
"Mereka sudah pergi." ujar Nami yang melihat Sehun dan Krystal berjalan menjauh.
"Jadi, ada hal penting apa yang ingin dibicarakan?" ujar Hyuna penasaran.
Nami terseyum,"Aku akan kembali beraktivitas, aku ingin meluncurkan brand terbaru. Tapi aku tidak bisa jika berkerja sendiri, aku ingin kau ikut bergabung dengan kerjasama ini." jelas Nami.
"Aku akan membantumu sebisa mungkin. Sudah lama rasanya kita tidak berkolaborasi. Kupikir yang terakhir saat usia Sehun dan Krystal 3 tahun." ujar Hyuna.
"Aku mendegar dari Istriku bahwa Sehun dan Krystal putus." ujar Yeon seok mengalihkan topik yang sedang dibahas oleh istrinya dan juga Nami.
"Benar,mereka putus tapi Krystal tidak memberitahu apa masalahnya." ucap Nami.
"Sehun juga tidak memberitahu kami." ujar Hyuna.
"Padahal dulu mereka selalu bersama-sama. Bahkan pagar taman belakang segaja tidak diberi batas agar mereka mudah bertemu." Ujar Chan Woo.
"Benar, bahkan kita sampai lelah membongkar pagar itu." lanjut Yeon Seok.
"Kupikir meraka putus saat Krystal pergi bersekolah ke USA." ujar Nami.
"Aku juga berpikiran begitu." ujar Hyuna membenarkan.
"Sudah, biarkan mereka saja yang membicarakannya. Kita tidak perlu pusing. Sehun dan Krystal pasti akan seperti dulu lagi." ujar Chan Woo -Appa Krystal-
"Kita lebih baik bercerita tentang masa muda kita." ujar Yeon Seok. "Dulu, saat aku dan Chan Woo masih bekerja di firma hukum yang sama, dia selalu datang ke ruanganku membawa bekalnya." lanjut Yeon Seok.
"Hei jagan ceritakan itu. Itu memalukan." ujar Chan Woo, mengundang tawa Yeon Seok.
...
"Kau ingin berjalan diatas itu bukan ?" tanya Sehun meyakinkan.
Krystal mengangguk.
"Naiklah, aku akan memegang tanganmu agar kau tidak jatuh." ujar Sehun.
Krystal naik keatas selusur yang mengelilingi sebuah kolam dan sesuai perkataannya, Sehun memegangi nya.
"Aku melihatmu bertemu Chanyeol ketika kau selesai bertemu denganku." ujar Sehun memulai percakapan.
Krystal memilih diam, membiarkan Sehun berbicara.
"Aku pikir kalian membolos sekolah bersama."lanjut Sehun mengingat saat pulang sekolah siang tadi ia masih menemui tas Chanyeol di kelas saat ia mengambil tasnya dan juga ia melihat Syera yang membawa pulang tas Krystal.
__ADS_1
"Kami memang membolos bersama." jawab Krystal.
"Apa kau ingin membolos bersamaku kapan-kapan?" tanya Sehun melihat Krystal.
"Akan kupikirkan." jawab Krystal santai.
"Kupikir aku akan menjelaskannya saat ini." ujar Sehun membuat Krystal berhenti melangkah dan menatap Sehun.
"Apa kau bisa turun? tidak enak berbicara begini." saran Sehun, membuat Krystal turun dan menatap Sehun.
"Aku akan menjelaskannya. Jangan menyela ucapanku,dan jagan bertanya apapun saat aku belum selesai menjelaskan." ujar Sehun.
"Hari itu, aku emang bersama Yo--" ucapan Sehun terpotong kala melihat Krystal yang menutup kedua telinganya dengan tangannya.
Sehun mengehela nafas, menarik turun tangan Krystal. "Apa kau tidak ingin mendengar penjelasanku?" ujar Sehun menatap Kryatal.
"Aku ingin, tapi saat aku mendegarnya hatiku sakit. Sudah 2 tahun berlalu, tapi hatiku masih tetap sakit jika mengingat atau mendengarnya." ujar Krystal lirih.
"Aku tidak akan menjelaskannya hari ini, tapi suatu hari nanti kau harus siap untuk mendegarnya." jelas Sehun.
"Hingga hari itu datang, ku harap kau sudah siap untuk semuanya." lanjut Sehun.
"Kuharap begitu." jawab Krystal.
"Kapan kau kembali?" tanya Sehun.
"Sekitar 2 minggu lebih." ujar Krystal.
"Sebentar lagi rupanya. Apa kau bisa menyediakan waktumu sehari saja untukku?" tanya Sehun.
"Baiklah, nanti akan kukatakan waktunya." jawab Krystal.
"Aku menunggu." ujar Sehun.
Krystal mengangguk. " Bagaimana dengan hubunganmu dengan Yoona? semua baik-baik saja?"
"Seperti biasanya. Hanya mengantar dan menjemput dia les, makan bersama dan sebagainya." ujar Sehun.
Krystal mengangguk mengerti. "Hun, ada yang ingin kutanyakan." ujar Krystal menatap Sehun.
"Tanyakan saja."
"Apa kau tau jika Chanyeol menyukai Yoona?" tanya Krystal hati-hati.
__ADS_1
Sehun mengangguk. "Aku tau, dia sendiri yang mengatakannya padaku." jawab Sehun santai.
"Lalu, kau tidak marah?" tanya Krystal.
"Aku tidak tau." ujar Sehun. "Dia menyuruhku memilih." lanjut Sehun menatap lekat Krystal. " Apa aku memilih Yoona atau Dirimu." ujarnya berpaling menatap langit.
"Jadi kau pilih siapa?" tanya Krystal ragu.
Sehun menatap Krystal. "Aku tidak tau." ujarnya.
Kryastal tersenyum. "Aku tau. Kau pasti berat untuk memutuskannya,meski kau tau pada siapa hatimu memilih." ujar Krystal pada Sehun yang masih menatapnya.
"Krys, aku ingin meminta sesuatu." ujar Sehun.
"Apa?"
"Tapi aku ragu, kau akan mengabulkannya." ujar Sehun terkekeh.
"Selama itu tidak aneh-aneh. Aku pasti mau." ujar Krystal terkekeh.
"Aku ingin melihat bintang denganmu. Apa kau mau ?" tanya Sehun.
"Kau ingin kemana?" tanya Krystal.
"Disini saja, Disini bintangnya juga indah." ujar Sehun.
Krystal terseyum. "Kau benar."
Sehun mengangguk.
"Kemarilah, aku tau kau tidak suka melihat bintang seperti itu." ujar Krystal yang menepuk kedua pahanya.
Sehun menurut dan berbaring. "Aku pikir kau lupa." ujar Sehun terkekeh.
Kryatal menggeleng, "Aku belum setua itu." ujarnya seraya mengelus rambut Sehun. "Jangan tidur, jika kau tidur aku tidak akan membangunkan mu." lanjutnya.
"Tidak akan." ujar Sehun.
Satu hal yang tak pernah Sehun katakan pada siapapun bahkan pada Krystal sendiri.
Benar Sehun menyukai melihat bintang,tapi lain hal jika melihatnya bersama Krystal. Sehun tidak akan melihat bintang, ia akan melihat wajah Krystal dari bawah,menikmati elusan lembut yang diberikan Krystal di kepalanya. Sehun menyukainya.
Anggap saja itu rahasia kecil dari sekian rahasia Sehun yang lainnya.
__ADS_1
Krystal menunduk,menatap Sehun yang tertidur. "Padahal sudah kukatakan jangan tidur, dia malah tidur." ujar Krystal menghela nafas melihat tingkah Sehun.