
Yun pun cukup lama menanti Yan sambil menonton tv dikamarnya,sesekali dia melihat ke arah pintu kamar,dan keluar melihat ruang kerja
Yan yang lampunya masih menyala,padahal dia sudah ngantuk berat. mau tidur jam berapa dia, jam segini belum masuk... hoaaaamm " Yun pun sudah berkali kali menguap, tandanya matanya sudah sangat berat untuk terjaga.
Dia pun menyiapkan alas di samping kasur dan meletakkanya di bawah, serta mengambil slimut dan bantal .karena sudah tidak bisa menahan kantuk, dia tidur di bawah,dia tidak mau tidur dikasur karena takut Yan tidak nyaman dengan kehadirannya.
Benar saja pekerjaan Yan selesai larut malam,ibas pun bergegas menuju kamar,cemas kalau kalau Yun belum tidur karena menunggunya.Dia pun membuka pintu kamar
dengan hati hati,dan mendapati istrinya sudah terlelap di lantai beralaskan karpet bulu putih. " Kenapa dia tidur dibawah ?
Baguslah.. lagian ini kan kamarku kenapa aku harus merasa bersalah, terserah dia mau tidur dimana saja" ucapnya sambil naik ke tempat tidurnya dan bergeser geser menepi sambil melihat Yun yang tidur di lantai.
Hmmm dasar gadis aneh memangnya kasurku terlalu kecil ya sehingga dia tidak mau tidur di sini . Sesaat kemudian Yan pun terlelap dalam tidurnya.
Yan terbangun di pagi hari ... matanya terbuka dan dia beranjak duduk, dia melihat
Yun sedang membuka gorden jendela kamar, yang membuat matahari pagi menembus masuk ke dalam dan menghangatkannya.
Selamat pagi mas,katanya mas hari ini mau berangkat kerja ,mau sarapan apa biar mulan siapkan" Buatkan aku jus wortel dan sayur ya" ucap
Yan serambi berjalan menuju kamar mandi. * Oke mas “ Yun Pun bergegas menuju dapur. Di dapur Yun melihat bik sumi sedang membuat sarapan.
" Lho non kenapa kesini ?kalau Non butuh apa apa tinggal bilang saja sama saya “ kata bik sumi. ART keluarga Hadi sentosa yang sudah puluhan tahun mengabdi di sana. "
Nggak pa pa bi ,biar Yun bikin sendiri. lagipula ini kan kewajiban saya bisa sebagai istri, untuk melayani suami “jawab Yun sambil mengambil beberapa buah ,sayur dan wortel untuk dibersihkan dan di blender. "
Non memang sama kaya nyonya,nyonya juga begitu tidak segan masuk ke dapur untuk membuatkan makanan buat keluarganya" salut bik sumi kepada Yun.
* Maka itu bik Yun pingin jadi Ibu rumah tangga yang baik kaya Ibu, sehingga mempunyai keluarga yang harmonis “
" Hayo ada apa ni ngomongin saya " kata Ibu
sambil masuk ke dapur " Diam diam ada yang ngefans sama saya ni bik sumi ucap ibu hadi Hhh ibu ...Yun jadi malu
Yun buat apa ke dapur? " Buat jus bu,mas Yan minta jus sayur dan
Wortel * “ Wah bik sumi kayaknya aku sudah kalah cepet ni udah ada yang bikin jus buat Yan" * Nyonya kayaknya di suruh istirahat karena sudah ada yang manjain mas Yan “
Haha ,syukurlah jadi kalau saya ke luar negri sudah nggak cemas lagi.soalnya Yan sudah ada yang ngurusin." Setelah selasai membuat jus Yun kembali ke atas untuk memberikan minuman itu kepada
__ADS_1
suaminya,sampai di atas,ia sedikit tertegun dengan pemandangan yang terpampang di depan matanya,pria bertubuh atletis sedang olahraga di treatmell dan bertelanjang dada,sehingga badan berototnya berkeringat, terlihat sangat jantan.
Yun pun hanya meletakkan jus nya di meja sambil memalingkan pandanganya itu. " Mas ini jusnya aku letakkan di meja ya" kata
Yun sambil mau putar badan karena menghindar untuk tidak melihat pemandangan itu,dan menuju ke bawah. " bawa sini kata Yan sambil berlari di treatmill
apa? Bawa ke situ?" *Iya ,kamu nggak lihat aku sedang olahraga" seru Yan. Yun pikir“justru itu aku nggak mau kesana pemandanganya terlalu bagus..." kata Yun dalam hati.
Yun berjalan menuju Yan dan memberikan jus tersebut dengan memalingkan pandangannya dari Yan. " kenapa ? Di depan suami nggak boleh
seperti itu “tegur Yan, merasa Yun seperti menghindarinya.dia tidak sadar seberapa keras usaha Yun agar tidak memandang tubuh atletisnya.
nggak papa ,habis mas nggak malu apa? nggak pake baju di depanku,makanya aku yang ngehindar" grutu Yun.
ngapain malu kamu kan istriku" ucap Yan sambil tersenyum lihat tingkah Yun ya polos. sambil meminum jus yang di buatkan Yun " mas kalau minum itu duduk jangan sambil berdiri nggak baik buat kesehatan" tukas Yun
Siap dokter" Yan pun duduk di kursi, sekilas Yun melihat punggung Yan yang masih ada luka yang sudah mengering itu,dia pun maju dan memegang luka yang ada di punggung Yan, Yan sedikit terkejut tiba tiba Yun memegang punggungnya.
Masih sakit mas? tanya Yun " Udah nggak sakit," sembari memegang tangan Yun pun sadar Yan memegang tanganya, dia segera melepaskan tangannya dari punggung Yan. " mas mandi dulu sudah siang aku siapkan
bajunya "ucap Yun mengalihkan perhatian, sambil membawa gelas jus dan di letakkan di atas meja . ibas merasa lucu melihat Yun jadi salah tingkah.
suka,kendalikan hatimu,dia Baskara sang CEO yang tidak mungkin bisa mencin taimu.hatinya terlalu tinggi untuk kamu raih" ucap Yun sambil memejamkan matanya.luka yang Yun lihat di punggung
Yan, menumbuhkan lagi rasa cinta
Yun yang sengaja dia kubur dalam dalam,luka itu mengingatkannya pada kenangan indahnya bersama Yan.
Kemudian Yun menyiapkan baju untuk
Yan dan bergegas ke bawah membantu menyiapkan sarapan pagi. Setelah semua selesai, Yun ke atas memanggil Yan untuk sarapan.
Dikamar dia melihat Yan sedang memakai kemejanya menghadap ke cermin,dia kemudian membantu Yan memakaikan kemejanya. sini aku bantu".
Yan merasa Yun adalah istri yang baik, dia menatap Yun yang sedang berada di hadapannya itu. "jangan liat liat mas“ ucap Yun sambil sesekali matanya menatap mata Yan. kenapa ? Sudah halal kan.
Pegang saja boleh kenapa nggak boleh lihat" goda Yan " nanti mas jatuh cinta lho sama aku “kata Yun menggoda Yan sambil memakaikan dasinya. "Ehmmm ehm...aku lapar Yan salah tingkah
mendengar perkataan Yun.Yun pun tersenyum menang. ayo sarapan dulu,sarapannya sudah siap
__ADS_1
Mereka pun sarapan bersama keluarganya dan Yan pun bersiap siap untuk berangkat kerja, Yun mengantarnya sampai ke mobil.
Aku berangkat kerja dulu ya ,kalau bosen kamu boleh jalan jalan atau nonton bunga di taman belakang pamit Yan kepada Yun " Iya mas,hati hati di jalan,assalamualaikum
ucap Yun sambil salim dan mencium lembut tangan Yan. Yan pun tidak langsung berangkat dia malah memandangi kening Yun dan
memikirkan sesuatu.tapi dia tepis pikiran itu. "Waalaikumsalam",kemudian dia masuk ke dalam mobil. ketika mobil sudah jalan, masih terlihat mulan melambaikan tangannya dari balik spion,Yan pun melihatnya sambil tersenyum senang.
*Punya istri senang ya bos, tiap pagi ada yang merhatiin ucap seto dari balik stir makanya nikah dong jawab Yan ngledek. *
Siap bos ,saya akan segera mencari calon istri" Seto pun melajukan kendaraanya menuju kantor.
Sesampainya di kantor Yan bekerja dengan lebih semangat ,sementara Yun di rumah menyirami taman dan berbincang bincang dengan Ibunya.
Hari pun sudah sore Yun sudah mandi dan duduk di ruang atas sambil membaca buku yang ada di rak lemari. Ada Deru suara mobil yang masuk ke halaman, Yun melihat ke bawah, ternyata mobil Yan, dia pun lari girang
karena suaminya pulang, dan menuju ke halaman untuk menyambut Yan.
melihat istrinya berlari dari dalam rumah ,entah kenapa dia merasa senang
melihat mulan istrinya itu,ada suasana yang beda saat dia pulang, kemudian ada yang menunggunya jangan lari .." cegah
Yan, karena melihat istrinya sedikit berlari. “ hehe ,mas sudah pulang“ ucap Yun
sembari mengambil tangan Yan dan menciumnya. " Ibu kemana “ " Ibu istirahat di kamar" Kemudian Yun pun menceritakan kegiatannya dengan ibunya pada hari itu sembari berjalan ke kamar.
Yan mendengarkan cerita Yun dengan seksama kemudian membersihkan diri.
Sudah pukul 21.00, Yan masih sibuk dengan pekerjaanya di ruang kerja,Yun yang sedang membersihkan kasur melihat jam sudah
malam,tapi suaminya itu belum selesai bekerja, dia pun membawakan susu hangat ke ruang kerjanya. mas ...Intip Yun dari balik pintu kerja yang sedikit terbuka.
masuk lan,ada apa? ucap Yan sambil melihat ke arah pintu. " aku bawakan susu hangat ,dari tadi aku perhatikan mas masih kerja terus *kata Yun sambil meletakkan susu di meja.
Nggak capek mas kerja siang malam ?"
Yan menghentikan pekerjaanya sejenak dan berbalik menatap Yun.
......Bersambung.....
__ADS_1