
Malam itu Siayun tidak bisa tidur karena terus memikirkan perkataan Yansen tadi sore, dan dia juga bingung kenapa Yansen bilang kalau dia sudah mempunyai jawaban dari Yun "aku tadi jawab apa ya,menolak atau menerima dia,ah aku bingung " sambil mengacak acak rambutnya yang panjang. "kalau aku menolak aku kasian sama mas Yan dia pria yang baik walaupun Cuma buruh pabrik kerjanya,tapi apa salahnya jadi buruh pabrik,semua pekerjaan sama saja yang penting halal,toh dia juga ganteng kan,bisa lah buat teman kondangan, haha pikir Yun membela diri sambil matanya mengawang ke balik jendela. "tapi kalau aku menerima kenapa dia langsung pergi dari klinik dan tidak merespon jawabanku ,aduh mas Yan kenapa sih kamu buat aku pusing kaya gini,seumur umur aku nggak pernah mikirin cowok sampai seperti ini," "hah jangan jangan. dia pun bangun dari rebahannya "masak ini yang namanya jatuh cinta, dan aku jatuh cinta sama Yan? Buruh pabrik ? nggak mungkin kan ? “ gusar
Yun pun menghempaskan tubuhnya ke kasur dan menutupi wajahnya dengan selimutnya. "bunyi alarm.."
Tangan mulan meraba -raba kasur, mencari handphone yang alarmnya berbunyi dan mematikannya,kemudian dia bangun dan langsung membersihkan diri, semalaman Yun tidak bisa tidur,jadi matanya sangat berat untuk bangun,sarapanpun rasanya ingin sambil merem. " assalamualaikum, pagi dok "sapa sita "dokter kenapa matanya merah ,kaya orang kurang tidur,tdi malam lembur apa dok ?waalaikum salam ", iya kan ? memang kelihatan banget ya kalau saya kurang tidur“sambil berjalan menuju kaca."aduh iya kelihatan merah,tolong ambilkan obat tetes mata dan vitamin ya sit“ pinta
Yun kepada sita "oke dok' sita pun bergegas mengambilkan obat tetes mata dan vitamin kemudian memberikannya ke Yun. "dokter mikirin apa sampai nggak tidur semalaman" tanya Rani.nggak tau tiba tiba saja aku sulit tidur“jawab
Yun dengan lesu "h gara gara mas'Yan ni" gerutu dia dalam hati "awas saja kalau hari ini dia nggak datang kesini dan nggak tanggung jawab sama perkataanya,bisa bisa aku begadang terus semalaman"
Seperti apa yang Yun pikirkan hari ini sampai sore batang hidung Yan tidak kelihatan,entah pergi kemana sampai dia tidak datang ke klinik. "dok kami pulang dulu ya, nanti malam jangan begadang besok dokter jadi ngantuk dan nggak cantik lagi hehe ledek Rani " iya iya ,hati hati ya di jalan jawab Yun lesu "baik dok''
Mereka pun pulang meninggalkan Yun sendirian di klinik dengan hati Yun yang galau, "bener kan si pembohong itu nggak kesini,awas saja nanti kalau ketemu" gerutu
Yun.
Hari ini ternyata Yan menemui beberapa anak teman ayahnya yang pernah dijodohkan dengan Yan, tapi yang dia dapatkan nihil,tidak ada kecocokan di hati Yan untuk menjadikan mereka menjadi calon istri Yan.
__ADS_1
Entah setan apa yang membisiki Yun, tiba tiba dia datang ke pabrik untuk menemui Yan malam itu, apa yang kamu lakukan Yun kenapa kamu tiba tiba kesini “langkah kakinya pun terhenti ketika dia tiba di gerbang pabrik. nanti kalau dia tau aku kesini bisa bisa dia ke
PD an, dikira aku menerima dia buat nikah
Dia pun maju mundur mau masuk atau tidak,kemudian dengan sedikit menutup mata dan melawan rasa malunya dia masuk ke halaman pabrik,tapi di tengah tengah jalan kewarasannya kembali, dia pun berbalik arah dan jalan pulang ,tapi sayang ada mobil bagus yang masuk ke halaman pabrik dan hampir menabraknya karena Yun tidak hati hati,Yun pun jatuh " aduh, kakiku «
Dia pun melihat ada pria yang turun dari mobil, tapi karena ada lampu mobil yang menyoroti wajahnya,dia tidak bisa melihat dengan jelas. setelah lampu mobil mati dia sadar pria itu mengulurkan tangannya untuk memberi bantuan, sayup sayup matanya pun terbuka dan pria di hadapannya adalah Yan, entah kenapa setelah melihat Yan berdiri di depannya ada desiran di hati Yun ,kalau seandainya bisa di ingin bangun dan langsung memeluk ibas,tapi dia harus mengendalikan perasaanya,air matanya pun menetes. " hei kenapa ?mana yang sakit? ''Yan pun berjongkok di depan Yun dengan rasa khawatir karena melihat
Yun menangis. mulan hanya bisa menangis dan tidak berani menatap Yan, sebenarnya dia menangis bukan karena sakit,dia menangis karena seharian menunggu Yan tidak datang hingga dia kesal sendirian, dia pikir Yan akan pergi dan tidak ingin lagi bertemu dengannya,
Yan pun menggapai punggung Yun dan membantunya berdiri serta memapahnya duduk di depan pabrik, "mana yang sakit ?"tanya Yan " kakiku sakit"jawab Yun sesenggukan sambil menghadap ke arah kakinya. "ya udah sini aku obatin walau aku bukan dokter kayaknya aku bisa ngobatin kakimu“
Hati Yan merasa iba melihat Yun menangis sesenggukan seperti itu, dia merasa bersalah karena hampir menabraknya " maaf ya aku hampir menabrak mu “ nggak papa lagian aku tadi yang tiba tiba jalan nggak liat liat "
Dari jauh seto lari menuju mereka setelah memarkirkan mobilnya aduh mbak Yun saya minta maaf ya, karena hampir menabrak mbak " kata Seto sambil membungkuk. "nggak papa mas seto lagian aku juga salah jalanya nggak hati hati jawab Yun sambil tersenyum “ ayo kita masuk disini dingin,kamu juga kenapa nggak pakai jaket " kata Yan bisa jalan ? «bisa kok mas jawab Yun sambil berdiri aduh “ternyata kaki kiri Yun sedikit keseleo, sini tangannya “ kemudian Yun memapah menuju ke dalam
Ruangannya
__ADS_1
Sesampainya di ruangan Yun duduk di sofa, seto tolong ambilkan obat ya baik mas'' kemudian seto mengambilkan obat untuk
Yan pun mengoleskan krim ke kaki
Yun, nggak usah mas biar aku saja tangkas Yunn malu. "kenapa ? ini bener kan obatnya ,nggak papa aku bisa kok,dulu waktu sekolah aku pemain basket jadi sudah hafal dengan obat obat kaya gini" kata Yan oh ya ? mas Yan dulu pemain basket ? saut Yun
Kan sambil tertawa "kenapa ? nggak pantes ya ,seorang buruh dulunya pemain basket * eh enggak kok
Cuma nanya aja "hmmmn dasar anak kecil sambil mengelus kepala Yun
Demi apa Yun langsung melting seketika dengan perlakuan Yan yang manis kepadanya. udah selesai sambil meletakkan kotak obat dan duduk di samping Yun. " owh ya ngomong ngomong kamu kenapa kesini malam malam tanya Yan
Yun pun malu mau bilang apa sama Yan, lagian kenapa dia nekat ke pabrik mau nemuin Yan, ketemu sama orangnya aja grogi nggak bisa bicara." hmmm oh aku malu tanya kenapa tadi nggak datang ke klinik untuk ganti perban ? hee" "bukannya gantinya 2 hari sekali ya ?" tanya Yan " iya juga si, tapi satu hari sekali juga nggak papa bisa biar cepet sembuh “ saut Yun dengan bingung.karena dia tidak tau harus berkata apa sama Yan tadi aku ada urusan ke kota,owh ya masalah yang kemarin aku minta maaf ya sudah bikin kaget kamu dengan perkataanku "perkataan apa ? tanya Yan pura pura lupa. bener sudah nggak ingat? Mau di ingatkan lagi ?lagi pula aku sadar diri seorang dokter kaya kamu mana mau menikah dengan buruh," tatap Yan kepada Yun. siapa bilang nggak mau ? semua pekerjaan sama saja asalkan halal jawab Yun salting di pandangi sama Yan.
Jadi beneran mau ni ? goda Yan. Jawab Yun "Mau apa mas ? pembicaraan mereka datang seto dengan membawa minuman hangat. “tok tok, maaf mbak mengganggu „saya bawakan minuman hangat ya nggak papa mas seto,nggak ganggu kok, masuk aja " saut Yun.
Kemudian seto pun meletakkan minuman tersebut di atas meja
__ADS_1
Minum nih biar hangat badanmu,lagian keluar rumah nggak bawa jaket udaranya dingin lagi " sambil memberikan secangkir minuman hangat untuk Yun. "Terima Kasih mas jawab Yun. "Tadi kenapa nggak masuk saja ke dalam pabrik ? Yun tak menjawab hanya tersenyum salah tingkah.
.....BERSAMBUNG...