
Sudah hampir seminggu pak jaya di rawat di rumah sakit,keadaannya mpun sudah semakin membaik. "pak jaya sudah boleh pulang besok ya"
Ucap dokter wah terimakasih dok ,saya sudah bosan di sini pingin cepat cepat pulang“ ucap pak jaya dengan senyum terlukis di wajahnya. * alkhamdulillah ya pa ,akhirnya papa sudah boleh pulang ,terima kasih dokter" iya sama sama,yang penting obatnya jangan lupa diminum tepat waktu ya pak jaya" " baik dok "jawab pak jaya bersemangat.
Keesokan harinya hari kepulangan pak jaya pun tiba,Yun pun mendengar ada orang mengetok pintu kamar inap kemudian dia pun membukanya
* halo dokter Yun mas seto kenapa ke sini" sambil clingak clinguk mencari keberadaan seseorang " hhh mas Yan tidak ikut dok,beliau sibuk dikantor, saya disini untuk mengantarkan pak jaya pulang* * Nggak usah mas saya dan papa bisa naik taksi“ * Siapa Yun? Kenapa tidak di ajak masuk * ucap pak jaya. saya supirnya mas Yan pak,mas Yan menyuruh saya untuk mengantar bapak dan dokter Yun pulang" ," owh ya perhatian banget nak Yan dengan kita,walaupun dia sibuk di bela belain nyuruh supirnya buat ngantar kita,tunggu sebentar ya mas kami hampir selesai berkemas kemasnya" " baik pak
Kemudian mau tidak mau Yun pulang kerumah menggunakan mobil Yan di antar seto, karena papanya terlihat bahagia dengan😆
perhatian yang di beIikan Yan . * Wah mnobilnya nyaman sekali ya,kalau kita naik taxi pasti tidak senyaman ini" ucap papa
Yun " Papa istirahat saja ,nanti Yun bangunin kalau sudah sampai rumah “ucap Yun papa sudah istirahat terus di rumah sakit. sekarang mau lihat lihat pemandangan kota “ sambil mlihat lihat pemandangan kota dari balik jendela mobil.
Tak lama pun mereka sampai di rumah ,tapi ada kejadian yang tak terduga ,ada beberapa pria yang menyeramkan menggedor gedor pintu rumah " Mira buka pintunya „hutangmu sudah jatuh tempo cepat bayar!!! Kalau tidak aku dobrak rumahmu,dan akan aku suruh kamu pergi dari rumah ini !" " Pa jangan keluar dulu ya biar Yun yang bicara sama mereka “
Yun langsung keluar dari mobil dan menghampiri mereka.
" Ada apa ini bapak bapak,? Kenapa enggedor gedor rumah orang " Kamu siapa ?" Tanya pria yang berotot menakutkan. saya pemilik rumah ini " Owh kamu anaknya Mira ? Bilang sama
Mira hutangnya sudah jatuh tempo,segera dibayar" * Memang berapa hutang mama mira` tanya
Yun penasaran. " Ini lihat sendiri “ kemudia pria tersebut menyodorkan kertas yang berisi perjanjian hutang piutang kepada Yun,alangkah terkejutnya Yun ketika mengetahui jumlah hutang mira yang begitu banyak itu. " Kalau dalam 3 hari mira tidak bisa membayar hutangnya, maka saya tidak akan
Segan segan menyita rumah ini" " Ja jangan pak jangan sita rumah kami" * Makannya cepat bayar “ ucap pria bertubuh besar dengan mata melotot.
" Insya Allah secepatnya saya bayar" " Awas ya kalau bohong .3 hari lagi kita kesini gadis cantik
Kemudian mereka pun meninggalkan rumah dengan catatan hutang di tangan Yun 285 juta ? Untuk apa mama mira berhutang sebanyak ini ,aduh gimana ini dapat uang darimana sebanyak itu dalam waktu 3 hari kalau tidak aku bayar rumah ini akan di sita,mau hutang bank waktunya tidak cukup, kalau sampai rumah ini di sita papa pasti sangat syok,apalagi papa baru saja pulang dari rumah sakit,ini rumah bersejarah bagi kami kenangan ibu tertanam semua di sini “
Tak ingin papanya khawatir dia pun langsung menemui papanya di mobil " jangan khawatir pa itu Cuma orang salah alamat « * Oh ya ,papa kira ada apa orang rame ame datang ke rumah
Kemudian mereka masuk ke rumah dan
berterimakasih kepada seto karena sudah mengantar sampai rumah,,setelah mengantar papanya ke kamar Yun langsung menemui
__ADS_1
Mira " Ma Yun mau bicara « " Mau bicara apa? Kalau nggak penting nggak usah "jawab Mira ketus " Mama hutang begitu banyak buat apa?"
Emang kamu kira merawat orang sakit nggak butuh biaya banyak ,ya buat papa mu.buat apa lagi" bentak Mira
Yun tau Mira bohong karena selama ini yang membiayai bulanan dan pengobatan papanya adalah Yun. Dia tau mira senang berhura hura dan melakukan kehidupan yang Glamor. " Ma Yun minta tolong berhemat lah, manfaatkan uang bulanan yang Yun kirim jangan hutang hutang lagi
Apa ? uang yang kamu kirim? Buat makan saja kurang .makanya cepat nikah sama orang kaya biar bisa menghidupi kita .uang bulanan.
segitu saja kok di bangga banggakan “ Ya sudah terserah mama .depcolector akan datang 3 hari lagi ,mama harus bayar hutang mama" tegas Yun " uang dari mana aku bayar sebanyak itu,ya kamulah yang bayar lagian uangnya juga untuk biaya papamu juga" ucap mira dengan santainya.
Yun sudah tidak mau berdebat dengan ibu tirinya lagi,dia pun pergi dan masuk ke kamar. "Hmmm enak saja aku di suruh bayar . sekarang sukurin kamu Yun, makan tuh hutang yang banyak " ucap mira dengan senyum sinisnya.
Entah Yun harus bagimana, dia bingung mengahadapi masalah yang terus bermunculan tersebut,serasa kepalanya mau pecah bila memikirkan semua itu. "Terus aku mau minta bantuan siapa ? Rio ?
Nggak nggak boleh, nanti aku malah merepotkan dia,ntar gara gara aku nggak bisa bayar, malah hubungan persahabatanku dengan Rio jadi😎
renggang. Jalan satu satunya aku harus menurunkan egoku dan menemui dia,gak papa Yun ini demi papa dan leo, kamu harus berkorban tidak boleh egois" pikir mulan sambil memejamkan matanya.
Keesokan harinya Yun bertekat meminta bantuan kwpada Yan ,dia sudah terlanjur basah berurusan dengannya,maka sekalian saja daripada dia pusing mau minta bantuan siapa. kemudian dia pun berjalan menuju kantor Yan. " benar ini kantornya “ ucap Yun sambil membaca tulisan yang sangat besar di depan kanto" CV mandiri Sentosa “
Kemudian Yun berjalan menuju tempat resepsionis " Permisi mbak,pak Baskara nya ada * “ Mbak siapa ? Sudah janjian dengan pak
Baskara?
Saya temanya,belum sih tapi saya mau ketemu dengan pak Baskara sebentar saja."
Bentar saya telfon sekertarisnya dulu ya, siapa nama mbak " " Nama saya Yun “
Kemudian resepsionis menelfon sekertaris
Yan,dan sektetarisnya bilang kalau Yan sedang rapat. *Owh maaf mbak ,pak Baskaranya sedang rapat jadi tidak bisa di ganggu" " Oh oke kalau begitu “ ucap Yun lirih.
Karena bingung harus bagaimana Yun menunggu Yan di ruang tunggu .sambil tengak tengok siapa tau ada pegawai yang dia kenal. " Susah banget nemuin dia kalau butuh, tapi kalau nggak dibutuhkan muncul terus di hidup aku, huft"
Yun pun menunggu Yan sampai sore tapi
__ADS_1
Yan belum iuga memperlihatkan batang
hidungnya " maaf mbak apakah pak Baskara masih sibuk" " Oh sepertinya beliau sudah pulang mbak, maaf aku lupa bilang sama mbak * Ya udah ,besok saya ke sini lagi “
Yun pun pulang tanpa hasil. "Tidak apa apa Yun masih ada esok dan lusa."
Pagi pagi sekali Yun sudah datang ke kantornya Yan lagi.Dia menunggu di ruang tunggu kantornya
Kemudian dia lihat Yan masuk ke dalam kantor tapi dia sama sekali tak bisa membelah pegawai pegawai yang menyambut . " Mas Yan „mas “ dia pun berusaha memanggil nama Yan tapi tidak berhasil.
Yan sempat berhenti kemudian dia jalan lagi.
Kayaknya seperti ada yang manggil
namaku ,kaya suara Yun ,mungkin aku hanya halusinasi" ucap Yan sambil jalan menuju ruangannya.
Sampai siang Yun menunggu Yan, tapi belum juga bisa ketemu .
Kemudian seto masuk ke kantor untuk menjemput Yan dan tidak sengaja seto melihat
Yun dokter,dokter Yun ya " Seto allkhamdulillah aku ketemu sama kamu « " Eh benar dokter mulan,dokter kesini mau apa?"
Aku mau ketemu sama mas Yan, tapi susah sekali ketemu dengannya disini "Iya memang susah sekali,kalau mau ketemu disini,dokter kan tau alamat rumahnya kenapa nggak kerumah saja"
Hehe kalau ke rumah aku malu sama bapak
dan ibu nya Yan Owh begitu ya dok,ayo ikut saya kalau mau ketemu pak Yan" * Beneran mas saya boleh ikut ketemu mas
Yan"
Bolehlah mbak,mari..."
Yun pun mengikuti seto menuju ke ruangannya Yan,dalam perjalanan
Dia berfkir apakah yang dia lakukan ini benar atau salah.
__ADS_1