
Yan memberikan Hp Yun seraya mengatakan * ini hpmu ,sekarang ganti namaku dengan nama yang bagus ,masak namanya buruh pabrik galak,perasaan aku nggak galak deh Cuma tegas saja" ucap Yan manyun. terus mau dikasih nama apa dong.
Apa mas,mas maunya nama apa ?*tanya Yun. *suamiku ganteng,atau mas Yan tampan, pangeran tampan “ sambil matanya berkedip kepada Yun "iihh mas Yan ganjen ...“ Yun pun tersenyum lucu, Sambil melancarkan ketikan di handpone nya. Yun mengganti nama di hapenya menjadi "suamiku"
" sudah ? Sini aku lihat " ucap Yan penasaran sambil mengambil hp dari tangan Yun. Dia pun menatap ke layar handphone Yun *kurangni nggak seperti ini namanya" kemudian Yan menambah emoticon love dibelakang suamiku .
" nah ini baru cocok " sambil menunjukkan layar hape ke arah Yun dan tersenyum puas. " Apaan si mas Yan itu kenapa di tambah tambahin pake emoticon love segala" Yun berdiri dan mencoba mengambil hpnya dari tangan Yan, karena dia masih lemas Yun terjatuh di pangkuan Yan.
Mereka pun terdiam dan saling menatap lekat..terlintas di pikiran Yan untuk melakukan tindakan yang lebih kepada Yun ,tapi langsung dia tepis pikiran itu, karena Yun sedang sakit.
Tiba tiba ada suara deru motor dan berhenti di depan klinik, Mereka pun terkejut dan Yun bergegas langsung berdiri dari pangkuan Yun.
Seorang penjaga pabrik datang dengan membawa makanan, dia tersenyum malu kepada Ibas dan Yun karena merasa mengganggu mereka yang sedang berdua'an itu.
Pagi pak Yan,bu dokter, maaf saya mengganggu " senyum pegawai itu. " Pagi pak .. nggak papa nggak ganggu kok“ jawab Yun Malu.
ini pesanan makanannya pak “
Kemudian Yun menerima makanan itu Trimakasih ya ucap Yan Sama sama pak,mari pak ,dokter saya permisi dulų *
Setelah penjaga pabrik tersebut pergi,
Yun pun langsung tertawa mengingat kejadian tadi.
“ Kenapa tertawa ? Ada yang lucu ? ucap
Yan sambil menatapnya heran. " Abis tadi lucu si mas. Itu pegawai mas pasti salah paham sama kita,di kira kita lagi ngapa ngapain terus ada dia datang ,yang malu bukan kita ,malah dia yang malu Yun pun tertawa lepas.
Yan sama sekali tidak merasa lucu,mukanya cemberut,karena dia masih ingin Yun berada di pangkuannya lebih lama lagi. Siang itu Yun merasa bingung, karena dia Mau mandi dan ganti baju sedangkan dirinya masih terasa lemas untuk berjalan dan berdiri lama.
Mas tolong ambilkan aku air dikasih sabun cair ya mas, soal nya aku mau membersihkan badan“ pinta Yun. " kamu mau telam,mau ku bantu?“ ucap Yan sambil menyipitkan matanya.
Dan entah apa yang ada di pikirannya itu. "Iya ,tapi aku bisa telam sendiri nggak perlu bantuan mas," ucap Yun yang sedang duduk di kasur, Yan mengambilkan Air dan handuk kecil kemudian memberikanya kepada Yun..
mas mau keluar atau disini,kalau di sini hadap berbalik ke sana,aku mau mebersihkan badanku,awas jangan ngintip ya “ seru Yun.
" Lho aku nggak boleh lihat ni ,kan aku suamimu ,sudah halal, kenapa nggak boleh?* ucap Yan mengharap. “Sudah halal sih ,tapi kita Cuma setahun mas nikahnya,ingat itu.
Balik badan... “seru
.... .Yun
Yan pun berbalik badan dengan berat hati, namun ibas sangat beruntung Ada pantulan
Yun dari cermin meja rias.Yun tidak sadar akan hal itu.
Setelah selesai membersihkan diri, Yun pun mengganti bajunya Sudah mas „boleh berbalik sekarang" ucap Yun polos, yang tidak tau apa sudah Yan lihat.
__ADS_1
Yan pun memandang Yun dengan pandangan yang berbeda .. * Kenapa mas ? Ada yang salah denganku ? Kok mas Yan natapnya gitu."
Eng enggak papa "jawab Yan kikuk sambil memegang kepala belakangnya .
Dia pun membantu Yun untuk rebahan, dan menyelimutinya. " istirahat ya,, biar cepet sembuh sambil mengelus elus rambut Yun.
Trimakasih mas ,maaf ya merepotkan * iya ,gak apa apa, ini sudah jadi tugasku sebagai suamimu" * Bunyi bell « "Siapa sore sore begini datang ,oh mungkin andi“gumam Ibas yang sedang nonton TV karena bosan HP nya masih di tempat andi,dia pun membuka pintu klinik.
Assalamualaikum pak Yan" sapa Sita dari balik pintu, " Eh sita,sama siapa ?" sambil mengedarkan pandanganya ke arah jalan.
" Sendiri pak,bagaimana keadaan dokter
Yun ?"
" Sudah agak baikan,ayo masuk,Yun lagi istirahat di kamar" " Baik pak". Sita menghampiri Yun di kamar yang sedang istirahat.
Yun melihat gadis mungil nan manis itu masuk ke kamarnya. "Sita? ,kenapa repot repot kesini “ ujar Yun sembari duduk di kasurnya.
" Nggak papa dok,Cuma mau lihat keadaan dokter,dokter sudah baikan" tanya sita sambil duduk di kursi depan kasur. " Aku sudah
sembuh sit jangan khawatir" ucap Yun "Alkhamdulillah kalau dokter sudah sembuh" Kemudian sita bersih bersih di klinik dan juga kamar Yun ,sita kasian kepada Yun
kalau sita tidak membantunya karena Yun sangat baik kepadanya bahkan menganggapnya sebagai teman. Terdengar suara brisik diluar, suara pria yang tertawa dan berbincang bincang.
Sita coba lihat di luar mas Yan sama siapa, kok rame banget kayaknya" ucap Yun
Yun.pun mengangguk.
Sita keluar dengan penasaran,siapa yang datang malam malam bertamu.setelah sampai ruang tamu muka sita pun berubah melihat siapa yang datang ke klinik dia pun tidak jadi menemui orang itu, tapi berbalik menuju ke kamar.
hei perawat galak, kenapa nggak jadi kesini “ seru Andi yang sejak tadi bergurau dengan Yan di ruang tunggu. *Andi,gadis cantik dan sopan gitu kok di bilang galak si," Tegur Yan.
* ya abis jutek banget sama aku bas* ucap
Andi " Maaf ya sit,tolong jangan di ambil hati,
Andi memang gitu orangnya suka bercanda“ ujar
Yan. Sambil melototi andi. * iya pak gak papa lagian memang etika orang kan bisa di lihat dari kata katanya,owh ya pak Yan mau minum apa biar saya buat kan
kata Sita sambil nelirik tajam ke arah Andi. " Kalau tidak merepotkan bikinkan kopi dua
Va" « Ya baik pak" " Punyaku jangan banyak banyak gulanya seru Andi " Ih bawell" lirik sita kepada Andi.sambil berjalan menuju belakang.
"Jangan gitu sama cewek ndi,ntar jatuh cinta lhogoda Yan kepada Andi " dia bukan selera gue,selera gue yang ****, lihat aja pakainya dia muslimah sekali,aku kan nggak soleh orangnya“
Eh tapi kata Yun dia kuliah perawat beasiswa lho,walaupun dia dari desa tapi smart, jadi jangan suka ngejudge orang dari luarnya" " Baik bos serasa lagi dengerin ustad ceramah gue" pekik Andi. Mereka pun melanjutkan gurauanya,sampai
__ADS_1
Sita keluar membawakan kopi,Andi pun terdiam.
*silahkan pak kopinya" sambil meletakkan kopi di meja. " terimakasih sita * “Sama sama pak " ndi bilang terimakasih dong, sudah di buatin kopi juga" " Iya terima kasih" ucap andi datar.
Kalau begitu saya temani dokter Yun dulu ya pak“ Yan pun mengangguk. Baru saja sita sampai pintu ,Yun yang duduk karena bosen bertanya kepada kepada
Sita yang sedang menggerutu. "Siapa sit, kayaknya kamu nggak suka sama tamu itu,"
Siapa lagi dok,kalau bukan temennya pak
Yan yang songong itu" gerutu Sita. “ haha Andi ?emang gitu kelakuannya unik, tapi dia baiik banget sebenarnya lho` ucao Yun
sambil tertawa tipis. nggak percaya dech dok aku" sungut Sita. Yun tersenyum melihat raut muka sita yang cemberut.
Terdengar Suara langkah kaki yang berat,
Yan dan Andi masuk ke kamar Yun
Yun Andi mau pamit pulang" "Owh iya hati hati ya mas andi,sita juga katanya mau pulang tolong sekalian di antar ya" ucap Yun sambil menyenggol nyenggol badan
Sita.
Dok siapa yang mau pulang? bisik sita sudah sana lumayan hemat ongkos" jawab
Yun juga berbisik "Bagus kalau begitu biar sekalian jalan ya kan ndi" timpal Yan.
Ya udah ayo ... cepat kalau mau bareng jangan lama lama" tegas Andi.
Sana Sit..kasian Andi nungguin"
Baik dok,aku pamit dulu ya" sambil bingung dan membawa tasnya. Sita pun mengikuti Andi menuju ke mobil Andi membukakan pintu kepada Sita " masuk..
jangan di belakang aku bukan sopirmu *ikhlas nggak nganterinnya,kalau nggak ikhlas aku naik bus saja" ucap sita. " Iya... ikhlas" Sita pun tersenyum dan masuk ke mobilAndi Gila ni cewek kalau senyum manis juga.. batin Andi sambil berjalan menuju kursi stirnya.
Sudah makan belum?" tanya Andi belum sama aku juga belum,kira kira tempat makan yang enak disini sebelah mana" " Beneran anda belum makan? Di sebelah sana,ada tempat makan yang enak banget"
Ucap Sita. *Oke boleh juga,dimana ?" " Nanti saya tunjukin Setelah beberapa saat menelusuri jalan. * Stop pak, sebelah kiri,tenda putih itu" sambil mengacungkan tanganya ke warung makan lesehan. "
what ???
Nggak salah ni kita makan di warung ini ? ucap andi sambil membelalakkan matanya. "iya pak, di jamin enak,ayo turun “ ajak sita.
Andi pun memarkirkan kendaraanya di depan ruko samping warung makan tersebut.
"Mas ayam bakar sama lelenya 2 ya “ terdengar sita sedang memesan makanan,Andi masih berdiri di samping mobil dengan bingung.
.....Bersambung.....
__ADS_1