Kumpulan Novel

Kumpulan Novel
21


__ADS_3

Spanduk-spanduk sudah dipasang dari berbagai sekolah. Dari yang warna nya yang cowok banget sampe yang ke Girly habis.


Hari ini 1 hari sebelum final besok dilaksanakan dan seperti sudah menjadi rutinitas, Chanyeol dan timnya akan melihat situasi di lapangan.


"Lebih bagus yang tahun ini daripada tahun lalu." ujar Xiumin yang memperhatikan setiap sudut stadiun.


"Kau bener." ujar Suho terkekeh.


"Hari ini kita hanya akan santai, ayo pergi. Waktunya bahagia." teriak Chanyeol membuat seluruh timnya mendadak tersenyum. Jarang-jarang Chanyeol mau menghabiskan dana humas milik basket untuk hal-hal unfaedah seperti ini, menghibur diri.


...


Hari ini, 3 April 2017 Tim YALE angkatan 2014 akan bertanding untuk teakhir kalinya di tahun ini sebelum sibuk untuk ujian praktek, lisan dan sebagainya.


Semuanya tampak gugup, berbeda saat pertamakali mereka tanding. Mungkin efek dari beban yang berat karena takut tidak bisa memberikan piala untuk terakhir kalinya ke sekolah.


"Hari ini terakhir kalian bermain sebagai Tim,terakhir kali kalian bermain sebagai pembawa nama YALE. Tapi saem harap, apapun hasilnya nanti jangan kecewa. Kalian sudah cukup berprestasi untuk sekolah." ujar Nam saem penuh wibawa, satu kata yang bisa diucapkannya pada Timnya selama ini adalah BANGGA.


Ia bangga karena mereka tetap latihan meski tidak ada turnamen yang akan mereka ikuti,bangga karena selalu menjadi panutan untuk adek kelas meraka yang akan menggantikan mereka kelak dan terakhir bangga karena bisa inisiatif tanpa harus menunggu perintah darinya untuk mengganti teknik mereka bermain saat di lapangan atau bahkan pertandingan dan sialnya langkah mereka selalu tepat.


"Berjuanglah hingga akhir. Apapun hasilnya kita tetap bahagia. Karena ini jalan kita, ini pilihan kita dan tidak ada kata menyesal." ujar Nam saem.


Bunyi peluit wasit menggema bersaing dengan suara penonton yang ikut menggema diseluruh stadion yang menandakan permaianan sudah dimulai.


Siapun yang berhasil meraih bola yang dilambungkan tinggi-tinggi keatas itu pasti akan menjadi pemenagnya. Begitulah kata-kata orang kebanyakan.


Dari pihak manapun yang akan mencetak nilai pertama maka dia yang akan memimpin quarter 1 hingga selesai. Begitulah kata-kata orang kebanyakan.


Namun satu yang tak pernah YALE tim lakukan di Quater 1 saat bola itu dilambungkan tinggi, yaitu merebut bolanya. Tidak, mereka tidak sombong atau angkuh karena secara berturut-turut memenangkan turnamen. Hanya saja itu semua omong kosong bagi mereka.


Bayangkan jika kau merebut bolanya di Quarter 1, itu akan membuatmu sedikit lebih tinggi diatas lawanmu, kemudian mencetak poin dan itu akan membuatmu semakin tinggi diatas lawanmu. Kemudian menganggap semuanya mudah dan bermain santai karena menganggap lawanmu bukanlah tandinganmu. Karena pada dasarnya, kebanyakan orang hanya berjuang diawal tapi tidak ingin berjuang diakhir.


YALE berjuang diawal, tapi tidak untuk bola yang dilambungkan tinggi-tinggi itu. Mereka berjuang kala lawan mereka mencentak poin lebih dulu. Dengan begitu siapapun semangat untuk menantikan akhir dari pertandingan ini. Karena mereka penasaran tim siapa yang akan menang. Karena jika lawan mereka YALE, kata itu tidak berlaku. Karena YALE berjuang dari awal hingga akhir untuk hasil yang terbaik.


...


"Rasanya jadi aneh bersekolah disini lagi."


"Wae?"


"Disini tidak ramai,-- maksudku tidak seperti Korea. Iyah, tidak seperti Korea." ujarnya kikuk.

__ADS_1


Gadis disebalahnya tertawa,membuatnya mendelik kesal karena mendapat respon yang tak diinginkan.


"Cie...ada yang rindu." ujarnya dengan nada menggoda.


"Krys..ih apaansih. Gak rindu, hanya saja merasa aneh." ulang Syera.


"Iyah gak rindu, tapi rindu banget sama Chen." ujar Krystal kembali menggoda Syera gemes.


"Percuma deh kalo ngomong samamu, gak pernah nyambung tau gak. Dikit-dikit Chen, apa-apa Chen. Udah panas kali itu telinganya Chen karena sebut-sebut namanya tiap detik,menit,jam,hari,bulan,bahakan tahun." ujar Syera mendadak marah-marah gak jelas.


Krystal mengangkat bahu acuh. "Tapi yang kau katakan itu benar, disini cukup sepi." aku Krystal pada akhirnya.


Aku tidak bisa jalan-jalan dengan Chanyeol ke tempat-tempat baru, tidak bertemu dengan Sehun, tidak melihat Yoona. Aku rindu melihat mereka dalam satu waktu.


"Krys bagaimana kita ke Korea minggu depan." ujar Syera semangat.


"Tidak,tidak bisa.Ini bulan-bulan ujian." jawab Krystal,menolak permintaan Syera secara halus.


"Aish.." Syera mendengus kesal.


Krystal hanya tersenyum tipis melihat tingkah Syera yang kekanak-kanakan.


Tapi, setidaknya aku sudah memperbaiki ingatan ku meski sedikit saat meninggalkan Korea untuk pertamakalinya. Jika diawal aku menangis, maka hari itu aku tersenyum saat meninggalkan Korea.


Krystal tersenyum menatap langit. Aku pikir aku sudah ikhlas untuk membiarkannya benar-benar pergi dengan orang yang diinginkannya.


Siang itu, Krystal tidak sendiri lagi di atap sekolah, ada Syera yang menemaninya. Mungkin Chen sudah mengajarkan banyak hal padanya. Krystal tidak perlu khawatir saat Syera akan pergi kemana-kemana tanpa dirinya, Syera sudah berani duduk di selusur atap dengannya tanpa takut jatuh.


Ah, satu lagi yang lupa aku ceritakan, yaitu satu jawaban membuatku terdiam cukup lama  dan menyesal sudah menanyakannya pada Syera, "Kenapa cepat berubah?" hanya itu, cukup simple namun jawaban yang keluar dari mulut Syera tidak terduga.


"Karena jika nanti kau menikah dengan Sehun, kau tidak bisa menemaniku. Karena dimana-mana suami itu yang utama dibanding sahabat. Jadi aku banyak belajar dari Chen untuk mandiri."


Sepolos itulah jawaban dari Syera Queen, jawaban dari temanku yang kutemui 3 tahun yang lalu di depan pagar sekolah karena kami sama-sama baru dan sama-sama terlambat datang.


Aku percaya permohonan bisa terkabul dan itu nyata karena itu pernah terjadi padaku beberapa bulan yang lalu.


Krystal semakin tersenyum kala mengingat permohonanya saat ulangtahunnya minggu lalu.


Aku yakin, aku harus menungu 3 tahun lagi agar keingginanku terkabul.


Karena sepertinya, itu... adalah peraturannya.

__ADS_1



"Ternyata disini. Mr.Yixing mencari kalian. Belum pada ngasih laporankan kalian?" tanya Marcelino terengah-engah. "Lain kali laporan dulu sana, jadi aku gak kena sialnya saat ngantar laporan." ujar Marcelino dan meninggalkan keduanya disana.


Krystal terkekeh. "Ayo cabut, entar dia marah-marah lagi."


Syera mengangguk dan mengikuti langkah Krystal dari belakang.


Ketukan pintu terdengar, membuat Yixing berdehem pertanda bahwa si pengetuk boleh masuk


"Siang Mr." sapa Krystal dan Syera bersaamaan.


"Siang. Laporan mana?" tanya Yixing menatap kedua siswinya.


"Ini Mr." ujar Krystal dan Syera bersamaan lagi.


"Sepertinya kalian menikmati pertukarannya --terlihat sekali dari banyaknya photo-photo yang kalian tempel di setiap laporan." ujar Yixing membolak balik halaman  per halaman.


"Mr bisa aja." ujar Krystal tekekeh.


Yixing menatap keduanya membuat Krystal mendadak diam. "Sudah puas bertemu adek saya?" tanya Yixing begitu tiba-tiba, membuat Krystal dan Syera yang tadinya takut berakhir dengan raut binggung.


"Adek Mr? Mr punya adek? sekolah mana di Korea? kok Mr gak bilang,kan bisa kita lihatin untuk menggantikan Mr yang gak bisa lihat dia." ujar Syera santai plus sok akrab.


"Saya pikir saya bisa membantu adek saya sedikit meski harus memakai cara yang sedikit kurang bagus untuk ditiru. Ternyata tidak berguna sama sekali." ujar Yixing yang kembali fokus ke monitor dan mengetik--yang entah apa.


"Adek Mr namanya siapa?" akhirnya Krystal bersuara.


Mr.Yixing tersenyum. "Lupakan, saya hanya becanda." ujar Yixing diakhiri tawanya.


"Ih, candaannya gak lucu Mr." protes Syera.


Krystal mengangguk membenarkan.


"Sudah, kembali ke kelas kalian. Besok ada bazar bukan ? kelas kalian udah tau mau ngapain? oh, sekalian catatin setiap kelas kegiatannya apa, terus kasih ke saya." ujar Yixing yang membuat kedua siswinya mendengus tidak suka.


"Permisi Mr. Kami berkelana dulu." pamit Krystal dan Syera.


Yixing geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua siswanya itu. Karena diapun mengerti,mereka tidak suka. Mengelilingi sekolah yang luasnya minta ampun.


"Mungkin aku harus benar-benar bertanya padanya nanti, kenapa dia bisa jatuh cinta pada gadis seperti itu." ujar Yixing entah pada siapa.

__ADS_1


__ADS_2