
Menatap langit bukanlah hal yang baru dilakukannya, namun hal yang baru baginya adalah kehilangan sosok yang akan selalu ada disampingnya untuk melihat bintang.
Sehun sadar, dia mulai merasa menyesal melepaskan Krystal kala itu. Tapi apa yang bisa ia lakukan saat ia masih hanyalah seorang remaja yang baru merasakan jatuh Cinta masa itu.
Hari semakin gelap dan rintik-rintik hujan mulai turun namun Sehun tidak bergeming sama sekali.
Kaus yang dikenakannya mulai basah, namun lagi dan lagi Sehun tidak peduli.
Matanya semakin perih kala terus memandang kelangit di tengah-tengah turunnya hujan dan memilih melihat bola basket yang dibawanya dari rumah siang tadi.
"Hei, apa yang kau lakukan disini?"
Suara itu, Sehun mendengarnya dan mengenali suara itu. Ia mendongak memastikan orang yang dipikirannya sama dengan siapa yang bertanya dengannya barusan. Dan benar saja, mereka adalah orang yang sama.
"Sehun, kau ingin mati kedinginan ya? Ayo pulang."
Sehun bangkit berdiri, menatap gadis didepannya lekat-lekat. "Apa pedulimu jika aku akan mati kedinginan disini?"
"Jangan pura-pura peduli Krys." lanjut Sehun melihat kediaman Krystal.
"Sehun... Ya! Apa yang kau lakukan di luar saat hujan begini."
Bukan, itu bukan Krystal yang berteriak, tapi Yoona yang baru saja datang.
Sehun mengambil bolanya dan pergi meninggalkan Krystal. Berjalan kearah Yoona dengan perasaan sedikit bersalah
"Hun, itu siapa?" tanya Yoona sambil menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang bersama Sehun tadi karena ia tidak bisa melihat wajahnya karena sosok itu membelakanginya.
"Hanya orang asing yang menawarkan payung padaku." jawab Sehun.
Yoona mengangguk, "Bibi tadi meneleponku, katanya kau tidak pulang padahal sudah hujan begini. Aku khwatir dan mencarimu sampai kemari."
"Maaf."
"Lainkali bawa ponselmu, kasihan Bibi khwatir padamu." ceramah Yoona.
"Iyah, kau cerewet sekali." ujar Sehun.
Krystal masih mendengar semua obrolan mereka sayup-sayup di tengah turunnya hujan. Krystal berbalik, melihat keduanya yang tengah memasuki mobil.
__ADS_1
Selepas kepergian mereka, Krystal baru berjalan pergi meninggalkan lapangan.
"Wah...Mama pasti memarahiku karena lama sampai dirumah." ucap Krystal sambil melihat kantong belanjaan yang sedikit kabur akibat menahan air matanya.
"Dari mana saja? Ponselmu kenapa tidak dibawa? " tanya Hyuna bertubi-tubi.
"Ma, Sehun mandi dulu yah. Mama tidak lihat? baju Sehun semuanya basah."
Hyuna mengalah dan membiarkan putranya itu melengos masuk kekamarnya.
"Bibi, Yoona pulang dulu yah." pamit Yoona.
"Ah, iyah. Tidak ingin menunggu sampai hujan reda dulu Yoon?" tawar Hyuna.
"Tidak Bibi. Sepertinya akan lama. Yoona pulang sekarang saja. Malam Bibi."
" Malam Yoon. Hati-hati dijalan." ucap Hyuna.
Melihat mobil Yoona yang sudah meninggal kan pekarangan rumahnya,Hyuna menutup pintu rumahnya dan berjalan kekamar Sehun.
"Sehun, kau sudah selesai?" tanya Hyuna.
"Bagaimana hubunganmu dengan Krystal?" tanya Hyuna to the point.
Sehun diam.
Tidak biasanya eomma bertanya tentang hubunganku dengan Krystal.
"Jawab Sehun." nada suara Hyuna semakin meninggi.
"Baik Mama."
"Mama tau segalanya Sehun. Jawab jujur pertanyaan Mama."
Sehun menghela nafas, "Kami sudah putus." jawab Sehun akhirnya.
"Mama kira Nami berbohong ketika menceritakan hal itu pada Mama. Kapan? Kapan kalian putus?"
__ADS_1
"3 tahun yang lalu."
"Sudah lama dan kau tidak berniat memberitahu Mama, sekarang jelaskan Sehun pada Mama?"
"Ma, Sehun ingin bilang. Tapi semuanya tidak mendukung Mama."
"Kapan kau akan menjelaskannya?"
"Saat semuanya sudah membaik."
"Terserah padamu nak. . Mama menunggu penjelasanmu. Mama hanya ingin mengatakan, kau dan Krystal tumbuh bersama. Sedih rasanya melihat kalian seperti ini."
Sehun diam, pikirannya melayang-layang pada perkataan Chanyeol siang tadi.
"Baiklah, kau mungkin butuh waktu sendiri. Mama keluar."
...
"Syera, apa yang harus kulakukan?" tanya Krystal.
"Apa? Ada apa? Apa terjadi sesuatu yang buruk?" tanya Syera panik kala mendegar suara Krystal seperti orang yang putus asa dan ingin mengakhiri hidupnya.
"Rasanya aku ingin kembali ke USA dan ingin hidup bahagia disana." ujar Krystal.
"Sepertinya kau ada masalah. Ayo cerita."
"Ekspektasi ku saat kembali ke Korea tidak sejalan dengan realita saat ini. Aku ingin pulang. Tidak bisakah kita meminta Mr. Yixing mempercepat pertukaran ini?"
"Kau gila yah? Mana bisa."
"Begitu yah? Sepertinya aku akan sering-sering menagis." ujar Krystal.
"Cerita padaku apapun itu Krys. Kapanpun kau ingin bercerita, aku ada untuk itu. Jadi, Kapan kau pulang?"
"Besok, sampai jumpa di sekolah Syera."
"Baiklah. Sampai bertemu besok."
Krystal mematikan panggilannya. Hari ini rasanya sangat panjang.
__ADS_1
Krystal menatap hujan dari beranda kamarnya. Menatap langit gelap seolah-olah hal itu sangat menarik padangannya sampai tidak sadar bahwa ia menjadi objek pemandangan untuk oranglain.
"Aku tidak yakin bagaimana harus menjelaskan semuanya." gumam Sehun sambil melihat Krystal dari beranda kamarnya.