Kukira Suamiku Buruh Ternyata CEO

Kukira Suamiku Buruh Ternyata CEO
Bab 24 Penyesalan Yansen


__ADS_3

Bab 24. Penyesalan Yun.


Yan dan Andi langsung bergegas melaju menuju ke klinik Yun. Sabar Yan semoga Yun baik baik saja, jangan khawatir ya“ ucap Andi menenangkan


Yan,yang mukanya sangat tegang karena khawatir pada Yun ayo seto lebih cepat lagi pinta Yan "baik bos" jawab Seto. Sambil melajukan mobilnya lebih cepat.


" ini salahku ndi ,aku tidak bisa jadi suami yang baik bagi Yun ,apakah pantas aku di sebut sebagai suami, dia begitu baik kepadaku tapi apa yang sudah aku lakukan? Aku selalu saja menyakitinya “ kata Yan panik.


" Jangan menyalahkan diri sendiri ,kamu harus kuat,demi Yun, makanya jangan mengulangi kesalahan yang sama lagi ya “ucap andi menguatkan Yan.


Mobil pun melaju cepat menuju klinik.


Sementara itu di klinik.. "Dok dokter ... sita pun memanggil manggil Yun yang masih pingsan dan menggoncang goncangkan tubuhnya.


"gimana ini ran ,dokter belum siuman juga panik Sita. " aku juga nggak tau sit, kita nunggu suami dokter saja atau kita telfon dokter Rio" sambung Rani.


Sita dan Rani pun bingung harus bagaimana, mereka kemudian memasang infus di tangan Yun dan mencoba menbangunkannya dengan minyak angin.


Setelah beberapa saat Yun pun membuka matanya .. * Alhamdulillah dok ,akhirnya dokter sadar juga" syukur sita. sit aku mau pulang tolong antar aku “ ucap


Yun lemah, sambil menggenggam tangan sita. " maaf dok, dokter harus istirahat dulu, dokter masih sakit' bujuk Sita.


* Ran tolong belikan dokter Yun makanan ya"pinta Sita kepada Rani " oke Sit, aku akan beli makanan dengan cepat" Rani pun bergegas keluar mencari makanan.


Terdengar suara mobil berhenti di depan klinik,Sita pun langsung keluar ke depan klinik karena dia pikir itu pasti suami dokter Yun. Benar saja Mobil Yan sudah terparkir di depan klinik.


Tanpa aba aba Yan langsung turun dari mobil dan berlari menuju klinik. " sita ,Yun dimana ? tanya Yan cemas " masuk saja pak Yan ,dokter ada di kamar belakang " Baik trimakasih * Yan sudah tidak memikirkan apapun lagi dia terlalu khawatir dengan keadaan Yun.


Sampai Di kamar Yan melihat Yun sedang berbaring lemah dengan infus di tangannya. " Yun..sayang..." panggil Yan dengan


lembut,sembari duduk di depan kasur dan memegangi tangannya,dia sangat merasa bersalah kepada Yun. " mas Yan... maafin Yun ya mas.. " tatap Yun berkaca kaca. "


Kamu nggak salah ,aku yang salah,maafin aku ya,kamu masih sakit?dimana yang sakit. ayo kita pergi ke rumah sakit ya “ ucap Yan beruntun dengan menatap sendu,dan mencium tangan Yun dan keningnya.

__ADS_1


"Tidak perlu mas ,aku sudah baikan,apalagi lihat mas sudah tidak marah lagi sama aku, hatiku jadi lega" air mata pun menetes di pelupuk mata Yun “Sudah jangan menangis, ini kalau Ibu tau keadaan kamu seperti saat ini,pasti sudah di bogem aku sama Ibu “ ucap Yan sambil mengusap air mata Yun.


Yun pun tersenyum bahagia mendapati suaminya yang ternyata begitu khawatir kepadanya. "nah gitu dong senyum,kan cantiknya kelihatan, akhirnya aku bisa sedikit lega" ucap Yan bahagia karena bisa melihat senyum


mengembang di bibir Yun. " Mas Yan kesini sama siapa? * tanya Yun. sama andi dan Seto,siapa lagi selain mereka,mereka masih di luar“


Sementara itu di luar klinik ,sita tidak masuk ke kamar karena takut mengganggu pengantin baru itu,dia hanya duduk duduk di ruang tunggu sambil nunggu Rani yang sedang membelikan makanan, dia merasa lega karena suami dokter Yun sudah


datang,tiba tiba ada pria yang masuk ke dalam klinik, Mata Sita dan pria itu pun bertemu dan saling terbelalak. “ KAMU... " kompak mereka "Hei kenapa kamu malam


malam kesini , owh mau minta maaf ya karena kemarin sudah mau nabrak aku di depan halte seru Sita ha? Apa? Minta maaf ? Jangan ke PD an, lagian kamu yang salah bukan aku, jalan kok gak pake mata “saut Andi.


Kemudian Rani masuk sambil membawa bungkusan makan di tangannya,dia datang dengan terengah engah, karena kendala berat badanya jadi jalan sedikit jauh saja rani sudah kelelahan.


" Ada apa ini sit ? Kok ribut ribut, ada maling ya ?mana malingnya" tanya Rani. nggak ada maling" jawab sita dan Andi barengan. * ihh kalian kompak banget," sambil


mengancungkan jempolnya kepada mereka. eh ngomong ngomong anda siapa ?" tanya


Rani perkenalkan saya Andi ,temannya suami dokter Yun


Sita pun hanya melengos kepada Andi tak mau melihat. terus dia siapa? Tanya andi sambil menunjuk dagu kepada sita “ Dia Sita ,sama juga perawat di sini,bedanya dia senior saya junior he..." jawab Rani. * owh gitu, perawat kok galak banget si


kayaknya Yun salah cari perawat disini “ kata Andi sambil duduk di kursi tamu. apa kamu bilang... "sungut Sita " Sudahlah sit jangan marah,kasian dokter nanti kalau dengar kalian bertengkar" sela Rani. "


Astaghfirullahal'adzim “ ucap sita sambil mengelus dada menenangkan diri. " Aku ngasih ini dulu ke dokter ya “ Rani pun berjalan menuju kamar Yun.


«Tok tok " Maaf dok mengganggu “ Kenapa ran ,ayo masuk saja "jawab Yun * Ini makanannya dok,dokter belum makan dari pagi kan" Kemudian Yan menerima makanan dari Rani


Trimakasih ya Rani, nanti biar aku yang menyuapinya "Hehe baik pak ganteng“ ucap Rani Yun dan Yan pun beradu pandang dan tertawa karena kelucuan Rani.


* kalau begitu saya permisi ya dok ,mari pak ganteng". Mereka pun mengangguk.Dan Yan menyendok makanan untuk menyuapi


Yun.

__ADS_1


Makan dulu ya " Nggak selera aku mas " Makanlah sedikiiit saja biar perut kamu isi" bujuk Yan. Yun pun mengangguk dan memakan makanan itu.


"Owh ya ini kan sudah larut malam,mas mau nyuruh Andi pulang dulu kasian dia,besok masih berangkat kerja" sambil beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke ruang tamu.


Ndi,kamu pulang saja sudah malam „lagian besok kamu juga kerja kan “ ucap Yan " oke ,kalau begitu aku pulang dulu,salam buat Yun ya" kata Andi Eh tunggu ndi" tahan Yan kepada Andi. " Rani ,sita ,kalian pulang saja biar andi yang antar


* Nggak usah pak,kami naik bus saja Ucap sita. Jam segini sudah nggak ada bus “ jawab andi jutek "Iya bener sit ,kita numpang aja lagian ini juga sudah malam aku takut pulang sendiri“ sambung rani sambil


memegangi lengan sita. ya sudah ,,ayo, “saut sita pak Yan,kami pamit dulu ya ucap rani dan sita *Iya hati hati ,owh ya andi nitip ya jangan di turunkan di jalan, awas kamu " teriak Yan kepada andi.


" Siap bos ucap Andi sambil melenggang menuju mobil di buntuti Sita dan Rani.


Yan pun menutup pintu klinik dan kembali ke kamar Yun " Mereka sudah pulang mas *tanya Yun lirih. " iya baru saja ,dapat salam dari andi ,tadi aku suruh dia ngantar Rani dan Sita pulang, kasian kalau anak anak gadis itu pulang sendiri


malam malam" ucap Yan kemudian duduk di ranjang. “mas mau tidur disini? " tanya Yun "Iya,habis mau bagaimana lagi ,kamu nggak mau ke rumah sakit “ sambil memandangnya lembut.


"Jangan tidur di bawah ,disini dingin tidak seperti di kota" ucap Yun khawatir nanti aku bisa tidur di sofa atau ranjang priksa juga boleh canda Yan.


Yun hanya tersenyum tipis . Tiba tiba ada suara bell klinik berbunyi. " kenapa mereka balik lagi" kata Yun " Mungkin ada yang ketinggalan,kalau begitu aku buka pintunya dulu ya"


Yan penasaran kenapa mereka kembali lagi, mungkin ada yang tertinggal atau mereka khawatir sama Yun.Yan pun membuka pintunya. Dia melihat Seorang pria berdiri cemas di depan pintu klinik. " Rio ?? Kenapa datang malam malam." Bagaimana keadaan Yun mas ? tanya


Rio dengan menampakkan raut wajah yang


SAngat khawatir. * Sudah mendingan jawab Yan bingung melihat wajah Rio yang tegang. " aku mau menemui Yun „bolehkan mas? harap Rio


Bolehlah ,lagian kamu kan sahabat Yun, dia pasti senang kamu datang * Trimakasih mas “ tanpa pikir panjang Rio langsung menerobos masuk menuju kamar tanpa menunggu Yan,


Yun pun terkejut dengan kedatangan Rio malam malam ke kliniknya. " Iho rio,kenapa kesini, malam malam lagi ?* " hai .. gimana keadaanmu ? Sudah minum obat ? Aku priksa ya ?sudah makan belum?" begitu bertubi tubi pertanyaan Rio kepada


Yun sampai Yun tidak punya kesempatan untuk menjawabnya. Yan memperhatikan sikap Rio sambil bersandar di pintu kamar,dia merasa perhatian Rio berlebihan kepada Yun, tidak seperti perhatian seorang sahabat melainkan seperti


perhatian seorang kekasih ,pikir Yan sampil menyipitkan matanya dan mengelus elus dagunya.

__ADS_1


........Bersambung.....


__ADS_2