
Yun pun tertidur setelah beberapa saat berpikir tentang kebahagiaan yang dia rasakan di pernikahannya hari ini.
Keesokan harinya
Yun terperanjat dari tidurnya,dia tersadar dan langsung duduk. Yun ingat kamu harus bangun lebih pagi, sekarang kamu sudah punya suami yang harus kamu layani"
Dia pun bergegas bangun dan membersihkan diri serta berganti pakaian.
waktu Yun keluar dari kamar mandi, hampir saja dia menabrak Yun yang berjalan ke kamar mandi sambil mengantuk aduh“ ucap Yan sambil sedikit memicingkan matanya yang setengah terpejam. " Maaf mas, aku kira mas masih tidur *
Yan hanya nylonong saja ke kamar mandi tanpa suara. " Kenapa tuh orang ,ganteng ganteng tidur sambil jalan grutu Yun sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Kemudian Yun pun shalat terlebih dahulu.
Waktu Yun shalat Yan melihatnya. "Ternyata istriku solikhah banget, baru kali ini lihat perempuan mau beribadah " batin Yan.
Yun berjalan ke balkon dan merokok di sana.
Setelah Yun shalat, Merasa Kamarnya terasa sepi karena tidak ada orang di kamar,Yun penasaran kemana suaminya pergi,dia pun melihat ke balkon, ternyata Yan sedang di balkon,dan Yun mengikuti Yan ke sana.
Sadar ada Yun yang akan keluar ke balkon,
Yan pun menyuruh Yun untuk masuk ke kamar karena dia sedang merokok, Yan tidak ingin Yun menghisap asap rokoknya. " jangan kesini ! Aku sedang merokok!" larang Yan kepada Yun.
Yun pun kembali ke dalam kamar.karena takut di marahi Yan. beberapa saat kemudian Yan kembali ke dalam dan mendapati istrinya sedang mengemasi koper koper mereka.
" lapar ? " tanya Yan singkat sambil duduk di samping koper yang di kemas Yun. Yun menoleh ke arah suaminya tersebut. "kok mas tau hehe “. Yan tersenyum " tukang makan seperti kamu jam segini pasti sudah lapar ,ayo sarapan ke bawah
Ayo mas .. ucap Yun bersemangat.
Mereka pun bergegas ke bawah untuk sarapan, disana tidak disangka ternyata keluarga mereka sedang sarapan bersama. " Aduh pengantin baru kenapa bangun pagi pagi sekali “ ucap Ibu Yan "selamat pagi semua “sapa Yun Malu. ayo sini duduk, kita sarapan bareng“ ucap hadi sentosa
Gimana Yan mau bulan madu kemana habis ini ? tanya Ibunya Belum tau bu, Yan masih banyak proyek yang deadline jadi kayaknya belum bisa kemana mana “jawab Yan sambil memotong roti yang ada di depannya.
Yun pun hanya mendengarkan saja dan fokus kepada sarapannya yang enak itu. " Kalau Yun pinginnya bulan madu kemana? tanya ibu " Yun si terserah mas Yan
saja ,kemana mas Yan pergi Yun ikut "
Mendengar perkataan Yun yang tiba tiba aneh itu, Yan pun terkejut dan tersedak.
uhuk.... * " aduh hati hati dong makannya mas.sampai kesedak gitu “ ucap Yun sambil mengambilkan tisu dan memberikan kepada Yan.keluarga mereka pun tertawa melihat kelakuan dua pasangan itu.
__ADS_1
Setelah semua beres mereka pun chekout
dari kamar hotel dan pulang kembali ke rumah.Di Mobil Yun ketiduran karena tadi malam kurang tidur, dan bangun pagi sekali.
Karena goncangan mobil yang cukup intens,
kepala Yun ikut tergoncang dan kadang kadang terbentur ke arah samping ,Yan melihat ke arah Yun,karena merasa kasian, Yan menyenderkan kepala Yun ke bahunya.
Tercium aroma parfum yang manis dari tubuh Yun. Yan merasa ada kehangatan yang merasuk ke hatinya ,karena bisa berdekatan dengan
Yun,dia pun menatap lembut ke arah gadis yang sedang terlelap tersebut. "Lebih hati hati ya seto jalannya " pinta Yan " Siap bos
Sesampainya di rumah, Yun belum juga terbangun karena terlalu nyaman tidur
menyender ke bahu suaminya. Dia pun Cuma sedikit gerak dan malah memeluk Yan seperti guling .Yan pun terkejut dan hanya mematung bingung mau bagaimana.
ini anak.tidurnya puless banget kaya kebo“
Yun lan ?*Yan pun menepuk nepuk bahu Yun untuk membangunkannya. “ hei bangun ,sudah sampai rumah,jangan tidur di mobil"
Yun pun membuka matanya ,alangkah terkejutnya dia,karena dia merasa sedang menyender dan memeluk seseorang yang sangat hangat dengan erat.dia pun bergegas melepaskan pelukannya itu.ternyata
suaminya yang di peluk sedang menatapnya tajam. " maaf mas aku nggak sengaja “ucap Yun malu.dengan pipi yang memerah. enak ya ? Emang kamu kira aku guling seenaknya saja peluk peluk “ ketus Yan.
bergegas keluar dari mobil.dan masuk ke dalam rumah. ucap Yan "Ayo ,,kamar kita di atas Yun membuntuti Yan di belakangnya menuju kamar Yan,di dalam kontraknya,selama
menikah mulan harus tinggal di rumah Yan, karena Yan anak satu satunya yang menjadi pewaris tunggal keluarga nya.
Sampai pintu kamar, Yun pun hanya celingukan ,dan hanya berdiri di pintu tidak berani masuk. * Kenapa tidak masuk ?" tanya Yan dari dalam kamar Ini kan bukan yang pertama kamu kesini, dulu kamu pernah
masuk ke kamar ini tanpa ku minta" ucap Yan. "itukan dulu ibu yang nyuruh," jawab
Yun sambil berjalan perlahan kedalam kamar kemudian duduk di kasur dengan ragu. " itu lemari mu “ sambil menunjuk
lemari putih corak pink bunga bunga yang ada di ujung kamar. " kamu bisa meletakkan baju baju mu di sana,kurasa cukup untuk menaruh bajumu yang sedikit itu" *iya terimakasih mas,lemarinya bagus cute banget" Yun pun menyeret kopernya dan membuka lemari,
Iho mas ini baju baju siapa disini
Itu bajumu ku belikan sesuai ukuranmu kalau kamu nggak suka,kamu bisa beli lagi" jawab Yan sambil membuka buka buku agendanya. " Nggak usah ini sudah sangat cukup bagiku " sambil memasukkan baju ke dalam lemari.
Suasana pun terasa hening, mereka cukup canggung karena berada dalam kamar berduaan. "Tenang saja aku nggak akan ngapa ngapain kamu kok.jadi kalau mau tdur, tidur saja *
__ADS_1
tegas Yan sambil berjalan keluar. huuuuh... Yun kenapa kamu tegang sekali satu kamar dengan dia, tenang dia nggak bakal mau sama kamu,kalau dia mau sama kamu berati dia khilaf " batin Yun. Sambil
meregangkan otot ototnya yang kaku, dia pun berkeliling melihat lihat kamar suaminya itu. banyak sekali parfum dan jam berjejer ,dia pun mencium satu per satu
parfum yang berderet di rak itu,mencari aroma yang sangat dia rindukan waktu pertama kali semobil dengan Yan. " ini dia ... ketemu, jo malon? , pantesan wangi banget, ternyata merk terkenal, ini
harganya 1 tahun pendapatanku jadi dokter" bisik Yun sambil memperhatikan botol parfum itu. kamu mau yang versi cewek ?"
Yun terkejut karena tiba tiba ada suara di telinganya.dia pun berbalik tapi tak di sangka ternyata Yan sudah berada pas di belakangnya.
Mata mereka pun bertemu dan Yun merasa keberadaanya tersudut antara lemari kaca dan Yan.
Dia pun langsung mengembalikan parfum itu dan berjalan bergeser menyamping menjauhi Yan.
* Mas Yan ngagetin saja "kata Yun grogi. " Kamu kenapa lihat lihat parfumku? Mau ku belikan yang itu ?" tanya Yan sambil menunjuk parfum yang baru di pegang oleh
Yun.
" hhh nggak kok,Cuma parfum itu mengingatkanku sama mas Yan buruh pabrik" Yan pun hanya mengernyitkan dahinya, karena dia bingung apa yang di katakan Yun.
“ Kamu cuti berapa hari" tanya Yan "3 harian kayaknya mas" "Aku besok sudah berangkat kerja,karena kerjaanku padat dan lagi ada proyek besar.jadi aku nggak bisa cuti"
Bagus dong kalau gitu," gumam Yun.
Bagus? Kamu seneng ya kalau aku berangkat kerja jadi nggak ada yang gangguin kamu di rumah “ ucap Yan dengan muka kecewa.
*Hehe Yun pun hanya tersenyum. " tok tok tok * tuan muda ,nona, di tunggu makan malam dibawah sama ibu dan Tuan “ kata ART dari luar kamar mereka.
Mereka pun segera turun ke bawah dan
Makan malam bersama.
Sehabis makan malam, Yun sedikit berbincang dengan Ibu Yun di ruang tamu bawah,sedangkan Yan mendapatkan panggilan telfon dari kantor, yang
mengharuskan dia mengecek beberapa file permintaan klien yang dikirim oleh kantor ke rumah. " Yun suka tinggal di rumah ini? Atau mau ibu belikan rumah baru untuk kalian ?" kata ibu hadi " Yun lebih suka
tinggal disini sama Ibu dan Ayah,nanti kalau Yun tinggal di rumah baru ,Yun nggak punya teman ngobrol bu “ jawab Yun.
Mereka pun berbicara kesana kemari pembahasan ala ibu ibu sampai agak larut. " Sana pergi ke kamar ,kayaknya Yan akan
lama kalau sudah mengenai pekerjaan, dia tidak akan keluar dari ruang kerja sampai kerjaanya selesai ,tapi kalau kamu nggak mau tidur sendiri, godain saja dia biar cepat
__ADS_1
cepat menyelesaikan pekerjaanya,lagian malam pertama malah kerja " iih ibu ,ada ada saja selamat Malam bu Yun ke atas dulu“ " Malam sayang"jawab Ibu hadi samlbil tersenyum.
....Bersambung.....