Kukira Suamiku Buruh Ternyata CEO

Kukira Suamiku Buruh Ternyata CEO
BAB 2 Buruh Pabrik Tampan


__ADS_3

Yun mengikuti pak satpam dari belakang menuju ke dalam pabrik, kemudian pak satpam berhenti dan berkata "Bu dokter itu yansen nya di sana


Terlihat seorang pria tegap berotot, atletik dan masih menempel perban di punggungnya sedang mengaduk cairan bahan timah yang panas "lho kok masih kerja pak kan dia masih sakit" "Hehe tanya saja langsung sama yansen bu kenapa masih kerja"


Sebagian pegawai pabrik sudah tau kalau Yansen adalah anak pemilik perusahaan termasuk pak satpam,tapi mereka merahasiakannya.


Baiklah pak"


Siayun berjalan menuju tempat Yansen bekerja .dalam hati dia menikmati pemandangan yang ada di depannya tersebut. aduh kenapa mataku ini dia itu Cuma buruh pabrik yang sedang bekerja kenapa harus di kagumi. Ayo sadar Siayun sadar." sambil mengucek mengucek matanya.tiba tiba ada pegawai yang bertanya " bu dokter kenapa?


Klilipan ya ?" " Eh enggak Cuma perih aja kena asap" Siayun pun tersipu malu karena kelakuan anehnya di lihat oleh orang. "Dokter mau menemui Yansen?"Iya" " Mari saya antar“


Pegawai tersebut menemui Yansen dengan sopan dan berkata "Yan ada bu dokter"


Yan menoleh ke arah


Yun dan Yun, pun tersenyum kepada Yan, tapi Yan tidak membalas senyuman nya hanya berjalan menuju ke arah


Yun. ada apa ?" tanya Yan dengan nada datar, kenapa anda tidak ke klinik untuk ganti perban? « "Aku sibuk bekerja jadi lupa"


OH oke kalau begitu aku ganti perbannya sekarang ya ,nanti kalau tidak di ganti perban nya, lukanya akan infeksi dan tidak sembuh sembuh


Tanpa jawaban Yansen langsung berjalan menuju ruang atas.Yun pun bingung, kenapa nggak ada jawaban malah di tinggal pergi begitu saja. * bu dokter silahkan ikuti Yan " tangkas pegawai tersebut Kemudian Yun mengikuti Yan dari belakang, diapun kesusahan mengejar langkah Yan yang panjang, dengan sedikit berlari dia mengikuti .


Di satu sisi Yun menjadi pusat perhatian buruh pabrik karena kecantikannya. Yun berjalan sambil menganggukkan kepala kepada buruh pabrik yang melihatnya dengan rasa malu, karena jadi bahan perhatian semua buruh.


Sampailah di suatu ruangan yang sangat nyaman,semua fasilitas dan peralatan yang ada di sana, ruangan yang bagus dan bersih.


Bu dokter saya tinggal dulu ya ,mas Yan sudah menunggu di dalam. ''Iya trimakasih pak


Yun masuk kedalam ruangan tersebut matanya tidak berkedip melihat ruangan itu.dia pikir ini pasti ruangan punya atasanya karena dia sedang sakit makanya dia beristirahat di ruangan ini


Tiba tiba


Brukk" Yun terjatuh ke kasur karena matanya tidak fokus ke depan sehingga dia tidak melihat kasur yang ada di depannya


Aduh Yun bangun sambil meringis dia tidak sakit tapi menahan malu « Hei bu dokter,yang sakit itu aku kenapa anda yang jatuh “ kata Yan sambil menahan tawanya.


Maaf aku tidak fokus tadi jalannya."Oke .sekarang sudah fokus belum ?


Kalau sudah obati aku “


baik“Siayun pun membuka kotak obat dan mengambil peralatannya

__ADS_1


Dia membuka perban yang sudah dua hari tidak di ganti sehingga sedikit susah untuk di buka sakit? dengan nada lembut Yun bertanya? " Nggak, nggak sakit" jawab Ya n sambil mengernyitkan dahinya karena menahan sakit,dia gengsi untuk bilang sakit kepada gadis cantik yang ada dibelakangnya .


Nama dokter siapa ? "Yun, Siayun Tang panggil saja Siayun“ " Kayaknya baru saja lulus jadi dokter ya '' Hehe he kok tau, masih keliatan grogi ya “


Padahal Yun adalah mahasiswi yang cekatan dan terampil di fakultas kedokteran, dia grogi karena pasiennya ganteng jadi gagal fokus.


Enggak kamu cukup terampil untuk seorang dokter pemula,Cuma keliatan masih muda saja. berapa umurmu? 24 tahun januari nanti 25,kalau mas sudah punya anak berapa?


Sambil menoleh dan menatap tajam Yan berkata


''Aku keliatan sudah tua ya ,aku belum menikah jadi belum punya anak « " Oh maaf saya kira anda sudah beristri entah kenapa ada rasa bahagia di dada Yun ketika mendengar dia belum menikah. sudah selesai mas


Trimakasih dok «


Panggil saja Siayun lagi pula aku lebih muda dari anda" jawab Yun sambil tersenyum. hmmm oke jawabnya datar.


Kalau begitu saya pamit ya mas


Yun Tidak mau minum dulu disini panas lho « Tidak usah saya langsung ke klinik saja “


Yun pun pergi dari ruangan tersebut dan kembali ke klinik.


Di ruangan itu yansen masih duduk termenung menghadap ke jendela, terlihat gedung klinik yang ada di depan pabrik- mereka.entah apa yang dia pikirkan. « Tuan muda nyonya datang “kata ajudan Yan yang bernama seto


Udah nggak sakit bu. udah di obati juga,ayah mana?"


Owh sama dokter cantik tadi ya.tadi ibu lihat dia keluar dari ruangan ini. Wah lumayan lho bisa di jadiin istri,ayahmu di kantor masih banyak kerjaan" goda ibunya kepada Yan


Apa si bu kenapa jadi bawa bawa istri.aku masih belum kepikiran untuk menikah"


Ayolah sayang umurmu sudah 35 .sudah waktunya punya pendamping.lupakan Alin dia pergi meninggallkanmu demi karirnya sampai sekarang juga belum kembali dan tidak ada kabar,sampai kapan kamu mau menunggunya Yansen hanya terdiam dan menghela nafas.


Alin adalah kekasih Yan mereka berpacaran selama 5 tahun,mereka bertemu waktu kuliah di luar negri,kemudian pulang bersama ke


Indonesia.sudah 6 tahun alin pergi meninggalkan Yan demi mengejar cita citanya menjadi Top model. Dan sampai sekarang Yan belum pernah mempunyai kekasih lagi bahkan dia sudah dijodohkan dengan anak anak sahabat ayahnya, tapi dia tidak pernah merespon dan terus mencari alasan untuk menolak perjodohan tersebut.


Hari minggu klinik tidak buka,tapi Siayun tetap menerima pasien bila ada yang membutuhkan .sudah dua hari pula Yan tidak datang untuk mengganti perban. " kenapa dia tidak mau datang ke klinik.padahal


Cuma ganti perban saja “ gerutu Yun masih memikirkan Yan" apa jangan jangan dia pulang ke rumahnya ya. Ah entahlah kenapa aku yang harus mikirin dia.


Mungkin karena aku kasian sama buruh itu “ kata Yun dalam hati."kring kring “ telpon di klinik berbunyi


Halo klinik dokter Siayun ,ada yang bisa di bantu? "

__ADS_1


Buka pintunya kenapa hp mu di telfon nggak di angkat!! " " eh kamu rio,maaf ya hp ku di cas


Yun pun membuka pintu dan di depan terlihat pria tampan yang manis berdiri di sana sambil bermuka masam. " sudah lupa ya kalau punya teman" maaf akhir akhir ini klinik banyak pasien jadi tidak sempat telfon kamu" jawab Yun sambil tersenyum "Niatku belikan sarapan nasi goreng spesial buat temanku yang cantik "Wah terimakasih temanku yang tampan sambil mengambil nasi goreng yang di bawa rio.


Rio adalah sahabat


Yub dari kuliah,rio anak pemilik rumah sakit swasta terkenal di daerah tersebut. Dia menyukai


Yun dan pernah menyatakan cinta kepada


Yun,tapi di tolak oleh Yun hanya ingin fokus dengan study nya dan ingin segera lulus menjadi dokter yang profesional,


Rio pun tidak ingin memaksa Yun dia ingin menjadi sahabat yang baik bagi Yun.sampai saat ini Rio masih mencintai Yun walaupun dia sudah gonta ganti kekasih tetapi hatinya belum berubah.


Kenapa kamu nggak


Yun karena saat itu kerja aja di rumah sakit keluargaku.daripada di sini jauh dari kota, masih sewa gedung pula" tanya


Rio sambil menyantap nasi goreng yang hangat.


Aku bahagia di sini. walaupun jarang bertemu dengan papa." " Boleh nggak aku ikut kamu bantu bantu di klinik ini,aku bosan di kota. “" Hah nggak boleh.


Gajimu mahal dari mana uangnya buat gaji kamu"


Nggak usah di gaji. lagi pula aku sudah kaya buat apa aku kerja “ " idihhh sombongnya ya percaya anak yang punya rumah sakit jawab Yun karena geli mendengar omongan rio.


Rio setiap minggu selalu mengunjungi Yun di kliniknya.


Sebenarnya pingin nya setiap hari bertemu Yun tapi karena pekerjaannya dia tidak bisa seenaknya meninggalkan rumah sakit.walaupun perjalananya hanya dua jam dari kota. " Aku selesai


Sarapan Nya ,ayo kita keluar aku mau ngajak kamu ke suatu tempat" kata Rio sambil mengemas sampah yang ada di meja


Nggak ah, nanti kalau ada pasien gimana, lagi pula aku males keluar. lagi mager" Jawab Yun yg belum menghabiskan sarapan nya " ayolah Yun jangan di klinik terus nanti stress kamu “kekeh rio oke. Oke siapa sih yang bisa menolak ajakan pangeran ini “canda Yun


Mereka pun keluar dari klinik sampai di depan pintu Yun kaget ternyata ada pria yang mengunggu di depan klinik. " Mas Yansen, kenapa nggak masuk " Kliniknya tutup jadi aku nggak bisa masuk."


Jawab Yan Owh iya aku lupa hehe «


Rio pun melihat tajam kepada Yan dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman


Halo saya Rio Yan membalas jabatan tangan Rio Yansen. ,,,,,,,,,


BERSAMSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2