
Setelah shalat subuh
Yun bersiap siap untuk pergi ke klinik entah kenapa hatinya sedikit deg degan ketika mengingat kalau pagi ini dia akan di jemput Oleh Yan.belum lagi pesan dari Rio yang mau mengantarkanya.tapi dia sudah pengirim pesan kepada Rio kalau tidak usah mengantarnya ke klinik.
Yun berpamitan Dengan papanya saja, karena selain papanya jam segitu belum ada yang bangun. Jam menunjukan jam 05.30,Yun sedikit gelisah kenapa Yan belum menjemputnya. "jangan jangan mas Yan sudah berangkat ke pabrik,apa aku terlalu ke. pedean ya kemarin, mungkin mas Yan bercanda mau jemput aku, aduh Yuuuun kamu si suka ke Ge eran" pikir Yun.
Tiba tiba terdengar suara klakson mobil dari luar,Yun pun bergegas keluar dengan sedikit berlari, sambil merasakan jantung yang semakin berdegup kencang ketika ingin bertemu dengan Yan Seto membukakan pintu mobil dan Yun pun masuk ke dalam mobil assalamualaikum selamat pagi mas Yan “ sapa Yun waalaikum Salaam, selamat pagi juga Yun,
Siayun pun duduk di samping Yan dan tercium aroma parfum yang wangi nya khas dari Yan " Mas Yan sudah sarapan ?" tanya Yun
Belum sempat sarapan,tadi buru buru lagi pula ini masih terlalu pagi untuk sarapan
Yun pun mengeluarkan kotak, mengambil sandwich dan di berikan kepada Yansen " Ini mas sambil di makan biar nanti sampai pabrik nggak kelaparan, kerjaan mas di pabrik kan berat,ini buat mas seto juga “sambil mengulurkan sandwich ke depan setir " terima kasih banyak dokter Yun "
Panggil Yun saja mas seto " Iya mbak Yun “
Yan mengambil sandwich yang di berikan oleh Yun dan mulai mengunyahnya dan merasakannya " hemmmm enak sandwich buatan kamu " puji Yan ''Terima Kasih mas" jawab Yun dengan pipi yang merona karena senang di puji oleh Yan. ,, ini minum nya mas " Yun menyodorkan minuman kemasan kepada Yan
Seto diam diam memperhatikan mereka berdua,seto senang akhirnya bos nya sudah mulai cair dan bisa menerima kehadiran wanita di hidupnya. nada dering telfon “
Yun mengeluarkan
Hp nya, maaf mas bisa saya trima telfon ?"
Silahkan" jawab Yan singkat " Halo Yun maaf aku bangun kesiangan, kamu sudah berangkat belum" terdengar sayup sayup suara pria dari handphone Yun.
Waalaikumsalam. salam dulu kek ,aku udah di jalan sama temenku kamu berangkat kerja saja rio “jawab Yun " hhh maaf ya niat hati mau nganterin kamu malah kesiangan , oke kalau begitu hati hati ya" hmmm" ucap Yun singkat
Yan memperhatikan
Yun yang sedang tersenyum ketika menutup hp nya, kemudian ketika Yun menengok ke arahnya, Yan langsung memalingkan pandanganya dari Yun.
Dari kejauhan sudah terlihat pabrik yang sangat besar dan luas itu, kemudian mereka sampai di depan klinik, disana sudah ada Rani dan Sita yang menunggu di depan karena klinik belum di buka.mereka menunggu
Yun untuk membukakan pintu.
Trimakasih ya mas sudah antar aku" ucap
Yun
Trimakasih juga sarapanya ," jawab Yan sambil tersenyum
__ADS_1
Kemudian Yun keluar dari Mobil dan seto pun membunyikan klakson sambil meluncur ke pabrik.ehem ehem “ rani dan sita pun menggoda
Yun " Apa sih kalian pagi pagi udah serak aja ,sudah lama nunggunya?"'' " baru saja kok dok belum lama" jawab sita. " Hayo dokter di antar siapa ?kayaknya bukan dokter Rio deh pacar dokter ya?" kata
Rani mobil nya bagus pasti mahal banget itu dok harganya,selera dokter boleh juga " sela Sita itu bukan mobilnya dia pinjam punya bosnya, dia Cuma buruh di pabrik itu.aku numpang sama dia dari kota,sekalian jalannya,jangan su'udzon deh"
Grutu Yun sambil membuka pintu klinik.Mereka masuk ke klinik dan bersiap siap untuk menerima pasien, hari itu cukup sepi pengunjung jadi banyak waktu mereka di gunakan untuk santai dan bergurau.
Ketika mereka mau tutup datang seorang pria tampan yang tinggi datang ke klinik. " Dokternya ada sus “ ? Tanya pria itu Rani yang melihat pria itu merasa seperti terhipnotis dengan ketampananya halo sus ?" " Eh maaf mas,ada dokternya, silahkan langsung masuk saja."
Jawab rani
Oke trimakasih"
Rani pun masih menatap pria itu sampai hilang di balik pintu " hei !! Rani kenapa nglamun aja "
Teriak sita "lagi lihatin pangeran tampan" matanya pun tidak beralih dari pintu ruangan dokter mana pangeran tampan? Kebanyakan nonton film kamu,Jangan mimpi sore sore ,,Tuh di ruang dokter tunjuk rani dengan dagunya " Hadeh kamu ini ada ada saja."
Ketika Yun sedang memeriksa laporan pasiennya tiba tiba ada suara ketukan pintu dari luar ruanganya "Ya silahkan masuk “
Pria itu dan masuk ke rüangan tersebut sambil tersenyum
Eh mas Yan, silahkan duduk"
Yan pun membuka bajunya dan menghadap membelakangi Yun " Kok perbannya masih bersih,lukanya pun sudah tidak berair kaya kemarin " tanya Yun bingung "Kemarin aku ada urusan di rumah sakit jadi sekalian ganti perban" jawab Yan
Alhamdulillah kalau begitu,lukanya sudah hampir sembuh, semangat ya" ucap Yun girang.
Kemudian setelah
Yun mengganti perbannya Yun pun berdiri di depan Yan yang sedang duduk dan membantu memakaikan bajunya,mata mereka pun saling bertemu dan saling memandang. Tiba tiba
Yan ingat akan permintaan ayahnya untuk menikah,entah kenapa dia berfikir kalau
Yun adalah gadis yang cocok untuk jadi calon istrinya.secara spontan pun Yan langsung berkata kepada Yun
Yun menikahlah dengan ku" sambil menatapnya lembut.
Yun Pun kaget dan jantungnya berdegup semakin kencang .dia pun mengalihkan pandanganya dan melepaskan tangannya dari baju Yan apaan si mas Yan, bercandanya nggak lucu tau
Yun,pun kembali ke tempat duduknya dengan kaki lemas.
__ADS_1
Kalau aku serius gimana ,ya aku tau pasti kamu tidak mau nikah sama buruh kan,? "jawab Yan nggak .nggak seperti itu mas kata siapa aku nggak mau sama buruh. aku nggak bilang gitu lho"
Berati kamu mau dong “
Senyum Yan menggoda , Yun pun hanya tersipu malu.
Yan pun tidak melanjutkan pembicaraannya, kemudian dia langsung keluar dari ruangan dokter.
Karena merasa tidak enak hati Yan pun mengejar Yan sampai depan resep mas tunggu
Yan hanya menoleh dan berkata " aku sudah dapat jawaban darimu" dia pun. melenggang keluar dari klinik
Yun bingung" memangnya aku jawab apa tadi."
Dok siapa tadi ganteng banget" tanya sita. " Dia buruh pabrik, ganteng ya sit perasaan biasa aja jawab Yun gengsi iya ganteng banget dok sela Rani
Tapi penampilanya nggak pantes jadi buruh ya pantesnya jadi bosnya
Tangkas sita
Apa si kalian ini,ayo sudah sore kita bersih bersih dulu sebelum pulang "
Siap dok " jawab rani dan sita kompak.
Sambil membersihkan ruangan
Yun masih berpikir tentang ucapan Yan tadi " kenapa dia tiba tiba bilang seperti itu ya. sebenarnya dia bercanda atau serius sih.pasti dia bercanda Yun mana ada orang nggak pacaran tiba tiba ngajak nikah jangan ngarep deh,"
Sambil menggeleng nggelengkan kepalanya agar pikiranya jadi waras. Sementara itu Yan berjalan menuju ruangannya sambil berfikir " Aduh apa yang kamu lakukan Yan. kenapa harus bilang seperti itu si ni mulut, apa yang Yun pikirkan tentang aku.pasti dia mikir aku buaya darat, seenaknya saja ngajak anak orang nikah"
Dia pun langsung mendaratkan badannya ke kasur yang empuk itu, dengan pikiran yang campur aduk.
Sebenarnya Yan belum mau menikah tapi karena desakan orang tuanya dia mau nggak mau harus nikah. " aku nggak boleh mengorbankan Yun, dia gadis yang baik,gimana kalau aku dekati lagi anak temanya papa yang dulu pernah di jodohkan denganku,siapa tau mereka masih ada yang mau menikah denganku
Seto sini masuk teriak Yan kenapa mas ? "Tolong cari tau nomer telfon anak anak temen ayah yang dulu pernah dijodohkan denganku" pinta Yan " Baik boss
Seto pun kembali dan mencari nomor hp yang di perintahkan oleh bossnya. kemudian dia kembali ke ruangan Yan untuk memberi tau nomor hape tersebut “ Mas Yan nomornya sudah ada di notepad ini" kata seto sambil memberikan ipad kepada Yan oke trimakasih ya"
Sama sama boss"
Yansen mulai memilah milah siapa yang akan dia ajak bertemu.
__ADS_1
......BERSAMBUNG