
Dering ponsel Krystal menganggu suasana hening yang menyelimuti ruangan sedari tadi, dengan buru-buru Krystal menerima panggilan tersebut.
"Halo ?" jawab Krystal.
"Krystal, kau sudah kembali rupanya. Kenapa tidak memberikan kabar? Pulang kerumah malam ini."
Tak langsung menjawab,ia melihat layar ponselnya untuk melihat siapa yang meneleponnya. Ternyata itu Mamanya.
"Maaf Mama, aku tidak sempat berkunjung dan lupa mengabari Mama. Aku akan segera berkunjung kesana."
"Baiklah, Mama tunggu dan ajak Sehun sekalian. Mama sudah lama tidak melihatnya."
Krystal diam-diam melirik Sehun. Mencari cara bagaimana mengajak Sehun. Mamanya juga ada-ada saja, rumah Sehun ada disebelah rumah mereka, bagaimana mungkin tidak pernah melihat laki-laki itu sekali saja.
Well, memang pada dasarnya, Ibunya kelewat baik pada Sehun. Bisa dikatakan mereka seperti anak yang tertukar, Sehun anak keluarga Jung dan dirinya anak keluarga Oh.
Krystal menghela nafas, "Iyah, nanti aku akan bicara dengannya. Tapi aku tidak bisa janji dia akan ikut datang."
"Yasudah, Mama mau masak dulu. Sampai jumpa." panggilan terputus.
Krystal melihat jam yang sudah menujukkan pukul 17.30,sudah lama juga ia berada di Cafe ini hingga hampir malam.
Aku harus berangkat sekarang, agar sampai sebelum makan malam dirumah.
Krystal berdiri dari tempat duduknya membuat sahabat kecilnya melihat bingung ke arah nya.
"Aku harus pulang. Mama menungguku." jelas Krystal dan berjalan keluar,meninggalkan ketiganya didalam Cafe.
Yoona melirik jamnya. Ini sudah hampir malam dan dia harus pulang juga, Ibunya pasti khawatir. Apalagi dia masih menggunakan seragam.
"Hun, ayo pulang. Ini sudah hampir malam." ajak Yoona.
Bagaikan pacar yang baik, Sehun menurutinya. Ketiganya berjalan keluar menuju parkiran.
Sehun yang ingin membukan pintu pada Yoona memandang Chanyeol binggung ketika Chanyeol tiba-tiba saja menutup pintu mobilnya kembali.
"Ada apa Yeol?" Sehun bertanya bingung.
"Aku yang akan mengantar Yoona, kami searah. Lebih baik kau mengantar Krystal, kaliankan searah." Chanyeol melihat jamnya kemudian melihat Sehun lagi. "Bus kearah rumah mu sudah tidak adalagi jam segini bukan? Kasihan dia menunggu lama di halte." jelas Chanyeol.
Merasa paham, Sehun melihat Yoona meminta persetujuan pada kekasihnya itu. Dan baiknya Yoona memperbolehkan meski ada rasa khawatir yang timbul.
Sehun masuk kedalam mobilnya,diikuti Yoona yang masuk kedalam mobil milik Chanyeol. Meninggalkan area Cafe dan berpisah di depan cafe karena arah yang berbeda.
Sehun menuju ke halte terdekat dengan Cafe dan benar saja ia menemukan Krystal duduk di bangku halte sendirian.
Sehun berhenti, keluar dari mobilnya dan berjalan kearah Krystal. "Ayo pulang denganku." ajaknya.
Krystal mendongak menatap orang yang berdiri dihadapannya,dan betapa terkejutnya ia malah menemukan Sehun berdiri didepannya.
"Jam segini tidak akan ada bus yang lewat kearah rumah." jelas Sehun.
Krystal menunduk, merutuki dirinya yang bisa-bisanya melupakan hal penting itu.
"Kau tidak ingin ikut?" tanya Sehun melihat kediaman Krystal.
Krystal mendongak lagi melihat Sehun, "Apa tidak akan merepotkan?" tanya Krystal memastikan.
Sehun menggeleng, "Tidak. Kita searah. Kau jadi amnesia yah setelah kembali dari sini?" tanya Sehun.
Setelah mengucapkan itu Sehun tiba-tiba merutuki dirinya yang banyak bicara dan memilih berbalik dan memasuki mobilnya, menunggu Krystal di dalam mobil.
Krystal berjalan mendekat, membuka pintu mobil milik Sehun dan masuk. "Iyah, aku amnesia. Banyak hal yang ingin kulupakan." ucap Krystal sambil memasang Seatbelt nya.
Sehun diam tak ingin menanggapi perkataan Krystal. Ia melajukan mobilnya.
Krystal menatap jalan kerumahnya. Mengingat-ingat kenangan apa saja dulu yang pernah terjadi disini. Mungkin sudah banyak hal yang terlupakan dan mungkin masih banyak hal yang masih dia ingat dengan baik.
"Aduh.." tiba-tiba Krystal memekik, membuat Sehun mengerem secara tiba-tiba.
__ADS_1
Sehun melihat Krystal dengan bingung, "Ada apa?"
"Aku lupa dengan Syera. Bagaimana ini? Besok dia berangkat sekolah dengan siapa? jika dia tersesat bagaimana?" tanya Krystal. Membuat Sehun mendengus. "Kukira ada hal yang mendesak, ternyata itu."
Krystal menatap tajam Sehun, "Itu mendesak. Aku takut dia tersesat. Anak itu selalu tersesat jika melangkah keluar dari apartemen. Putarbalik! Antar aku ke apartemen ku!"
Sehun tertawa. Sudah lama sekali rasanya ia tidak tertawa begini.
Mata Krystal memicing membuat Sehun berhenti tertawa. "Oke-oke maafkan aku. Besok hari minggu dan sekolah libur. Jika kau ingin ke apartemenmu,turun saja. Aku tidak mau mengantarkanmu, jauh." jelas Sehun.
Krystal malu, bagaimana dia bisa melupakan jika besok hari minggu. Ia menunduk, tak berani lagi melihat Sehun.
Sehun kembali melajukan mobilnya. Melirik Krystal yang masih menundukkan kepalanya. "Kalau kau masih mengkhawatirkannya, kabari dia untuk tidak keluar apartemen dan bilang kau akan pulang besok." Sehun memberikan saran.
Krystal mengeluarkan ponselnya dari dalam tas, mengirim pesan pada Syera seperti yang diucapkan Sehun, kemudian memasukan ponselnya lagi.
Sehun melirik Krystal lagi dan mendapati Krystal masih menunduk. "Angkat kepalamu, nanti leher mu sakit. Kita sudah hampir sampai." ucap Sehun.
Krystal mengangkat kepalanya memperhatikan jalan sekitar, memastikan mereka hampir sampai atau tidak.
Taman itu... Bahkan tidak banyak berubah.Hanya bertambah pohon-pohon dipinggir taman. Lapangan basket yang merangkap sekaligus lapangan bulutangkis itu sudah diperbaiki. Krystal memperhatikan taman yang berada di komplek rumahnya. Tempat itu banyak kenangan dengan laki-laki disampingnya ini. Ia terus melihat taman itu sampai hilang dari jarak pandangnya.
Kemudian memilih Sehun sebagai objek untuk dilihat. Tiba-tiba ia mengingat pesan Mamanya untuk mengajak Sehun kerumahnya membuatnya linglung bagaimana cara mengajaknya.
Berulangkali ia membuka dan mengatupkan bibirnya, masih ragu untuk menyampaikan keinginannya pada Sehun. Merasa diperhatikan Sehun melihat Krystal.
"Ada yang ingin kau sampaikan?" tanya Sehun.
Krystal mengangguk, "Itu... Bagaimana bilangnya yah?" ucap Krystal gugup.
Mobil Sehun berhenti membuat Krystal mengernyit bingung. "Kenapa berhenti?" tanyanya.
"Sudah sampai. Itu rumahmu. Apa kau lupa dengan rumah juga?"
Krystal menggeleng, "Sehun" panggilnya.
"Begini, itu... MamaKu... ingin bertemu denganmu. Kau bisa?" ucap Krystal gugup.
"Bagaiman jika aku tidak bisa?" Sehun balik bertanya.
Krystal tersenyum, melepaskan seatbelt nya dan membuka pintu mobil, "Tidak masalah. Terimakasih sudah mengantarkanku."ucap Krystal sambil turun dari mobil dan menutup pintunya lagi. Membuka pagar rumahnya dan menutupnya kembali.
Melihat Krystal yang sudah masuk kedalam rumah, Sehun menghela nafas. "Padahal aku kan hanya bertanya. Bukan menolak ajakannya." Sehun menyalakan mesin mobilnya menjalankan mobilnya sampai di depan rumahnya yang berada tepat disamping rumah Krystal.
Krystal melangkah masuk kerumahnya, memandangi rumahnya yang tidak berubah samasekali, masih tetap sama seperti 2 tahun yang lalu.
"Oh, kau sudah datang rupanya." ujar Nami yang datang dari arah dapur.
Krystal tersenyum, "Ia Mama, barusaja sampai."
Nami mendekat, memeluk erat putrinya. "Mama senang akhirnya kau pulang."
"Krys juga senang bisa kembali. Krys sungguh rindu dengan Mama dan juga Appa."
Nami melepaskan pelukannya, tapi tangan-nya masih memegang kedua pundak putrinya, menatap putrinya yang sudah lama sekali tidak dilihatnya. Putrinya yang tumbuh dengan baik dan menjadi gadis yang cantik. Dia senang akhirnya bisa melihat Krystal berdiri didepannya.
"Mama senang kau pulang. Pergilah kekamarmu, bersih-bersih dan turun kebawah untuk makan malam."
Krystal mengangguk dan berjalan kekamarnya. Menaiki anak tangga satu persatu yang sudah lama sekali tidak ia pijak.
Krystal terseyum ketika bayang-bayang masa kecil itu kembali datang.
"Krystal... Berhenti." ucap seorang anak laki-laki.
Krystal yang tak mau berhenti terus berlarian menuruni anak tangga, "Tidak mau. Ayo Sehun... Tangkap aku" ujar Krystal sambil memperhatikan Sehun yang berlari dibelakangnya.
"Ya! Awas." teriak Sehun.
__ADS_1
Sehun menuruni anak tangga dengan cepat, berjongkok didepan Krystal yang memegangi kakinya yang terkilir. Bukannya menolong, Sehun memberikan jitakan pada kepala Krystal.
"Ya! Kenapa kau malah memukul kepalaku?!"
"Karena kau bodoh, sengaja aku pukul biar otak mu tidak beku." ujar Sehun.
"Jahat. Aku baru saja jatuh dari tangga dan kau malah memukulku. Sehun jahat!" teriak Krystal.
Krystal tersyum kala mengingat kenangan masa kecilnya, semuanya terlalu Indah.
Krystal keluar dari kamarnya setelah mandi dan menganti bajunya. Ia menuruni anak tangga sambil memperhatikan setiap sudut ruangan.
Rumah ini memilki banyak kenangan tentangnya dan juga Sehun.
Langkahnya terhenti kala melihat Sehun dan Mamanya berjalan melewatinya begitu saja. Yang membuatnya bingung perihal Sehun yang ada dirumahnya, padahal laki-laki itu sudah jelas menolaknya tadi.
Kenapa dia datang?
Sehun yang melihat Krystal masih berdiri diam di tangga mengabaikan Krystal dan terus berjalan kedapur.
Krystal yang melihat tingkah Sehun berdecak kesal. "Hah! Tadi diajak dia menolak. Sekarang? Dengan tidak tau malu ia malah datang."
Krystal duduk didepan Nami dan Sehun duduk disamping Nami.
"Mana Appa?" tanya Krystal.
"Sedang ada perjalan bisnis."
"Kapan kembali?"
"Mungkin lusa. Ayo dimakan, nanti saja kita bahas saat kita sudah selesai." ucap Nami sambil melihat Krystal.
Sehun dan Krystal langsung memakan makanan nya.
"Akh.!" ucap Nami tiba-tiba saat sesuatu melintas dalam pikirannya, membuat Sehun dan Krystal berhenti makan dan menatapnya.
"Ada apa Mama ?" tanya Krystal.
"Mama hanya tiba-tiba mengingat sesuatu. Bukankah...kau dan Sehun pacaran?" tanyanya sambil melihat Sehun dan Krystal secara bergantian.
"Uhukkk... Uhukk" Krystal terbatuk mendegar ucapan Nami. Sehun yang melihat itu langsung berdiri dan menghampiri Krystal.
"Makan yang hati-hati, ini minum." ucap Sehun sambil memberikan minuman pada Krystal, menepuk-nepuk punggung gadis itu pelan.
"Sudah baikan?"
Krystal mengangguk.
Nami tersenyum melihat dua remaja di hadapannya ini. "Seharusnya Mama tidak perlu bertanya. Tentu saja kalian masih pacaran bukan?"
Hening. Tak ada satupun yang menjawab. Krystal menunduk, begitu juga Sehun yang berjalan kembali ke tempatnya. Enggan untuk membuka suara, membuat senyum Nami perlahan memudar.
"Kalian sudah putus? Kapan? Dimana? Bagaimana?"
"Maaf Mama." hanya itu yang diucapkan oleh Krystal.
"Kenapa?" tanya Nami. Melihat kediaman Krystal, ia melihat kearah Sehun. "Sehun, Bibi tau kau akan menjelaskannya. Ayo katakan pada Bibi."
Sehun melihat kearah Nami, "Maaf Bibi." namun hanya itu yang bisa diucapkannya.
Nami menghela nafas, menatap Sehun dan Krystal bergantian. "Jadi karena kalian putus makanya kau meminta pindah pada Mama ke USA?" ucapnya menatap Krystal. "Dan kau juga tidak pernah datang kemari karena kalian putus Sehun?" ucapnya melihat Sehun.
Nami menghela nafas, bangkit berdiri meninggalkan Sehun dan Krystal.
Semuanya sulit untuk dijelaskan, bahkan untuk hubungannya dengan Sehun sekalipun. Karena bagaimanapun tidak pernah ada kata putus diantara mereka.
Sekarang, bagaimana aku harus menjelaskan ini?
__ADS_1