Kukira Suamiku Buruh Ternyata CEO

Kukira Suamiku Buruh Ternyata CEO
Bab 18. Hari akad


__ADS_3

.


Hari pernikahan pun datang,Yun bangun sangat pagi, karena MUA yang mau mendadaninya sudah datang pagi pagi buta.


Yun dandan hampir 3 jam lamanya,


sebenarnya dia sangat ngantuk tapi karena rasa cemas dan khawatir, karena dia akan menikah, dan bukan karena saling mencintai tapi melainkan menikah karena saling membutuhkan satu sama lain, rasa kantuk pun sina seketika, dan dia menahan air matanya agar tidak menetes.


" sudah selesai mbak ,mbak Yun cantik sekali, mangklingi kalau bahasa jawanya " ucap MUA tersebut sambil menata alat make up nya.


" hhh trimakasih “ ucap Yun sambil tersenyum.


Pagi itu entah kenapa perasaan Ibas sangat cemas, dia jalan bolak balik kaya setrikaan di kamarnya, sambil menatap jam dinding yang ada di kamar hotel,ibunya sampai pusing lihat dia dari tadi jalan mondar mandir dengan pakaian adat yang sudah di pakainya.


"Sayang duduk sini,ibu pusing lihat kamu mondar mandir dari tadi" pinta Ibunya.


"Ibu mu nggak tau rasanya seorang pria yang mau akad Yan .hanya kita para pria yang tau rasanya haha “ ucap hadi sentosa menggoda Yan.


"Nggak papa bu Yan Cuma jenuh kalau


Cuma duduk saja ucap Yan masih berjalan kesana dan kemari


" Ibu tau kamu cemas dan grogi sayang, karena mau menuju akad,tapi memang seperti itu rasanya jadi tenanglah sayang ,semuanya pasti akan berjalan lancar“ kata ibunya sambil menepuk nepuk punggung Yan dan menenangkannya.


Yan tampan nggak hari ini bu ?"


Anak ibu dan ayah selalu yang paling tampan,kamu ni ya,sudah mau jadi suami orang masih saja manja sama Ibu “


Ucap ibu Yan sambil memeluknya.


Kemudian seorang ajudan masuk ke dalam kamar,memberitau bahwa acara akan segera di mulai dan bapak penghulu pun sudah datang. Mereka pun bersama sama memasuki aula


pernikahan ,di sana sudah banyak sekali para tamu yang hadir keluarga serta kolega dan karyawan perusahaan.


Yan berjalan menuju tempat akad dengan perasaan hati yang berdesir dan jantung yang berdegup.


" Kenapa aku senang dan bahagia ya dengan pernikahanku, maafkan aku Yun telah memaksamu untuk menikah denganku " ucap Yan dalam hati.


Yan pun menunggu kedatangan Yun dengan gelisah di tempat akad nya ,mata dia terus menatap ke arah kedatangan mempelai perempuan,tapi Yun tak kunjung terlihat,


setelah menunggu beberapa saat mempelai


wanita pun datang.


Yan tak percaya yang ada di depan matanya.gadis yang sangat cantik nan anggun berjalan menuju aula akad nikah,dia pun mengedipkan matanya berulang kali karena terpesona dengan keindahan yang sedang menghampirinya itu,dan gadis itu tersenyum mempesona kepadanya.


Dia pun belum bisa memalingkan pandangannya, sampai saat Yun duduk disampingnya dan tercium semerbak wangi bunga melati dari Yun.


"assalamualaikum mas Yan "sapa Yun.


Yan pun tersadar ketika Yun menyapanya.


Wa waalaikumsalam" jawab Yan terbata bata grogi. Dan langsung mengalihkan pandangannya ke depan menuju pak penghulu , dadanya pun terasa penuh dan sesak.sehingga dia mulai menenangkan hatinya sendiri.


"Jangan grogi mas ,tenang .." bisik Yun


Karena kedua mempelai sudah hadir akad pun di mulai,seperti Mimpi Yan melafalkan kalimat akad dengan lancar dan sekali nafas.


saya trima nikah dan kawinnya Yun dewi putri bapak jaya sasmito dengan seperangkat alat shalat dan emas 50 gr di bayar tunai“


Ucapan akad yang di ucapkan Yan dengan lantang walau hati berdebar.

__ADS_1


" Gimana saksi ? Sah ?"


" Saaaaah * "


Alhamdulillah sekarang kalian sudah sah jadi suami istri,semoga sakinah mawaddah warrahmah “ ucap pak penghulu.


Yun pun salim dan mencium tangan Yan,


Yan juga mencium kening Yun.


Air mata mulan pun menetes entah rasa sesak apa yang ada dihatinya begitu berkecamuk seperti benang kusut yang sulit untuk di urai, Yun sadar dia mempunyai rasa suka dengan Yan, tapi bukan ini yang dia harapkan ,dia mengharapkan pernikahan normal yang bahagia seperti yang lain.


Rio hanya bisa memandang Yun dan Yan di kursi tamunya,di dampingi dengan syakira,rio merasakan begitu besar rasa kehilangan, hatinya terasa sakit melihat gadis yang di cintainya yang begitu cantik menjadi istri orang,


Di kursi tamu ada mata iri yang menatap


Yun dengan tajam dia adalah intan,dia sangat iri dengan kebahagiaan saudari tirinya tersebut "


Lihat ma „kapan intan nikah dengan acara semewah ini,Yun kelihatan cantik dan bahagia sekali," lirik intan.


Pacar kamu kan kaya,nanti acaranya minta yang seperti mulan dong, masak nggak bisa ucap Mira.


Yan melihat ke arah Yun, hatinya merasa


Iba karena melihat Yun meneteskan air mata, kemudian Yan mengambilkan tisu dan memberikannya kepada Yun


kenapa menangis? jangan menangis aku akan memperlakukanmu dengan baik saat kamu jadi istriku “


Bukanya tangisnya berhenti, Yun justru tambah berderai air mata mendengar perkataan Yan,dia berpikir kalau Yan memperlakukannya dengan baik,dia takut rasa cintanya akan semakin dalam,dan ketika mereka berpisah Yun pasti akan merasa sangat berat dan sulit untuk meninggalkannya.


"Jangan mas,perlakukan aku seperti biasa saja,jangan terlalu baik padaku, nanti aku jadi berharap kepadamu " jawab Yun.


Mereka pun kembali ke kamar hotel setelah sah menjadi suami istri di dampingi ibu Yan.


Eh mau kemana ?" tahan ibunya " mau ke kamar bu,ini kan kamarku" * Kamar kamu sudah nggak disini,sudah ibu pindah ke doble sweet room ,lagian kamu kan


sudah punya istri sudah nggak sigle lagi,mana istrimu nggak di gandeng lagi, malah di suruh jalan sendiri


Yun hanya tersenyum mendengar percakapan ibu dan anak itu.


ayo ibu tunjukkan kamar kalian berdua" sambil menggandeng tangan Yun menyusuri lorong kamar hotel.


Setelah melewati beberapa lorong sampailah mereka di kamar pengantin "


ini kamarnya,ayo masuk," ajak ibu


Tapi Yun hanya berdiri mematung ,tidak masuk ke dalam kamar.


kenapa nak ? Nggak papa ayo masuk,lagi pula kalian kan sudah menikah


Baik bu .mulan akan masuk


Nanti sore ada MUA yang datang buat dandanin kalian untuk acara resepsi, kalian istirahat dulu,ibu tinggal ke kamar dulu ya "


"Tunggu bu “ teriak Yan dan Yun hampir bersamaan. Apa sih kalian ini,ibu juga capek mau


istirahat, daaa." Kemudian Ibunya keluar dari kamar dan menutup pintu.


Mereka berdua hanya diam mematung tak bergeming ketika ibunya pergi, Yan yang duduk di sofa,dan Yun yang masih berdiri di depan pintu.


Kemudian Yun berjalan kecil menuju kasur supaya tidak bersuara dan duduk.

__ADS_1


Yan pura pura tidak melihat ke arah Yun dan mengambil minuman " Mau minum?


tawar Yan kepada Yun untuk mencairkan suasana.


Tidak mas terima kasih " jawab Yun.


Entah suasana apa itu ,mereka berdua sangat canggung satu dengan lainya. "


ehem... ,aku mandi dulu ya " kata Yan memulai pembicaraan.


"A apa mandi ?jawab Yun grogi.


"Iya .kenapa ? "


Nggak papa,silahkan kalau mas mau mandi terlebih dahulu


Kemudian Yan masuk ke dalam kamar mandi "


Apa sih Yun apa yang kamu pikirkan, jangan berpikir yang aneh aneh." Bisik Yun malu.


Selama Yan mandi Yun mencari cari baju ganti di kamarnya


* Kenapa nggak ada baju ganti ,koperku belum dibawa ke sini sama Hp Ku ,aduhhh gimana ni." Yun pun cemas


Hanya ada koper Yan saja yang ada dalam kamarnya.


Yun pun melepaskan berbagai pernak pernik yang ada di badannya sehingga dia bisa leluasa bergerak,dan bisa merebahkan badanya yang terasa capek.


Beberapa saat waktu Yun rebahan, Yan keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk saja.


Yun langsung bangun dan duduk membelakangi Yan. " kenapa? Santai saja aku Cuma mau ambil baju kok" Ucap ibas sambil membuka koper yang


ada di samping ranjang. " kamu nggak mandi ? " Nanti sore saja ucap Yun tanpa menoleh ke belakang. sudah belum ganti bajunya “ tanya Yun.


" belum,kalau mau hadap sini juga ga papa" goda Yan kepada Yun.Yun hanya bisa menggerutu dalam hati melihat tingkah Yan.


Apaan sih orang ini,sengaja kayaknya deh


bikin aku nggak nyaman *


Aduh mana aku kebelet pingin ke belakang lagi " ucap Yun dalam hati.


Sudah belum mas ?*


Belum " Masih lama nggak “


masih padahal Yan sudah rebahan di sofa dan sudah berganti baju.


Karena sudah nggak kuat Yun menutup matanya sambil berjalan ke kamar mandi, tapi di balik sela jarinya dia lihat Yan sudah rebahan di sofa dengan memakai baju.


mas Yan bohong ya ! Katanya belum “seru


Yun.


"Lho kok kamu tau ,pasti kamu ngintip ya, hayo ngaku ,sebenernya kamu pingin lihat kan ? * *


Nggak .nggak ngintip beneran“ jawab


Yun malu sambil sedikit berlari ke kamar


Mandi

__ADS_1


.......Bersambung.....


__ADS_2