Kumpulan Novel

Kumpulan Novel
26


__ADS_3

"Eomma, aku ingin ke Amerika"


Pagi itu, bukan sapaan 'selamat pagi eomma' yang diterima Hyuna dari puteranya. Pergerakannya melambat menatap wajah Sehun puteranya yang berdiri di belakangnya.


"Amerika? Kenapa mendadak sekali?"


"Maaf eomma, tapi sehun rasa ini kesempatan Sehun yang terakhir, please,ijinin Sehun kesana."


"Tidak, minggu depan ujian." Final, Hyuna tak mengijinkannya dengan tegas dan meninggalkan Sehun.


"Eomma.... Setelah ujian aku bisa pergi bukan?!" Sehun berteriak berharap Hyuna mendengarnya.


1 bulan Kemudian


‘Apa jatuh CINTA selalu serumit ini? Selalu menyakitkan?’


Tanpa perlu bertanya padaku ahli CINTA semua orang bisa menjawab ‘Serumit itulah CINTA dan semenyakitkan itulah CINTA, karena pada dasarnya jika tidak begitu maka itu bukan CINTA.’


Sehun selalu paham bahwa takkan ada cara yang bisa ia lakukan untuk membuat Krystal kembali padanya. Bahkan saat Ujian Nasional usai, masalahnya tak kunjung usai juga.


Pernah sekali Sehun menyusul Krystal di USA setelah ujian usai, tapi yang didapatinya malah Krystal yang mengabaikan nya semakin parah.


Apa perjuangan nya mati-matian untuk datang kesini akan terbuang sia-sia?


Ah.... Sehun ingat sekarang, banyak hal yan telah ia lewati selama 1 bulan penuh di korea.


Belajar mati-matian agar ia dapat menembus universitas di Amerika.


Ia merelakan banyak turnamen basket demi selembar nilai terbaik yang akan di dapatkannya.


Tapi kini apa yang dia dapat? Bahkan menyapa ‘hi’ pun Krystal enggan padanya.  Padahal dia sudah jelas-jelas berdiri di depan Krystal.


Takdir kali ini sepertinya takkan berpihak padanya,tapi Sehun tetaplah Sehun, ia akan berusah mengubah takdirnya.


"Hun,ayo. Kita makan dulu, nanti aku coba berbicara pada Krystal." Chanyeol menepuk bahu Sehun,menyadarkan lamunanya menatap gadis yang sudah lama hilang dari pandangannya beberapa menit yang lalu.


"Apa ada kemajuan?" Chanyeol berbasa-basi meski Chanyeol yakin 100% laki-laki yang didepannya tak menggubrisnya sedikitpun, makanan saja di anggurin.


"Yak!" teriak Chanyeol dibarengi satu jitakan dikepala Sehun.  "Lagi ngomong nih, dengerin dong."


"Lihat sendiri kan?  Kenapa harus nanya lagi sih?!"

__ADS_1


"Okay, sepertinya aku harus turun tangan." ujar Chanyeol yang dujawab dengan tegas oleh Sehun "Tidak"


"Kenapa?  Kenapa?  Kenapa? gak ada cara lain lagi untuk dekati Krystal kan?  Kali ini ikutan permaian ku, jangan membuat kesalahan yang sama Hun." Chanyeol mengingatkan.


"okay." Sehun mengalah.



"Krys, yakin gak kenal sama cowok yang diri di depan tadi?"


"apaan sih Ta, udah di bilangin enggak juga." Krystal terus berjalan cepat membiarkan temannya Letta yang terus mengikutinya tertinggal di belakang nya.


"Yakin?  Tapi rasanya dia kenal sama kamu." Letta beropini.


"Yaampun Ta, cewe secantik aku siapa sih yang gak kenal? Di Instagram jadi selebgram, di youtube jadi youtuber dong."


Okay,ini keterlaluan meski yang di katakan Kristal 100% benar adanya. "Sombong banget." jawab Letta.


"Cewek Cantik" ujar Krystal di iringi tawanya menatap Letta yang juga ikut tertawa.


"Ssssst... Cewe Cantik"


"Astaga... Ada apasih Chan, aku punya punya nama." ucap Krystal menatap Chanyeol.


"Ooops aku amnesia." ujar Chanyeol.


"aneh banget yah, orang amnesia ngaku amnesia, masuk rumah sakit jiwa sana." ujar Krystal yang menahan tawa nya.


"Boleh minjam Krystal nya sebentar?" Chanyeol menatap Letta yang berdiri disamping Krystal.


"Apaan sih Chan, ini orang bukan barang yang main pinjam-pinjam aja." ujar Krystal menatap Chanyeol.  "Udah yuk, jangan gangguin anak orang." Krystal mendorong Chanyeol menjauh dari Letta, "Ta, pulang luan aja yah." ujar Krystal melambaikan tangannya seraya menarik Chanyeol terus menjauh.


"Cantik"


"Siapa?" tanya Krystal yang duduk didepan Chanyeol.


"Yang pasti bukan yang saat ini duduk dihadapanku."


"Ye... Aku juga gak mikir kalau itu aku."


" Aku rasa tidak." Chanyeol tersenyum, mencoba menggoda Krystal lebih jauh lagi.

__ADS_1


"Jangan coba-coba mendekatinya! Aku sudah mengingatkanmu Chan."


"Oke,tidak ku ganggu."


"Jadi ada apa?"


"Sehun rindu padamu."


Hanya itu, tapi dampaknya begitu kuat bagi hati Krystal.


"Kenapa kau yang mengatakan nya?  Yang rindu kan dia."


"Aku juru bicaranya." ucap Chanyeol seraya menunjuk dirinya sendiri, seakan-akan menjadi juru bicara Sehun adalah hal yang membanggakan.


"Terus?" Krystal masih asik menyendok makanan kedalam mulutnya, memperhatikan Chanyeol sesekali.


"Jangan mengabaikan nya."


"Wah...kau sudah tau ceritanya, tapi kau bilang apa? Kau meminta ku untuk tidak mengabaikan nya? Kau masih waras? "


Chanyeol diam, seharusnya dia diam saja dan tidak ikut campur dalam masalah percintaan Sehun, terlalu rumit.


"Bukan begitu, setidaknya sapalah dia jika kau melihat nya, dia banyak berjuang hingga sampai disini."


"Ya! Kau bodoh apa bagaimana?  Aku tidak peduli. Dia yang ingin kesini, bukan aku yang menyuruhnya."


"Krys,Sehun memang salah dan dia sudah mengaku salah,bisakah kau memberikan dia kesempatan untuk meminta maaf secara tulus?"


"Maaf Chan."


"Tidak bisakah kau memikirkan nya dulu sebelum menjawabnya? Aku anggap diam mu mengatakan Iah, dan jawabanmu tadi kuanggap hanya angin lalu." Chanyeol beranjak dari posisi nya, namun ucapan Krystal mengehentikan langkahnya.


"Aku akan kembali ke korea, aku kuliah disana. Itulah mengapa aku tidak membiarkan Sehun kesempatan."


Wah, apa ini sejenis drama yang sering main di TV pagi-pagi. Ini sungguh tak bisa di tebak. Apa tadi katanya?  Kembali ke korea? Saat pemeran utama cowonya mati-matian menyusul ke luar negeri.


Chanyeol tidak percaya ini, jadi pantaskah dia kesel saat ini?


"Wah... Bagus Krys, karenamu, kami tak ikut andil  dalam turnamen basket, karenamu juga, aku mati-matian mengajari Sehun yang otaknya otak udang, kau, benar-benar keterlaluan." Chanyeol berkacak pinggang, menatap Krystal marah, tapi ia tidak bisa mengatakan hal yang lebih menyakitkan  dari ini. Karena bagaimana pun Krystal itu adalah seorang gadis, gadis yang akan menangis jika di bentak, yang ketakutan karena amarah yang meledak-ledak. Chanyeol tak ingin jadi alasan itu, biarkan hanya Sehun si berengsek  yang mendapatkan tittle itu.


Krystal terdiam, menatap Chanyeol dalam diam sebelum mengucapakan maaf lagi untuk kesian kalianya dan meninggalkan Chanyeol sendirian disana.

__ADS_1


__ADS_2