Kukira Suamiku Buruh Ternyata CEO

Kukira Suamiku Buruh Ternyata CEO
Bab 10 Dia penyelamat


__ADS_3

orang yang diam diam membantuku?


Yun pun jalan menuju ke atas,menyusuri tangga satu demi satu, setelah sampai di depan pintu kamar Yan ,dia berhenti sejenak untuk menata hatinya. "huffft dia pun menarik nafas panjang dan mengeluarkanya. " Ayo Yun ini kewajiban dan tugas kamu menjadi seorang dokter, harus profesional, semangat " ucap mulan dalam hati.


Kemudian Yun mengetok pintu * tok tok tok" sudah ku bilang jangan ada yang masuk ke kamar kenapa si nggak ada yang dengar !!!" teriak Yan dari dalam kamar.


Kemudian Yun masuk walau tanpa persetujuan Yan,


Setelah di dalam kamar dia melihat Yan sedang berbaring dengan menutup bantal di


mukanya. pergi !!! ," sambil membuka bantal yang menutupinya dan ingin melemparkan bantal tersebut ke arah suara yang datang, tapi betapa terkejutnya dia karena yang datang adalah


Yun ,entah kenapa hatinya seperti terasa hangat dan tenang ketika melihat Yun. " Maaf pak Baskara kalau saya mengganggu, baiklah saya akan pergi sekarang“ ucap Yun " "ia.. jangan, jangan pergi ,maaf ku kira kamu pegawai yang membawa makanan “ jawab


Yan Malu.


Yun pun mendekat ke ranjang Yan dan meletakkan makananya di meja samping ranjang, dan dia berjalan menuju arah jendela dan membuka gorden nya cahaya matahari sangat penting Iho untuk kesehatan, alangkah baiknya kalau siang gorden nya dibuka“ kata Yun


Mata Yan pun mengikuti kemana arah Yun berjalan, dia seperti mimpi melihat Yun ada di kamarnya.


Yun duduk di samping Yan dan mulai mengukur tekanan darah serta suhu badan Yan Tekanan darah nya rendah ,tapi kenapa galak sekali ya “ucap Yun " Badanya juga panas , pak Baskara berapa hari tidak makan ? " tanya Yun


Baskara hanya melihat ke arah Yun dan tidak berkedip. " Halo ? Pak ? " Aku lupa berapa hari," jawab Yan sambil menggaruk kepalanya yang tdak gatal itu.


Sebelum minum obat makan dulu ya, kalau tidak minum obat tidak akan sembuh “ Oke.. asal kamu tidak pergi dari sini “ 'Apa pak ?* " oke aku mau makan .tapi tanganku lemas rasanya“jawab Yan manja


Kemudian Yun pun menyuapi Yan dan memberikan obat kepadanya


Terima Kasih Yun sudah datang kesini *


Itu sudah tugas saya pak, saya kan dokter anda jadi saya harus tanggung jawab dengan pasien saya,jadi anda jangan ke PD an “ ucap


Yun


Setelah beberapa saat Yan pun tertidur karena pengaruh dari obat tersebut.


Yun pun menatap Yan sambil berkaca kaca " Mas Yan ... ,andaikan saja kamu bukan


CEO ,mungkin kita sudah bahagia *


Yan pun masih sayup sayup mendengar ucapan Yun tersebut dan terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


Setelah Yan tidur Yun menyelimutinya dan pergi keluar menunju ruang tamu, di sana kedua orang tua Yan sudah menunggu . gimana nak Yun keadaan Yan anya hadi santosa " Alhamdulillah sudah mendingan, demamnya sudah turun dan sekarang sedang tidur pak jawab Yun menerangkannya terimakasih ya nak kalau kamu tidak kesini entah sampai kapan rumah ini bisa tenang lagi “ " Sama sama bu jawab Yun sambil tersenyum geli saat ingat kejadian tadi


* Kalau begitu Yun pamit pulang ya pak, u. Ini obatnya untuk mas Yan sudah ada aturan minumnya.


Terimakasih ya nak Yun,hati hati di jalan ,nanti seto yang antar kamu " Baik bu *


Yun pun kembali ke klinik malam hari, sampai di klinik dia langsung tidur karena merasakan badan yang sangat capek,


Waktu pagi di kediaman hadi santosa


Yan sudah mandi dan bersiap siap pergi ke perusahaan karena ada sesuatu yang harus di urus,dia merasa badanya sudah terasa sehat. "pagi yah,bu ," sapa Yan sambil duduk d meja sarapan " Anakku sudah sembuh dan segar pasti obatnya cocok ya goda hadi santosa " apa si ayah ni," sambil mengunyah makanannya " Ini obatnya sayang jangan lupa di minum ucap ibunya sambil memberikan beberapa butir pil.


siap bu


Setelah sarapan dan minum obat Yan langsung pergi ke kantor.


Pagi itu Yun masih memikirkan Yan di ruangan prakteknya,dia penasaran Yan sudah sembuh atau belum,sudah minum obat atau belum.


Stop Yun ,mari kita kerja jangan mikir yang aneh," ucap Yun meyakinkan diri.


Setelah sore hari Yun duduk duduk di depan klinik,dia memandangi pabrik yang menjadi kenangan indahnya dengan Yan " hmmm sejak kapan pabrik itu terasa menarik bagiku,perasaan biasanya biasa biasa saja deh," renung Yun yang enggan bangun dari tempat duduknya yang nyaman itu. " Bunyi suara nada dering Handphone “ * Halo Yun papa mu di rumah sakit cepat kesini ya kata Rio "Apa? Papa kenapa rio ? Ya aku akan langsung kesana"


menggunakan taxi. Sesampainya di rumah sakit langsung menemui rio


Dimana papa yo “ tanya Yun cemas sedang di ICU ayo kita kesana


Yun hanya bisa melihat papanya dari luar dan tidak bisa masuk. ' Yun papamu barus di operasi secepatnya ' kata rio lirih "iya lakukan yang terbaik yo "Tapi biayanya mahal sekitar 300 jutaan


Tidak apa apa .aku akan berusaha melakukan yang terbaik demi papaku “ " Kalau kamu belum punya uang bilang saja sama aku ya" ucap rio sambil menepuk bahu


Yun yang sedang melihat papanya di jendela


ICU.


Sebenarnya Yun tidak tau harus cari kemana uang sebanyak itu,lang yang dia peroleh hanya cukup untuk biaya pengobatan dan kebutuhan bulanan keluarganya,sedangkan untuk membayar sewa gedung klinik saja dia belum cukup uangnya.


Tapi dia tidak mau merepotkan Rio karena


Rio pasti akan membantunya kalau dia mau minta bantuannya.


Di perusahaan CV mandiri sentosa.

__ADS_1


Seto datang ke ruangan Yan dan melaporkan hal yang terjadi kepada Yun " Boss ada sesuatu yang mau saya laporkan " * Iya ,apa seto " " Papanya dokter Yun di bawa ke rumah sakit dan sepertinya harus segera di operasi boss sekarang masih ada di ruang ICU"


Terima Kasih kasih seto,kerja yang bagus


Setelah pulang bekerja Yan langsung meluncur ke rumah sakit


Di rumah sakit dia melihat Yun sedang berdiri di samping jendela ICU dia sedang melihat ayahnya yang terbaring sakit. " Hai Yun,gimana kabar papamu ?*


Yun sedikit kaget karena tiba tiba ada Yan datang di rumah sakit eh pak Yan, belum siuman papa harus segera di operasi " jawab Yun " Kapan operasinya " tanya Yan


Belum tau pak,aku belum punya uangnya untuk operasi papa,kenapa anda ke sini? * Aku Cuma mau menjenguk papamu emangnya nggak boleh ?


Yun hanya diam dan tak menjawab pertanyaan Yan " aku juga mau ucapkan terimakasih karena


kemarin sudah merawatku ,jadi sekarang aku


Sudah sembuh " Iya sama sama "jawab Yun lirih


Tiba tiba datang Rio ke arah mereka


Tunggu anda mas Yan kan ? Kenapa anda berpakaian seperti ini, dan saya juga pernah liat anda pernah ke rumah sakit ini ,ya kan ? iva anda tidak salah dokter, saya yang menyetok alat alat di rumah sakit ini " jawab ibas " owh pantas saja anda tidak asing bagi saya, ngomong ngomong terima kasih ya kemarin anda sudah ngasih tau waktu Yun kehujanan di makam.jadi saya bisa menjemputnya iya sama sama “ jawab Yan Malu karena ketahuan Yun kalau dia yang ngasih tahu Rio.


Ya udah kalau begitu saya permisi dulu ya


Yun,Rio


Yun hanya mengangguk. * iya terimakasih sudah datang ke sini" jawab


Rio.


Yan tidak langsung pulang kerumah, dia mampir di administrasi untuk menanyakan biaya perasi papanya Yun permisi sus,mau tanya berapa biaya oprasi bapak jaya sasmito " "Bentar ya pak saya periksa dulu“ jawab suster "380 juta dengan biaya perawatan saat ini “ 'oke ,saya bayar sus ,tolong beri perawatan yang maximal dan pesankan kamar vvip ,nanti untuk pembayaran bisa di tagihkan dari kartu saya " Baik pak ,silahkan tanda tangan disini “


Kemudian Yan pun langsung pulang.


Setelah itu dokter menuju ke ruang icu untuk menemui Yun untuk menjadwalkan operasi papanya ' Malam mbak Yun “


Malam dok" 'Operasi pak jaya sudah kami jadwalkan untuk besok sore" " Apa dok ,tapi saya belum ke bagian administrasi dan saya belum membayar biayanya


*Operasi dan perawatan pak jaya sudah di bayar lunas “jawab dokter " Owh begitu ya dok, terima kasih


Yun senang akhirnya papanya bisa di operasi tapi siapa yang membayar operasi papanya ,Yun sangat penasaran dengan itu. Kemudian terfikir seseorang di pikirannya. ucap Yun dalam * Hmm pasti dia hati.

__ADS_1


__ADS_2