
Seorang anak berusia 8 tahun mendaki gunung tanpa henti dengan selendang abu dan pakaian yang tebal yang melindunginya. Udara yang sangat dingin terus menusuk hingga ke tulang. Ia terus menggigil tapi ia tetap bergerak dan di matanya terlihat tekad yang kuat.
Anak itu tidak berhenti ataupun mengeluh. Ia terus mengatur pernapasannya. Dua tetes air mata jatuh dari kedua matanya. Ia hanya mengingat dua sosok yang telah menghilang dalam kegelapan.
"Ayah, Ibu"
Kedua nama ini terus ia ingat. Ia berjuang naik tanpa lelah. Keringat yang keluar langsung membeku. Inaho telah mempersiapkan semuanya untuk ini. Ia tidak bisa berhenti di tengah dan harus bisa mendapatkannya.
Tekadnya sudah bulat dan ia tidak ingin mengalah. Ini hanyalah satu rintangan dari sekian rintangan yang akan ia lewati. Ia sangat percaya bahwa untuk menjadi kuat harus melewati rintangan tanpa rasa takut.
Kegigihannya ditunjukkan hari ini dan ia telah sampai pada tujuannya dan itu adalah kuil regalia yang sangat kuat dan ditakuti. Tidak ada yang bisa berhasil lolos dari sini.
Ia telah sampai dan tidak bisa mundur. Ia mengeluarkan senter yang terbuat dengan gemstone putih beratribut cahaya yang menerangi kuil.
Ia masuk kedalam dengan rasa takut. Ia ingin kembali hidup-hidup tapi bukan sebagai sampai tapi sebagai seorang petarung yang bisa diandalkan.
Ia melangkah dalam kegelapan. Di dinding terdapat tulisan kuno dan lukisan yang menggambarkan peperangan era regalia dimana kaisar dewa iblis bertarung dengan para ksatria regalia legendaris.
__ADS_1
Ia terus berjalan menelusuri kegelapan dan mempelajari bahasa kuno dan lukisan di dinding. Ia telah belajar bahasa kuno dalam 3 tahun terakhir. Ia sangat bersyukur dengan pemikirannya saat itu.
Ia terus berjalan hingga sampai di sebuah ruangan yang sangat luas dengan patung naga yang menghadapnya. Naga tersebut di buat dengan logam langka yang berkilau.
Anak tersebut menyinari ruangan tersebut dan menemukan 2 buah pintu dengan lambang merah dan hijau.
Apa aku harus memilih salah satu?
Ia mulai melangkah, tiba-tiba sebuah lingkaran sihir berwarna merah menyala di bawah kakinya. Lingkaran sihir itu sangat besar hingga menyelimuti ruangan dengan cahayanya.
Patung naga itu mulai bergetar, matanya mulai menyala dan ia mulai bergerak.
Oh tidak
Dragon's Roar yang membengkak kan telinga terdengar lalu naga tersebut langsung menyemburkan api ke arah anak tersebut.
Anak itu berlari menuju kedua pintu. Ia melihat kedua pintu sudah mulai menutup. Sebuah dinding batu perlahan turun pada kedua pintu.
__ADS_1
Aku harus cepat
Ia berlari dan berhenti di sebuah batu di tengah kedua pintu. Dengan cepat ia membacanya.
"Naga altair berwarna hitam dengan garis merah yang ditakuti. Lebih baik kau mundur dari tempat ini seb...."
Sebelum anak tersebut bisa menyelesaikan bacaannya, naga itu langsung menyemburkan api. Ia menghindar dan terpaksa masuk ke dalam pintu berwarna merah.
Ia terus melewati berbagai macam cobaan yang ada dalam kuil. Ia bagaikan dipermainkan di dalam sini.
Berapa banyak jebakan yang ada dalam kuil?
Anak tersebut tetap berlari hingga sampai di ruangan utama. Ia melihat patung regalia yang sangat besar dengan ukuran 30 meter.
Terdapat lukisan yang sangat besar pada atapnya dengan naga hitam di dalamnya.
Apakah ini kisah naga altair?
__ADS_1