Kumpulan Novel

Kumpulan Novel
Past Time 2


__ADS_3

1 Minggu berlalu, Sehun tidak pernah lagi bermain dengan Krystal. Gadis kecil itu selalu berada di rumah Yoona setiap Sehun akan mengajaknya bermain.


Hari ini Sehun sudah memutuskan akan menyeret Krystal keluar dari rumah Yoona apapun caranya. Sungguh, ia sudah sangat bosan hanya bermain sendiri di dalam kamarnya. Ia hanya butuh Krystal-nya, Tidak salah bukan?


Ia berjalan kerumah Yoona dan mendapati Yoona dan Krystal yang tengah bermain dihalaman depan, ia berjalan mendekat kearah Krystal meraih tangannya dan mengajaknya pergi dari sana.


"Ayo pulang."


"Ya! Aku masih ingin disini. Lepaskan tanganmu." Krystal meronta-ronta minta dilepaskan.


"Tidak! ikut denganku." Sehun semakin mempererat pegangannya pada pergelangan Krystal.


"Oh Sehun! Sakit...." cicit Krystal pelan. Ia sudah tak lagi meronta-ronta, ia hanya diam dan mengikuti Sehun.


Sehun berhenti, melonggarkan pegangannya pada tangan Krystal, melihat pergelangan tangan Krystal yang merah dan sedikit luka.


Ia melihat kearah Krystal yang berdiri tepat disampingnya. "Sakit?" tanyanya.


Krystal mengangguk.


"Maafkan aku. Ayo kita obati dirumah." ajak Sehun, kali ini ia tidak mengenggam tangan Krystal ia membuat Krystal mengandengnya.


Yoona hanya diam melihat Sehun datang menjemput Krystal,tidak berbicara sedikitpun bahkan tidak bergerak selangkahpun dari tempatnya. Entah kenapa ia terseyum dan masuk ke dalam rumahnya setelah kepergian Krystal dan Sehun dari depan rumahnya.



"Pelan-pelan Sehun. Sakit...." ringis Krystal.


"Ini sudah pelan-pelan. Ibumu kemana? Hari ini aku tidak melihatnya di depan."


"Ah, aku lupa." Krystal menepuk jidatnya.


"Wae?"


"Ibuku sedang ada pekerjaan di luar kota. Aku ikut denganmu yah malam ini." Krystal terseyum manis pada Sehun.


"Baiklah."


"Yee..." teriak Krystal kegirangan.


Hari itu, hari pertama Krystal meminta ijin agar menginap di tempat Sehun. Biasanya ia akan datang sendiri serta membawa ransel kecil berisi bajunya ke rumah Sehun.



Yoona diam. Entah memikirkan apa dalam otak kecilnya itu. Ia hanya memandang keluar jendela dan tak bergerak sedikitpun. Bagaikan hal diluar sana adalah sesuatu yang lebih menarik.


"Yoona-ah." panggil Hee Jo.


Tak ada sahutan. Hee Jo berjalan mendekat kearah putrinya, berdiri dibelakang gadis kecilnya itu. Melihat apa yang sedang diperhatikan gadis kecilnya hingga ia tidak menjawab panggilannya.


Yoona kecilnya ternyata memperhatikan dua orang anak kecil yang pernah mendatangi nya ketika baru pindah kemari. Ia melihat kearah Yoona yang memperhatikan dua anak kecil dibawah sana yang bermain dengan bahagia. Ia mengelus surai gadis kecilnya itu. Membuat Yoona terkejut.


"Ma..ma."


"Kau pasti rindu dengan teman-teman lamamu bukan? Maafkan Mama membuatmu jauh dari mereka."


Yoona menggeleng. "Mama tidak salah."


Ahn Hee Jo terseyum, "Kenapa kau malah melihat mereka dari sini ? Lebih baik kau ikut bermain dengan mereka." ucapnya.


Yoona menggeleng, ia melihat Sehun yang tengah memasang topi pada Krystal. "Anak laki-laki itu tidak menyukaiku. Ia hanya mau dengan Krystal." ia menujuk Sehun pada Ibunya.


Ahn He Jo menghela nafas, bingung bagaimana menjelaskannya pada Yoona. Ia melihat gadis kecilnya itu menduduk.


"Yoona-ah, dengarkan Mama. Sehun tidak membencimu. Dia hanya merasa.... Em... asing dengan orang baru. Maksud Mama, bersabarlah. Kau bisa bermain dengan Krystal bukan?"


Yoona mengangguk. "Tapi jika ada Sehun, dia akan meneyeret Krystal pulang."


"Mungkin Sehun takut kau akan mengambil temannya. Jangan bersedih, nanti Sehun juga akan bermain dengan mu,percaya dengan Mama hm??."

__ADS_1


Yoona tersenyum. Membuat Ahn Hee Jo lega, setidaknya putrinya mengerti. Ia berjalan keluar dari kamar Yoona, namun tepat di depan pintu ia berhenti melangkah, ia melihat putrinya yang masih melihat kebawah lagi.


"Yoona-ah, ayo makan malam."


Yoona menoleh, "Ia Mama, Mama turun saja duluan."


Ahn Hee Jo terseyum, "Mama tunggu dibawah." ucapnya kemudian benar-benar meninggalkan kamar Yoona.


Yoona melihat kebawah lagi, memperhatikan Sehun dan Yoona.


"Sehun... Sehun.... Apa menurutmu aku cantik jika memakai topi ini?"


Sehun mengangguk. "Sudah, pakai ranselmu."


Krystal mengambil ranselnya dan berjalan mengikuti Sehun keluar dari halaman rumahnya.


Semuanya tak luput dari pandangan Yoona. Setelah tak melihat keduanya, ia beranjak pergi dari kamarnya.



Sehun yang tengah duduk diatas ranjang sambil bermain game dengan santai dan Krystal yang duduk memperhatikannya.


"Sehun.. " panggil Krystal.


Sehun hanya mendongak, tak bersuara untuk menjawab.


"Kau tidak suka yah jika aku berteman dengan Yoona?"


Sehun meletakkan ponselnya, melihat Krystal yang duduk didepannya.


"Bukannya aku tidak suka, kau jadi sering melupakanku."


"Itu karena kau tidak mau berteman dengan anak perempuan. Jadi aku meninggalkanmu."


"Siapa yang bilang ? kau kan anak perempuan. Apa kau anak laki-laki?" tanya Sehun curiga, lantas membuatnya mendapatkan satu jitakan kuat dikepalanya.


"Ya! Beri aba-aba dulu. Jadi aku ada persiapan." ucap Sehun sambil memegangi kepalanya yang sakit. "Sekarang aku tau, kau itu bukan anak perempuan." tambah Sehun.


"Iya iya, kau anak perempuan. Kemari, sudah saatnya tidur siang." ucap Sehun pada Krystal sambil merentangkan tangannya. Ia lebih memilih mengalah daripada harus berdebat dengan Krystal,tidak ada ujungnya . Krystal tersenyum menyambut pelukan Sehun dan tertidur.


Hyuna (Ibu Sehun) membuka pintu kamar Sehun untuk mengajak keduanya makan, namun hal pertama yang dilihatnya adalah putranya tertidur dengan Krystal dalam dekapannya, melihathal itu Hyuna terseyum.


Ini bukan sekali duakali terjadi, ia sudah sangat sering melihatnya. Ia juga sangat senang ketika melihat Sehun -putranya- sangat baik pada Krystal. Selalu ada disana ketika Krystal membutuhkan nya, menjadi Kakak dan Teman yang baik pada Krystal.


Hyuna berjalan mendekat, memperhatikan kedua anak kecilnya yang tertidur pulas.


"Mama senang melihat mu begini. Tapi Mama juga Khwatir. Tapi Mama selalu berharap kalian seperti ini." ia memperhatikan Sehun dan Krystal lama sebelum meninggalkan kedua anak kecil itu.



Sehun terbangun. Ia melihat jam, ternyata sudah jam 5 sore. Ia bergegas ke kamar mandi. Ia tidak membangunkan Krystal, ia membiarkannya tertidur dan terbangun dengan sendirinya. Krystal sangat sulit dibangunkan.


30 menit dengan acara mandi, ia keluar dan masih mendapati Krystal tertidur. Ia berjalan mendekat pada Krystal dan membangunkannya.


"Bangun wahai Putri tidur." ucapnya sambil menggoyang-goyangkan tangan Krystal. Tak kunjung bangun, ia naik keatas tempat tidur dan manarik kedua tangan Krystal sampai Krystal terduduk.


"Sehun, aku masih ngantuk." ucap Krystal pelan.


"Tidak, bangun sekarang dan mandi. Ini hampir jam makan malam.Cepat bangun." perintah Sehun.


Krystal menatap Sehun didepannya. Merasa ditatap Sehun bertanya "kenapa?" tanpa bersuara.


Krystal melihat tangannya, memberitahukan pada Sehun agar dia melepaskan pegangannya. Sehun yang melihat itu hanya ber 'oh' riah, lantas langsung melepaskan pegangannya.


Krystal langsung berjalan ke kamar mandi. 30 menit kemudian ia keluar dan tak mendapati Sehun dikamar.


Ia keluar dari kamar dan berjalan ke ruang makan,mungkin Sehun ada disana. Seperti dugaannya, Sehun ada disana lantas memilih duduk disamping Sehun.


"Kenapa kau meninggalkanku?" bisik Krystal pada Sehun. "Karna kau lama." jawab Sehun.

__ADS_1


"Kau--" Krystal berhenti berucap, karena deheman Ayah Sehun (Oh Yeon Seok).


Krystal melihat Paman Oh -Ayah Sehun- dan terseyum. Ia tau bahwa itu teguran. Pamah Oh


-Ayah Sehun- tidak menyukai orang yang berbisik-bisik. Katanya seperti orang yang takut suaranya habis atau seperti orang yang meminjam suara pada pada rentenir.


"Ayo dimakan, kalian pasti lapar." ucap Hyuna.


"Iya Mama." ucap Sehun. "Sehun jadi tidak makan siang karena Krystal tidur siang sambil minta dipeluk." ucapnya sambil melihat Krystal disampingnya.


"Tidak Bibi, Sehun sendiri yang menawarkan. Tadi siang dia berkata begini 'Kemari, sudah saatnya tidur siang.' " jelas Krystal, bahkan ia juga mempraktekkan cara Sehun.


Le Hyuna dan Oh Yeon Seok tertawa melihat tingkah kedua anak kecil didepannya ini. Rasanya tidak ingin membiarkan mereka tumbuh dewasa.


"Bibi baru ingat. Kata Sehun, Krystal punya teman baru dan tidak mau lagi bermain sama Sehun. Apa benar?"


Krystal menggeleng, "Sehun kan tidak mau bermain sama anak perempuan, jadi tidak Krystal ajak bermain dengan Yoona."


"Mama dia bohong. Krystal kan anak perempuan, berarti Sehun suka bermain dengan anak perempuan." bela Sehun.


"Iya Mama tau, Krystal anak perempuan yang cantik dan manis." ucap Hyuna sambil melihat Krystal, membuat Krystal terseyum karena dipuji. "Jadi apa alasan mu kenapa tidak ingin bermain dengan Yoona?" dilihatnya Sehun.


"Karena dia perempuan." jawab Sehun.


"Tapi kau bermain dengan Krystal, Krystal itu kan anak perempuan." jelas Hyuna.


"Sehun tau, tapi Krystal beda. Krystal tidak manja, Krystal juga mau main game dengan Sehun. Krystal tidak marah kalo Sehun ajak main robot-robotan Sehun." jelasnya.


"Emang Yoona tidak?" tanyanya lagi.


"Semua anak perempuan manja, Sehun tau itu. Disekolah Sehun sering melihat mereka menagis karna tidak di jemput. Dan mereka tidak bermain dengan anak laki-laki. Jadi, Yoona juga pasti begitu. Kemarin-kemarin, ia menangis karena pindah. Bahkan Krystal yang Paman dan Bibi Jung pergi keluar kota saja tidak menangis."


"Sehun, belum tentu Yoona begitu. Mungkin dia hanya sedih karena harus meninggalkan rumah lamanya. Besok, main bareng Yoona dan Krystal yah? Kan Sehun harus ada sama Krystal. Nanti kalo ada apa-apa sama Krystal bagaimana?"


"Tapi sehun tidak suka Yoona."


"Yasudah ibu tidak maksa. Yang penting temenin Krystal saja."


Sehun mengangguk.


"Ayo,di makan lagi." ucap Hyuna.



"Sehun, besok ayo bermain ke taman. Sudah lama kita tidak bermain disana,dan juga ajarin mengendarai sepeda juga." ucap Krystal.


Sehun menoleh, "Kerjakan saja dulu PR mu, nanti kita bahas besok ingin bermain dimana."


"Iyah, cerewet." Krystal meraih pensilnya dan membaca soal satu persatu dan menjawabnya.


"Sudah selesai belum?" tanya Sehun.


"Tinggal satu lagi...dan sudah siap. Tada..." Krystal menunjukkan bukunya pada Sehun.


"Sudah masukkan saja kedalam tas, nanti tinggal."


"Iya-iya. Sehun janjikan besok ngajarin Krystal bersepeda?"


Sehun mengangguk, "Tapi kalo tidak bisa juga,aku gak mau ngajarin lagi." ucapnya.


"Kalau bisa gimana?"


"Hm..., Bagus. Kita bisa balap naik sepeda."


"Bagaimana kalau Sehun janji berteman dengan Yoona kalo Krystal bisa?"


Sehun menggeleng, "Tidak mau."


"Sehun, oke. Janji yah?" ujar Krystal memohon.

__ADS_1


"Hm. Kita lihat saja besok." ucap Sehun.


__ADS_2