Kumpulan Novel

Kumpulan Novel
16


__ADS_3

Krystal mendudukkan dirinya di tepi ranjang, mendengus kesal melihat tingkah Sehun 10 menit yang lalu.


Krystal meraih ponselnya yang bergetarj tepat disampingnya.


1 message from Sehun


Ingin jalan-jalan siang nanti?


Krystal


Tidak! diluar panas.


Send


 


1 Message from Sehun


Apa kau tidak bisa melihat Cuaca?


diluar sejuk bodoh.


Krystal


Ah,benarkah? mungkin karena tiraiku tertutup. Aku jadi tidak tau.


Send


 


1 message from Sehun


Jadi bagaimana?


 Krystal


Baiklah,toh aku tidak ada kegiatan.


Send


 


1 message from Sehun


Jam 1 kutunggu kau di beranda kamarmu. Pastikan pama dan bibi tau kau pergi!


Krystal


Beranda?gila! Seharusnya depan rumah,kok malah beranda kamar!


Send


 


1 message from Sehun


Ikuti saja.Beranda jam 1!


Krystal memdegus kesal membaca pesan Sehun terakhir dan melemparkan ponselnya ke segala arah di tempat tidur. "Biasanya kalo orang mengajak jalan-jalan disuruh nunggu di depan rumah. Ini malah di beranda kamar." decak Krystal kesal.


Krystal membuka lemari pakaiannya dan meringis melihat pakainnya yang terkesan berisi celana ,kaus oblong hanya ada beberapa gaun pesta, tidak ada gaun-gaun sederhana yang bisa dipakainya untuk nanti.


Krystal mengacak-acak semua pakainnya dan akhirnya menemukan pakainnya yang cukup bagus. Celana pendek,kaus putih,blazer dan topi hitam yang bisa dia gunakan jika hari makin panas dan juga sneaker putih kesayangannya.Sneaker putih yang Sehun berikan padanya.


Hari ini mungkin Krystal berniat untuk mengulang momentnya dengan Sehun sebelum dirinya kembali ke USA jumat nanti.


Krystal bersiap-siap kala menerima pesan dari Sehun yang menyuruhnya bersiap-siap dengan alasan ia tidak ingin menunggu lama.

__ADS_1


Krystal tersenyum kala melihat penampilannya yang cukup atau lebih dari kata cantik. Krystal meraih ponselnya diatas tempat tidur dan keluar dari kamarnya untuk meminta ijin.


"Eomma,Oppa..."ujar Krystal stengah berteriak sambil menuruni anak tangga.


"Ada apa sampai kau teriak-teriak begitu?" ujar Nami. "Mau kemana Krys?" lanjutnya saat melihat pakaian Krystal.


"Diajak tetangga sebelah jalan-jalan." jawab Krystal. "Krystal pamit yah." ujar Krystal dan berbalik lagi untuk kekamarnya.


"Pintu disana Krys, itu tangga." ujar Chan Woo.


"Krys tau Appa, tapi tetangga sebelah nyuruh Krys nunggu di beranda kamar." jelas Krystal.


"Begitu,yasudah." ujar Nami.


Selekas perginya Krystal Chan Woo berkomentar. "Anak muda sekarang apa semuanya begini?"


"Seperti ini bagaimana?" tanya Nami yang binggung dengan ucapan suaminya.


"Diajak jalan-jalan dan nunggunya di beranda kamar." jelas Chan Woo.


"Aku tidak tau. Tapi mungkin itu hanya berlaku untuk mereka. Mengingat beranda kamar mereka yang cukup dekat." ujar Nami terkekeh.


"kau benar." ujar Chan Woo terkekeh.


...


Krystal bersandar pada pintu kamarnya untuk melihat pintu kamar Sehun yang tak kunjung terbuka.


"Tadi aku disuruh cepat! sekarang dia yang lelet!." ujar Kryatal kesal.


"Sudah lama menunggu?" tanya Sehun dari depan berandanya. Menggunakan Kaus putih lengan panjang,kacamata dan juga topi. Cukup mempesona Krystal beberapa detik.


"Tidak. Bari satu tahun yang lalu." jawab Krystal.


"Itu sudah lama." ujar Sehun sambil memberikan isyarat agar Kystal mendekat padanya. Krystal melangkah mendekat dan menatap Sehun di depannya. "Apa?" tanya Krystal.


"Loncat kemari." ujar Sehun santai.


"Loncat aja. Jaraknya juga tidak jauh." ujar Sehun. "Jika takut, akan kupegangi." lanjut Sehun.


Krystal mengela nafas dan mengikuti keinginan Sehun. Meski jaraknya tidak terlalu jauh, tetap saja Krystal takut jatuh.Krystal tidak takut pada ketinggiannya, hanya saja tidak lucu jika ia mati konyol hanya karena melompat dari beranda kamar miliknya ke beranda kamar mantan kekasihnya. Sungguh sangat tidak elit jika dijadikan berita apalagi untuk perbincangan umum.


"Kenapa harus beranda kamarmu?" tanya Krystal menyelidik siapa tau ada maksud lain dari ajakan Sehun.


"Ada yang ingin kuperlihatkan padamu." jawab Sehun sekenanya dan membawa Krystal masuk ke dalam kamarnya.


"Hei jagan bilang--" ucapan Krystal terputus kala mendapat satu jitakan dari Sehun tepat di kepalanya. "Enyahkan pikiran kotormu itu.Kita hanya menonton film sebentar disini." ujar Sehun.


"Film apa?" tanya Krystal.


"Aku tidak tau. Eomma memberikannya padaku tadi pagi." ujar Sehun. " Melihat tempatnya mungkin ini film lama." lanjut Sehun.


"Hei, ini film kita." ujar Krystal pada Sehun yang duduk disampingnya, membuat Sehun melihatnya. "Maksudku film saat kita masih kecil." ujar Krystal pura-pura tidak tau bahwa Sehun melihatnya.


"Apa itu benar-benar kau? jelek sekali." ujar Krystal disusul tawaannya.


"Ya!" teriak Sehun yang protes pada perkataan Krystal padanya.


Krystal mengangguk-angguk dan tertawa kembali, mengabaikan teriakan Sehun padanya barusan.


"Aku tidak percaya ini Sehun kecil." ujar Krystal melihat Sehun dan film yang mereka tonton, mencoba membandingkannya.


Sehun mendegus kesal, jika saja dia tau itu film mereka kecil ia tidak akan mengajak Krystal untuk menontonnya.


"Kau jelek sekali." ujar Krystal yang tetap fokus pada filmnya. "Apa rambutmu memang berwarna pirang dulunya?" tanya Krystal.


"Tidak, eomma mengecat dulu biar aku terlihat seperti anak bule." ujar Sehun terkekeh.

__ADS_1


Krystal mengangguk mengerti.


"Ayo pergi, aku sudah tidak kuat lagi jika harus tertawa melihat foto-foto itu." ujar Krystal.


"Tidak,tunggu sebentar lagi, giliran ku belum datang." ujar Sehun menatap Krystal.


Krystal tau apa maksud Sehun, dia ingin balas dendam karena ia menertawai foto Sehun saat kecil.


"Aku akan pulang jika kita tidak pergi sekarang." ancam Krystal.


Sehun mendegus mendegar perkataan Krystal dan memilih mematikan TV nya.


"Yasudah ayo." ujar Sehun.


"Apa paman dan Bibi dirumah?" ujar Krystal saat Sehun membuka pintu kamarnya.


"Tidak,mereka lagi diluarkota." ujar Sehun.


"Begitukah?"


Sehun mengangguk, berjalan keluar dari kamarnya disusul Krystal dibelakangnya.


...


"Apa kau bercanda mengendarai motor di hari yang cukup panas ini?" tanya Krystal untuk meyakinkan niatan Sehun yang sayangnya Sehun mengiyakan nya.


Krystal mengalah dan naik keatas motor Sehun. "Kita akan kemana?" tanya Krystal.


"Ke tempat yang belum pernah kau kunjungi." ujar Sehun dan mengendari motornya tanpa aba-aba membuat Krystal otomatis melingkarkan tangannya pada pinggang Sehun.


Sehun tersenyum, ternyata ada gunanya juga mengendarai motor.


Krystal terperangah menatap pemandangan dihadapannya saat ini. Bukan karena pemandangannya yang memukau hanya saja itu adalah tempat yang sama saat Chanyeol mengajaknya.


"Indah bukan." ujar Sehun turun dari motornya dan menghampiri Krystal.


"Jika aku tau kau mengajak ku kemari aku tidak akan ikut." ujar Krystal menatap Sehun yang berdiri di sampingnya.


"Kenapa?" tanya Sehun binggung.


"Aku sudah pernah kemari dengan Chanyeol." ujar Krystal menatap lautan didepannya.


Sejak hari dimana Krystal menginjakkan kakinya dipantai ini bersama Chanyeol, perasaanya sedikit berbeda pada laki-laki itu. Krystal hanya takut, jika ia jatuh cinta pada Chanyeol maka semuanya akan semakin sulit. Malam dimana ia memeluk Chanyeol hari itu Krystal mulai menyesalinya, seharusnya ia tidak melakukan itu.


Krystal menatap Sehun seduh. Sehun,aku takut. Aku takut jika aku benar-benar akan jatuh cinta pada Chanyeol. Jika itu terjadi, apa yang harus ku lakukan?


Sehun mengernyit binggung melihat tatapan Krystal padanya.


"Apa aku bisa memelukmu?" ujar Krystal.


"Te--" ucapan Sehun terpotong kala Krystal yang langsung memeluknya tanpa persetujuan.


Krystal menangis, dan Sehun bisa merasakannya.


"Krys, kau menangis?" ujar Sehun yang berusaha melihat wajah Krystal.


Krystal menggeleng dan memperkuat lingkaran tangannya pada pinggang Sehun.


"Katakan padaku apa yang membuatmu menangis." ujar Sehun.


"Aku hanya takut." ujar Krystal.


"Pada apa?"


"Hanya takut." ujar Krystal dan melepaskan pelukannya pada pinggang Sehun dan berjalan menjauh dari jangkauan Sehun.


Sehun hanya menatapnya,tak ingin mengejar meski hatinya ingin.

__ADS_1


"Jika yang kau takutkan aku tidak akan pernah ada untukmu seperti saat kita kecil dulu maka kau tidak perlu takut. Aku masih tetap berdiri disana jika kau membutuhkanku." ujar Sehun dan berjalan mendekat pada Krystal, mendekap Krystal dari belakang.


"Aku disini Krys,jangan takut." ujar Sehun.


__ADS_2