Kumpulan Novel

Kumpulan Novel
22


__ADS_3

Bukan rahasia umum lagi di kalangan Pemain Basket, Atlet Basket dan juga pencinta Basket tentang score pada tiap jenis Shoot yang mereka lakukan.


Shoot pedek bernilai 1 poin.


Shoot jauh bernilai 3 poin.


Dan Shoot yang hanya bisa dilakukan 1 kali dalam permainan Basket. Shoot pada detik-detik terkahir yang bernilai 2 poin.


Sehun lega karena Shootnya masuk kedalam ring tepat waktu dan membuat timnya lebih unggul 2 angka.


78-80


Seperti sudah menjadi rutinitas dan seperti sudah seharusnya piala itu dibawa pulang oleh YALE setiap tahunnya.


Sorakan kemenagan dari setiap asal penjuru sekolah di Seoul menambah momen bahagia terakhir mereka di tingkat akhir Sekolah.


Bahagia. Sudah pasti keempatnya bahagia, tapi tidak dengan 'dia'.


Dia yang melirik sekilas ke arah penonton Sekolah KIRIN sebelum berbalik dan meraih tasnya untuk pulang.


Tak satupun yang tau apa yang dilihatnya disana, tak satupun tau perasaanya bagaimana, tak satupun tau jika ia benar-benar menyerah untuk segalanya. Menyerah untuk Cintanya dan menyerah untuk Basket yang sudah menjadi bagian dirinya.


...


"Saem,party dong...yah yah yah yah." ujar Xiumin mencoba membujuk Nam saem untuk membuat party.


"Saem, ayolah...kami sudah menang terus menerus dan tak pernah ada party sekalipun." ujar Sehun membantu Xiumin.


"Benar Saem, biasanya Suho yang membuat party untuk kemenagan. Kali ini saem saja." ujar Chanyeol ikut-ikutan.


Nam saem medelik penasaran, menatap Chanyeol. "Kenapa tidak bilang sama Suho biar bikin party?"


Chanyeol tersenyum bodoh sebelum menjelaskan, "Kartu kreditnya kenak limit, kemaren makan besar-besaran di Resto."


Suho hanya mengangguk kala Nam saem menatapnya miminta pembenaran dari penjelasan Chanyeol.


"Ah, jika Nam saem tidak mau kita bisa ke cafe mu. Bisa gratis." ujar Sehun semangat.


Chanyeol menggeleng, "Tidak-tidak. Aku tidak bisa lagi mengajak kalian kesana. Eommaku marah-marah karena selalu membawa orang banyak kesana makan dan ujung-ujungnya gratis." ujar Chanyeol mengingat ketika Ia pulang setelah mengantar Krystal dan temannya pulang. Nyonya Park menunggu nya di ruang tamu dan saat melihatnya masuk ia dimarahi habis-habisan. Chanyeol bergidik ngeri, ia tidak ingin itu terjadi lagi. Eommanya sungguh galak jika sedang marah.


"Saem...ayolah, sekali saja. Ini yang pertama dan terakhir." ujar Xiumin dan yah-- ini memang pertama dan terakhirnya mereka party untuk kemenagan mereka.

__ADS_1


"Baiklah, kita kerumah saem. Kita akan manggang danging sapi Korea, minum Soj--ah, tidak-tidak kalian masih sekolah. Kita minum cola saja." ujar Nam Saem membuat Sehun,Xiumin,Suho,Chanyeol yang tadinya berbinar kala mendengar nama soju hampir disebutkan sebelum kewarasan pelatih mereka kembali membuat raut mereka mendadak muram.


"Hola, aku sudah ketinggalan sampai mana ?"


"Udah jauh, lama banget datangnya. Macam cewe yang dandan buat ngedate. 2 jam lebih." cibir Sehun seraya memasukkan daging yang dipanggag oleh Chanyeol kedalam mulutnya.


"Itu belum masak! cepat keluarkan!" teriak Chanyeol pada Sehun.


Sehun tersenyum,"Sudah ketelan." jawabnya polos.


"Sakit perut aku tidak tau.Makan lihat-lihat dulu, jangan asal masuk."omel Chanyeol panjang lebar. Bahkan ocehannya tidak berhenti sampai 5 menit kedepan,bahkan dia tidak sadar jika Sehun sudah berjalan menjauh menghampiri Kai.


"Kau dari mana saja hingga baru datang?"


"Dirumah."


"Dirumah? kau yakin? rumahmu hanya 2 blok aja dari sini. Kenapa lama sekali?"


"Macam tidak tau saja." ujar Kai terkekeh.


"Palingan dia di ajak Bibi Kim ke arisan-arisan elite di seoul. Jika dia menolak, hilang sudah mobil Sportnya." celutuk Xiumin tiba-tiba.


Kai hanya mengangguk pasrah, anggap saja memang begitu kejadiannya. Untuk apa juga ia menjelaskannya panjang lebar bahkan tidak akan satupun orang yang mengerti, bahkan Xiumin saja yang kenal lama dengannya tidak mengerti sama sekali.


Xiumin bahkan tidak tahu untuk siapa dia bermain basket. Karena jika Xiumin tahu itu, maka seratus persen ia tidak akan mengatakan itu, tidak akan menyuruhnya move on atau apalah.


"Kau yakin tidak ada masalah?" tanya Sehun lagi.


Kai tertawa. Bukan tertawa lepas kerena aksi konyol Sehun sangat makan, dia tertawa hambar bercampur miris. Menertawakan dirinya sendiri yang berusaha berdiri tegar meski kenyataanya dia sudah jatuh kedalam jurang tanpa tau bagaimana untuk bangkit. "Aku tidak apa-apa. Semuanya aman terkendali." jawabnya santai dan yakin.


"Baiklah,nikmati pestanya. Kau sudah ketinggalan banyak."ujar Sehun dan melangkah jauh dari Kai dan Xiumin.


Xiumin duduk di kursi tempat Sehun duduki beberapa detik lalu. "Apa yang kau lihat waktu itu?" tanya Xiumin menatap Kai.


"Apa?"


"Jangan berlagak bodoh diwaktu yang tidak tepat. Apa yang kau lihat di bangku Sekolah KIRIN?" tanya Xiumin lagi dan memperjelas pertanyaanya dari yang sebelumnya.


"Hanya melihat, banyak yang bangga atas kemenangan kita. Mereka tetap mengangumi YALE meski sekolah mereka punya Tim Basket. Aku hanya tak ingin melupakan bagaimana mereka bersorak bangga untuk kita, aku hanya ingin melihatnya dan menggingatnnya dalam hati bahwa aku pernah jadi idola untuk setiap kaum hawa di seoul yang datang hari itu." ujar Kai terkekeh, membuat Xiumin yang hampir tersentuh degan kata-kata manis yang keluar dari mulut Kai malah mendegus kesal.


Tidak,aku hanya ingin melihat dua bangku yang selalu kosong ditengah.Bangku yang selalu terisi dengan orang yang sama. Dan sayangnya hanya pernah diduduki selama dua kali dan pada akhirnya akan selalu kosong.

__ADS_1


"Lantas kenapa kau pulang sangat cepat?"


"Kau tau bukan Eomma ku itu bagaimana. Mobil ku bisa melayang jika aku tidak ikut dengannya." jawab Kai.


Tidak, aku harus bergegas untuk segera meninggalkan kebiasaan lamaku.Aku sibuk membakar semua hal yang berbau Basket di taman belakang rumah.


"Nikmati partynya Kai, bersenang-senang lah. Sebelum bulan depan sengsara." ujar Xiumin terkekeh dan meninggalkan Kai disana.


Kai mengangguk,melihat Xiumin yang berjalan menghampiri member mereka yang sibuk bergerumun disana sambil bernyanyi.


Kai tersenyum menatap langit dan beranjak berdiri meghampiri mereka dan mengambil alih gitar dari tangan Chanyeol.


"Woo...Kai-ah,tumben sekali mau bermain gitar. Ayo perlihatkan kehebatanmu." ujar Sehun.


"Baik. Lihat,dengar dan hayati laguku." jawab Kai santai dan memulai memetik senarnya.


Aku tidak berkencan tuk menangis.


Aku tidak menciptakan kenangan tuk terluka.


Aku tidak mencintaimu tuk mengucapkan selamat tinggal 🎶


Kita telah melewati banyak jalan yang terjal.


Aku harap kau akan berjalan di jalan yang berbunga.


Lupakan semua kenangan kita saat kau pergi 🎶


Semua orang pernah mengalami putus cinta.


Jadi jangan terlalu sedih.


Aku akan mencari seseorang yang berbeda denganmu 🎶


Tinggalkan aku dan hiduplah bahagia


Jangan terluka seperti saat kamu bersamaku 🎶


"Melankolis sekali. Aku mau yang yang Fun." protes Chanyeol dan mengambil kembali gitar dari pangkuan Kai.


"Sudahkuduga kalian tidak mau lagu begitu." ujar Kai terkekeh. "Baiklah, mari dengarkan lagu yang katanya fun oleh Chanyeol." lanjutnya.

__ADS_1


Chanyeol berdehem, memetik senar gitarnya bagaikan orang yang sudah Pro dalam hal itu.


Malam itu,semuanya bahagia. Kecuali Dia. Semuanya tertawa lepas,kecuali Dia yang tertawa hambar. Malam itu,lagi dan lagi dia sedih di tengah-tengah keramain.


__ADS_2