Kumpulan Novel

Kumpulan Novel
15


__ADS_3

"Krys,kau mau kemana dengan seragam sekolahmu?" tanya Nami yang datang dari arah dapur membawa teh untuk suaminya.


Dan juga melihat Krystal yang buru-buru turun tangga dan makan tergesa-gesa membuatnya binggung.


"Aku udah telat Eomma. Appa antarin Krys yah." ujar Krystal memohon. "Hari ini satpam kilerr bermarga Kim itu yang menjaga gerbang." ujar Krystal dan meminum Tehnya.


Nami menggeleng melihat tingkah putrinya ini. " Hei nona Oh,hari ini libur." ujar Nami terseyum. "Apa semalam terjadi hal yang baik?" ujar Nami menggoda putrinya itu.


Krystal memukul kepalanya karna tingkah konyol nya di pagi hari. "Eomma aku Jung, bukan Oh." ujar Krystal menatap Nami. "Dan hal baik apa yang eomma maksud?" tanya Krystal bingung.


"Sekarang kau Jung, kalo Sehun tiba-tiba melamarmu dan ingin nikah dengan mu? kau kan jadi Oh nantinya." ujar Nami terkekeh.


"Eomma..." ujar Krystal malu dan beranjak pergi ke kamarnya.


"Hei,nona  Oh...kapan tanggal pernikahan kalian?" teriak Nami dengan nada menggoda.


"Jangan begitu." ujar Chan Woo pada istrinya.


...


Krysatal menghempaskan tubuhnya keatas ranjang miliknya seusai mengganti seragam sekolahnya.


"Krys,coba bayangkan jika tadi Eomma tidak bertanya dan kau pergi begitu saja." Krystal bermonolong sendiri.


Krystal meringis,menutup wajahnya malu saat ia membayangkan dirinya pergi ke kekolah di hari minggu cerah, berjalan santai tanpa beban dan menyapa setiap orang yang ditemuinya.


Krystal membuka wajahnya kala ponselnya diatas nakas bergetar.


1 message from Sehun


Apa kau dirumah ? dikamar?


Aku dirumah dan dikamar.


send


1 message from Sehun


Buka pintumu! Itu menghalagi sekali!


Selama 17 tahun lebih

__ADS_1


kau jadi tetanggaku,


kau baru mengatakannya sekarang.


Apa itu baru menganggumu


sekarang?


Send


1 message from Sehun


Buka saja! Aku di beranda


k


amarku. Keluar!


Krystal mendengus membaca pesan Sehun terakhir. Ia beranjak membuka pintu,dan benar saja ada Sehun disana lengkap dengan segelas Teh yang diletakkan di selusur beranda.


"Apa ? ada apa ?" tanya Krystal galak.


Krystal mendegus dan berbalik meninggalkan Sehun.


Krystal berhenti melangkah  kala ada seseorang yang menggenggam tangannya. Krystal menghela nafas,dan bisa menebak itu pasti Sehun.


Mungkin aku akan menyuruh Appa untuk menggeser rumah kami kesebelah kiri. Biar anak yang satu ini tidak bisa loncat ke beranda kamarku.


Krystal berbalik,melihat Sehun yang berdiri di depannya. Kryastal melipat kedua tangannya di depan dada. "Apa kau tidak berniat untuk pindah rumah seperti Chanyeol dan Yoona?"


Sehun menatap Krystal, mensejajarkan padangannya pada Krystal. "Biar kuberitahu kau dua hal. 1. Aku tidak punya uang. Jika pun aku punya, itu tidak cukup untuk membeli sebuah rumah. 2. Aku tidak memilki rencana untuk pindah rumah 20 tahun kedepan dan seterusnya."  Sehun tersenyum, mendekatkan wajahnya kesamping wajah Krystal. "Apa kau keberatan?" bisik Sehun tepat di telinga Krystal.


"Ya..itu ter-serah pada-mu." ujar Krystal kikuk mundur selangkah dan berbalik,  berjalan masuk ke kamarnya.


"Wow, kamarmu tidak berubah sama sekali." decak Sehun yang ikut masuk kedalam kamar Krystal.


Krystal beerbalik, menatap Sehun dingin dan terabaikan.


"Hanya bertambah figura-figura photo di dinding." lanjut Sehun yang mengelilingi kamar Krystal.


"This is my room! so not your bussines if my bed room always look same!"

__ADS_1


"You right, this is your room. But you are a girl not a boy. Do you know what I mean ?"


Krystal yang duduk bersila diatas ranjangnya mengangguk mengerti. "I know,so don't explain it!"


Sehun terseyum, berjalan mendekat kearah Krystal. "Smart Girl."  ujar Sehun seraya mengelus kepala Krystal.


"Kemana perginya photo-photo kita?" tanya Sehun yang ikut duduk disamping Krystal.


"Aku tidak tau,sudah seperti ini saat aku datang." jawab Krystal.


"Kau tidak pandai berbohong Krys. Ada dimana?" tanya Sehun lagi.


"Di laci."


"Hanya tinggal 3?" tanya Sehun bingung.


"Kubawa sebahagian ke USA." jelas Krystal.


Sehun terkekeh. "Kupikir kau bakar." ujar Sehun.


"Rencanya seperti itu tadinya." jawab Krystal melihat Sehun yang diam. "Tapi tidak jadi karena itu kenagan." lanjut Krystal menatap lantai kamarnya.


"Apa Paman dan Bibi dirumah?" tanya Sehun mengalihkan topik.


"Iyah. Mereka mungkin masih diruang makan." ujar Krystal melihat Sehun yang berdiri dari posisinya. "Kenapa?"


"Hanya ingin mengucapkan selamat pagi " ujar Sehun dan membuka pintunya.


Krystal dengan gesit bangkit dari posisinya,menghampiri Sehun dan menutup pintu kamarnya.


"Ya! apa kau tidak waras?" tanya Krystal menahan makiannya pada Sehun.


"Aku waras." ujar Sehun kelewat santai, membuat Krystal geram dan menendang kaki Sehun.


"Ya! apa yang dipikirkan Appa dan Eomma ku jika kau turun dari lantai atas! Jika ingin menyapa,datang dari pintu depan. Itu lebih waras." ujar Krystal geram dan mendorong Sehun keluar dari kamarnya.


Krystal segera menutup pintu, dan mengejek Sehun sejenak sebelum menarik tirai untuk menutup pintu kaca itu.


Sehun mendengus. Meraih ponselnya dan mengetikkan sesuatu dan melompat balik ke beranda kamarnya.


"Ck, Teh ku sudah dingin jadinya." ujar Sehun menatap kamar Krystal sebelum beranjak masuk ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2