Kumpulan Novel

Kumpulan Novel
Past Time 4


__ADS_3

Musim panas , Seoul


Kedua insan tengah berjalan beriringan,bergandengan tangan seraya memakan ice cream yang berada ditangan mereka.


Terlalu ketara hingga setiap orang pasti langsung tahu jika keduanya adalah sepasang kekasih.


"Hari ini panas sekali,beruntung sekali kita tadi bertemu penjual ice cream di taman."


"Kau benar. Apa kita jadi menonton pertandingannya ? kita pasti sudah tidak kedapatan tempat duduk lagi."


"Tenang saja, aku sudah menyuruh Yojin menjaga bangku untuk kita. Tapi kita harus bergegas, Yojin sedang sibuk-sibuknya."


Keduanya terus berjalan tanpa melepaskan tautan tangan mereka.


"Misi...misi...kami mau lewat. maaf menganggu." ujarnya.


"Kai-ah,lama sekali kau. Aku udah telat 10 menit ke tempat les!" marah Yojin seraya mengambil tas nya dan pergi dari sana.


"Terimakasih Yojin-ah." teriak Syera meski tak yakin Yojin akan mendengarnya.


"Untung Yojin baik sekali, jika tidak kita pasti tidak kedapatan tempat duduk." ucapnya memandang Kai.


"Heish...kau tidak tau saja. Dia menjaganya bukan tanpa alasan. Hilang sudah semua game ku." ujar Kai sedih.


"Hei...ayolah. Palingan dia cuman minjam."


"Kau benar Ra, cuman minjam." jawab Kai terkekeh.


"Sudah mulai. Wah..." decak Syera kagum.


"Apa kau akan begitu jika aku yang bermain disana ?" untain kalimat itu keluar begitu saja.


"Tentu saja. Aku akan berteriak paling kuat,jika kau bermain basket." jawab Syera atusias menatap Kai.


"Oke.Sudah kuputuskan,aku akan bermain basket." ujar Kai yakin.


Syera tersenyum pada Kai. "Aku menunggu." ujar Syera pelan.


"Kim Jahee! Kim Jahee!" teriak Kai mensuport idolanya.


 


"Syera...Syera-ah." teriak Kai dari depan pintu kelas Syera.


"Ya! Kau gila ? Semua lagi belajar, kau berteriak tidak jelas. Kau ingin diamuk,hah?"


"Lihat. Aku mendaftarkan diri di Club Basket dan diterima. Mereka bilang aku ada basic untuk bermain." jelas Kai dan menunjukkan selembar kertas fomulis kedepan wajah Syera.


"Kau serius? wah..." Syera menatap Kai tak percaya. "Kapan kau mulai latihan ? aku ingin melihatnya." ujar Syera.


"Nanti, kami ada latihan pulang sekolah nanti. Kau harus lihat oppa mu ini memasukkan bola basket ke ring dengan sekali percobaan." ujar Kai seraya menyurai rambutnya agar terlihat lebih keren di hadapan Syera.


"Iya iyah, kita lihat saja nanti. Kembali ke kelasmu." ujar Syera mengangguk-angguk, dan mendorong punggung Kai agar menjauh dari depan kelasnya.

__ADS_1


"Pastikan kau bisa melihatnya." teriak Kai sebelum berlari kembali ke kelasnya.


Syera mendengus bukannya menjawab perkataan Kai dan kembali ke tempat duduknya.


"Kau dengan Kai ? tapi kudengar kau jadian dengan Kang Daniel." bisik teman bangku Syera berambut pendek dengan cat warna hitam dan sedikit cokelat dibawahnya,jangan lupa kacamata bulat yang membuatnya tampak pintar,bukan kelihatan culun.


"Dari mana kau dengar gosip itu?" Syera mendelik membuat gadis berkacamata itu tersenyum dan memperlihatkan ponselnya.


Syera melihatnya,membacanya dengan seksama sebelum akhirnya ia meraih ponselnya dan mengirim beberapa pesan teks.


"Kau, jika guru menanyakan ku kemana. Kau bisa menjawabnya kan ?" ujar Syera dan meninggalkan ruang kelas.


 


"Kau gila?! kenapa kau melakukan itu!"


"Ayolah, ini hanya permainan."


"Kau sungguh gila."


"Kau benar! aku gila karena mu."


"Perjanjiannya batal. Ayo kita akhiri ini semua, Aku tidak sudi menjadi kekasih orang picik seperti mu."


"Tidak. Ini semua masih terlalu awal untuk mengakhirinya."


"Semua karena siapa,hah? Aku berencana pergi dengan baik-baik dan kau menghancurkannya!"


"Orang sepertinya pantas mendapatkan itu."


"Gadis seperti apa maksudmu? Aku pikir kau bukan gadis, kau wanita, wanita ku Syera Queen. Tidak, seharusnya Kang Syera. Itu lebih baik." Kang Daniel tersenyum menatap Syera yang menatapnya marah.


"Aku tidak sudi mewarisi nama keluargamu itu! Hari itu sebuah kesalahan. Cintamu, tidak! Obsesimu padaku yang membuat semuanya begini!"


"Sudah terlanjur, nikmati takdirmu Syera. Kau milikku,bukan milik si bajingan itu."


"Siapa yang kau sebut bajingan! kau yang pantas disebut bajingan!"


"Kau tidak ingin meninggalkannya? baiklah, mungkin aku yang harus bertindak."


"Kau ingin mengatakannya padanya? oke katakan padanya. Saat satu kaliamat keluar dari mulutmu, maka aku akan loncat dari sini." Syera menatap Daniel tepat di kedua matanya.


"Halo ...halo...Ada apa Daniel?"


"Satu kata keluar dari mulutmu, maka aku akan loncat." ujar Syera sekali lagi dan berjalan mundur.


Kang Daniel mendesah frusatasi dan memilih mematikan ponselnya.


"Oke. Fine aku tidak akan ikut campur. Kemarilah." ujar Daniel.


Syera tetap diam menatap Daniel. "Jangan katakan apapun pada siapapun bahkan dengan Kai sekalipun."


"Aku tidak akan mengatakannya."

__ADS_1


"Biarkan aku mengakhirinya dengan baik-baik. Jangan ikut campur,biarkan aku yang datang padamu saat semuanya sudah selesai."


"Tidak. Itu butuh waktu yang lama.""


"Hanya sampai Kai mengikuti pertandingan Basketnya yang pertama."


"Oke. Aku setuju. Kemarilah."


Syera menghela nafas dan berjalan mendekati Daniel.


"Jangan begitu lagi, aku pikir kau akan benar-benar terjun dari sana." ujar Daniel yang memuluk Syera posesif.


"Kau tau bukan, kau itu duniaku." ujar Kang Daniel sekali lagi dan mencuri satu kecupan di bibir Syera.


Syera meringis melihat nasibnya, entah kesalahan besar apa yang dilakukannya semasa hidupany dulu,hingga takdirnya sungguh sangat menyedihkan seperti ini.


"Aku tau." jawab Syera menatap Kang Daniel yang tersenyum padanya.


 


Hari itu datang, pertandingan Basket Kai yang pertama dan sampai saat itu Daniel tetap bungkam dan mengikuti semua keiinginan Syera.


"Aku yakin kau akan menang. Aku akan ada disini menonton pertandinganmu." Syera menatap Kai yakin,memberikan semangat pada kekasihnya itu. Ah, mungkin akan segera menjadi mantan kekasih.


"Pastikan kau menontonnya." ujar Kai dan Syera menjawab Iya untuk itu.


Syera kembali ke tribun,menatap Kai yang sedang persiapan untuk tanding dibawah sana. "Jangan sedih karena seorang gadis sepertiku."


Peluit pertandingan terdengar, membuat semua penonton berteriak menyemangati idolanya, tapi Syera diam,ia bungkam dan hanya menatap Kai bermain.


Hingga pertandingan usai, Syera tetap diam dan menatap Kai dibawah sana yang berjalan kearahnya.


"Maafkan aku. Seharusnya aku membawa kemenangan pertama untuk pertama kalinya." ujar Kai.


"Tidak apa-apa. Itu bukan salahmu. Ayo pulang, kau butuh istirahat." ujar Syera dan beranjak.


"Tapi aku ingin menghibur diri." ujar Kai.


"Tidak, pulang saja. Aku lelah dan kau juga." jawab Syera.


Kai mengalah dan mengikuti Syera untuk pulang.


 


Syera menangis, ini yang diinginkan hatinya sejak tadi.


Ingin bertanya tapi tak sanggup. Hatinya sungguh sakit, Ia tidak pernah menyangka Kai akan begitu.


Ia menatap nanar photo yang dikirimkan Daniel padanya saat pertandingan Kai dimulai. Ia menangis, sungguh sakit rasanya melihat orang yang kita cintai seperti itu.


Ah...apakah ini yang akan dirasakan Kai saat dia tau yang sebenarnya? Menyedihkan. Aku dan dia sama-sama menyedihkan. Tidak, Aku yang lebih menyedihkan disini.


Syera tidak ada pilihan lain, maka detik itu ia menelepon orangtuanya.

__ADS_1


"Aku akan bersekolah keluar negeri, bukan Jepang. Aku akan ke amerika." ujar Syera dan memutuskan panggilannya.


Hari itu, Kim Syera memilih untuk menghibur diri sendiri. Meninggalkan Kai tanpa penjelasan, menghilang dari kehidupan Daniel dan Kai. baginya itu yang terbaik.


__ADS_2