
Dua setengah tahun Inaho pergi dari rumah dan tidak ada kabar. Kedua orang tuanya agak cemas.
"Jangan terlalu cemas" Seorang laki-laki dengan rambut hitam membujuk seorang perempuan dengan rambut perak
"Bagaimana aku tidak cemas, dia tidak ada kabar sampai hari ini"
"Aku yakin ia akan baik-baik saja"
"Aku harap seperti itu" ia mengusap air matanya.
Seorang gadis dengan usia 9 tahun berjalan dengan anak laki-laki seusianya. Kalau diperhatikan mereka agak mirip
"Bu, tenang saja. Kakak pasti baik-baik saja" ujar gadis tersebut
"Yang bisa kita lakukan adalah menunggu dan kami akan mengharumkan nama keluarga. Ketika kakak kembali ia pasti menjadi orang yang kuat" ujar anak laki-laki itu
"Ku harap apa yang kalian katakan itu benar" ia menatap langit "Mungkin ini cobaan untuk keluarga kita"
"Bagaimana perkembangan kalian?" tanya pria yang menenangkan perempuan tersebut
"Kami pasti bisa" mereka berdua tersenyum
"Ingat kata ibu, jangan pernah kalian meremehkan musuh kalian sedikit pun"
__ADS_1
"Baik Bu" mereka pun memeluk perempuan tersebut
---
Acara pertarungan yang diadakan clan akan segera dimulai, beberapa tetua duduk di kursi utama.
Mereka menonton pertandingan para pemuda yang akan memperlihatkan bakatnya pada clan ini.
Berbagai nama dibacakan dan memulai pertarungan. Persyaratan pemain agar tidak membunuh lawannya. Apabila ia tidak sadarkan diri atau menyerah maka dinyatakan kalah dan pemenang akan mendapatkan hadiah dari para tetua.
Beberapa peraturan telah dibacakan dan pertarungan pun dimulai. Semua menunjukkan bakat mereka masing-masing.
"Bagaimana saudara Long, tentang anak-anak sekarang?" Seorang dengan rambut hitam bertanya kepada tetua yang duduk paling tengah yang mengenakan jubah keperakan.
"Aku sangat percaya diri dengan cucu saya" ujar seorang lagi di samping yang bertanya pertama kali
"Saudara Ren sangat percaya dengan cucunya, bagaimana kalau kita bertarung pada cucu kita masing-masing" Seorang lagi di sebelah saudara Long angkat suara
"Persaingan kali ini akan sangat berat, dengan beberapa cucu dari para tetua yang ikut berpatisipasi. Terutama kedua cucu saudara Long" orang yang berada di ujung juga mulai berbicara.
Saudara Long menghela napas
"Saudara Song, lebih baik kita tidak membahas tentang cucu-cucu saya. Kau membuat saya mengingat cucu pertama saya" ujar Saudara Long
__ADS_1
"Maaf, maaf, saya tidak bermaksud"
"Tidak apa-apa, aku juga bingung dengan pemikiran anak itu sampai ia menghilang tanpa kabar"
"Tenang saja saudara Long"
"Terima kasih saudara Yu"
---
Berbagai anak telah menampilkan bakatnya hingga nama yang sangat misterius dibacakan.
"Satu sisi adalah cucu dari tetua Lin, Ring. Dan di sisi lain seorang yang mendaftar pada hari terakhir dan dia sangat misterius, Kuro"
Semua melirik ke arah berjubah hitam, tingginya seperti anak berusia sebelas tahun. Tidak ada yang mengenalnya.
Berbagai macam orang berbisik tentang siapa yang mengenakan jubah tersebut.
"Apa boleh kami tahu anda dari keluarga mana?" Pembawa acara langsung bertanya kepada si berjubah hitam yang berjalan santai ke atas arena.
"Anggap saja saya seorang naga liar yang berkelana. Apa tidak apa-apa buat saya mengikuti acara ini?" suaranya agak berat
Tidak ada yang mengenalnya sama sekali bahkan fluktuasi kekuatan rohnya tidak ada yang akrab dengan ini.
__ADS_1
Pembawa acara melihat para tetua, mereka mengangguk dan pertarungan diperbolehkan.