
Miyuki terkejut dengan kata-kata ibunya
"Ibu ingin kau menemukan cinta seperti ibu. Ia harus membuktikan dirinya layak untuk mu. Kemungkinan kakek mu akan mengujinya kalau kau bertemu"
"Apa ibu mendukungku?"
"Tentu saja ibu mendukungmu, ibu tidak senang dengan perjodohan yang diinginkan para tetua. Dengan putri ibu yang jatuh cinta maka ibu bisa melawan para tetua sebagai ibumu" ia tersenyum sambil membelai rambut hitam putrinya
Miyuki dengan bahagia memeluk ibunya dengan erat
"Sepertinya ia harus berjuang keras untuk mendapatkan mu" Putri Hou menyambut
"Guru, terima kasih"
"Tidak perlu berterima kasih, guru juga bahagia dengan dipertemukan dengan orang itu"
"Siapa yang kau maksud putri Hou?" tanya ibunya dengan nada hormat
"Kau akan tahu ketika mereka akan bertemu"
---
Matahari menyinari dunia dengan cahaya lembut. Inaho bertemu kedua sahabatnya yang berlatih keras di Pavilium bintang.
"Apa yang akan kalian lakukan?" Inaho membuka pembicaraan
"Kalau kau mau apa?" Ikazuchi berbalik bertanya
__ADS_1
"Aku akan berkelana lalu masuk eternal sky academy"
Kedua sahabatnya tertegun lalu tersenyum
"Apa bisa kami ikut?"
"Kami ingin mencari pengalaman dan melihat dunia" Salah seorang laki-laki dengan umur sekitar umur Inaho dan Ikazuchi. Seorang laki-laki dengan rambut coklat dengan mata hitam seluas galaksi.
"Ginga, apa tetua akan mengizinkanmu?" Ikazuchi menyahutnya
"Aku tidak mau dikurung, aku ingin pergi dengan kalian"
"Kalian coba tanya kakek kalian, kalau mereka mengizinkan maka kita akan pergi. Aku juga akan pergi ke orangtuaku untuk meminta izin"
"Baiklah" mereka pun meninggalkan Inaho sendirian.
Pintu diketuk, Inaho masuk ke ruangan ayahnya.
"Ada apa?"
Di sana bukan hanya ada ayahnya tapi ibunya. Mereka punya status yang mencengangkan dalam Pavilium bintang.
"Ayah ibu, Inaho ingin pamitan untuk berpetualang untuk mencari pengalaman. Inaho juga ingin bergabung dengan eternal sky academy"
Mereka tertegun dengan apa yang dikatakan Inaho. Ayahnya mendekatinya lalu memikul pundaknya.
"Nak, kalau kau pergi jagalah dirimu baik-baik. Kedua adikmu juga akan masuk ke eternal sky academy. Ayah dan ibu telah membicarakannya untuk kalian."
__ADS_1
Inaho mengangkat kepalanya melihat ayahnya
"Ayah akan menyiapkan surat rokumendasi untukmu agar kau bisa langsung halaman dalam ketika kau ingin mendaftar ke sana"
"Ikazuchi dan Ginga juga ingin ikut bersamaku"
"Kalau begitu bagus, perjalananmu tidak menjadi kesepian" Ayahnya tersenyum
"Kau juga harus membawanya menghadap kami setelah itu" suara ibunya membuat Inaho binggung
"Maksud ibu?"
Ayahnya menarik Inaho untuk duduk di sofa. Mereka berdua duduk di hadapan Inaho.
"Beritahu kami siapa yang membuatmu begini?"
"Maksud ibu?"
"Jangan pura-pura bodoh, ibu sudah sangat berpengalaman. Ibu sangat memahami mu dengan baik" wajah ibunya menjadi serius
"Tadi malam kau memandang bulan merindukan seseorang, kan? jelaskan kepada ibu"
Inaho menjadi malu "Bukan apa-apa ibu, Inaho hanya ingin memainkan seruling itu saja tadi malam"
"Jangan bohong pada ibu, nyanyian seruling itu mengartikan hatimu yang kesepian merindukan seseorang"
Pengamatan ibunya sangat hebat, Inaho tidak bisa berkata-kata dibuatnya.
__ADS_1
"Baiklah kalau kau tidak mau bilang, tapi ingat kata ibu untuk membawanya ke hadapan kami" suara ibunya menjadi tegas