
Chanyeol tengah berdiam diri dikamarnya diatas kasur, memainkan melodi-melodi yang indah di dengar dari gitar kesayangannya. Hingga ponselnya berdering,membuatnya mau tak mau harus meletakkan gitarnya dan meraih ponselnya di meja belajar.
"Halo." sapa Chanyeol ramah mengingat nomor ini tak bagian dari satu per sekian nomor yang dia simpan.
"Hei...canggung sekali, ini aku."
"Siapa?" tanya Chanyeol mengernyitkan alisnya menatap ponselnya,meski sosok yang disebrang sana tak akan bisa melihatnya.
"Wah, tega sekali." ujarnya mendengus tak suka. "Salah ku juga sih karena tak sempat berbicara denganmu saat bertemu." ujarnya terkekeh. "Ini aku, Syera teman Krystal."
Chanyeol mengangguk-angguk. "Ada apa?"
"Aku hanya ingin bertanya, Apa kau dekat dengan Sehun?"
"Tentu." jawab Chanyeol cepat. "Jagan bilang kau suka padanya? jangan lakukan itu, dia milik Krystal. Jangan merebutnya." ucap Chanyeol saat pikirannya mendadak berpikiran seperti itu saat Syera menanyakan Sehun.
Tidak ada salahnyakan untuk mengantisipasi hal-hal buruk yang akan datang lagi padahal hal-hal buruk lainnya belum usai.
"Aish.... Mana mungkin aku suka dengannya. Dia jauh sekali dari tipe ku!" seru Syera nyaring membuat Chanyeol harus menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Jadi, untuk apa kau bertanya?" tanya Chanyeol.
"Krystal pernah bercerita padaku,katanya kalian teman dekat dulu."
"Yah begitulah." jawab Chanyeol sekenanya.
"Lantas, Apa hubungan Krystal dengan Sehun? selama ini aku hanya menebak-nebak jika mereka itu sepasang mantan kekasih yang gagal move on." kata Syera mengeluarkan segala rangkuman teori yang bisa ia gambarkan saat melihat Krystal dengan Sehun.
"Kau benar, tebakanmu tak meleset. Jadi hanya itu?"
"Tidak! masih ada lagi." seru Syera menahan Chanyeol untuk tidak memutuskan panggilannya. "Apa yang membuat mereka putus?"
"Hanya ini dan itu. Yah kau taulah maksudku. Tapi kata Sehun bukan hanya itu dan sampai sekarang dia belum menjelaskannya padaku." kata Chanyeol.
"Tega sekali. Aku senang mereka putus." ujar Syera.
"Tapi Krystal tak senang dengan itu. Karena bagaimanapun Sehun bagian dari hidupnya yg direnggut paksa untul keluar dari alur cerita milikknya." jawab Chanyeol.
"Kau benar."
"Apa masih ada lagi?"
"Tidak. Eh, ada. Eh, tidak." ujar Syera gugup.
"Mana yang bener? iya apa tidak?"
"Ada. Bisakah kau kirimkan aku nomor Kai? Aku tau kau kenal dia, kalian satu tim Basket. Tolong, jagan katakan padanya aku meminta nomornya." ucap Syera.
"Baiklah."
"Makasih Chanyeol." ujar Syera dan memutuskan panggilannya, meletakkan ponselnya dia atas meja nakas.
" Kau baru menelepon siapa?"
"Ah..kau mengejutkanku! Menelepon kekasihku." ucap Syera ngasal.
__ADS_1
" he...udah dapa nomor Chen,hah? dapat darimana ?" goda Krystal.
Detingan pesan masuk dari ponsel Syera semakin membuat Krystal semangat menggoda Syera.
"Wah, kalian baru saja telponan dan sekarang dia langsung mengirim pesan padamu. Rindunya cepat sekali." ujar Krystal tersenyum menatap Syera.
"Apaan sih Krys. Ini bukan Chen." bela Syera dan menunjukkan jika pesan yang masuk bukan dari Chen.
"Chanyeol?"
"Iya Chanyeol, aku berkirim pesan dengannya." ujar Syera tersenyum manis.
"Kalian bahas apa?" tanya Krystal berhati-hati jika Chanyeol si tiang listrik itu membeberkan rahasianya pada Syera.
"Tentang musik. Kau tau Chanyeol juga suka musik. Sama sepertiku." Ujar Syera dibuat seantusias mungkin dan senatural mungkin.
"Pindah haluan, hah? gak dapat Chen jadi Chanyeol? ku beri nasihat, jangan suka Chanyeol dia suka yang lain." ujar Krystal dan berdiri tempat tidur Syera ke tempat tidurnya yang hanya berjarak dua langkah.
"Kenapa? apa kau suka dengannya? mengaku saja." Syera balik menggoda meski dia sudah tau benar jawaban hati Krystal.
"Aku? suka Chanyeol? aku tidak tau." jawab Krystal membuat Syera seketika terdia. Jawaban Krystal berbeda dari harapannya.
Krystal jujur, karena dia memang tidak tau apa menyukai Chanyeol atau tidak. Hatinya masih bimbang.
Entah badai jenis apa, dan mimpi apa Kai semalam hingga ia bangun terlalu pagi hari ini. Ia keluar dari rumahnya,mengendarai mobilnya entah kemana tanpa arah dan tujuan pasti.
Menatap dirumah mungkin adalah pilihan yang buruk disaat cuaca di minggu pagi sedang cerah-cerahnya, mungkin itulah yang dipikirkan Kai saat ia keluar dari rumahnya jam 06.00 pagi tadi. Padahal matahari masih malu-malu untuk mengeluarkan sinarnya jam segitu.
Tak terasa sudah 3 jam ia hulu hilir disekitar jalanan pusat kota seoul. Hingga akhirnya memilih dan memarkirkan mobilnya di salah satu Mall. Berbelanja sedikit tidak ada salahnya kan?
Hingga pada akhirnya semua toko tetap terjalani,tak bisa di pungkiri saat melihat tangan Kai penuh dengan belanjaannya kurang dari 1 jam.
Kai memilih berhenti untuk melihat-lihat toko yang ada dan berjalan santai untuk menyimpan barang belanjaan miliknya ke mobil.
Kai mendegus kesal,menurunkan barang belanjaannya dan meraih ponselnya yang bergetar di saku celana.
"APA!" teriak Kai saat tau siapa yang menganggu hari minggu indahnya. Park Chanyeol!
"Ya! kau tidak perlu teriak-teriak begitu. Kau dimna ?"
"Mall" jawab Kai singkat.
"Wah,kau langsung berburu hadiah? Cepat juga. Mall mana ? aku akan datang, kebetulan aku ada di pusat kota." jelas Chanyeol.
"Apa yang kau bicarakan? Aku belanja untuk diriku sendiri. Hadiah apa yang kau maksud? Aku di mall S."jawab Kai.
"Woah, kebetulan sekali. Aku baru saja di basement. Kesini cepat!" perintah Chanyeol dan memutuskan panggilannya secara sepihak.
Kai menatap ponselnya geram. Ia menenteng kembali tas belanjaannya dan menghampiri Chanyeol di basement.
Chanyeol keluar dari mobilnya saat melihat Kai lewat dari depan mobilnya menuju mobilnya.
"Hei,banyak sekali belanjaanmu. Yang mana satu kadonya?" tanya Chanyeol menunjuk-nunjuk kantong belanjaan Kai.
__ADS_1
"Kado apaan? dari tadi bilang kado. Aku belanja untuk diri sendiri." jelas Kai dan menyimpan belanjaannya ke bagasi mobilnya.
"Ulangtahun Sehun dirayakan
besok. Masa gak tau."
"Gak, kan yang temannya itu kau,bukan aku." jawab Kai dan menutup bagasi mobilnya kembali.
"Yaudah, bantuin cariin kado." ujar Chanyeol dan merangkul Kai.
Krystal tengah berjalan kesana kemari di dalam kamarnya. 10 menit yang lalu pesan Chanyeol masuk keponselnya yang mengatakan ulangtahun Sehun besok.
Dan yang membuat Krystal berjalan mondar mandir adalah tentang apa yang akan dia berikan untuk kado Sehun. Dan anehnya, kenapa dia bisa benar-benar lupa hari ulangtahun Sehun?
Tak kunjung mendapat ide, Krystal menghampiri Syera yang tengah duduk menonton TV diruang tengah.
"Ra, butuh saran nih. Sehun ulangtahun besok kasih kado apa enggak?" tanya Krystal menatap Syera.
"Kasih. Dia itu teman kecil kamu meski udah ada jarak sekarang." ujar Syera.
"Oke." jawab Krystal mengangguk mengerti dan masuk kembali ke dalam kamarnya.
"Kasih kado apaan yah ? Udah mepet juga waktunya kalo kirim dari sini ke korea. Kok bisa lupa sih Krys." ujar Krystal pada dirinya sendiri dan menepuk jidatnya.
Hingga ide yang cukup terbilang briliant mampir ke otak kecil Krystal. Krystal meraih jacketnya dan keluar dari rumah terburu-buru hingga teriakan Syera pun terabaikan.
"Semoga belum tutup." ujar Syera dan terus berjalan menyusuri jalan yang masih tampak rampai di jam 9 malam.
Krystal bernafas lega setelah 10 menit ia berjalan dari apartement kesebuah toko yang diharapkannya belum tutup.
Krystal mengeratkan jacketnya dan berjalan memasuki Toko.
"Hello, can I make a request?"
"About what? for tomorrow or tonight?"
"Tonight, I want something spesial that you can make for this one." Krystal tersenyum mengangguk saat pelayan toko mengambil benda yang diinginkannya.
"Oke, can i know what can I do?"
"Wait." ujar Krystal dan meraih ponselnya,mengetikkan sesuatu dan memberikannya pada pelayan. "This is, you can make it, right?"
"Of course, wait a minute. I'll finished for five until fifteen special for you. I think this is for someone special right?" ujar sang pelayan tersenyum dan membawa barang yang ditunjuk Krystal tanpa menunggu jawaban Krystal.
"Right. Special gift for someone special." jawab Krystal.
Krystal memilih duduk menunggu sang pelayan datang, mengotak atik ponselnya hingga postingan Yoona menganggu pengelihatannya.
"Special gift for someone special ." baca Krystal pada caption postingan Yoona beberap detik yang lalu.
"Hei nona, your order is ready." ujar sang pelayan,membuat Krystal menyimpan ponselnya dan menghampiri sang pelayan.
"Thankyou." ucap Krystal dan menyerahkan kartu kredit miliknya.
__ADS_1
"Yourwelcome." jawab sang pelayan dan memberikan kembali kartu kredit Krystal.
Krystal menatap belanjaannya dan langit malam bergantiaan. Tak ada yang tau bahwa hatinya tengah mengucapkan sebuah permohonan lagi.