Kukira Suamiku Buruh Ternyata CEO

Kukira Suamiku Buruh Ternyata CEO
Bab 9 Merasa dibohongi


__ADS_3

"ayo makan Siayun jangan malu malu anggap saja di rumah sendiri“ ucap ibu Yansen "baik bu,hmmm makanannya enak "kata


Yun sambil menyuapi makanan ke mulutnya walaupun lidahnya kelu .tapi dia berusaha untuk bersikap biasa biasa saja. "kata Yan kamu dokter ya,kalian bertemu karena Yan terluka waktu di pabrik kan ?


Terima Kasih ya sudah merawat Yan “ ucap hadi santosa “iya pak sama sama.itu sudah jadi tugas dan kewajiban saya sebagai dokter "jawab Yun.


Yan merasa gelagat Yun tidak seperti biasanya, Yun pun sama sekali tidak menoleh atau menatap ke arahnya,dia merasa ada yang tidak beres, Yun pasti kaget dengan semua ini.


Setelah mereka berbincang bincang dan makan siang, Yun pun berpamitan untuk pulang karena waktu sudah hampir sore.


Aku antar ya “ucap Yan " iyalah kamu antar ,harus tanggung jawab sama anak orang kamu yang bawa kesini harus di kembalikan dengan selamat kerumah“ kata Hadi santosa


Sampai di depan rumah, Yun terus berjalan menuju luar halaman dan tidak menuju mobil.Yan pun mulai sadar kalau Yun pasti marah dengannya, Yan pun mengejar


Yun


Yun tunggu “ panggil Yan


Yun tidak menghiraukan panggilan Yan dan semakin berjalan dengan cepat.


Yansen pun meraih tangan Yun ,tapi dengan cepat menghempaskan tangan Yan " maaf pak Baskara Santosa,saya tidak kenal dengan anda “jawab Yun sambil menangis. " Yun jangan begitu aku bisa menjelaskan semuanya ," pinta Yan " tidak usah pak saya kira sudah cukup anda bermain main dengan saya ,sekarang anda sudah puaskan? " Maafkan aku,aku tidak berniat membohongimu owh jadi selama ini anda senang melihat saya seperti orang bodoh ,yang tidak tau apa apa dan begitu naifnya saya sudah menyukai anda owh tidak, saya tidak menyukai dan mencintai anda,yang saya cintai adalah mas Yan buruh pabrik ,bukan Baskara santosa seorang pemilik perusahaan yang suka menipu orang lain sesuka hati ucap Yun " Aku mohon Yun ,beri aku waktu untuk menjelaskan semua ini," pinta Yan " Maaf pak lebih baik kita tidak usah bertemu lagi ,sudah cukup, aku tidak mau mendengar alasan yang ingin anda katakan."


Yun pun pergi meninggalkan Yan dengan menggunakan taxi. Yun tolong buka pintunya


Pinta Yan


Sambil memukul mukul kaca taxi yang berjalan perlahan * Gimana ini mbak mau jalan tidak “ tanya seorang supir taxi "jalan saja pak" jawab Yun sambil mengusap air matanya. Yun pun pergi meninggalkan Yan, kemudian Yan mengikuti Yun dari belakang dengan mobilnya ,Yan kira Yun akan pergi ke rumah atau kliniknya tapi perkiraan Yan salah


Yun pergi ke pemakaman ibunya. tiba tiba hujan turun Yan melihat Yun turun dari taxi dan lari menuju makam tanpa menggunakan payung,Yan pun langsung keluar mengikuti


Yun dia juga tidak menggunakan payung sehingga menjadi basah kuyup, tapi Yan tidak berani menemui Yun karena Yan tau emosi


Yun belum stabil, dia rasa pasti hasilnya akan sama saja kalau dia menemui Yun sekarang.


Yan pun memberi waktu Yun untuk sendirian.


Yun hanya bisa menangis di pusara


Ibunya ,sementara Yan hanya menatapnya dari kejauhan. " Assalamualaikum ma," ucap Yun sambil mengusap usap pusara ibunya.

__ADS_1


Cukup lama Yun di pusara ibunya ,dia merasa nyaman disana dan rasanya tidak ingin pulang,padahal hujan masih turun.kemudian datang seorang pria berdiri di sampingnya dan memayunginya di tengah rintik hujan.Yun pun menengok ke atas ke arah pria itu Rio,kenapa kamu kesini?ucap Yun yang wajabnya sudah pucat pasi karena kedinginan. mari kita pulang," ajak rio


Aku masih mau disini dengan ibu aku belum mau pulang"


Jangan begitu lan kalau kamu sakit siapa yang akan menjaga papa dan adikmu “ tegas Rio


Rio ampun membantu Yun berdiri dan membawanya pulang.


Sementara dari kejauhan Yan hanya memperhatikan mereka sambil kehujanan ,Yan yang menelfon rio untuk menjemput Yun, karena kalau dia yang memintanya pulang


Yun tidak akan mau.


Mas Yan ayo kita pulang mas ,dari tadi lho mas berdiri disini " ucap seto sambil memayungi


Yan


Tanpa berkata apapun Yan jalan dan memasuki mobil dengan wajah lesu.seto hanya bisa memperhatikan bosnya yang sedih dari spion depan,seto merasa kasian dengan bosnya tersebut. Yun tidak pulang ke rumah juga tidak ke klinik,dia pulang ke apartemen Rio „sementara


Yun berada di apertemen Rio, agar tidak ada fitnah, Rio tidur dirumah orang tuanya.tanpa berkata kata sesampainya di apartemen, Yun membersihkan diri,ganti baju dan langsung rebahan di tempat tidur tanpa bergeming.Rio pun masih bingung apa yang sebenarnya terjadi, tapi dia belum berani bertanya apapun kepada


Yun. " aku pulang dulu ya,makanannya aku letakkan di meja,jangan lupa dimakan ya"


Di keheningan Malam Yun terbangun karena haus,dia ke dapur untuk mengambil minum,sambil minum dia sadar,dia tidak boleh terpuruk oleh keadaan ini, masih ada papa dan adiknya yang membutuhkannya dulu sebelum Yan hadir, hidupnya baik baik saja sekarang kenapa seperti ini. "Yun kamu pasti bisa menghadapi semua


ini, ayo semangat jalani hidupmu lagi,lupakan dia


Tekad Yun mulai tumbuh kembali


Setelah beberapa hari Yun sudah praktek di klinik seperti biasa dan dia sudah tidak bertemu dengan Yan lagi .tapi tiba tiba telfon klinik berdering


Halo klinik dokter Yun,ada yang bisa dibantu "jawab sita " Halo dokter Yun ada ?jawab seorang wanita "Ada bu ' " Boleh saya bicara dengan dokter Yun?"


Iya sebentar ya bu"


Sita pun mengalihkan telefon ke ruang


Yun " Halo assalamualaikum ibu,saya dokter


Yun ,ada yang bisa saya bantu" waalaikumsalam Yun ini ibu,ibunya Yan

__ADS_1


Deg...Yun kaget mendengar pengakuan ibu yang ada di balik telfon tersebut, tapi


Bagaimanapun keluarga Yansen tidak salah apapun dengannya dia harus menghormati keluargannya " eh Ibu gimana kabarnya? “ Ibu baik Yun ,tapi Yan sakit dia tidak mau makan sudah tiga hari ini „Ibu cemas badannya panas juga tidak mau minum obat,


Yun kesini ya "Tapi bu “ " Ibu tau kalian lagi marahan kan,jangan lama lama marahnya ,ibu tunggu ya Yun


Sayang ,daaah “


Telfon pun di tutup oleh ibu Yan sebelum


Yun menjawabnya " aduh gimana ni .masak aku harus kesana tapi kalau nggak kesana nanti ilbunya Yan nungguin


Yun terlalu baik dia tidak ingin membuat ibu Yan kecewa,lagi pula ibunya Yan juga baik kepadanya dia merasa mendapatkan kembali kasih sayang ibunya.


Setelah praktek selesai, ternyata mas seto


sudah menunggunya di depan klinik.mau tidak mau dia harus datang kerumah Yan,karena dia juga seorang dokter .


Sore dokter, sudah ditunggu nyonya di rumah sapa seto ' Sore juga mas ,mari berangkat sekarang “


Mereka pun langsung meluncur ke kediaman Hadi santosa


Setelah perjalanan hampir dua jam mereka sampai di sana. "akhirnya kamu datang juga Yun" sambut ibu Yun dengan senang.


Samar terdengar suara piring pecah dan


Suara seorang pria berteriak dari lantai atas.


Pergi !! Sudah ku bilang tidak ada yang boleh masuk ke kamarku “


Kemudian datang ART tergopoh gopoh dari lantai atas sambil membawa pecahan piring.


Sambil mendongak ke atas ibu Yansen bercerita kepada Yun dengan wajah sedih “ Ya begitulah nak pemandangan yang kamu lihat sekarang ini terjadi sudah tiga hari ini,


makanya ibu meminta kamu datang kesini yang dia butuhkan Cuma kamu,ibunya saja di cuekin yang katanya paling cantik di dunia


Sabar ya bu .maafkan sikap mas Yan ," ' Ya ibu sudah tau watak anak ibu nak. Dia sangat keras kepala kalau ada maunya ,tapi dia juga anak yang sangat baik dan perasa " Yun boleh ke atas bu?" "Iya boleh .tentu boleh ,ibu ambilkan makanannya dulu ya untuk Yan“ jawab ibu Yan senang ' baik bu “


Yun merasa sedih dengan keadaan Yan yang seperti tak disangka sangka, sang buruh yang kuat ternyata lemah seperti anak anak. Tapi dia juga merasa lucu karena sifat Yan yang sok jagoan ternyata kekanak kanakan " Ini nak makananya “ ucap ibunya sambil menyodorkan nampan yang berisi makanan dan minuman.

__ADS_1


__ADS_2