Kumpulan Novel

Kumpulan Novel
6


__ADS_3

Yoona, Chanyeol dan Sehun tidak bisa menemukan Krystal dikantin selama jam istirahat, hingga ketiganya memutuskan menunggu Krystal di depan kelasnya saja. Tak ada tempat untuk menjumpai Krystal lebih cepat dibandingkan dengan cara itu.


"Cepat, sebelum kelas mereka udah bubar." ucap Yoona sambil memasukan buku pelajaran terakhir milkinya kedalam tas.


Yoona berdiri berjalan keluar dari kelas diikuti Sehun dan Chanyeol menuju kelas Krystal. Untungnya guru yang mengajar dikelas A baru saja keluar,membuat Yoona bernafas lega.


Ketiganya berdiri bersandar di tembok depan kelas Krystal sambil memperhatikan siswa-siswi yang keluar dari kelas.


"Krystal." ucap Sehun refleksketika melihat Krystal lewat.


Krystal yang merasa namanya dipanggil menoleh dan mendapati Sehun, Chanyeol dan Yoona yang bersandar di tembok depan kelasnya.


Yoona melangkah mendekat terseyum pada Krystal yang menatapnya bingung , "Kita bertemu lagi." ujarnya.


Krystal terseyum paksa, "Iya, kita bertemu lagi. Ada perlu apa berdiri disitu?"


"Kami menunggu mu, sudah lama kita tidak berkumpul. Kau tau sendiri, Yoona dan dirimu pindah sekolah ke luar negeri." ucap Chanyeol yang berjalan mendekat kearah mereka.


Sedangkan Sehun masih memilih mendengarkan pembicaraan mereka sambil bersandar didinding.


Syera yang mengerti keadaan makin mendekat kearah Krystal. "Aku pulang duluan. Aku jamin aku tidak akan tersesat. Ada Chen yang searah dengan apartemen kita, aku bisa pulang dengannya." bisik Sera.


Krystal mengangguk. "Hati-hati. Jika terjadi apa-apa telepon aku."


Syera terseyum mengangguk. Kemudian menyusul Chen yang baru saja keluar dari kelas. "Kita sama pulang yah?kan searah." ujar Syera.


Chen pasrah. Toh dia juga tidak akan kerepotan.


Sepeninggalnya Syera, Yoona bersuara kembali. "Ayo ngobrol di cafe tempat kita biasa kumpul. Pasti menyenagkan." usul Yoona.


"Tentu menyenangkan. Yoona dengaku dan Sehun dengan Krystal? Bagaimana?" usul Chanyeol.


Krystal ingin menolak namun terdiam kembali. Setelah Sehun mengiyakan usulan Chanyeol dengan mudahnya.


Wow, apalagi sekarang Sehun? Setelah bertemu denganku di Cafe kau tidak bicara sama sekali dan sekarang? Kau malah mengiyakan usulan Chanyeol. Daebak.


Yoona tidak masalah dengan itu, karena ia ingin melihat Krystal dan Sehun seperti dulu. Dan juga, ia percaya pada Sehun kekasihnya.


Hening. Tidak ada yang ingin membuka suara. Krystal sedari tadi menunggu Sehun untuk berbicara duluan,namun sepertinya tidak akan pernah terjadi.


Ia mengalah dan menatap Sehun yang sedang menyetir. "Ada apa sebenarnya? Kenapa kau menyetujui usulan Chanyeol?"


Sehun melirik kearah Krystal dan fokus kembali kedepan, "Hanya ingin mencari waktu."


Krystal terperangah, waktu? For what? Oh, ayolah...ada 24 jam dalam sehari. Untuk apa dia mencari waktu.


"Untuk?" tanya Krystal.


"Kita." simple, Sehun selalu begitu atau baru-baru ini.


Apa yang dimaksudnya dengan "Kita".


"Okay, aku tau kita tidak dalam keadaan yang baik saat ini. Itu sudah lama sekali terjadi. Jangan di ungkit-ungkit lagi." jelas Krystal.

__ADS_1


Sehun tiba-tiba meminggirkan mobilnya. Masa bodoh jika ia akan ditilang nantinya. Ia melihat gadis yang duduk disampingnya, gadis yang tumbuh dewasa bersamanya, gadis yang selalu datang padanya, bercerita tentang apapun bahkan cerita tentang Chanyeol yang menjahilinya ketika dirinya tidak ada. Sehun rindu akan moment itu.


Krystal yang ditatap Sehun merasa tidak nyaman dan berdehem, membuat Sehun mengalihkan pengelihatannya pada arah lain.


"Aku hanya ingin--lupakan. Chanyeol dan Yoona pasti sudah sampai. Kita harus bergegas." Sehun melajukan mobilnya setelah mengucapkan itu. Melupakan seperti tidak ada topik yang pernah ingin mereka bahas.


Yoona dan Chanyeol tiba lebih dulu, berkat keahlian Chanyeol menyetir dan karena dirinya tau rute tercepat ke Cafe. Keduanya tak ingin memasuki cafe lebih dulu, lebih memilih menunggu Krystal dan Sehun didalam mobil.


"Yeol, apa sebenarnya alasanmu mengusulkan kita begini?" Yoona penasaran. Chanyeol bukan tipe yang ingin mengurusi kehidupan orang lain. Tapi hari ini sepetinya ia ingin mengurusi kehidupan Sehun dan Krystal.


Mereka berdua tau, Sehun dan Krystal tumbuh bersama. Hingga mereka berdua ikut masuk kedalam lingkaran pertemanan Sehun dan Krystal.


Chanyeol yang sibuk dengan ponselnya mengalihkan perhatiannya pada Yoona. "Apa hanya aku yang merasa Sehun dan Krystal seperti menjaga jarak? Aku hanya ingin mereka seperti dulu."


Yoona menghela nafas, "Tentu Sehun menjaga jarak. Tidak mungkin Sehun seperti dulu pada Krystal di depan pacarnya. Jika mengenai Krystal aku tidak tau masalahnya."


Chanyeol diam, tidak bisa membalas ucapan Yoona, masih terkejut dengan fakta yang didapatnya hari ini dari Yoona.


Jadi, Yoona dan Sehun pacaran ?


Yoona yang menyadari ucapannya melihat Chanyeol yang tampak terkejut. "Jangan bilang pada siapa-siapa. Ini rahasia kita."


Chanyeol terkekeh, "Aku tidak tau." ucapnya sambil keluar dari dalam mobil.


5 menit kemudian Sehun dan Krystal datang. Melihat hal itu Chanyeol berjalan mendekat dan Yoona keluar dari mobil.


"Kalian lama sekali." ucap Chanyeol.


"Maaf, kejebak macet." ucap Sehun bohong.


Yoona duduk didepan Sehun. Chanyeol didepan Krystal.


"Kau ingin pesan apa?" Chanyeol bertanya pada Krystal.


"Samakan saja dengamu." Chanyeol terseyum, Krystal tetaplah Kristal, ia tidak berubah. Ia tidak pernah pilih-pilih dan tidak ingin repot.


"Kalian ingin pesan apa?" Chanyeol bertanya pada Sehun dan Yoona.


"Samakan saja denganmu." jawab Sehun.


"Aku..." Yoona berpikir sebentar. "samakan saja dengan mu." lanjutnya lagi.


Chanyeol terkekeh, "Sok berpikir, tapi ujung-ujungnya sama seperti pesananku."


Setelah memesan, hening kembali menyelimuti keempatnya.Chanyeol yang sudah tidak tahan dengan suasana awkward mulai bersuara.


"Heish... Dulu kita tidak begini. Kenapa sakarang jadi canggung begini?" Chanyeol mencoba basa-basi.


"Yeol, itu udah lama. Kita semakin dewasa. Ayolah, kau tak ingin terus bertingkah konyol kan?" tanya Yoona.


"Sok dewasa. Kau pikir karena kau pacaran dengan Sehun kau sudah dewasa." cibir Chanyeol.


Sehun tampak terkejut dengan ucapan Chanyeol.

__ADS_1


Bagaimana bisa dia tau?


Yoona menatap Chanyeol tajam, membuat Chanyeol menutup mulutnya rapat-rapat. Laki-laki yang satu ini juga tidak bisa dipercaya, ia selalu membeberkan rahasia seperti dulu, tidak ada yang berubah.


"Wah kalian berdua pacaran? Selamat." Krystal memberikan selamat dan terseyum pada Yoona dan Sehun.


"Aku tidak menyangka kalian pacaran, bagaimana bisa?" Chanyeol bertanya. Anggap saja dia bodoh karena menayakan hal yang jelas-jelas akan membuat hatinya sakit.


"Aku mencintainya dan dia mencintaiku. Yasudah, kami jadian." jelas Sehun, membuat Yoona yang ingin menjelaskan memilih diam.


"Ooh." ucap Chanyeol .


Krystal tidak peduli hal itu. Hubungan Sehun dan Yoona bukan rahasia lagi baginya. Bahkan akan aneh baginya jika Yoona tidak berpacaran dengan Sehun.


"Jadi, Chanyeol dan Krystal udah ada pacar?" tanya Yoona.


Chanyeol meminum Coffe miliknya yang baru saja diantarkan pelayan. Ia melirik kearah Krystal memberikan kode agar gadis itu duluan menjawab. Melihat hal itu, Krystal menghela nafas pelan.


"Aku tidak memilikinya.Tapi, --" Krystal menjeda ucapannya. Membuat Chanyeol dan Yoona penasaran.


Sehun? Tidak. Dia tidak penasaran. Yang dia butuhkan adalah penjelasan.


"Tapi, dulu aku pernah memilikinya.Sebelum seseorang datang dan mengambilnya." lanjutnya lagi.


"Benarkah? Kau tidak pernah cerita." kata Chanyeol yang hanya ditanggapi senyuman oleh Krystal.


"Siapa namanya? Apa aku kenal dengannya?" Yoona bertanya antusias.


"Kau kenal dengannya. Sekarang giliranmu Yeol." ucapnya, seolah tidak membiarkan Yoona dan Chanyeol untuk bertanya lebih jauh lagi.


"Aku tidak punya. Tapi aku punya orang yang kusukai."


"Wah siapa?" tanya Krystal.


"Kau tidak perlu tau. Tapi dia sudah memiliki pacar. Apa yang harus kulakukan?" ditatapnya ketiga sahabatnya itu secara bergantian, seolah-olah meminta saran apa yang harus dilakukannya.


"Dekati saja terus. Diakan hanya pacar, bukan suami. Tidak akan jadi masalah." jawab Yoona.


"Yoona benar, dekati saja. Itu tidak akan jadi masalah." Krystal membenarkan.


Sama seperti yang kau lakukan padaku.


nyeol mengangguk-angguk, kemudian menatap Sehun yang sedari tadi diam, merasa ditatap Sehun mengernyit binggung.


"Apa saranmu untuk Chanyeol?" Yoona memberitahu apa yang sedang mereka bahas melihat raut bingung di wajah Sehun.


"Kenapa dengan Chanyeol?" ia malah bertanya, membuat Chanyeol geleng-geleng dan Yoona menghela nafas.


"Chanyeol menyukai seseorang, dan yang disukainya sudah memiliki pacar. Saranmu apa yang seharusnya Chanyeol lakukan?" jelas Krystal.


Sehun mengangguk paham atas masalah percintaan yang dihadapi Chanyeol, "Dekati saja Yeol. Diakan cuma pacar bukan suami. Jadi kau masih ada kesempatan. Selagi kau belum menerima undangannya, kau dekati aja terus." ujar Sehun.


Ketiganya mendengus kesal, membuat Sehun bingung. "Ada apa dengan kalian?"

__ADS_1


"Kau tidak membantu samasekali. Saranmu sama dengan saran mereka berdua." jelas Chanyeol menujuk Krystal dan Yoona.


"Yasudah lupakan saja." ucap Sehun acuh.


__ADS_2