Kukira Suamiku Buruh Ternyata CEO

Kukira Suamiku Buruh Ternyata CEO
Bab 11 Balas Budi


__ADS_3

Yun pun mencari tersangka yang sudah membayarkan biaya operasi papanya tersebut. '' Hei kamu sini“panggil Yun " ada apa aku sedang kerja" sini sebentar " apa sih .Yun , bisa tunggu aku pulang kerja nggak apa" kamu yang membayar biaya operasi papa kan jawab Rio jangan bohong " ucap Yun serius ' bukan aku Yun,lagian aku pasti bilang sama kamu kalau mau bayar biaya operasi papamu, berati biaya operasi papamu sudah di bayar ya terus siapa dong yang bayar? "iya ya kalau bukan kamu lalu siapa dong yang bayar?,kalau mama mira nggak mungkin. intan apa lagi" pikir Yun.


Dia belum terpikirkan siapa yang membayar biaya operasi ayahnya,sampai hari operasi


papanya pun datang semoga hari ini operasi papamu lancar ya," ucap Rio "ya semoga saja rio “jawab Yun ,sambil menunggu operasi papanya,Yun pergi ke mushola rumah sakit untuk shalat,dan kembali lagi menunggui papanya selesai operasi,di situ mira dan intan tidak terlihat batang hidungnya sama sekali,bahkan menjenguk ke rumah sakit pun enggan,entah apa yang di pikiran mereka sama sekali tidak datang ke rumah sakit.


Setelah menunggu beberapa jam dokter pun keluar dari ruang operasi


Gimana dok keadaan papaku ? tanya Yun penasaran


Operasi berjalan dengan lancar ,sekarang pak jaya bisa di pindahkan ke ruang perawatan " ucap dokter sambil tersenyum lega. baik terimakasih dok


Kemudian Yun mengikuti suster yang mendorong ranjang papanya ke ruang perawatan, tapi ketika melewati bangsal umun mereka melewatinya


' Lho suster kenapa tidak masuk kesini? anya Yun bingung " bukan di sini mbak ruang perawatan pak jaya “jawab suster tersebut


Mereka pun terus menyusuri lorong lorong di rumah sakit dan naik menggunakan lift,


Sampailah mereka ke Bangsal Viv,Tunggu sus,kenapa berhenti disini “


Iya mbak ini ruang perawatan pak jaya,


Yun bingung padahal dia tidak minta vvip ruangannya,mungkinkah Rio atau bukan, terus kalau bukan siapa ?tapi sementara ini dia tidak ingin memikirkan apapun dia ingin fokus dengan kesembuhan ayahnya.


Hari demi hari berlalu dan pak jaya sudah siuman ,Yun senang melihat papanya sudah sehat lagi.


Kemudian datanglah Yan menjenguk pak jaya . " Asssalamualaikum Om “ ucap Yan sambil masuk kedalam ruangan dengan senyumnya yang tampan.


waalailkumsalam,eh nak Yan,sudah lama om nunggu kedatangan nak Yan lho .om kesepian di sini pingin cepat pulang “jawab pak jaya "maaf ya om kemarin saya ke sini om masih di ruang ICU ,jadi setelah om operasi baru sempat datang sekarang." " Yun kemana om,kok sepi " Yun lagi shalat ,sebentar lagi juga kesini tunggu saja ya“


Seperti biasa mereka berbincang bincang dengan sangat akrab " kapan kalian mau menikah? * kalau itu om tanya sama Yun saja „kalau


Yun mau hari ini pun saya juga mau


Hahaha kamu lucu juga ya

__ADS_1


Datanglah Yun ke dalam ruangan papanya. " nah itu Yun datang,ni calon suamimu sudah nungguin dari tadi" kata pak jaya "sudah lama mas?" tanya Yun sambil


duduk di sofa baru saja kok lan,belum lama" " Yun kamu kan belum makan ,itu dibawakan makanan sama nak Yan,dimakan biar kamu nggak lemes,."


Iya pa “jawab Yun singkat


Udah duduk sana saja di sofa ,disini nggak nyaman " pinta pak jaya kepada Yan.


Kemudian Yan pun pindah duduknya di sofa di samping Yun " maaf aku nggak bilang sama kamu kalau mau kesini" ' Iya gak papa “jawab Yun sambil memakan makanan yang dbawa Yan


Waktu dia makan dia tersadar jangan jangan yang bayar semua tagihan rumah sakit ini Yan, kenapa dia tau kalau kamar papa ada di VVIP, mata Yun pun langsung menatap tajam kepada Yan "Ada apa? Kok seperti itu" ucap Yan sambil salah tingkah. " Nanti sebelum pulang aku mau bicara


sama kamu," bisik Yun


Yan pun curiga pasti Yun sudah tau kalau aku yang bayar semua biaya rumah sakit papanya


Setelah itu Yan pun pamit kepada papanya Yun, untuk pulang ,Yun beralasan ingin mengantar Yan sampai depan rumah sakit agar dia bisa berbicara leluasa kepada Yan. " Pak baskara kita harus bicara ' 'Ada apa Yun ,kayaknya ada yang penting. aku sedang sibuk nih


Iya memang penting ,penting sekali malah * Bapak kan kan bayar semua tagihan rumah sakit papa ? mmm Tidak ,siapa yang bilang? * Suster rumah sakit, "dia ngasih tau kalau calon suamiku yang bayar biaya rumah sakit papa" ucap Yun " Kalau itu yang di bilang suster ya .... memang betul “ Maaf ya pak sudah saya bilang saya bukan calon istri anda.dan anda tidak usah lagi


Yun tidak menyangka Yan akan bilang seperti itu. " Uang segitu banyaknya dalam satu minggu ? Darimana aku bisa mendapatkannya “pikir


Yun risau.


Yun ? Kenapa di luar ? tanya Rio yang datang untuk bekerja. 'Nggak papa pingin jalan jalan saja, cari udara segar ayo masuk ,bagaimana keadaan om jaya.? ' " Baik “


Mereka pun berbincang bincang sampai dalam rumah sakit.


' Halo om " Halo rio. Kenapa kesini? Bukannya kamu harus kerja ya “ "Iya habis dari sini aku langsung kerja om“ " Owh ya tadi ketemu sama calon suaminya


Yun nggak di luar, baru saja dia keluar dari sini .. Deg...


Rio kaget dengar ucapan om jaya „hati dia terasa sakit mendengar itu walaupun rio sudah punya pacar tapi tetap saja Yun yang nomor satu di hatinya.


Apa si papa sukanya bercanda " ucap Yun " Kayaknya ada yang di sembunyikan, Yun dari saya ni om ,aku malah tidak tau lho kalau

__ADS_1


Yun punya calon suami" jawab rio kecewa "Tanya saja sendiri sama Yun kenapa tidak bilang sama kamu"


Rio pun hanya tersenyum mesti hatinya berdenyut denyut sakit.


Yun kamu masih punya utang jawaban


sama aku ya,ya udah om Rio permisi dulu mau


Oja".


Rio Pun berangkat menuju ruangannya dengan hati yang risau, dia tidak seharusnya merasakan hal seperti itu,seharusnya dia ikut senang mendengar Yun punya calon suami berarti Yun sudah siap membuka hatinya.


Halo dokter rio selamat datang“ sapa suster


Rio hanya melewatinya saja tanpa menjawab sapaan suster tersebut " tumben sekali ya dokter Rio disapa diam saja,,biasanya dia yang nyapa duluan dan sangat ramah" bisik para suster "Mungkin dokter Rio sedang banyak pekerjaan ,atau lagi banyak masalah makanya nggak dengar kita nyapa" “Iya mungkin" begitulah kata suster suster membicarakan Rio.


Setelah selesai bekerja Rio pun langsung bergegas menemui Yun aku mau tanya yang di bicarakan om jaya tadi benar? Katanya kamu punya calon suami“


" Iya tapi dulu ,sekarang sudah putus" siapa ?? Aku kenal sama orangnya?" tanya Rio penasaran


Kamu kenal kalian juga baru kemarin disini ketemu 'Siapa Yu .namanya pria itu ,aku kemarin banyak ketemu pria “ " Kalian bertemu di ruang ICU .Dia yang menyetok peralatan di rumah sakit ini" " Ma maksud kamu Yan??? Dia calon suami kamu ?* " iya tapi itu du..u.. sekarang sudah enggak, tapi aku belum bicara sama papa takutnya papa syok ,soalnya papa suka banget sama dia " " Kenapa aku baru tau sekarang ?,Sebenarnya aku mau beri tau kamu tapi keburu putus, gimana dong?.


Hehe iya ya.." "Pantas saja selama Yun dan ibas bersama


Yun terlihat bahagia dan Yan yang menelfon ku waktu hujan di makam ternyata waktu itu mereka putus,maafkan aku ya lan tidak bisa


menjadi sahabat yang peka untuk mu padahal kita sudah berteman lama, ternyata Yan jauh lebih perhatian kepadamu daripada aku “ucap rio dalam hati.


Yo ngelamun saja “ kenapa kamu nggak pulang ? ' " Nanti saja aku mau nemenin makan malam dulu ayo * Papa gimana “ sambil lihat pintu bangsal vvip " ini kan bangsal vvip ,nggak usah khawatir pelayanannya pasti joss di jamin pokoknya“ ucap


Rio " ah Aku nggak percaya kalau yang bilang yang punya rumah sakit " ucap Yun sambil berjalan menuju café


Yun... kebiasaan dech


Rio pun mengikuti Yun dari belakang untuk makan.

__ADS_1


..,.....BERSAMBUNG......


__ADS_2