
Kesepakatan Nikah
Kontrak. "Selamat sore boss ada seseorang yang ingin bertemu dengan boss ucap seto sambil mengetuk pintu yang sudah terbuka. siapa yang mau menemuiku seto? suruh masuk aku sedang bersiap siap mau pulang jawab Yansen " silahkan masuk dok" seto mempersilahkan
SiaYun untuk masuk ke ruangan Yan " baik trimakasih mas seto ucap Yun
Kemudian Yun masuk ke dalam ruangan kerja Yan, tidak terkejut dengan kedatangan
Yun,karena dia tau betul persoalan apa yang Yun hadapi sehingga dia memberanikan diri untuk menemui Yan. * oh bu dokter,ada apa jauh jauh ke kantorku“ tanya Yan sambil tersenyum tipis.maaf mengganggu,apa anda sedang sibuk.???
Tidak,kebetulan pekerjaanku sudah selesai dan aku bersiap siap untuk pulang“ jawab Yan sambil duduk di hadapan Yun.
Aku mau bicara tentang masalah utangku kepada anda " " Kalau kamu sudabh punya uang akan saya terima,kalau belum punya ya menikah denganku, mmm tapi tenang saja ,kamu tidak selamanya menikah dengan ku ,cukup 1 atau 2 tahun saja, dan apapun permintaanmu akan aku turuti," ucap Yan.
Yun pun tidak menyangka Yan akan bicara seperti itu,berati selama ini dia benar, Yan tidak pernah mencintainya dan hanya memanfaatkan kelemahannya saja.
Dengan merendahkan gengsi dan harga dirinya Yun pun berucap 'aku mau nikah denganmu mau satu tahun atau berapa tahun pun aku mau ,tapi janjimu harus ditepati tentang akan menuruti semua permintaanku “ucap
Yun sambil tangannya bergetar karena menahan malu dan sakit hati. 'Oke baik keputusan yang sangat baik dokter,"kata Yan, sambil berjalan keluar dan menepuk nepuk kepala Yun.
Yun hanya memejamkan mata dan meneteskan air mata tanpa suara,beberapa saat ketika Yan sudah pergi dari ruangan tersebut.
Kemudian dia menghapus air matanya dan bangkit dari tempat duduknya. *Ayo Yun ,kamu sudah melakukan yang terbaik,teruslah berjalan kedepan jangan ingat ingat masa lalumu “
Kemudian dia beranjak dari ruang kantor tersebut dan berjalan menuju keluar kantor denga lemas lunglai. " dokter Yun sudah ditunggu mas Yan di mobil“ ucap seto. "Owh iya mas seto" kemudian Yun masuk ke mobil Yan keputusanmu sudah bulat atau masih bisa berubah" tanya Yan " keputusanku sudah bulat,aku sudah memikirkanya matang matang" jawab Yun sambil menundukkan kepalanya. ' baiklah kalau begitu tanda tangani surat kontrak ini" sambil menyodorkan berkas kepada
Yun
"aku mau kamu menikah denganku hanya satu tahun,satu tahun saja, kamu bisa menambahkan keinginan kamu di sini aku pasti akan menyetujuinya kalau sudah jadi,besok kamu bisa antarkan surat ini kepadaku di rumah, jangan di kantor“ tegas Yan.
Baik pak “jawab Yun lirih.
__ADS_1
Kemudian tak terasa mereka sudah sampai di rumah,Yun pun keluar dari mobil dan berterimakasih karena Yan sudah mengantarkannya sampai rumah.
Begitu masuk kamar Yun langsung merebahkah dirinya dikasur "huft kenapa hari hari ini terasa berat sekali ya bagiku aku terasa sangat lelah sekali, “ tak lama diapun terlelap dalam tidurnya karena kecapaian.
Malamnya Yun langsung menulis daftar keinginannya di surat kontrak tersebut dan akan membawanya besok ke rumah Yan.
Pagi pagi sekali dia sudah sampai di rumah
Yan, karena hari ini jatuh tempo hutangnya Mira, jadi kalau dia tidak bisa membayar hutang rumahnya akan disita ,dia tidak mau terjadi apa apa dengan papa dan leo apabila harus keluar tai rumah mereka. "maaf pak mas Yan nya ada?* tanya Yun kepada tukang taman yang sedang membersihkan halaman. , Pagi mbak ,kayaknya di rumah mbak, soalnya mobilnya masih di rumah dan hari ini juga hari libur ,silahkan masuk saja "jawab penjaga taman dengan ramah. " Baik trimakasih pak“
Kemudian Yun masuk ke dalam rumah dan di sambut oleh ART di rumah tersebut. * Selamat pagi mbak ,mau ketemu dengan siapa? ,kalau ketemu tuan dan nyonya sedang tidak ada di rumah „mereka sedang ke luar negri
ada acara" kata ART tersebut.
Selamat pagi juga mbak,saya mau ketemu sama mas Yan ,mas Yan nya di rumah?" "Iya di rumah sedang di atas „silahkan langsung ke ruang atas saja."
Kemudian Yun langsung ke atas ,ternyata Yan sedang bermain dengan koleksi ikannya di ruang tamu atas " assalamualaikum mas Yan sapa Yun.
Mendengar ada orang salam Yan langsung menengokkan badan ke arah suara tersebut * Waalaikumsalam ,Yun? Pagi sekali kamu datang" "Iya maaf mas kalau ganggu * Nggak papa lagian hari ini aku juga libur , jadi kita bisa bicara dengan leluasa,gimana sudah kamu pikirkan tadi malam surat kontraknya "
Kemudian Yan membaca kontrak yang di
ajukan oleh Yun yaitu hutang dia lunas kepada Yan,melunasi hutang keluarga Yun dan memberikan uang bulanan kepada mereka ,dan jangan kontak fisik kalau tidak ada ijin dari Yun .Yan pikir isi dari kontrak Yun semua untuk keluarga Yun, dia tidak memikirkan diri sendiri. " Semua permintaanmu akan aku lakukan tapi yang terakhir ini ... Aku tidak janji ya,karena aku juga seorang pria, tapi akan aku usahakan jawab Yan sambil memicingkan matanya. "Iya mas " jawab Yun lirih dan tidak berani menatap Yan " sudah sarapan ?*
Yun pun hanya menggelengkan kepala * Kita sarapan bareng ya * baik mas "Begitu dong jadilah anak manis, maka aku akan memperlakukanmu dengan baik “ ucap Yan sambil tersenyum.
Art pun datang membawakan sarapan
" selamat makan tuan
Iya trimakasih" * Ayo makan dulu habis ini aku akan mendengarkan apa yang ingin kamu katakan
__ADS_1
Ucap Yan
Mereka pun sarapan bersama dengan tanpa sepatah kata yang keluar.
Setelah selesai sarapan Yun memberanikan diri bicara kepada Yan *begini mas ,sebenarnya hari ini hutangku jatuh tempo,kalau aku tidak bisa membayarnya hari ini, maka rumahku akan di sita *berapa hutangnya ?"
Kemudian Yun memberikan surat bukti piutang kepada Yan " Oh oke akan ku bayar hari ini ,tapi kamu juga harus tanda tangan surat kontrak ini sekarang * Baik aku akan menandatangani sekarang"
Kemudian Yun dan Yan pun menandatangani berkas surat nikah kontrak mereka. "ini kartunya bisa kamu gunakan untuk apapun,termasuk melunasi hutangmu “ “ baik mas kalau begitu aku pamit dulu mau pulang" "Ya silahkan "
Sebenarnya Yan merasa bersalah memperlakukan Yun seperti itu .tapi mau bagaimana lagi, Yun tidak ingin menikah dengannya kalau tidak dengan cara seperti ini maaf kan aku Yun mungkin caraku melindungimu salah dan menyakiti hatimu" ucap Yan sambil memperhatikan Yun yang sedang berjalan di halaman rumahnya menuju ke gerbang.
Seperti yang Yun kira depcollector itu sudah menunggunya di rumah.bayangkan, kalau dia tidak mendapatkan uang saat ini pasti dia dan keluarganya sudah di tendang dari rumahnya." wah wah gadis cantik, sudah ku tunggu dari
Tadi,aku sampai capek nungguin,gimana ?
Sudah kau siapkan uangnya “ kata pria yang mempunyai wajah menyeramkan dan berkepala botak tersebut. * Ini ... Yun pun menyodorkan amplop coklat berisi uang kepada pria tersebut,kemudian pria tersebut menghitungnya. * Oke... uangnya pas „senang berbisnis denganmu
Mereka pun pergi meninggalkan rumah tersebut.
Dari balik jendela, Mira mengintip dan mengetahui kalau Yun yang membayar semua hutangnya.
Yun Pun masuk ke rumah dan bertemu
Mira " ternyata uangmu banyak juga ya,bisa nglunasin hutangku, sini aku minta tambahan untuk bulan ini“ ucap Mira ngelunjak. * Mama.. mama seharusnya bersyukur,
sudah aku lunasi hutang mama,mama tidak tau
Bagaimana susahnya aku mendapatkan uang ini, bahkan aku sudah tidak punya harga diri lagi karena melunasi utang mama" jawab Yun sambil menangis sesenggukan * Mulai sekarang jangan berhutang lagi, manfaatkan uang bulanan yang aku kasih ma, Yun mohon ".
Yun pun kembali ke kamar sambil menangis.diapun tak habis fikir ibu tirinya masih saja seperti itu kepadanya,padahal semua kebutuhannya sudah Yun cukupi . * Ada apa ma ?*tanya intan, yang baru saja keluar kamar karena mendengar perdebatan Yun dan mira * Sini sayang,hari ini mama senang sekali, hutang mama sama lintah darat itu sudah lunas" ucap mira girang. " Ha ? Sudah lunas ? Mama punya uang dari mana buat nglunasinya?buat kehidupan sehari hari saja masih minta sama Yun" * Bukan mama yang nglunasin tapi Yun,
__ADS_1
entah dapat darimana dia uang sebanyak itu" *Mungkin dari pacarnya ma ,pacarnya kan orang kaya “ *Iya juga ya,wah kesempatan yang bagus ni aku harus baik baikin dia supaya mama dapat banyak uang darinya" kata Mira licik.
........Bersambung......