita yang ada di dalamnya.


Seketika sebuah suara terdengar entah darimana. Anak itu terkejut dan mencari sumber suara.


"Tidak perlu kau mencari kemana-mana, aku ada di hadapanmu"


Anak itu memandang patung regalia setinggi 30 meter tersebut.


"Kalau kau ingin membuat kontrak denganku, kau harus lulus ujianku dulu"


"Bagaimana kau bisa tahu aku datang untuk mendapatkan kontrak denganmu?"


"Tentu aku tahu, setiap orang yang datang ingin mendapatkan kekuatanku, tapi tidak ada yang bisa menahannya. Apa kau yakin dengan ini bocah"


"Aku telah melalui banyak hal untuk bisa sampai di sini tapi kau menyuruhku kembali"


"Oo, Apa kau siap dengan ujianku?"

__ADS_1


"Aku sudah menguatkan tekatku ketika datang ke sini. Aku tidak akan mundur, apapun rintangannya aku akan lewati"


"Bagus, bagus. Kalau begitu kita akan lihat seberapa kuat tekadnya"


Sebuah lingkaran sihir yang besar muncul. Anak itu paham maksudnya. Ia maju perlahan dengan tegas ke tengah lingkaran sihir. Kabut hitam menyelimuti tubuhnya, ia agak panik tapi ia menahan diri agar ia tidak bergerak.


Tiba-tiba ia sampai di dunia yang hanya diselimuti oleh kabut tebal. Di sana sangat gelap.


Apa aku masih di kuil?


"Ini adalah dunia kegelapan tanpa batas, setiap manusia mempunyai sisi gelap dan sisi terang. Kau harus melawan sisi gelap hatimu untuk bisa keluar dari sini. Kalau kau tidak bisa keluar maka kau akan terkurung di sini selamanya"


Ia menghela napas lalu berjalan, jantungnya berdebar sangat kencang. Ia berjalan perlahan-lahan dengan memperhatikan sekitarnya.


Dunia ini dipenuhi sisi gelap manusia. Selama manusia itu mempunyai sisi gelap maka itu akan ditampilkan di sini.


Berbagai jeritan terdengar di sini.

__ADS_1


Jeritan apa ini?


Ia melihat ke samping dan melihat sosok yang meminta tolong dengan badan sangat kurus yang kehilangan gizi, badannya pucat dan matanya bagaikan orang mati.


Bukan hanya satu seperti itu, banyak orang yang ditemukan seperti itu.


Jantung anak tersebut berdetak semakin cepat tak terkendali. Napasnya sesak dan air mata mulai mengalir.


Apa-apaan ini?


Ia ingin membantu tapi tidak bisa, kabut langsung menutupi semua penglihatannya dan ia terus maju ke depan.


Semakin lama, semakin lemah langkahnya. Tidak tahu sudah berapa lama ia berjalan. Berbagai hinaan terdengar dari sekitar. "Sampah, pembawa sial, tidak berguna, mati saja sana...." masih banyak hinaan uang didengarnya.


Ia tahu hinaan-hinaan itu ditujukkan kepadanya. Tidak ada yang mau bermain dengannya. Mereka menghina dan menindas. Tidak ada tempat baginya di dunia ini. Lebih baik mati saja.


Ia terkena racun naga iblis yang paling mematikan yang merenggut kekuatan rohnya dan vitalitasnya. Ia tidak bisa berkembang dan menjadi sampah. Tidak ada yang memperdulikannya. Air mata mulai mengalir, langkahnya tidak terkendali. Badannya mulai lemas kehilangan tenaga.

__ADS_1


Ia terus melangkah dan melangkah. Di dunia kegelapan tanpa batas ini semakin menjadi-jadi. Penglihatannya semakin memudar, jeritan semakin kuat, tangisan yang sangat keras yang membuat telinga dan kepala sakit. Pernapasannya mulai tidak teratur.


__ADS_2