
Waktu keluar dari kamar mandi Yun melihat Yan sudah tertidur di sofa. "kasian mas Yan pasti capek banget “ dia pun kembali ke kasur nya dan rebahan sambil menonton TV.
Tidak berselang lama Yan pun bangun dan melihat Yun sedang nonton Tv " kamu belum mandi? tanya Yan sudah, tadi.." jawab Yun tanpa menoleh ke belakang.
Yan pun melihat baju yang familiar yang melekat di badan gadis cantik tersebut. " itu kan ... bajuku ... “kata Yan sambil mengacungkan jari telunjuknya ke arah Yun.
Yun pun menoleh dan tersenyum kepada
Yan malu. " hhh maaf mas aku pinjam sebentar,
habisnya koperku nggak dibawa kesini,mkanya aku pinjam baju kamu. “jawab Yun
Yan berpikir kenapa Yun pakai baju sederhana saja sudah keliatan cantik .kemudian tak berselang lama MUA yang akan mendandani mereka pun datang."bunyi bell .
Kemudian Yan pun membukakan pintunya. "selamat sore datanglah beberapa orang perempuan dengan membawa kotak make up dan beberapa baju.
"Sore juga,silahkan masuk “ ucap Yan sambil membukakan pintu untuk mereka. maaf ya kak mengganggu ,hehe * " Nggak papa mbak lagian kami Cuma lagi nonton tv "jawab Yun dengan polosnya. "Kalau begitu kakak ganti baju dulu ya, habis itu saya pakaikan make up."
Saya ganti baju di kamar mandi saja ya mbak ucap Yun " nggak usah kak disini saja,lagi pula Cuma ada kami sama suami kakak,nggak ada orang lain lagi kenapa malu? "kata seorang MUA
Justru suamiku itu yang berbahaya “ grutu Yun dalam hati. " soalnya kak baju ini harus ada yang bantuin waktu makenya, nanti kalau di kamar mandi takut basah dan ruangnya terlalu semopit " kata salah seorang wanita MUA tersebut.
Gaun yang di kenakan adalah gaun pernikahan modern warna keemasan cantik sekali,dan bawahnya mekar seperti putri raja. sehingga memakaikannya pun perlu di bantu banyak orang.
Yun pun melirik Ibas dengan cemas, Yan menyadari lirikan mata Yun,bahwa Yun malu kalau Yan melihatnya berganti pakaian.
Mbak aku keluar dulu saja ya, kayaknya pengantinku masih malu sama aku “kelakar
Yan sambil berjalan menuju ke luar. "Owh ya kak silahkan
Yan berjalan menyusuri lorong lorong kamar hotel, ia belum tau tujuannya mau kemana,sejenak pikirannya pun melayang layang entah kemana.
" harusnya aku jangan keluar saja,lagian aku kan suaminya ,kenapa dia harus malu sama suaminya,duh Yan kamu udah mulai berpikiran mesum nih kayaknya" sambil menjitak kepalanya sendiri.
Sementara itu di dalam kamar hanya ada para perempuan. " Masnya pengertian banget ya mbak,seneng punya suami kaya gitu ,sangat menghormati wanita ,udah cakep dan kaya lagi,mbak Yun beruntung banget“ ucap seorang gadis. "Hhh iya aku sangat beruntung punya suami seperti dia" tungkas Yun.
Iya aku Beruntung seandainya memang dialah suamiku yang sebenarnya, sayangnya pria itu hanya suamiku dalam satu tahun saja, pikir Yun.
Setelah Yun ganti baju dan mulai di make
up ,Yan kembali lagi ke Kamarnya. “ Halo. bolehkah aku masuk “ kata Yan sambil mengetuk pintu kamar.
__ADS_1
" Kayaknya mas pengantinnya sudah kembali tuh,sudah nggak sabar lihat kecantikan pengantin perempuan" goda para staf MUA.
Kemudian salah satu staf Membukakan pintu kamar, " hh silahkan masuk kak,sudah selesai ganti bajunya tinggal di make up" Yan pun berjalan masuk dan mata elangnya
Langsung tertuju pada Yun yang sedang duduk di depan meja rias.serambi duduk di sofa, dia memandangi Yun dari pantulan cermin kaca dan matanya tak berkedip.
"Cantik ya istrinya mas,di pandangi terus dari tadi" goda salah satu staf kepada Yan. Yan pun tersenyum malu, sambil mengusap kepalanya,karena ketahuan sedang memandangi Yun.Yun hanya tertunduk malu dan tersenyum ketika melihat tingkah Yan dari pantulan cermin kaca.
Setelah keduanya sudah siap semua, mereka pun berjalan menuju Ballroom untuk menemui para tamu undangan,dalam perjalanan, Yun sedikit kesusahan berjalan karena memakai gaun yang sangat berat dan bagian bawah yang mengembang, melihat Yun kesusahan berjalan,
Yan menawarkan lengannya untuk jadi pegangan Yun. "kenapa ? Susah jalan ya . Sini pegangan“ Sambil memberikan lengannya kepada Yun.
Kemudian dengan tersenyum Yun meraih lengan Yan dan berpegangan dilengannya yang kekar itu. *Terimakasih mas,maaf ya merepotkan ucap Yun sambil berjalan
menelusuri lorong hotel menuju tempat acara. "Hmm. Sama sama,lagian ini kan juga bagian dari kontrak kita ,masak kita mau jalan sendiri sendiri kaya orang musuhan,nanti orang Qrang malah curiga" jawab Yan santai.
Merekapun sampai di tempat resepsi,para tamu bersorak sorai menyelamati kedua mempelai. Dan bersalaman kepada mempelai satu persatu.
Setelah beberapa lama mereka berdiri dan menyalami tamu undangan Yan memperhatikan gelagat Yun yang aneh. * kenapa ? Capek ya berdiri terus “ tanya
Yan kepada Yun, karena Yun terlihat sering menggonta ganti tumpuan kakinya.
Datanglah Rio beserta syakira kekasihnya untuk memberi selamat kepada mempelai. " Yun.... aduh cantik sekali temanku ini," ucap syakira sambil memeluknya. " Kamu lebih cantik syakira “ timpal Yun.
"Ngomong ngomong suamimu ganteng juga, lebih ganteng dari Rio" bisik syakira kepada
Yun. " hhhhh kamu tu ya,nanti kalau Rio dengar ditinggal kamu di sini nggak di ajak pulang" sambil terkikik.
Rio yang memperhatikan mereka berdua berbisik bisik tidak tahan untuk tdak komentar. " Hayo ghibahin aku ya “ sela Rio
Kebiasaan kalau cewek cewek ngumpul ya gitu.. yang jadi topik utamanya pasti
pacarnya, pokoknya hati hati mas, nanti kita pasti jadi bahan ghibah mereka kalau ngumpul ucap Rio memperingatkan Yan. “ berarti kita spesial ya jadi bahan
pembicaraan para gadis “jawab Yan malah bangga. selamat ya Yun ,mas Yan tau nggak ? anda pacar pertama Yun dan sekarang jadi suaminya lho,hebat anda bisa
meluluhkan hati Yun yang sekeras baja,tolong jaga sahabatku ini ya,dimaklumin kalau dia cerewet,ngambekan,
dan cengeng. Hhh" ucap Rio . “Hei aku baru nikah ya, jangan jelek jelekin aku di depan suamiku,awas kamu nanti kalau kamu nikah sama syakira ku bongkar semua
kejelekanmu,sebelum akad malah “sambung
__ADS_1
Yun. " nggak bakal mempan,syakira kan sangat cinta sama aku ,hhh" bela Rio sombong “ tuh syakira betapa besar kepalanya pacarmu yang kaya itu “
Syakira hanya tersenyum dan berbicara kepada Yan " Mas Yan,jangan kaget kalau mereka berdua bareng, kita itu akan jadi obat nyamuk, itu sudah biasa "Oh gitu jadi suami kamu di cuekin dan nggak di anggap kalau kamu ketemu Rio“ ucap
Yan sambil menatap tajam kepada Yun "Hhh maaf mas,bukan seperti itu,Rio memang gitu orangnya malu maluin aku". Setelah bercanda tawa dan menyalami
semua tamu undangan. Acara pun berakhir di tengah malam. Semua keluarga Yan dan Yun kecapekan dan istirahat di kamar hotel masing masing.
Termasuk Yun dan Yan mereka masuk ke kamar hotel, kemudian mereka berganti baju di bantu oleh MUA.setelah selesai MUA pun pamit untuk pulang.
Tinggalah mereka berdua dalam keadaan canggung. Dalam keheningan kamar,terdengar suara perut Yun yang lapar. Yun Pun malu karena suara perutnya terdengar oleh Yan. " Kamu lapar? Tadi nggak makan ya?" tanya Yan.
Ilya mas,aku lapar, tadi nggak sempat makan karena tamunya banyak sekali sambil memegangi perutnya sendiri.
Kemudian Yan menelfon pegawai hotel dan memesan beberapa makanan ke kamarnya.
Tidak begitu lama pegawai hotel datang membawakan makanan pesanannya.dengan senang hati dan gembira,seperti tidak makan satu tahun Yun pun melahap makanan tersebut,tidak peduli ada sepasang bola mata yang terbengong bengong melihat betapa lahapnya dia makan.
" Kamu tidak makan berapa hari,sampai segitunya kalau makan" ucap Yan
Maaf mas, aku baru sehari si nggak makan
Cuma minum sama ngemil aja,habis kalau seharian lapar terus makan,enak banget lho mas mas mau ? tawar Yun.
"Nggak ,aku sudah kenyang lihat kamu makan jawab Yan sambil membereskan sofanya untuk tidur. " Eh mas Yan jangan tidur di sofa,tidur di kasur saja,biar aku nanti yang tidur di sofa “
Bagus deh kalau kamu nyadar kemudian Yan pindah rebahan di atas kasur. "iya aku harus nyadar, siapa tuanya siapa pelayannya" jawab Yun sambil mengunyah
makananya.
Yan pun merasa lucu melihat Yun makan, terlihat menggemaskan, memandangi mulan makan dari tempat tidur membuat dia semakin mengantuk,dan dia pun segera terlelap dalam tidurnya.
Sehabis makan Yun melihat Yan sudah tertidur, sepertinya sangat kecapekan,dia pun mencuci tangannya dan mnenyelimuti Yan yang tertidur,anpa selimut di ruang yang dingin, karena AC tersebut.
Yun pun memandangi Yan .. " Selamat tidur mas, trimakasih sudah buat aku jadi Ratu hari ini" ucap mulan sambil mengusap rambut ibas dengan lembut.
Kemudian dia mengambil bantal yang ada di samping Yan dan membawanya ke sofa dan merebahkan badanya yang kenyang itu. "
Uhhhh ,ternyata capek ya seharian berdiri, tapi kenapa aku merasa senang dan bahagia, salahkah aku bila menikmati semua kebahagiaan ini“ pikir Yun yang masih belum bisa memejamkan mata.
....Bersambung...
__ADS_1