Ksatria Altair

Ksatria Altair
Perjalan ke hutan guntur


__ADS_3

Mereka berjalan sambil mengenakan gelang pemberat pada tubuh mereka. Dengan begitu mereka mengasah tubuh fisik mereka hingga ke batasnya.


Perjalanan ini membuat mereka melambat karena pelatihan Inaho kepada mereka. Semua itu intruksi dari dua kaisar.


Kaisar altair dan kaisar surgawi melihat potensi pada kedua anak itu. Jadi tujuan mereka pergi ke hutan Guntur untuk mendapatkan sesuatu yang sangat bermanfaat untuk Ikazuchi.


Perjalanan yang sangat panjang mereka lewati dengan kesusahan. Dalam sepuluh hari akhirnya mereka bisa melihat hutan yang dipenuhi awan hitam dengan gemuruh Guntur yang sangat kuat.


"Inaho, apa benar kita bisa mendapatkan sesuatu di dalam sana?"


Ikazuchi terengah-engah dengan penat mengenakan gelang logam pada tubuhnya yang membuat pergerakannya melambat.


"Aku yakin, tenang saja ini sangat bermanfaat untukmu"


Inaho tersenyum ke arahnya dengan keringat yang jatuh dari dahinya.


"Di depan sana ada danau, kita akan beristirahat di sana untuk sementara waktu" Ginga melihat dengan mata yang sangat tajam


"Baiklah" mereka berdua mengangguk kepadanya


Berjalan dengan pelan dalam waktu 2 jam akhirnya mereka sampai pada kolam. Dengan cepat mereka melepaskan gelang logam lalu menjatuhkan tubuh mereka ke danau sambil melempar jubah mereka.


Guyur

__ADS_1


Suara air terdengar ketika mereka melompat ke air. Kesegaran tiada tara terasa menyesap ke dalam tubuh mereka. Panas dalam tubuh mereka mereda.


"Segar"


"Rasanya bagaikan hidup kembali"


Mereka menikmati berenang di dalam air. Seluruh tubuh telah basah dengan air. Keringat telah bercampur dengan danau. Kegembiraan dari pelatihan berat telah hilang.


"Mereka sungguh bertahan sampai akhir"


Avatar kaisar surgawi muncul di atas bahu Inaho sambil melirik kedua sahabat Inaho.


"Kita juga harus membantu mereka tumbuh, itu akan sangat membantu untuk perjalanan ini"


Seketika perasaan tidak enak muncul dalam hati Inaho. Insting naga yang telah dilatih oleh Kaisar altair berperan penting sekarang.


"Ikazuchi, Ginga hati-hati"


Inaho berteriak dengan keras agar kedua temannya mendengarnya.


Setelah mendengar teriakan Inaho, mereka berdua berhati-hati. Mereka juga merasa ada yang salah.


Seketika sebuah siluet besar muncul di dalam air keluar menyerang keduanya dengan membuka mulutnya lebar-lebar.

__ADS_1


Senyum muncul pada keduanya. Dengan cepat mereka terbang lalu memukul ikan itu terbang ke udara dan membuatnya mendarat di sisi danau.


Keduanya mendekati Inaho


"Ayo kita makan"


"Aku sudah lapar"


Mereka keluar dari danau dan mengumpulkan kayu bakar. Inaho membersihkan ikan itu lalu menusuknya dengan kayu besar. Ikan sebesar 5 meter tertusuk dari dalam mulutnya hingga ke belakang. Darah telah dibersihkan dengan tendon dikeluarkan sebelumnya.


Dengan cepat api unggun menyala pada malam hari dengan ikan besar diatasnya terbakar. Mereka bertiga memakannya dengan sangat menikmati. Ikan bakar buatan Inaho terbaik.


"Memang resep ayahmu sangat enak Inaho"


Ginga tidak bisa tidak memuji


"Memang paman Ryuga sangat pandai dalam memasak"


"Ya, dia bercerita tentangnya dulu bahwa dia berkelana hingga bertemu dengan ibuku lalu jatuh cinta" Inaho langsung memberitahu mereka tentang ayahnya


"Paman Ryuga itu sangatlah legendaris dan dia adalah idola dalam clan naga. Naga yang sangat kuat yang gagah perkasa membuat bibi Nana yang naga tercantik dalam clan jatuh ke pelukannya" Ginga sangat mengidolakan ayah Inaho


"Sebab itu aku terlahir" Inaho menjawab dengan senyum

__ADS_1


__ADS_2