
.
Mobil yang dikendarai seto melaju menuju sebuah perumahan tempat rani tinggal.Rani duduk di depan karena dia takut Mual kalau duduk di belakang.
sementara di belakang ada Andi dan sita yang duduk saling berjauhan seperti ada sekat diantara mereka. mereka kenapa mbak rani kok duduknya kaya gitu jauh jauhan “ tanya seto kepada rani.
tau tuh mas ,tadi aja waktu aku kembali ke klinik mereka berantem,aku sampai ngira kalau ada maling di klinik" jawab rani. " ehem... udah baikan aja, ngapain dari tadi berantem terus kayak tikus dan kucing ,
ntar jodoh tau rasa lho " seru Rani nggak mungkin..." kompak mereka... *Tuhkan kompak benerr ... itu tanda tanda orang berjodoh,iya kan mas seto ucap Rani sambil tanganya menyolek lengan seto agar menyetujui perkataanya.
eh iya bener tuh kata mbak rani “. * Apaan si seto ,walaupun di dunia ini Cuma ada dia wanitanya,mending nggak usah nikah“ sinis Andi sambil melirik sita. * biarin gue juga ogah kali" jawab sita.
Rumah Rani pun sudah terlihat di ujung jalan " Mas aku turun sini saja ,trimakasih ya,sit aku duluan ya jangan galak galak sama orang di sampingmu,ntar suka lho goda Rani.
Sita pun membelalakkan matanya kepada
Rani. " Kamu turun dimana ? tanya andi jutek gang depan mas seto ngiri“ " heh yang tanya tuh aku ,kenapa kamu malah bicara sama seto."
Geram Andi Sita hanya melirik ke arah andi tak bersuara. Stop mas seto saya turun sini trimakasih ya mas,dan bilangin juga trimakasih sama orang
yang ada di belakang mas seto ucap sita sambil turun dari mobil " oh baik mbak 4 " Dasar cantik cantik jutek bisik Andi.
Yansen masih berdiri bersandar di pintu kamar sambil menatap tajam ke arah Rio dan Siayun, seperti seorang pemburu yang membidik mangsanya,dan mencari cari jawaban dari tingkah laku Rio kepada Yun tersebut.
Rio.. aku baik baik saja ,lihat sudah bisa tersenyum kan" ucap Yun samnbil tersenyum tipis. Rio masih belum percaya dengan perkataan Yun dia pun mengambil stetoskop dan memeriksa keadaan Yun.
Tekanan darah mu sedikit rendah lan, badanmu juga masih anget“ ucap Rio setelah memeriksanya " Kamu idak boleh kecapekan dan harus makan, tidur yang teratur,baru saja nikah
sudah sakit saja,kalau ada masalah crita sama aku jangan di pendam sendiri saja" oceh Rio. " baik dokter ucap Yun
Yan tidak tahan dengan pemandangan itu,
Rio terlalu memonopoli Yun sebagai sahabatnya.
kemudian dia maju dan duduk di kasur Yun. "gimana Rio keadaan Yun" tanya Yan. " Sudah mendingan, tapi dia tidak boleh kecapaian" jawab Rio. * Tuh denger sayang kata dokter Rio.jangan kecapaian ..." iya mas aku juga sudah denger ,Eh yo kamu tau darimana aku sakit" tanya Yun penasaran.
Dari Rani,dia tadi telfon karena panik dan bingung dia telfon aku,jadi selesai kerja aku langsung kesini.". * Oh ya dokter Rio lain kali tidak usah khawatir dengan Yun, karena sudah ada saya suami Yun yang bertanggung jawab " ucap
Yan menekankan kepada Rio.
Rio hanya mengangguk tak bersuara.. "Andaikan aku yang ada di sampingmu Yun, tentu aku tidak akan membiarkanmu seperti ini , "batin Rio sambil memandang lekat kepada Yun.
__ADS_1
Kamu sudah makan lan?" Sambil menatap mulan " Sudah tadi,mas Yan yang nyuapin aku." *Ngomong ngomong dokter Rio ini sudah jam 11 malam,anda belum mau pulang? Atau mungkin mau nginap di sini bareng kita ?" cletuk Yan.
“ iya yo,ini kan sudah malam, lagi pula besok kamu harus kerja kan?" sambung Yun. *Hhh iya sih ,ya udah aku pulang dulu ya,
Yun jangan lupa jaga kesehatanya ,ingat perkataan aku tadi oke?" kata Rio denga tersenyum. Yan merasa anak ini lama lama menyebalkan, dari tadi nyeramahin Yun
mulu,padahal aku yang suaminya kenapa dia yang cerewet.pikir Yan. “Sayang aku antar Rio ke depan dulu ya " "Baik mas.
Rio pun berjalan keluar tamu dan masih menengok ke arah Yun sebelum pergi.
Yan yang melihat tingkah Rio seakan enggan meninggalkan Yun sedikit cemburu.
tak perlu khawatir yo,ada aku ..." kata Yan sembari berjalan keluar. "Mas Yan ..aku minta tolong jaga Yun ya , jangan sampai dia sakit lagi.Yun itu sebenarnya lemah fisiknya,dia kalau ada masalah nggak mau cerita sama orang soalnya` ucap Rio.
" kalau itu tidak kamu minta pun aku akan selalu menjaga Yun, Yun istriku aku akan selalu menjaganya" jawab Yan sambil menepuk punggung Rio. "Baik trimakasih mas,aku pulang dulu". Rio pun masuk ke mobil dan melajukan
kendaraanya.
Yan kembali ke kamar Yun ,dia melihat
Yun sudah tertidur karena efek obat yang dia minum.Yan pun duduk di kursi sembari menatap lekat wajah Yun yang cantik tapi terlihat pucat itu.
" terimakasih sudah tersenyum lagi untukku ucap Yan sambil mengelus elus kepala Yun. maafkan aku dengan trauma masa laluku ini yang membuat kamu menderita" bisik Yan.
Yun terbangun dengan suara alarm di hp nya,dan langsung mematikan alarm tersebut. tanganya sedikit kelu karena terpasang infus ,dia ingin melepaskan infusnya tapi ternyata tangan
yang satunya lagi di genggam oleh Yan yang tertidur di sampingnya,dengan keadaan sambil duduk. “ kasian sekali kamu mas pasti capek tidur seperti itu semalaman" bisik Yun. mas... mas Yan bangun.." "
Hmmmm... kamu sudah bangun,mau minum? * tanya Yan sambil sedikit merem. “ Mas tidur sini.." sambil menepuk kasur disampingnya. Beneran nih?* Yun pun mengangguk
Tanpa pikir panjang Yan pindah tidur ke samping Yun dan menyamping ke ke arahnya. Senyum pun mengembang di pipi Yun, karena bisa menatap secara dekat wajah suaminya yang tampan itu.
Karena infusnya sudah hampir habis,Yun mencabutnya sendiri dari tanganya. Akhirnya tanganku bisa bergerak" sambil
mengibas ngiibaskan tanganya.
Dia pun kembali berlbaring dan melanjutkan menikmati wajah suaminya itu sembari mempermainkan rambut suaminya.
kadang jutek kadang baik .... dasar buruh pabrik tampan" bisiknya sambil tersenyum melihat Yan tertidur lelap karena semalaman menjaganya.
nada dering telfon
__ADS_1
Terlihat nama Ibu yang menelfon di hpnya, * Ibu ?ucap Yun sambil menatap layar ponselnya. * Halo assalamualaikum bu" wa'alaikumsalam, Nak kamu dan Yan kata
Andi tidur di klinik ya “ suara ibu dari telefon.
iya bu ,„kami tidur di klinik, maaf belum sempat kasih kabar bu" “Owh ya sudah ibu lega kalau begitu, soalnya tadi malam ibu tunggu kok nggak pulang pulang,hp Yan di hubungi juga tidak di angkat, Yan pasti
masih tidur “ ucap ibunya " hhh iya bu mas Yan kecape'an "Ya sudah yang penting ibu sudah tau kabar kalian,hati hati di sana ya ,ibu tutup telfonya" Baik bu . Tenggorokan Yun terasa kering, dia tidak tega membangunkan Yan yang terlelap di
sampingnya untuk mengambilkan minum,segera dia beranjak dari kasur dan mengambil minuman dengan jalan perlahan serta berpegangan ke dinding dan meja yang ada di depanya.
Setelah beberapa saat,Tangan Yan meraba kasur ke kanan ke kiri mencari keberadaan
Yun,dia pun membuka mara dan terperanjat karena Yun sudah tidak ada dikasurnya.. "lan... Yun... “
teriaknya sambil mencari cari istrinya itu di berbagai sudut di klinik tersebut . dia mendapati istrinya sedang duduk di depan klinik sambil mengamati pabrik di depan kliniknya itu. " Hei... kenapa disini?
,bagaimana keadaanmu masih sakit? Atu pusing" tanya Yan sambil duduk di samping Yun aku sudah baikan kok mas Cuma masih lemes saja,kayaknya aku lapar dech " ucap Yun sambil tersenyum *Owh kamu lapar bilang dong,mana pinjam
Hpmu,aku lupa Tadi malam Hpku tertinggal dimana aku cari belum ketemu."
Sambil menjulurkan tanganya meminta hp
Yun ..
Yun sedikit kaget karena Yan ingin meminjam hpnya,sementara dia menamai no
Yan di hp menggunakan nama yang aneh yaitu buruh pabrik galak" eee tapi mas " " Sini .. " sambil mengambil hp dari tangan
Yun.
apa nama nya ?* tanya Yan " Hh nama apa mas ?"jawab Yun kikuk. ya namaku di hp mu Mmm buruh pabrik galak... hehe" apa ? Buruh pabrik galak ? Yun.... " mata
Yan pun memelototi Yun. * Hh maaf mas, habis mas emang buruh pabrik galak kan ?
* di Ganti nanti ya .dengan nama yang bagus" sambil memencet nama itu dan memanggilnya.. " halo.. " terdengar suara laki laki. Andi.. kenapa hpku sama kamu " ucap Yan bingung
Iya aku lupa kemarin sore waktu kita rapat kemudian buru buru ke klinik hp mu aku kantongin ,terus lupa kebawa pulang,nggak aku kasihkan sama kamu,hehe * " Aduh dasar kamu ini,ya sudah telponkan
Penjaga pabrik suruh belikan aku sarapan dan di bawa ke klinik ya “ pinta Yan.
" Oke bos..hh maaf ya ,hari ini kamu cuti? *iYa aku mau nemenin Yun dulu, sampai keadaanya lebih baik,aku belum bisa ninggalin dia sendirian“ sambil melirikkan mata ke arah Yun. oke Nanti sore ku antarkan hpnya ke klinik ucap Andi " Hmmmm" Yan pun menutup telfonya.
__ADS_1
......Bersambung.....