Kukira Suamiku Buruh Ternyata CEO

Kukira Suamiku Buruh Ternyata CEO
Bab 23 Apakah Aku Salah ?


__ADS_3

*Selamat datang pak joshep ucap Yan kepada klienya tersebut sambil berjabat tangan. *wah ternyata pabriknya besar sekali ya pak Yan ,ini kalau kita keliling seharian nggak akan selesai ucap joshep sambil masuk ke dalam pabrik untuk berkeliling dan melihat proses produksi.


" di sini kami meproduksi alat alat staenless juga pak,ada tembaga dan juga kuningan “ sambung andi. Joshep terperangah melihat betapa banyak buruh pabrik yang bekerja di situ dan sudah menggunakan alat yang canggih.


oke ,oke ... bagus lengkap sekali ya , saya suka dengan sistem kerja produksi di pabrik ini ucap joseph. Kemudian mereka pun berkeliling sambil membicarakan tender proyek yang akan dikerjakan Perusabhaan Mandiri Sentosa.


***


Ibu hadi melihat menantunya masih duduk di teras rumah menanti suaminya pulang.dia khawatir karena udara malam semakin dingin dan tidak baik untuk kesehatan. "


Nak.. sudah jam 10 malam ,masuklah udara sudah mulai dingin,mungkin Yan masih lama pulangnya,soalnya hari ini klien penting mereka datang untuk melihat pabrik" ucap bu hadi dengan lembut kepada Yun. "


Sebentar lagi bu,Ibu kenapa keluar, udara malam tidak bagus buat Ibu" sambil berdiri dan menggandeng tangan bu hadi untuk masuk ke dalam rumah. "Ibu masuk duluan ya ,sebentar lagi Yun masuk kalau mas


Yan belum juga pulang" Baiklah ibu akan masuk jangan terlalu lama di luar ya,dokter juga bisa sakit lho° ucap ibu hadi " Hehe iya ibu ". Yun pun masih melihat jauh ke arah


gerbang,belum ada tanda tanda mobil datang.dia pun sedikit cemas. " kenapa mas Yan belum juga pulang ya, tidak ngabarin pula" .karena udara jadi semakin dingin


Yun mengeratkan sweaternya dan masuk ke dalam rumah.tapi beberapa saat kemudian dia keluar menuju balkon dan tertidur disana di temani dengan udara yang dingin.


Pimpin ...


Suara klakson mobil membangunkan Yun yang tertidur di balkon rumah. " Mas Yan " ucap Yun, Sambil melihat ke bawah,dan mendapati mobil Yan sudah terparkir di sana.


Yun pun sedikit berlari menuju ke bawah.


Setelah masuk ke rumah.. Yan mendengar suara orang berlari dari atas, dia pun sedikit mempercepat langkahnya . " pasti itu Yun kebiasaan dia, nanti kalau


jatuh gimana" batin Yan. dan benar saja,dia bertemu Yun sedang berlari menuruni tangga. " Yun sudah aku bilang jangan lari.. jalan saja."


Tegas Yan kepada Yun. " hhh maaf mas .. " ujar Yun sambil mengambil tangan Yan untuk salim. * Kenapa tanganmu dingin sekali “ Yan pun meletakkan tanganya di pipi Yun,terasa sangat dingin pipi yang mulus tersebut.


Jujur sama aku, kamu nungguin aku di balkon kan ? Sambil menatap tajam mata Yun. " Iya mas "jawab Yun ciut. " Ini jam berapa lan.sudah lewat tengah malam,kamu


masih nunggu aku di luar,? Kamu itu dokter, kenapa bisa seorang dokter begitu ceroboh hah ? Teriak Yan kepada Yun.


Lain kali jangan tungguin aku,kalau aku


belum pulang kamu tidur duluan,jangan seperti anak kecil,jaga kesehatanmu sendiri,jangan hanya menjaga kesehatan orang lain " Ucap Yan sambil masuk ke dalam kamarnya dengan marah.


" Ba baik Mas " lirih Yun,sambil berdiri mematung seperti anak kecil yang kehilangan permenya.tanganya pun meremas bajunya untuk menahan rasa sedih yang dia rasakan.

__ADS_1


Yun tau Yan pasti capek dan dia berbuat kesalahan, karena menunggunya di luar, makanya Yan jadi marah sama dia.Yun pun menahan air matanya yang sudah menggenang.


Sembari menyiapkan karpet di bawah, mengambil bantal dan selimut, Yun pun langsung berbaring di karpet tanpa bergeming. air matanya pun menetes di pipi,sesekali dia mengusap air matanya itu,sambil memejamkan matanya dengan erat.


Keluar dari kamar mandi Yan mendapati istrinya sudah tidur di lantai beralaskan karpet. entah setan apa yang membuatnya sampai begitu marah kepada Yun. Sebenarnya Yan melakukan itu untuk kebaikan Yun tapi caranya salah, karena dia juga takut kalau dia


terlalu baik dengan Yun, akan mudah rasa cinta bersemi di hatinya. Yan sebenarnya tidak tega melihat Yun tidur di bawah, namun dia terlalu gengsi untuk menyuruh Yun tidur


di kasur, dia pun bersiap tidur karena memang hari itu hari yang sangat melelahkan untuk Yan. “ tok tok tok Yun ,Yu ,bangun nak sudah siang


Teriak ibu hadi dari luar kamar.


Yun langsung terbangun dan secepat kilat menuju kamar mandi kemudian shalat. Yun merasa pusing dan badannya agak meriang, mungkin efek tadi malam tidur di balkon.


Dia melihat Yan sudah tidak ada lagi di kasurnya,karena hari ini Yun sudah berangkat kerja dia tidak membantu bik sumi membuat sarapan,api hanya membuatkan jus sayur untuk


Yan yang sedang olahraga pagi. mas ini jusnya “ sambil berjalan lemas. " Letakkan di meja" ucap Yan tanpa menoleh.


Yun merasa sepertinya Yun masih marah dengannya,sehingga dia langsung bersiap siap untuk bekerja, karena kliniknya Yun lumayan jauh,jadi Yun berangkat lebih pagi dari Yan. " Mas aku berangkat dulu ya " sembari menghampiri Yan yang sudah selesai olahraga.


Yun mengulurkan tanganya untuk salim dengan Yan, tapi Yan malah sibuk dengan berkasnya dan tidak memberikan kesempatan Yun untuk salim.


ya sudah ,aku berangkat dulu ya mas ,mas jangan lupa sarapan ". Ucap Yun lirih.


Yan langsung memukulkan tanganya di meja " brakkkk “ * Yan apa yang kamu lakukan. Jangan jadikan Yun sebagai pelampiasan amarahmu, hanya karena kamu


membenci orang yang pernah ada di hatimu" bisik Yan. Yun menuju klinik di antar oleh pak


mahmud, Didalam mobil Yun terus menatap ke jendela,meletakkan kepalanya di kursi sambil sesekali mengusap air matanya yang menetes.


" Pulang kerja aku harus minta maaf sama mas Yan, dan jangan berbuat kesalahan lagi" ucap Yun dalam hati. “ Aku tidak mau mas Yan terus marah Sama aku


Pak mahmud melihat kejanggalan dari


Yun .Karena Yun yang biasanya ceria dan mudah tersenyum hanya diam saja dan kehilangan cahayanya.


Pasti mbak Yun dan tuan muda lagi berantemn makanya mbak Yun terlihat sedih seperti itu,pikir pak mahmud.


Non Yun kita sudah sampai di klinik,.. non ?


Panggilan pak Mahmud membuyarkan lamunan Yun. "Oh iya pak, trimakasih ya" ucap Yun

__ADS_1


sambil keluar dari Mobil. *sama sama non " pak Mahmud pun melajukan kendaraanya kembali. Halo dok ,aduh pengantin baru.... ho lho.


Belum selesai sita bicara, Yun langsung memeluk Sita dan menangis sesenggukan , benteng pertahanan air mata yang selama ini dia


tahan pecah begitu saja. " Cup cup dokter kenapa" tanya rani. Sambil menepuk nepuk punggung Yun. " maaf ya aku tiba tiba datang langsung nangis “ ucap Yun.sambil mengusap air matanya.


ayo masuk dok ,sepertinya dokter sakit ya, badan dokter panas" sambung sita.


Mereka pun masuk ke dalam klinik " dokter mau buka klinik ? "Iya « * Tapi dokter panas badanya “ kata sita.


" Nggak apa apa nanti aku minum obat pereda panas pasti sembuh." Ucap Yun.


Setelah jam kerja berakhir sita menuju ruangan Yun dan memeriksa Yun yang terlihat pucat. * Dokter lebih baik jangan pulang deh ,tidur di sini saja


"nggak sit aku harus pulang ada urusan yang harus aku selesaikan ucap Yun,


Sembari berjalan menuju belakang, tiba tiba


Brukk...


Badan Yun ambruk terkulai lemas di lantai " dokter ...... Teriak Sita tolong Ran rani dokter pingsan Rani pun berlari ke dalam kemudian mereka membopong Yun ke kasur.


Sore itu di kantor Andi melihat Yan dari pagi sampai sore sangat tidak fokus di kantor,dia sama selkali terlihat tidak bersemangat. * Hei...Yan... bapak baskara !"


panggil Andi kepada Yan yang sedang melamun di meja rapat. Panggilan andi membuyarkan lamunan Yan, dia sepanjang hari hanya memikirkan Yun " iya ndi gimana ?


* Kita sedang rapat Iho ,para karyawan dari tadi lihatin kamu,karena kamu hanya diam saja nggak kasih pendapat.malah aku yang ngoceeh terus gumam Andi.


Maaf ya ndi,aku lagi banyak pikiran,sudah kamu saja yang ngehandel rapat kali ini "ucap Yan lirih. Oke kalau begitu“ " Nada dering telpon" * Angkat Yan,.."


pinta Andi "Ini nomer nggak dikenal*Yan pun tidak mengangkatnya. " Nada dering telfon "


Karena Andi gemas,hp nya Yan nggak di angkat, akhirnya Andi yan mengangkat telponnya. Halo ini siapa ?" " Mas Yan ,dokter Yun.,., dokter Yun pingsan "seru Sita dengan nada cemas. apa ?.. »


Yan istrimu pingsan di klinik “seru Andi kepada Yan. Yun pingsan ?" tanya Yan memastikan. Andi pun mengangguk.


Tanpa berkata kata Yan langsung bergegas meninggalkan meja rapat.di ikuti oleh Andi.


Semua karyawan yang ada di ruang rapat pun bingung kemudian membubarkan diri.


*Pak Yan dan pak Andi kenapa ya ,langsung pergi dengan tergesa gesa seperti itu...sepertinya ada yang darurat " bisik para karyawan.

__ADS_1


......Bersambung.....


__ADS_2