Kumpulan Novel

Kumpulan Novel
23


__ADS_3

I don't care if its hurts


You are so funckin' special


I wish I was special


But I'm a creep


I don't belong here



Satu minggu telah berlalu, semuanya berjalan dengan baik-baik saja atau mereka hanya berpura-puran baik dengan semuanya.


Chen kembali menyendiri, memasuki perpustakaan hanya sekedar untuk mendengar musik dan membaca buku di sudut belakang perpustakaan.


Kai yang selalu ikut dengan Nyonya Kim ke arisan elite di Seoul,mencari beberapa gadis yang cocok dengannya. Namun semuanya akan berakhir saat mereka masuk kedalam topik hobby.


Sehun yang gila-gilaan bermain basket meski turnamen telah usia. Bertemu Yoona hanya saat kekasihnya itu memanggil nya atau tiba-tiba ingin jalan bareng ke daerah Gangnam untuk belanja atu sekedar bertemu dengan teman jauh Yoona yang datang dari London.


Hari ini seperti biasanya Sehun akan latihan di lapangan perumahan, yang berbeda hanyalah sosok gadis yang duduk di pinggiran lapangan yang melihatnya latihan. Yang memiliki ekspresi berbeda-beda saat Ia melihatnya. Kadang terlihat bahagia, kadang khawatir dan terkadang sedih.


Sehun mulai risih dan pikirannya mulai bertanya-tanya dengan ekpressi yang ia lihat selalu berganti. Ia berjalan mendekat, meraih botol minumam yang digenggam oleh gadis itu.


"Ada apa? Ingin mengatakan sesuatu?" tanya Sehun tanpa basa basi.


"Iya."


"Apa? katakan saja?" jawab Sehun.


"Aku harus kembali ke London minggu ini." ujarnya lirih.


Sehun menoleh langsung pada Yoona. "Kali ini alasannya apa?"


"Mereka memintaku untuk mengurus project desain disana dan rasaku bakatku tak akan berkembang jika bersekolah biasa di YALE, aku harus kembali kesekolah Desain disana." jelas Yoona.


Sehun menghela nafas, "Karena ini masadepanmu, pergilah. Aku akan menunggu lagi." jawab Sehun.


"Tunggu aku sampai tahun depan dan aku pasti kembali lagi padamu." ujar Yoona tersenyum.


Sehun terseyum membalas ucapan Yoona.


"Kau sudah mengurus suratnya?" tanya Sehun membuyarkan keheningan yang menyelimuti.


"Sudah, pengurusan ujian ku juga sudah selesai." jawab Yoona.


"Bagus kalau begitu, kau tidak repot harus bolak balik London-Korea." ujar Sehun.


Yoona mengangguk. "Sehun." panggilnya.


"Iyah?"


"Apa kau membenci takdir mu?" tanya Yoona menatap Sehun yang duduk disebelahnya. Sempurna,itu satu kata yang cocok untuk mengambarkanmu. Aku tidak akan pernah menyesal hari itu, karena bagaimanapun yang kudapatkan itu dirimu bukan'Dia'.


"Tumben sekali kau bertanya tentang hal-hal begini,biasanya kau hanya bertanya 'Lebih bagus yang mana,kanan atau kiri.'." ujar Sehun mencoba melarikan topik pembicaraan.


"Jawab aja." ucap Yoona menatap Sehun. Karena aku membenci takdirku.


"Aku tidak tau. Terkadang Iyah terkadang Tidak." jawab Sehun.


"Kenapa begitu?"


"Banyak kejadian-kejadian yang tak seharusnya terjadi, tapi karena itu juga aku memiliki warna yang berbeda setiap harinya." jelas Sehun.


Aku hanya punya satu warna, Hitam. Dan saat aku menemukanmu, aku menjadikanmu warna untuku, warna Putih yang cocok untuk menerangi diriku yang Hitam.


"Apa kau membenci takdirmu makanya bertanya hal itu?" tanya Sehun balik.


"Tidak. Tidak tau maksudnya." jawab Yoona terkekeh.


Aku benar-benar membencinya.


"Tidak ada jadwal Les hari ini?"


"Ada, tapi lagi malas pergi. Main sepeda aja yuk, kedaerah sungai Han. Lagi bagus cuacanya." ujar Yoona.


"Boleh, tapi yang kalah ada hukumannya." ujar Sehun seraya membantu Yoona berdiri.


"Apa?" tanya Yoona penasaran.


"Tergantung, kalo kamu menang maunya apa ? kalo aku menang maunya apa." jelas Sehun.

__ADS_1


Yoona berpikir, "Oke.Deal." jawabnya pada akhirnya.



"Wow, akhirnya kau meneleponku. Kangen?"


"Bagaimana kau tau? beralih profesi jadi cenayang hah?"


"Hampir Krys." ujarnya terkekeh. "Bagaimana harimu disana? menyenangkan?"


"Menyenangkan,tapi tidak adalagi orang yang mengajakku pergi ketempat-tempat baru."


"Jadi disini lebih menyenangkan bukan?"


"Begitulah." jawab Krystal.


"Tidak ada rencana ke Korea dalam waktu dekat ini?


"Tidak, disini lagi ada kegiatan Chan." ucap Krystal.


"Tidak apa-apa. Lagipula liburan panjang akan segera datang." ujar Chanyeol.


"Kau benar." ujar Krystal terkekeh. "Bagaimana jika kau saja yang kesini? aku akan jadi guidemu."


"Ide yang bagus,tidak buruk juga. Nantikan kedatanganku disana Krys." ucap Chanyeol.


"Ne~oppa." jawab Krystal.


"Kau bilang apa?" tanya Chanyeol memastikan bahwa ia tidak salah dengar.


"Oppa." ulang Krystal.


"Kenapa kau memanggilku begitu?"


"Apa yang salah. Kau emang Oppa."ujar Krystal.


"Ah,benar juga." ujar Chanyeol yang baru menyadarinya. "Tapi hanya beda 3 bulan saja."


"Tetap saja kau oppa." kekeh Krystal.


"Baiklah, sesuka mu saja. Jangan salahkan aku jika orang akan salah paham tentang kita." kata Chanyeol mengingatkan.


"Kau bisa memanggil Sehun dengan sebutan Oppa." ucap Chanyeol refleks.


"Dia tak suka dipanggil Oppa. Pernah sekali aku memanggilnya,tapi berkahir didiamin selama satu hari." cerita Krystal seakan tak terganggu lagi dengan cerita masa lalu hidupnya dan juga Sehun.


"Wah, aku baru tau ada orang begitu." jawab Chanyeol.


"Sama Oppa, aku juga baru tau. Menyebalkan bukan?"


"Sangat." jawab Chanyeol.


"Aku juga." Jawab Krystal dan keduanya tertawa.


"Sebentarlagi bel masuk, sampai nanti Krys, baik-baik disana." ujar Chaanyeol.


"Oh, ia oppa. Eh...sebelum itu,bisa kirimkan nomornya Kai dan Chen teman sekelasku dulu padaku?" tanya Krystal hati-hati.


"Mau kau apakan?" tanyaa Chanyeol curiga.


"Kirimkan saja. Aku tidak akan selingkuh Oppa. Tenang saja." ujar Krystal terkekeh.


Chanyeol terkekeh dan menanggapi perkataan Krystal, "Aku selalu memantaumu. Lihat saja jika kau melakukan hal-hal yang berbau selingkuh."


"Baiklah, nanti akan kukirimkan." ujar Chanyeol.


"Terimakasih oppa. Semoga harimu menyenagkan." ujar Krystal sebelum memutuskan panggilannya.


"Siapa?"


"Kau mengejutkanku! sejak kapan kau ada disana?" tanya Krystal melihat Syera.


"Baru saja. Siapa yang kau panggil Oppa?" tanya Syera mengabaikan pertanyaann Krystal.


"Jagan abaikan pertaanyaanku. Sejak kapan kau disana?" tanyaa Krystal lagi.


"ehm..." Syera tampak berpikir,menimbang-nimbang sejak kapan ia disana. "Maybe, when you aks for a man who you call to give you a phone number."


"Wah, timing mu tepat sekali rupanya." ujar Krystal.


"Nomor ponsel siapa yang kau minta?" tanya Syera bingung.

__ADS_1


"Oh-- kau tidak mendegernya. Bagus kalau begitu." ujar Krystal tersenyum. "See you Syera, I want to make a little surprise for you." Krystal melanggang pergi, meninggalkan Syera yang masih diam kebingungan.



Kita bertemu dan menjadi kenangan yang tak terhapuskan


Itu adalah sebuah melodrama yang patut dihargai


Aku mencintaimu ๐ŸŽถ


Scenario cinta yang kita buat


Sekarang lampunya telah padam


Saat kau membalik halaman terakhir


Tirai akan dibuka dengan tenang ๐ŸŽถ


Melaui perpisahan ini


Hari ini menjadi hari kemarin kita


Dan sekarang tak ada hari esok lagi


Rasanya sungguh sakit


Namun jika kita menyeretnya pergi lebih keras lagi


Itu pasti sudah menjadi bekas luka ๐ŸŽถ


Aku mencintaimu dan aku ingin dicintai


Karena itu cukup baik untukku


Terkadang aku akan memikirkan kenangan itu ๐ŸŽถ


Jika kau berada didalamnya, itu cukup baik untukku


Matamu yang membuatku tahu bahwa kau mencintaiku


Aku belajar banyak darimu ๐ŸŽถ


Kau terlalu berharga untuk berdiam diri di masa lalu


Aku sudah merindukanmu namun ku berusaha tak melakukannya


Aku akan mengingatmu seperti musim semi ๐ŸŽถ


Kita melewati rasa sakit


Kita juga saling cemburu


Sungguh lucu


Kita saling mencintai seperti orang gila


Aku mencintaimu ๐ŸŽถ


"Lagi galau heh? bahkan aku bisa mendengar lagu yang kau putar dari rumahku."


"Yang bener saja, rumahmu 5 blok dari sini." bantahnya dan mematikan speakernya.


"Kai-ah, seberapa cinta kau padanya sampai begini?"


"Jika ada kata yang lebih dari kata cinta,maka itulah jawabannya." ujar Kai dan kembali berbaring di ranjangnya.


"Belajarlah untuk mencintai yang lain Kai, jangan stuck pada cinta yang bukan untukmu."


Kai menatap laki-laki yang berdiri diambang pintu kamarnya. "Pergilah jika kau hanya ingin menasehatiku. Aku tidak butuh." ujar Kai fokus pada ponsel miliknya.


Xiumin mengangguk dan melenggang pergi dari sana.


"Teruslah seperti itu dan kau akan menyadari kau telah melewatkan banyak hal." ucap Xiumin sebelum melenggang pergi.


"Halo, aku sudah dirumahnya. Tapi diusir,-- moodnya sedang buruk. Dia mendengar lagu dengan dentuman keras. --Sepertinya aku akan disalahkan lagi." ujar Xiumin terkekeh.


"Tidak apa-apa, sebagai temannya aku harus membantu.-- Sampai nanti,jagan dirimu baik-baik." ujar Xiumin dan mengkahiri panggilannya.


"Sekarang, salah siapa lagi ini?" tanya Xiumin seraya melihat pintu kamar Kai yang terbuka.


"Jangan menyalahkan dirimu terlalu banyak. Nanti kau terjatuh cukup dalam dan lupa bagaimana caranya bangkit." ujar Xiumin dan meniggalkan rumah Kai.

__ADS_1


__ADS_2