
"Syera, kau duluan ke kantin. Aku ada perlu dengan Chanyeol." ujar Krystal yang melihat Chanyeol menunggunya di depan pintu kelasnya.
"Ada apa Chan? Tumben sekali." tanya Krystal.
"Tidak apa-apa. Ingin kekantin bersama?" tawar Chanyeol. Tanpa basa-basi, Chanyeol merangkul Krystal dan berjalan bersama ke kantin.
"Mana Yoona dan Sehun?" tanya Krystal seraya memakan roti miliknya.
"Aku tidak tau." jawab Chanyeol acuh.
Sehun yang baru saja memasuki kantin bersama Yoona melihat Chanyeol dan Krystal disudut kantin sedang makan bersama.
"Aku akan mencari tempat duduk, kau yang pesan." ujar Sehun pada Yoona dan berjalan kearah Chanyeol.
Chanyeol yang melihat kedatangan Sehun buru-buru mengajak Krystal pergi dan untungnya Krystal ikut tanpa banyak pertanyaan.
Chanyeol terseyum pada Sehun dan merangkul Krystal kembali.
...
Sehun memasuki lapangan, melemparkan bola basket pada Chanyeol.
"Hei, ring itu disana.. " tunjuk Chanyeol pada tiang ring basket.
"Ada yang ingin ku bicarakan. Ikut aku." ujar Sehun.
Chanyeol tersenyum lantas melemparkan bola basket pada Kai. "Kai tangkap."
"Jika pelatih mencariku dan Sehun, bilang saja izin 5-10 menit." ucap Chanyeol dan meninggalkan lapangan.
"Apa yang ingin kau bicarakan?"tanya Chanyeol to the point ketika dia sampai di atap.
"Ini tentang Krystal dan Yoona." ujar Sehun.
"Kau sudah memutuskannya?" tanya Chanyeol dan berjalan semakin dekat dengan Sehun.
"Tidak, aku tidak bisa memutuskannya. Jangan menyuruhku untuk membuat pilihan yang sulit Chan." ujar Sehun menatap Chanyeol.
Chanyeol terseyum sinis, "Aku tidak peduli tentang siapa yang kau pilih dan berapa sulitnya itu untukmu. Faktanya, melihatmu tetap mempertahankan Yoona, berarti kau melepaskan Krystal. Maka aku akan ada Krystal, bukan Sehun." ujar Chanyeol dan pergi meninggalkan Sehun.
__ADS_1
Sehun menggeram, memukul dinding sebagai pelampiasan emosinya.
"Apa pelatih datang?" tanya Chanyeol pada Kai yang menendang-nendang bola Basket layaknya
Bola kaki.
"Iya, tadi datang. Kita latihan sendiri." ujar Kai.
"Oh baiklah." ujar Chanyeol santai, dan terseyum menatap anggotanya.
"Aku rasa, kita akan bekerja keras hari ini." bisik Suho pada Xiumin,yang melihat Chanyeol tersenyum.
"Suho, Xiumin. Lari keatap, panggil Sehun dan lari keliling lapangan 3 kali." perintah Chanyeol. "Dan kau Kai ikut denganku." lanjut Chanyeol.
"Lakukan!" teriak Chanyeol, membuat anggotanya melakukan seluruh perintahnya.
Sudah pernah dikatakan bukan? Chanyeol tidak pernah main-main dengan Basket.
"Kita mau kemana?" tanya Kai menghampiri Chanyeol.
"Ambil bola sana. Latihan. Kita tidak kemana-mana." ujar Chanyeol.
...
"Krys, ada waktu sore nanti?" tanya Chanyeol.
"Mmm, ada. Kenapa?" tanya Krystal dan memakan Ice Cream vanilanya.
"Ayo jalan-jalan. Aku akan menunjukkan sesuatu padamu."
"Baiklah, aku berekspektasi tinggi untuk itu Chan." ujar Krystal.
"Kau bisa menantikannya." ujar Chanyeol terseyum pada Krystal.
Sepertinya aku datang kembali dengan Krystal, tidak dengan diriku sendiri.
...
"Chen, kau pesan apa?" tanya Syera pada Chen yang berdiri disampingnya.
__ADS_1
"Samakan saja denganmu, aku cari tempat duduk." ujar Chen dan meninggalkan Syera.
"2 roti dan 2 mocha." ujar Syera.
Disaat yang bersaaam Kai datang dan berdiri tepat disebelah Syera.
"1 mocha dan 1 Cofee." ucap Kai.
"Terimakasih." ujar Syera dan berjalan membawa nampan makanan miliknya.
Kai menoleh, mencari siapa yang berbicara baru saja, suaranya sangat mirip dengan seseorang. Kai melihat seluruh penjuru kantin namun tidak ada yang memilikiciri-ciri yang sama.
"Aku rasa tadi seperti suara Syera." ujar Kai ragu dan mengambil minuman miliknya dan juga milik Xiumin.
"Hyung, apa kau lihat bagaimana ciri-ciri gadis yang berdiri disampingku tadi?" tanya Kai seraya memberikan minuman milik Xiumin.
"Kenapa?"
"Aku mendegar suaranya dan itu mirip seperi suara Syera." ujar Kai.
Xiumin mengangguk-angguk mendengar penjelasan Kai, "Itu memang Syera." ujar Xiumin santai.
"Kau yakin? Jangan becanda Hyung." ujar Kai serius.
"Itu memang dia."
"Kenapa kau tidak bilang Hyung!" ujar Kai frustasi dan mengacak rambutnya. Bisa-bisa nya ia tidak bisa melihat Syera yang berdiri tepat disampingnya.
"Aku pikir kau sudah tau dan mengabaikannya." jelasnya.
"Aishh!" Kai berlari, meninggalkan Xiumin dan juga memberikan Mocha miliknya.
"Saem, saya ingin mencari seoarang siswi bernama Syera Queen. Berada di kelas mana saem ?" tanya Kai pada Baekhyun yang baru saja ingin masuk kedalam ruangannya.
"Murid pertukaran bukan? Ada dikelas A." jawab Baekhyun. "Ada perlu apa?" tanyanya.
"Tidak ada apa-apa saem. Permisi." Kai memberi hormat dan berlari meninggalkan Baekhyun di depan ruangannya.
Kai menggeram kesal kala bel masuk berbunyi. "Aish, sial!." umpatnya dan berbalik arah dan berjalan kekelasnya.
__ADS_1