
"Ada apa dengan wajahmu? buruk sakali." ujar Xiumin terkekeh dan duduk di samping Kai diikuti Suho.
"Ah, Hyung ..." rengek Kai pelan membuat Suho tertawa.
"Ada apa? apa ini tentang Syera ? sudah kukatakan bukan, kalian sudah putus. Jagan mengejar yang tak pasti Kai-ah." jelas Xiumin.
Kai mengerti kenapa hyungnya mengatakan itu, yang tidak iya mengerti kenapa hatinya masih memilih Syera. Itu sangat menganggu.
Kai menatap Suho yang tengah memainkan ponselnya."Suho Hyung." panggil Kai.
Suho menarik fokusnya dari ponsel miliknya lantas manatap Kai dan mengeryit binggung seolah bertanya 'Ada apa?'
"Aku ingin kecan buta. Kau bisa atur bukan ?" ujar Kai yakin.
Xiumim kaget, lantas menatap wajah Kai dengan teliti. Keyakinan dan percaya diri, Xiumin bisa melihatnya di wajah Kai.
"Kau serius?" tanya Suho meyakinkan.
"Tentu." jawab Kai diikuti anggukan kepala.
"Baiklah." jawab Suho.
...
Chanyeol berdiri di depan parkiran sekolah, bersedekap dada. Saat mobil yang ditunggu-tunggu datang, Chanyeol tersenyum.
"Hai, selamat pagi." ujar Chanyeol.
"Pagi juga Chan. Apa yang kaulakukan di parkiran?"
"Menunggu mu. Maaf semalam aku tidak datang ke pesta ulangtahun milikmu, Appa dan eomma ku tiba-tiba mengajaku keluar ketempat pertemuan kantornya." jelas Chanyeol pada Krystal.
"Tidak apa-apa." jawab Krystal.
"Ini hadiah dari ku." ujar Chanyeol dan mengeluarkan kontak berwarna Merah maroon dari dalam tasnya. "Buka dirumah saja, jangan disini saja." ujar Chanyeol menahan pergerakan Krystal yang ingin .membukanya.
"Baiklah." ujar Krystal dan memasukkan hadiah Chanyeol kedalam tasnya.
Chanyeol merangkul Krystal dan tersenyum hangat. "Ayo masuk. 10 menit lagi bel akan berbunyi."
Krystal mengangguk dan berjalan bersisihan dengan Chanyeol.
Sehun yang baru saja tiba,menggeleng pasrah dengan adengan mesrah pagi-pagi yang dilihatnya.
"Sehun-ah..."
Sehun melirik mencari sumber suara yang memanggil namanya. Sehun tersenyum kala mendapati siapa yang memanggil namanya. Dia Yoona yang sedang melambaikan tangannya padanya.
Sehun lantas bergegas berjalan kearah Yoona. "Ayo masuk, bel akan berbunyi." ujar Sehun menarik Yoona agar berjalan sejajar dengannya.
...
"Sampai sini pelajaran kita, ingat tugas besok lusa dikumpul." ucap Kang saem, dan berjalan keluar dari kelas.
Chanyeol tetap pada pendiriannya, mendekati Krystal terus menerus sampai Sehun mengerti dengan hatinya.
Chanyeol membereskan bukunya dan bergegas keluar dari kelas. Sulit di percaya namun nyata adanya. Krystal berdiri anggun di depan kelasnya.
Chanyeol memasukkan tangannya kedua saku celana,berjalan cool kearah Krystal dan tersenyum.
"Ada apa?" tanya Chanyeol berhenti tepat di depan Krystal.
"Terimakasih, hadiah mu sangat cantik." ujar Krystal. "Tapi--" lanjut Krystal memandang Chanyeol ragu.
"Kenapa?"
"Aku sudah memilikinya." jelas Krystal. "Sehun memeberikannya padaku sebagai hadiahnya." lanjut Krystal.
"Tidak apa-apa. Kau bisa bergantian memakainya." ujar Chanyeol terkekeh.
"Begitukah ? baiklah." ujar Krystal tersenyum.
"Ah, aku baru ingat. Ada ingin ku katakan padamu." ujar Chanyeol mendadak serius.
"Apa?"
"Jangan disini, ikut aku." ujar Chanyeol dan manarik Krystal pergi dari depan kelasnya.
...
__ADS_1
"Hei, kau tidak ingin ke kantin?"
Yang diajak bicara hanya diam, pikirannya melayang entah kemana.
"Syera, ada apa? kau jadi banyak diam." ujar Chen menatap Syera yang menopang dagunya dengan tangan.
"Tidak ada." jawab Syera sekenanya.
"Aku yakin pasti ada sesuatu. Apa itu ada hubungannya dengan Kai ?"
Syera menggeleng.
"Aku jadi yakin itu tentang Kai." ujar Chen. "Apa yang kalian bicarakan ?"
"Hanya tentang masalalu yang sedikit kelam.Dan yah...itu sangat menyakitkan." ujar Syera.
"Wae?" tanya Chen binggung.
"Hanya salah paham. And the secret that I have. I can't tell you the secret. If you know, you will don't want to be my friends." ujar Syera menatap Chen.
"Okay, aku tau maksudmu. Aku tidak akan bertanya banyak. Jadi ingin ke kantin?"
"Tidak, kita disini saja." ujar Syera dan menopang dagunya dengan kedua tangannya menatap Chen.
"Apa kau lahir di USA?" tanya Chen mencoba mencari bahan pembicaraan.
"Tidak, aku lahir di Korea." jawab Syera masih dengan posisi yang sama.
"Lalu, kenapa kau kesana?" tanya Chen.
"Itulah rahasia yang tak bisa aku katakan padamu. Maaf." cicit Syera.
Chen terkekeh, mengelus lembut kepala Syera, "Kau gadis yang penuh rahasia." ujar Chen.
Syera tersenyum lebar menatap Chen,seolah mengiyakan apa yang dikatakan Chen padanya.
Chen manarik uluran tangganya dari atas kepala Syera,menatap Syera dengan jutaan makna. "Aku ingin menghiburmu,tapi aku tak tau caranya karna kau tak memberitahuku apa masalahmu, aku ingin dekat denganmu namun kau memberi penghalang, tak bisakah aku jadi satu-satunya orang yang mengerti tentang hidupmu,kisah kelam mu? aku janji,aku tidak akan meninggalkanmu." ujar Chen.
Syera sempat terhipnotis dengan permainan kata Chen, namun pikirannya kembali bekerja dan menariknya kembali kedunia nyata.
Siapa yang ingin berteman dengan gadis seperti dia ? Bahkan Syera berani bertaruh demi pulau spongebob yang baru di temukan beberapa tahun yang lalu, Chen tidak akan tetap tinggal disisinya.
"Kenapa kau mendadak seperti orang yang melankolis?" ujar Syera.
Chen menggeleng. "Hanya mencoba untuk membuatmu tertawa. Dan ternyata caranya begitu." ujar Chen tersenyum.
Syera mengangguk mengerti,menatap Chen yang duduk berhadapan dengannya. Meski Syera mengerti apa maksud Chen sebelumnya, namun lebih baik ia pura-pura tidak tau.
Karena pada kenyataannya lebih baik seperti itu.Chen tetap menjadi temannya,tanpa perlu tahu apa-apa tentang kehidupannya. Seperti ia mempertahankan Krystal tetap disisinya tanpa bercerita banya hal tentang hidupnya.
Syera tersenyum menatap Chen kala laki-laki itu mentapnya bagaikan objek yang indah dan tak pantas terlewatkan sedikitpun.
Harusnya Syera sadar, ia tidak boleh meminta lebih. Menjadikan Chen sebagai kekasih adalah mimpi buruk baginya.
"Kapan pertukaran pelajar kalian selesai?"
" 2 hari lagi." jawab Syera.
"Secepat itukah ?"
"Iyah, sekolah ku mempercepatnya. Ada hal yang harus kami lakukan disana, dan itu membutuhkan ku dan juga Krystal." jelas Syera
"Kegiatan apa?" tanya Chen penasaran.
"Entahlah aku tidak mengerti bagaimana menjelaskannya."
Chen hanya mengangguk."Esok,kau tidak lagi ada disekolah bukan ?"
"Iyah, aku hanya datang untuk menemui kepala sekolah besok. Nikmati hari mu dengan baik." ujar Syera tulus.
Satu hal yang tak pernah Syera pikirkan akan membuat hidupnya sedikit berwarna, mengikuti Syera ke Korea bukanlah hal paling bodoh dia lakukannya namun hal yang menyenangkan.Ini menyenangkan meski harus rela tidak bertemu keluarganya di Jepang. Karena jika ia ke Jepang, maka ia tidak akan menemukan sosok Chen yang duduk tersenyum manis di hadapannya saat ini.
...
"Hari ini temani aku disini. Aku tau kau besok tak akan masuk sekolah. Masanya sudah hampir tiba."
"Kau ingin hari ini kita cabut?"
"Iya, kau mau bukan ? ada yang ingin kusampaikan padamu."
__ADS_1
Cahaya matahari masih diatas ketika aku dan dia baru saja memijakkan kaki disini. Tempat baru yang baru aku datangi. Dia selalu megajakku ke tempat-tempat baru yang bukanlah sesuatu yang mudah untuk mencarinya di daring.
"Jika waktu bisa diputar, kau ingin kembali masa yang mana ?" ujar Chanyeol memulai permbicaraan.
Kemasa dimana Yoona tidak ada, kemasa aku tidak memaksa Sehun untuk berteman denggannya, kemasa aku tidak membohongi Sehun untuk mengujungi tetangga baru yang ternyata adalah Yoona.
"Aku tidak tau. Mungkin dimasa dimana aku benar-benar bahagia." akhirnya hanya itu jawabanku yang bisa kuberikan. Dan nyatanya masa itu tidak pernah ada.
"Aku ingin kembali dimana masa aku ingin tetap tinggal di kota kelahiranku. Dengan begitu, aku tidak merasakan seperti ini."
Krystal mengerti maksud Chanyeol dan sangat paham betul makna di balik kata-katanya. Dia menyesal munyukai Yoona sampai tidak tau caranya bagaimana harus berbalik dan mencari cintanya yang lain.
"Kita hampir sama. Bedanya cintamu melihatmu dan memiliki rasa yang sama dan Cintaku dia kebalikan dari kalian."
Krystal hanya tetap diam dan mendengarkan, mengambil makna dari setiap kalimat yang diucapkan Chanyeol. Mungkin Chanyeol sudah lama memendam hingga akhirnya ia berani bercerita karena tak sanggup untuk menahannya lagi sendirian.
"Jikapun aku tidak bisa kembali, tolong berikan aku pilihan. Pilihan untuk tidak jatuh cinta padanya, karena itu menyakitkan."
Krystal mengangguk,mengerti bahwa kini Chanyeol benar-benar menyerah untuk menggapai Cintanya.
"Aku tau kau sakit melihat mereka selalu bersama. Aku juga mengerti rasanya,karena kita hampir sama." ujar Krystal menatap Chanyeol.
"Aku yakin kau akan menemukan cintamu, bahagia dengan dirinya yang juga mencintaimu seperti kau mencintainya. Tapi, bertahanlah untuk saat ini. Sampai kau berani mengatakan Cintamu padanya, dengan begitu kau bisa berbalik dan mencari cintamu yang lain. Penyesalan akan selalu datang jika kau tak kunjung memberitahunya. Aku yakin kau bisa."
Chanyeol tersenyum dan turun dari kap mobilnya diikuti Krystal.
"Kita jadi melankolis sekali tadi. Apa itu benar-benar kita?" ujar Chanyeol terkekeh mencoba mencairkan suasana yang menyedihkan beberapa detik yang lalu.
"Aku tidak tau. Rasanya itu bukan kita." jawab Krystal terkekeh. "Apa kau tau sebuah permainan yang biasa dilakukan oleh laki-laki dan wanita saat datang kepantai?"
"Tidak." jawab Chanyeol.
"Mereka bermain kejar-kejaran. Seperti itu." ujar Krystal menatap sepasang burung yang terbang jauh diatas mereka.
"Ah..itu. Itu permainan lama." ujar Chanyeol mendadak seperti anak milenium yang tak ingin melakukan hal-hak klasik.
"Ayolah. Aku sudah mendegar cerita-cerimu. Kali ini kabulkan permintannku." ujar Syera berjalan mundur menjauhi Chanyeol.
"Jika aku sudah menangkapmu,kita berhenti." ujar Chanyeol memberi persyaratan. Krystal menggeleng.
"Tidak, kita berhenti sampai kita lupa semua masalah kita." ujar Krystal berhenti melangkah dan menatap Chanyeol.
"Itu akan memakan waktu yang lama." protes Chanyeol dan mulai melangkah.
"Siapa yang tahu jika kita belum mencobanya." ujar Kryatal terkekeh dan melanjutkan langkah mundurnya. "Anak Basket tidak boleh malas." ujar Krystal berbalik dan benar-benar berlari menjauhi Chanyeol.
Chanyeol terkekeh dan mengejar Krystal yang berlari di depannya.
Hari itu, bukan hanya sepasang burung saja yang berkejar-kejaran di langit dan merasakan bahagia.
Ada sepasang makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia juga menikmati kebahagiaan itu disaat yang bersamaan.
Melupakan masalah yang ada dan mencoba menghibur diri sendiri.
Aku kini mengerti, kenapa aku dibiarkan jatuh cinta pada orang yang salah. Karena dengan begitu, saat aku benar-benar menemukan cinta sejatiku aku tidak mudah melepaskannya.
Jika Sehun bodoh melepaskan mu begitu saja, maka aku tidak akan.
Tapi aku bukanlah Sehun, aku Park Chanyeol yang sedang jatuh cinta pada orang yang salah.
Aku Park Chanyeol yang menghibur diri dengan orang-orang yang sama sepertiku.
Sama-sama merasakan sakitnya Cinta membuat kita mirip dan cocok.
Namun aku tidak ingin mengulang kesalahan yang sama.
Aku memilih menyerah bahkan sebelum aku tau letak garis startnya.
Kau bukan Cintaku dan milikku.
Kau hanya milikknya dan sampai kapanpun akan begitu.
Aku cukup bahagia dengan ini.
Dan tolong jangan memiliki perasaan apapun padaku.
Itu akan membuatku sakit dan kau juga.
Chanyeol tersenyum menatap gadis yang masih berlari mundur di depannya.
__ADS_1
Tetapla seperti itu, tersenyum bahagia.