Kukira Suamiku Buruh Ternyata CEO

Kukira Suamiku Buruh Ternyata CEO
BAB 16 Di Pingit


__ADS_3

Setelah urusan mereka selesai mereka tidak langsung pulang,Yansen menuju mall membelikan beberapa baju untuk Siayun.


" mas kenapa kita kesini ?* tanya Yun penasaran.


* silahkan pilih baju sebanyak apapun yang kamu inginkan sambil masuk ke toko baju wanita.


nggak usah mas bajuku sudah banyak "bajumu banyak tapi sudah ketinggalan jaman semua "ledek Yan.


*mbak pilihkan yang model terbaru ,size nya carikan yang ukurannya ya “ sambil menunjuk ke arah Yun.


" baik pak kemudian penjaga toko itu memilihkan beberapa baju dan gaun yang terbaru " silahkan pak di pilih


nggak usah ,saya ambil semua saja


Yun terkejut dengan Ulah calon suaminya itu.


" jangan mas Yan, kebanyakan Yun pun tak enak hati karena Yan membelikannya banyak pakaian.


"Tidak apa apa lagipula sebentar lagi kamu akan jadi nyonya Yansen, jadi pakaianmu tidak boleh mempermalukanku


" Nah kan ujung ujung nya gitu," ucap


Yun dalam hati. Setelah mereka berbelanja ,Yan mengantarkan Yun pulang.


Di rumah, Mira dan intan iri melihat betapa banyaknya belanjaan yang dibawa Yun. " duh belum jadi nyonya udah belanja belanja aja" lirik intan dengan tajam kepada


Yun yang pulang membawa banyak tas shoping. " biarin saja intan lagian yang belanjain juga calon suaminya,Yun sudah makan belum ,mau


mama masakin ? " ucap Mira pura pura berbuat baik kepada Yun. nggak usah trimakasih ,mulan sudah makan tadi " ucap Yun sambil berjalan menuju kamarnya, dan malas berdebat dengan saudari tirinya itu.


tuh kan ma ,sombong sekali dia,mana belanjaannya banyak bangets lagi, aku juga mau di blanjain begitu banyak " rengek intan,sambil memukul mukul meja di depannya.


" kamu kan juga punya pacar kaya, kenapa tidak kamu manfaatin buat belanjain kamu “ “ Udah ma, tapi paling belanjainya nggak banyak Cuma kalau pas kita jalan ke mall saja, itu pun aku harus minta“


Sementara itu di kediaman hadi sentosa “kok baru pulang Yan? Kenapa Yun nggak disuruh mampir ke rumah,ibu kangen sama


Yun kata Ibunya sembari menyemprot tanaman bonsai kesukaannya.


Iya bu,ibu telfon saja kalau kangen,biar Yun datang ke rumah," jawab Yan yang sudah berada di tangga


\* Nggak bisa kalau besok Yan "


Memang kenapa bu ? Yun Pasti mau kalau ibu yang minta *


" Besok kamu dan Yun sudah mulai di pingit jadi udah nggak boleh ketemu


apa ? Di pingit? Ini sudah jaman modern bu,masih saja kaya jaman kuno “jawab Yan "


Ya udahlah kamu ikutin saja,kenapa?


Kangen nggak ketemu Yun " goda ibunya kepada Yan


Yan pun tersenyum malu dan pergi ke kamarnya untuk istirahat.


Hari berganti hari Yan dan Yun tidak boleh ketemu sampai hari pernikahan mereka. entah kenapa Yan setiap hari terbayang bayang wajah Yun, apapun yang dia lakukan kadang terbersit wajah Yun, kemudian dia menatap hp


yang tergeletak di meja kerjanya, tangannya pun mengambil hp tersebut . " telfon tidak ya ? Kalau telfon aku mau bicara apa sama dia ?." sambil memainkan jarinya di atas layar hp.


Kemudian ibunya datang menemui Yan. " tolong bilang Yun,Ibu tunggu di salon kecantikan Allea ya “ sambil tergesa gesa berdandan di depan kaca.


Ibu mau kemana?“ " Ibu dan Yun mau perawatan ke salon, sudah booking jauh jauh hari,dapatnya hari ini " " Mau Yan antar ?" tawar Yan supaya dia bisa bertemu dengan Yun.


Ibunya Sungguh tau apa yang ada di pikiran anaknya itu. " Nggak usah,ibu sama pak mahmud,lagian nanti kalau kamu yang antar ,kamu malah ketemu sama Yun,kalian kan lagi di pingit jadi nggak boleh ketemu tegas ibunya.

__ADS_1


" Iya deh, tapi Yan bosen di rumah “ucapnya lemas,sambil bersandar di kursi sofa dan melihat ibunya yang berdandan.


" Main aja sama seto ,hehe“ canda ibu Yan.


Kemudian Yan pun menelfon Yun,


assalamualaikum mas Yan “ terdengar suara gadis yang halus dari balik telfon.Yan pun senang walau hanya mendengar suara Yun.


" Waalaikumsalam, kamu sudah siap siap belum ?"


" ini aku sudah di jalan lagi nunggu taxi,ibu sudah berangkat mas? *


" Belum .ini mau berangkat katanya kamu di suruh nunggu di salon ALla atau alle gitu “ salon ALLEA mas.." " Owh iya salon itu,susah namanya


Ya udah kalau gitu mas,ini taxi aku sudah datang ,aku jalan dulu,bilang sama ibu hati hati di jalan


« Ya oke '


Kemudian Yun menutup telfonya,Yan masih memandangi telefonnya sambil memicingkan matanya


"berani beraninya ya kamu nutup telfon aku, awas saja kalau ketemu"


Karena terlalu fokus dengan hp nya Yan tidak sadar kalau Ibunya sudah berangkat. "


Bu kata Yun hati hati di jalan,... bu ?


Karena tidak ada suara dia menoleh ke samping tempat tadi ibunya berdandan. " Lho sudah berangkat ternyata,kenapa tidak pamitan sama aku,memang ya wanita itu sesuka hati sendiri." Ucap Yan bicara pada diri sendiri.


Yun sudah sampai di salon terlebih dahulu,sedangkan ibu Yan belum sampai ,


Yun pun menunggu calon mertuanya sambil berdiri de depan salon kecantikan tersebut. "


wahh salonnya besar banget,pasti mahal perawatan di sini“ kata Yun sambil matanya berbinar binar bisa merasakan perawatan di


salon mahal.


"Yun kenapa nunggu di depan,harusnya nunggu di dalam,di sini panas" sambil menggandeng tangan Yun dan mengajaknya ke dalam.


* Hhh tidak apa apa bu,Yun malu kalau nunggu di dalam," ucap Yun dengan polosnya.


Di salon tersebut mereka di sambut dengan sangat baik oleh pegawai disana,karena ibu Yan adalah pelanggan WIP di salon itu,sehingga mereka sudah hafal.


*Selamat datang nyonya “sambut pegawai salon dengan ramah.


wah nyonya dengan siapa ?tumben banget perawatannya berdua"


Ini menantuku,akhirnya aku punya teman buat perawatan jadi ada teman yang di ajak bicara " ucap ibu hadi sentosa.


"cantik sekali nyonya menantu anda,pilihan anda memang selalu ekslusif “ nona sering sering kesini ya “


Hhh baik.kalau ibu kesini aku pasti juga kesini,karena pilihan ibu memang selalu yang terbaik" ucap Yun memuji ibu Yan. "Yun bisa aja,kamu itu mirip sama Yan suka banget bikin ibunya ke PD an “ kata ibu


Yun sambil tertawa


" Emang mas Yan gitu ya buk? Bukanya mas


Yan itu cuek ya ?"


" Yan memang cuek orangnya ,tapi kalau sama wanita yang di cintai bucinnya... minta ampun pokoknya ,nanti Yun lihat saja kalau sudah menikah"


Yun hanya tersenyum mendengar perkataan ibu Yan,dan setelah menikah dia rasa Yan akan sama saja cuek kepadanya, toh mereka menikah bukan karena cinta,tapi saling membutuhkan satu dengan lainya di atas kontrak.


Mereka pun melakukan berbagai macam perawatan sampai sore.ibu Yan dan Yun senang karena bisa perawatan dengan leluasa.

__ADS_1


Ketika mereka mau pulang di resepsionis tiba tiba ada yang memanggil namanya '


Yun .. " teriak seorang gadis cantik berpakaian mahal.


Yun pun menoleh ke arah panggilan tersebut,dan ternyata yang memanggilnya adalah


pacar Rio yaitu syakira.


" Syakira ? Kamu sama siapa ?tanya Yun terkejut,karena bertemu dengan pacarnya rio di salon itu.


Syakira pun menunjuk dengan dahunya ke arah pria yang sedang duduk di ruang tunggu.


*Tuh sama orang ngeselin di sana “


Yun pun menoleh ke arah Rio "


owh sama pujaan hati, bener banget manfaat dia selagi moodnya baik


"bu ini teman mulan namanya syakira ,dia dokter juga di rumah sakit pelita "kata Yun memperkenalkan.


* Selamat sore bu hadi sapa syakira kepada


Ibu Yan


sore ..panggil tante saja , syakira mau perawatan? Kalau tau tadi barengan saja biar tambah rame


Iya seru pasti itu tante,tapi sayangnya tadi saya kerja,jadi baru pulang terus langsung kesini


"


Kalau begitu tante pulang dulu ya,Yun mau bareng ibu? " tawar ibu Yu


" Nggak usah bu terima kasih,Yun naik taksi saja "


Kemudian ibu Yan berjalan keluar menuju mobil yang sudah menunggu dari tadi.


"Ayo kita kesana " ajak syakira,mereka pun berjalan menuju ruang tunggu menemui rio.


sayang, tebak siapa yang aku temui"


" Siapa ? Temenmu?jawab rio acuh sambil menatap layar hpnya.


Ihhh lihat dong


Kemudian Rio menoleh dan melihat gadis cantik di samping Syakira yang membuat hatinya berdegup.


" Yun ?" ' Kenapa? Dah lupa kalau punya teman" ucapnya sambil tersenyum.


Merekapun duduk di ruang tunggu.


" Sayang Yun kesini tadi sama mertuanya, dia perawatan buat persiapan pernikahanya, mertuanya baik banget dech,so sweet pokoknya " ucap syakira riang.


Rio hanya tersenyum bingung mau bilang apa.


Kemudian dari suara pengumuman terdengar nama syakira di panggil


" Nyonya syakira di persilahkan menuju ruang perawatan "


" Aku sudah di panggil,aku tinggal perawatan dulu ya ,kalian baik baik jangan bertengkar" sambil berjalan menuju arah panggilan.


Meskipun Yun sudah mau menikah, syakira masih sedikit cemburu bila melihat rio dan Yun berduaan.


..... Bersambung ....

__ADS_1


Mohon maaf jika ada kesalahan dalam


penulisan kata"🤭


__ADS_2