
Di pikiran Yan dia bingung mau bilang apa tentang perkataanya kemarin,dia pikir pasti Yun menganggapnya pria yang gegabah dan tidak tau sopan santun, makanya dia meminta maaf kepada Tun. mas Ya pernah punya pacar ? tanya
Yun penasaran. "pernah, masak umur segini belum pernah punya pacar" jawab Yan sombong.'' keliatan sih saut
Yun apanya yang keliatan? keliatan Playboy jawab Yun sambil tertawa kalau kamu ? pasti pernah kan ? aku nggak pernah punya pacar" ah yang bener,nggak percaya aku bener mas, memang belum pernah pacaran sama sekali “jawab Yun meyakinkan Yan.
hanya terdiam mendengar pengakuan gadis cantik di sampingnya tersebut, pikirannya pun semakin kalut,dan semakin yakin kalau Yun adalah calon istri yang selama ini dia cari, Yun pun tidak memandang orang dari segi harta dan kedudukan, bahkan dengan seorang buruh pun dia mau berteman.tapi dia juga takut kalau Yun tau siap dia sesungguhnya
Yun justru akan menjauhinya. " Yun, aku ingin bicara serius dengan kamu “sambil menatap mata Yun tajam. " kenapa mas,kenapa jadi serius ya ?" " Menikahlah
denganku ,dengan buruh pabrik ini.“ pinta Yan
Yun yang lagi minum pun tersedak mendengar ucapan Yan, "uhuk uhuk *
Hati - hati minumnya" kata Yan sambil memberikan tisu kepada Yun.
Yun pun hanya bisa tertegun dan lidahnya untuk bicara,dia hanya bisa menatap Yun dan mematung. hei.., kamu dengar nggak ? tanya Yan lembut. ini beneran mas?
Kamu nggak bercanda kan ? " iya beneran „lagi pula umurku sudah tua sudah sangat siap untuk menikah ,tapi kalau kamu nggak mau juga nggak papa,aku juga sadar diri nggak akan memaksa kamu,"
Yun pun berdiri dengan gugup " beri aku waktu 3 hari untuk berfikir ya mas " oh oke, " jawab Yan bingung
Yun pun pergi dari ruangan tersebut setengah berlari, Saking gugupnya dia tidak merasakan sakit di kakinya lagi.
Malam itu mulan galau sekali begitu pun dengan Yan .
Yun bingung harus jawab apa kalau dia menerima Yan, pasti keluarganya tidak setuju, tapi kalau dia menolak Yan dia kasian dengan
Yan dan sepertinya dia jatuh cinta dengan Yan Tiga hari sudah berlalu Yun masih belum punya jawaban untuk Yan, dalam tiga hari tersebut mereka sengaja tidak bertemu.
Yan memberi waktu kepada Yun untuk berfikir.
Mereka janjian di
Taman di kawasan industri tersebut.
__ADS_1
Sambil berjalan kesana Yun masih ragu ragu,terlihat Yan sedang duduk di kursi taman, seperti biasa dia terlihat tampan dengan pakaian yang casual.
Yan pun menoleh dia tersenyum kepada Yun dan melambaikan tangannya.
Yun terlihat sangat cantik ,, halo mas,
assalamalaikum ™ ucap
Yun ragu waalaikumsalam, sini duduk" kata Yan sambil menepuk nepuk kursi di sampingnya. sudah punya jawaban? Kalau belum aku masih bisa memberimu waktu untuk berfikir“ tatap Yan " tapi mas jangan kecewa ya dengan jawabanku “saut Yun
Dasar " aku mau mas ketemu dengan keluargaku dulu,setelah itu aku akan memberikan jawaban untuk mas, dan aku juga harus bertemu dengan keluarga mas jadi kita saling mengerti bagaimana kehidupan keluarga kita masing - masing ".
Yan bingung karena selama ini Yun taunya dia adalah seorang buruh pabrik,bagaimana reaksinya kalau Yun tau kalau dia CEO di perusahaan Mandiri sentosa perusahaan besar yang sangat terkenal itu. mmm oke kalau begitu, kapan kita ke rumahmu? besok hari minggu.
Kita naik bus ya " ucap
Yun " ha ? naik bis ? « tanya Yan Ciut " iya kenapa ? nggak papa Cuma nanya,kalau kita pinjam mobil bos gimana soalnya kalau naik bus kita sampainya lama di kota" bela Yan "jangan nanti ekspetasi keluargaku terlalu tinggi sama kamu mas, biar keluargaku tau
bagaimana keadaan mas yang sesungguhnya dan bagaimana reaksi mereka "oke kalau begitu jawab Yan sambil mengangguk ngangguk
Hari Minggu pun datang,Yan sudah menunggu Yun di depan klinik sambil melihat jam tangannya berkali kali, kelihatan sekali kalau pria itu sangat gusar karena ingin bertemu dengan keluarga
memancar
Yan pun sedikit tertegun dan terpesona dengan kecantikan Yun pagi cantik“sapa
Yan "apa si mas Yan pagi pagi udah gombal ucap
Yun salting. "ayo jalan mas biar nggak kesiangan " baik nona " jawab Yan menggoda Yun
Mereka berjalan menuju halte Bus yang tidak jauh dari pabrik, setelah beberapa menit menunggu, bis pun datang.ini pertama kalinya Yan sang CEO naik Bus umum, membayangkan saja dia tidak pernah.Karena tempat duduknya penuh mereka pun terpaksa berdiri sepanjang jalan. kita berdiri ni nggak dapat tempat duduk ? tanya Yan iya mas ,mas kaya nggak pernah naik bis saja "jawab Yun. hehe Yan hanya tersenyum kecut sambil mengibas ngibas tangannya karena di dalam bus terlalu banyak bau bauan yang menyampur. Karena Bus yang mereka tumpangi terlalu sesak dan supir bis sering ngerem mendadak, luka punggung Yan pun terkena badan dari penumpang lain aduh sambil memegang punggungnya karena kesakitan kenapa mas ? punggungnya kedorong sama orang lain y: ya iya tapi nggak papa uma sedikit sakit"
Kemudian Yun pindah ke belakang Yan untuk melindungi punggung Yan agar tidak terdorong oleh penumpang lainnya, " kenapa kamu pindah p" nggak papa biar mas nggak kedorong orang lain aja." Waktu Bis berjalan suasana di bis banyak goncangan, karena
Yun juga sering terkena dorongan penumpang lain, dia menjaga agar punggungnya Yan tidak terkena kepalanya,Yun pun dengan tidak sengaja tangannya memegang pinggang Yan yang sadar karena pinggangnya di pegang sama Yun hanya terseyum Setelah beberapa saat
__ADS_1
Yun pun sadar kalau tangannya berpegang pada pinggang Yan eh maaf mas, nggak sengaja “ ucap Yun " nggak papa kok, pegangan aja daripada kamu jatuh nanti." Goda
Yan
Setelah hampir dua jam perjalanan mereka sampai di kota,kaki Yan terasa kaku karena tidak pernah naik Bis. " ayo mas „kita jalan aja ya ke rumah,dekat kok dari sini "iya bentar kakiku masih kebas ni lama berdiri di bis “ ucap Yan manja sambil duduk di halte. hmmm buruh pabrik kok Cuma naik bis saja ngeluh,biasanya berdiri di pabrik ber jam jam kok biasa saja " ledek
Yun kepada Yan sudah berani ngeledek nih anak kecil ? tangkas Yan. " hhhh bener kan emang gitu "ya sudah ayo jalan aku kuat kok ,mau berapa jauh jalan kakinya akan aku lakukan Yun hanya tertawa mendengar ocehan Yan.
Sebelum menuju ke rumah Yun ,Yan pun
Mampir ke swalayan untuk membelikan oleh oleh dan eskrim kepada keluarga dan adik Yun.
Sampai juga mereka di rumah Yun,Yun sudah memberi tau ayahnya kalau ada seseorang yang ingin dia perkenalkan kepadanya. "assalamualaikum waalaikumsalam," terdengar suara menyahut di dalam rumah " kak Yun, asik kak
Yun pulang“girang leo. '' halo leo , ini ada hadiah buat kamu sambil memberikan eskrim dan mainan kepada leo. wah terima kasih banyak,kaka siapa ? tanya leo bingung "ayo masuk mas ajak Yun " nanyanya nanti aja ya leo mas nya di suruh masuk dulu “ucap Yun oke kak *
Yan pun duduk di rumah tamu sambil melihat lihat rumah
Yun,datanglah Mira ibu tiri Yun kamu bawa siapa ke rumah ?" tanya
Mira kenalkan Ma,Ini calon suamiku,kata mama aku di suruh bawa calon suami ke rumah biar nggak jadi prawan tua “ jawab Yun Yan pun berjabat tangan dengan Mira
halo tante, saya
Baskara,panggil saja Yan"
Mira hanya mengangguk tanpa suara ma papa mana ? ada di atas lagi istirahat ,ngomong ngomong kesini naik apa?
Kok aku tidak dengar suara Mobil ?“ tanya Mira sinis " naik Bis tante jawab Yan " ha ? naik Bus ? nggak salah ni Yun kamu naik bus“ memang kenapa ma kalau naik Bus “ " kamu nggak punya mobil ya ? pekerjaan kamu apa “
Sebelum dijawab oleh
Yan Yun menjawab pertanyaan Mira
memang kenapa ma kalau nggak punya mobil , pekerjaan juga nggak penting, kerja apa saja yang penting halal" ganteng ganteng kok miskin “ cela Mira
__ADS_1
Mama
.......Bersambung......