Kumpulan Novel

Kumpulan Novel
12


__ADS_3

"Aku sudah didepan rumahmu. Keluarlah." ucap Chanyeol dan memutuskan panggilannya.


"Kita akan kemana?" tanya Krystal pada Chanyeol  seraya memasang Seatbelt .


"Ketempat yang Indah." jelas Chanyeol. "nikmati perjalanan nya Krys." lanjut Chanyeol.


"Baiklah. Oh, aku ingin bertanya sesuatu." ujar Krystal menatap Chanyeol disampingnya.


"Apa?"


"Waktu itu kau pernah mengatakan bukan jika kau menyukai seseorang, siapa?" tanya Krystal dan terus melihat Chanyeol.


"Kenapa? Kau takut aku diambil orang?" ujar Chanyeol bercanda.


"Bukan, aku pikir yang kau sukai itu Yoona." ucap Krystal pelan.


Chanyeol menoleh pada Krystal dan fokus kembali pada jalanan. "Apa alasanmu mengatakan jika aku menyukai Yoona?"


"Kemarin-kemarin aku bertemu Semi. Kau masih mengingatnya bukan? Semi teman dekat Krystal sebelum dia pindah." ujar Krystal yang dijawab anggukan oleh Chanyeol.


"Dia bercerita banyak hal padaku. Termasuk tentangmu yang menyukai Yoona. Kau tau sendiri, dia orangnya peka sekali pada orang. Bahkan tentang hubunganku dulu ketahuan karena ulahnya." ujar Krystal.


"Kau benar aku menyukai Yoona. Ada masalah?" tanya Chanyeol.


"Tidak." ujar Krystal dan memilih diam, memandangi jalanan.


...


"Wah, ini sungguh Indah." Krystal berdecak kagum pada pemandangan di depannya.


"Sudah kukatakan ini Indah. Ingin naik keatas?" tunjuk Chanyeol pada batu karang.


"Tentu." jawab Krystal.


"Aku sebenarnya penasaran dari dulu. Apa aku boleh bertanya tentang hubungan mu dan Sehun kenapa bisa berakhir? Dari sekian masalah Sehun, hanya ini yang tidak kuketahui." ujar Chanyeol menatap Krystal yang duduk disampingnya.


Krystal menghela nafas, menoleh pada Chanyeol. Membuka dan menutup kembali mulutnya, tampak ragu untuk menceritakannya.


"Jika kau tidak ingin bercerita, tidak apa-apa." ujar Chanyeol melihat raut Krystal yang tampak ragu untuk menceritakannya.


"Tidak, akan kuceritakan." sanggah Krystal.


"Aku rasa itu tepat ketika pertandingan fina basket kalian dan juga hari ulangtahunku." ujar Krystal menatap Chanyeol yang melihat pemandangan didepannya.


"Lalu?" tanya Chanyeol menatap Krystal.


"Kau ingat, saat aku menangis sambil berlari ke gerbang?" tanya Krystal.


Chanyeol mengangguk, "Aku ingat."


"Sejujurnya aku menangis karena Sehun waktu itu. Maaf" ujar Krystal menunduk.


"Kau berbohong padaku? Sulit dipercaya." ucao Chanyeol menatap Krystal tak percaya.

__ADS_1


"Maaf." ujar Krystal.


Chanyeol menatap Krystal, mengangguk sebagai jawabannya. "Lanjutkan ceritamu." ujarnya.


"Hari itu, saat aku bertanya padamu dan Xiumin hyung dimana Sehun aku mencarinya disekitar sekolah dan aku menemukan nya."


"Jadi? Kenapa kau menangis karena Sehun?"tanya Chanyeol binggung .


"A-Akku melihat mereka--" ucap Krystal terisak, bayangan bayangan itu kembali berputar.Chanyeol menepuk pundak Krystal, mencoba menenangkannya.


"A-aku melihat Sehun disana. Di sudut korido-or, mere-ka... Mereka ---"


Seolah mengerti dengan kelanjutan cerita Krystal, Chanyeol menarik Krystal kedalam dekapannya. "Tidak apa-apa, aku mengerti. Kau tidak perlu menceritakannya. Menangislah Krys, aku ada disini." ujar Chanyeol menenangkan.


Sore itu, hanya pantai, burung-burung yang berkicau, Tuhan dan Chanyeol yang menyaksikan betapa pilunya kesedihan yang dirasakan Krystal.


"Krys, bangun. Ayo pulang, ini hampir malam." ujar Chanyeol membangunkan Krystal yang tertidur dalam dekapannya.


"Huh... Jam berapa sekarang?" tanya Krystal seraya merapikan rambutnya yang berantakan.


"Jam 5." jawab Chanyeol. "Wah... Bajuku sampai basah. apa kau yakin ini airmatamu? Bukan air liur?" tanya Chanyeol mencoba menghibur Krystal.


"Ya! Kau pikir aku apa. Tentu itu air mata." ujar Krystal. "Maaf, lainkali akan kubuat lebih basah." ujar Krystal dan tertawa setelahnya.


"Apa mataku terlihat sembab? Bengkak?" tanya Krystal seraya mengulurkan tangannya pada Chanyeol, meminta bantuan agar bisa turun.


"Tentu, kau pikir kau menangis hanya 1 detik." ujar Chanyeol dan membatu Krystal turun.


"Ayo pulang, cari makan. Disekitar sini tidak ada." ujar Chanyeol dan melangkah pergi meninggalkan Krystal.


"Chanyeol-ah." panggil Krystal akhirnya.


Chanyeol berbalik, menatap Krystal yang berlari kearahnya dan memeluknya secara tiba-tiba.


"Hei, ada apa?" tanya Chanyeol yang tekejut dengan tingkah Krystal.


"Tida ada. Biarkan begini selama 5 menit." ujar Krystal.


Chanyeol tidak menolak, dia membiarkan Krystal memeluknya sampai batas waktu itu habis.


"Baiklah, sudah lebih dari 5 menit. Ayo pulang." ujar Chanyeol.


Krystal berjalan mundur, memberi jarak agar dapat menatap Chanyeol tanpa melepaskan kedua tangannya di pinggang Chanyeol.


"Ada apa?" tanya Chanyeol bingung menatap Krystal.


Krystal menggeleng, "Tidak ada, kau tinggi sekali rupanya." ujar Krystal bercanda. "Ayo pulang, aku lapar." lanjutnya dan meninggalkan Chanyeol dibelakangnya.


Beberapa langkah, Krystal berbalik dan terseyum menatap Chanyeol yang berjalan kearahnya.


Aku rasa, harusnya kau sudah berpaling dari dulu Chan.


...

__ADS_1


1 panggilan tak terjawab.


Unknown Number.


Yoona meletakkan kembali ponselnya dan melanjutkan aktivitasnya mengoleskan krim malam. Tak sampai 1 detik, ponselnya kembali berdering dari panggilan yang sama.


"Halo." jawab Yoona. "Siapa ini." tanyanya.


"Lama tak bertukar kabar Yoon, ini aku. Semi, Na Semi." jelasnya Semi.


"Semi? Na Semi temanku? Wah, aku rindu sekali dengamu." ucap Yoona tersenyum.


"Aku juga Yoon. Bagaimana kabarmu?" tanya Semi.


Senyum Yoon luntur kala beberapa hal menyadarkannya. "Tunggu, kau memdapatkan nomorku dari mana?" tanya Yoona datar.


"Krystal, aku bertemu dengannya kemarin-kemarin." jelas Semi.


"Kita harus bertemu Semi. Ada hal yang ingin kubicarakan padamu." ujar Yoona dingin. "Akan kuberitahu lokasinya nanti." lanjutnya dan memutuskan panggilannya.


"Semi, jadi kau yang memberitahunya? Apa kau memberitahu dia semuanya?" ujar Yoona geram, menggenggam erat ponselnya.


1 Pesan dari Yoona.


Mari bertemu dia cafe M.


Semi terseyum membaca pesan dari Yoona seraya mengetik pesan balasan untuk Yoona.


Baiklah, mari bertemu lusa.


Aku ada waktu saat itu.


Send


"Rasanya aku tau apa yang dibahas oleh Yoona nanti." ujar Semi terseyum.


...


"Sehun, Appa ingin berbicara dengan mu." ujar Hyuna membuat aktivitas Sehun berhenti.


"Baiklah." jawab Sehun seraya meletakkan baju basketnya diatas tempat tidur dan menemui Yeon Seok di ruangannya.


"Ada appa? Tumben sekali ingin berbicara denganku. Ada hal yang penting?" tanya Sehun seraya duduk disamping Yeon Seok.


"Maaf appa mengatakan ini. Appa rasa, kau harus meninggalkan basketmu Hun. Kuliahlah jurusan Hukum dan gantikan Appa." ujar Yeon Seok.


"Tidak, appa sudah setuju jika aku menjadi pemain basket." bantah Sehun.


"Kau benar, tapi itu jauh sebelum oppamu Yixing menjadi Guru di USA." jelas Yoonseok.


"Appa tau aku sungguh menyukai basket." ujar Sehun pelan.


Yeon  Seok menghela nafas, memandang putranya yang menunduk,  "Pergilah, appa rasa keputusan mu tidak akan berubah."

__ADS_1


"Maaf appa." ujar Sehun dan meninggalkan Yeon Seok sendirian.


__ADS_2