
Setelah Andi dan Sita pulang suasana jadi terasa sepi,karena di daerah tersebut memag sedikit sepi, ramainya kalau waktu pergantian shift pabrik. "
mas kayaknya Andi sama Sita cocok deh" ucap Yun yang berjalan menghampiri Yan di sofa sambil nonton tv. menurutku juga gitu, tapi Andi tu sukanya sama cewek cewek yang pakaianya sexy, mantanya itu pakaiannya sexy dan banyak banget “ ucap Andi.
Sambil menggeser badanya dari sofa agar
Yun punya ruang untuk duduk di sampingnya. " sita tu kasian lho mas,dia gadis desa yang merantau ke kota.dulu dia pergi ke kota untuk nyusulin pacarnya,eh ternyata pacarnya malah selingkuh sama teman sekantornya.
dia pun bingung harus bagaimana,mau pulang takut dijodohin sama orang tuanya,akhirnya dia kerja di klinik ini." cerita Yun.
Mas Yan jangan ngehina mas Andi kalau pacarnya banyak,padahal mas sendiri pasti lebih banyak kan mantan pacarnyaa" ledek Yun "Ooo gitu, sekarang sudah sembuh sudah berani ngledek ya " sambil mencubit pinggang Yun.
enggak ngledek.. emang iya kan kenyataannya gitu "jawab Yun,sambil menjauhi Yan karena takut di cubit lagi. " Mas sedikit mantan pacarnya Cuma punya 3 orang kalau tidak salah kata Yan sambil matanya menerawang keatas, mengingat ingat jumlah pastinya berapa. * Cuma? 3 orang itu Cuma mas?
Astaghfirullahal'adzim," ucap Yun sambil menggeleng gelengkan kepala dan menatap Yan tajam.Lho di bandingkan teman temanku,aku yang paling sedikit mantanya,soalnya aku pilih pilih kalau mau pacaran, kalau nggak aku suka ya aku nggak mau" jawab Yan membela diri.
* Ck ck ck ,nggak percaya kalau cuma tiga.." ucap Yun sambil beranjak pergi dari sofa.
Yan Cuma tersenyum malu dan matanya mengikuti ke arah Yun pergi.
beneran woy,nggak bohong,kok nggak percaya si" Yan pun mengejar Yun karena tidak mau di ledekin terus. " Sini kamu ,sudah berani ngledekin ya" teriak Yan sambil mengejar Yun.
Yun yang tidak bisa lari tertangkap dalam pelukan Yan.dia hanya bisa pasrah dalam pelukan hangatnya.Sesaat kemudian Yun pun bergerak ingin melepaskan dirinya. “ Kumohon sebentar saja ,sebelum akal sehatku kembali“ bisik Yan.
beneran nggak mau nglepasin?nanti jatuh cinta lho sama aku “ucap Yun..
Yan pun melepaskan pelukannya,setelah mendengar perkataan Yun, dia memang benar benar takut jatuh cinta sama Yun. " Oke .. aku kalah sambil mengangkat
tanganya. Dan merebahkan diri ke kasur.
Yun tersenyum,melihat tingkah Yan yang ke kanak kanakan. Boleh aku tidur di sini“ tanya Yun
sambil menepuk nepuk kasur di sampingnya. silabkan nggak ada yang melarang, disini kamu yang berkuasa, ini kan kasur kamu"
Yun berbaring di samping Yan dan menatapnya. Mata Yan melirik ke arah Yun yang sedang memandanginya. " Jangan liat liat" ucap Yan,
Yun masih tetap menatapnya sambil tersenyum, Kemudian Yan berbalik membelakangi Yun karena malu di lihatin terus. " Di lihatin gitu aja udah K.O,belum yang lainya lh0 goda Yun.
__ADS_1
Yan pun hanya terdiam,dan tidur sambil meringkuk kedinginan.mulan kasian melihat suaminya itu. mas kedinginan? Mau aku tepuk tepuk punggungnya biar hangat?" tanya Yun.
hmmm " jawab Yan singkat sambil memejamkan matanya " Maaf kan aku lan aku belum siap untuk jatuh cinta lagi, aku takut kalau aku
mencintaimu,kamu akan ninggalin aku seperti Allin" Batin Yan sambil mencoba untuk menutup matanya. Yun pun merasa gemas dengan sikap Yan yang lucy itu,sambil menarik slimut karena udara semakin dingin.
dan tangan dia tidak berhenti menepuk nepuk punggung Yan sampai Yan terlelap.
Andi masih berdiri di samping mobilnya, dia bingung karena sama sekali idak pernah ke tempat seperti ini.
Sita melambaikan tangan ke arah Andi, *sini pak" panggil Sita. Andi pun berjalan menghampirinya,dan ikut duduk lesehan di samping sita. " Kamu nggak salah kita mau makan disini? Ucap Andi sambil mengamati suasana disekeliling. * kenapa? Makanannya halal dan enak, tidak
masalah dimanapun tempatnya," ucap Sita " Mmm kayak nggak higienis saja si menurutku pekik Andi. ga pa pa aku sering makan disini,dan sehat sehat saja sampai
sekarang,orang seperti anda kan makanya di tempat yang mewah yang mahal, makanan seperti ini bagi kami sudah termasuk mewah" kata Sita " Gitu ya" ucap andi sinis.
Pelayan pun membawakan pesanan yang di minta Sita silahkan mbak,mas,..."
Trimakasih " Sita langsung melahap makanan yang baru datang,sedangkan Andi masih menatap makanan yang ada di depannya itu dengan ragu.
Ayo makan pak“ ucap Sita. * Beneran nggak apa apa ni? Tanya Andi ragu " Coba saja dulu Sendok sama garpunya mana ?tanya Andi bingung Sita langsung tertawa terbahak bahak mendengar perkataan andi.
bola matanya pun melebar dan berbinar setelah merasakan rasa makanan tersebut. " hmmmm enak ternyata,lumayan lah " sambil melahap makanan tersebut..Sita pun tersenyum lucu melihat Andi menikmati makanan yang dia ragukan itu.
Pagi itu Yan sudah bangun pagi pagi untuk berangkat kerja,dan tidak sempat berpamitan
kepada Yun yang masih terlelap.Yun pun bangun shalat dan mencari cari suaminya di klinik, tapi dia tidak
menemukannya dimanapun di area klinik itu.dia pun melihat hpnya untuk menelfon Yan, ternyata ada pesan dari Yan. " Aku berangkat ke luar kota sama Andi, paling tidak 3 - 4 harian ,ada urusan pekerjaan yang
harus di selesaikan, maafya nggak sempat pamit,soalnya takut ganggu tidurmu"
Yun mengetikkan balasan untuk Yun * Ya Mas,hati hati dijalan jangan lupa telfon atau kasih kabar ya
Entah kenapa hati Yun terasa sakit, dia sedih karena di tinggal Yan padahal Cuma beberapa hari saja. hari hari Yun di isi dengan bekerja ,untuk sedikit meringankan rindunya kepada Yan.
Dokter istirahat dulu ya, makan dulu biar nggak sakit" ucap Sita yang berdiri di pintu ruang periksa. iya sit ,ayo makan siang" jawab Yun beranjak dari tempat duduk menuju ruang
__ADS_1
belakang bersama sita.
Sementara Rani dia sudah makan duluan di meja makan, karena memang anak itu tidak bisa menahan rasa lapar. " Maaf dok,sit,saya makan duluan" kata Rani dengan mulut yang penuh dengan makanan.
Makan saja Ran, aku suka lihat kamu makan,jadi ikut lapar“ jawab Yun. "Owh ya dok pak Yan belum pulang ya?* tanya rani * belum kayaknya pulangnya kalau nggak besok ya lusa," jawab Yun.
Dokte pasti kangen ya dok,pengantin baru sudah di tinggal saja “ goda Rani.
Hmmmn jawab nggak ya,mau di jawab nggak ni? Hehe "pak Yan sama siapa dok keluar kotanya “ saut Sita " sama siapa lagi kalau bukan Andi sahabat karibnya itu yang kemana mana selalu berdua“
owh pak andi yang ganteng itu ya dok" sambung Rani * Ganteng dari hongkong.garangan tengil iya" pekik Sita. “ huss sita jangan gitu ngomongnya „Andi baik lho orangnya"
Begitulah acara makan siang mereka asyik ngobrol sampai tak ingat waktu istirahat sudah habis.. " Baik pak Yan senang bisa bekerja sama dengan bapak" kata jimmy klien perusahaan Yan.
Trimakasih sudah mempercayakan proyek ini kepada perusahaan Mandiri Sentosa. “ ucap Yan.sambil berjabat tangan dengan jimmy. * Kami sangat senang pak Yan dan pak Andi sangat profesional di bela belain berhari hari ke kota kami.
untuk membahas kerja sama kita,kami salut sekali " puji jimmy. " kami juga senang bisa melayani perusahaan bapak semoga selanjutnya kita bisa
bekerjasama lagi" ucap Andi.
Mereka pun berhasil bekerja sama dengan klien dengan hasil yang memuaskan.
Yan dan Andi kembali ke hotel yang mereka tinggali. * Mau pulang kapan Yan ?"...tanya Andi sambil berjalan menuju kamar hotel.
malam ini ada penerbangan tidak,misal ada aku mau pulang secepatnya, kalau bisa si aku maunya pulang malam ini ucap Yan sambil melihat hpnya Aku cek dulu ya."
jawab Andi "Adanya besok pagi jam 7 Yan" *Oke nggak papa yang penting kita segera pulang" jawab Andi. " Ehem.. pasti sudah nahan kangen ya ,3 hari nggak ketemu, sabar ya sahabatku.
Hhhh lain kali kalau perjalanan bisnis ,Yun di ajak sekalian bulan madu" goda Andi kepada temannya yang sedang galau itu.
" Apaan si kamu ini.. “ " Ahhh sudah biasa jangan malu apalagi kalian pengantin baru ibarat makanan lagi anget angetnya" goda Andi kepada Yan.
Mereka pun sampai ke kamar hotel. sudah sana masuk,aku juga mau istirahat * ucap Yan sambil membuka kunci pintu kamar
Hotel.
cie cie yang kangen berat* sambil menyerobot berusaha masuk ke kamar Yan. * husss... pergi.. kamarmu di samping ,aku nggak mau tidur sama kamu."
__ADS_1
Dorong Yan. " Ih pelitnya,sebelum nikah juga kita biasa tidur bareng,sekarang sudah nggak mau,sahabat macam apa itu.“... grutu Andi sambil jalan menuju kamar sampingnya.
......Bersambung.....