Kumpulan Novel

Kumpulan Novel
13


__ADS_3

Sehun berjalan keluar dari kelas setelah Jung saem selesai mengajar, bahkan membiarkan bukunya begitu  saja berantakan diatas meja. Mengabaikan teriakan-teriakan Yoona yang memanggilnya.


"Aku perlu bicara denganmu." ujar Sehun dan meninggalkan sosok itu di depan kelasnya.


Sehun terus berjalan, membawa sosok itu ke atap sekolah.


"Apa kau berpacaran dengan Chanyeol?" tanya Sehun menatap Krystal yang berdiri di depannya.


"Kau tidak perlu tau apa hubunganku dengan Chanyeol. Kau tidak punya hak untuk itu." jawab Krystal.


"Baiklah jika kau tidak ingin memberitahuku. Maka aku yang akan memberitahu apa yang kudapatkan setelah melihat kalian selalu bersama." ujar Sehun menatap Krystal.


"Aku rasa kalian pacaran." lanjut Sehun.


Krystal tersenyum menatap Sehun, "Kuharap perkataanmu benar." ujarnya dan melenggang pergi dari hadapan Sehun.


"Permintaanku yang kedua." ucap Sehun tiba-tiba, membuat Krystal mengurungkan niatnya membuka pintu.


"Jauhi Chanyeol." ujar Sehun mantap.


Krystal membuka pintu, mengabaikan ucapan Sehun, menuruni anak tangga dan meninggalkan Sehun sendiri disana.


"Hei Krys,apa yang kau lakukan disana?"


Krystal menoleh mendapati Channyeol yang mentapnya. Krystal berjalan mendekat pada Chanyeol. "Bertemu Sehun.Kau mau kemana?"


"Balik ke kelas. Aku hanya tidak sengaja melihatmu turun." ujar Chanyeol.


"Ingin membolos?" tawar Krystal.


Chanyeol terkejut,menatap Krystal tak percaya.


"Ada yang salah dengan pernyataan ku?" tanya Krystal yang melihat ekspresi aneh milik Chanyeol.


Chanyeol menggeleng, "Kau ingin kemana?"


"Kemana saja." ujar Krystal.


"Baiklah. Ayo, sebelum bel berbunyi." ujar Chanyeol dan menarik Krystal ikut dengannya.


Sehun yang sedari tadi terdiam melihat Chanyeol dan Krystal, menghela nafas. "Sudah kuduga. Baik dulu maupun sekarang dia selalu melanggar keinginanku."

__ADS_1


Sehun berbalik lagi, membatalkan niatnya untuk kembali ke kelas.


Sehun meengeluarkan ponselnya, membuka galery ponselnya dan menampilkan satu-satunya photo yang dia miliki.


Photo yang diambil tepat dihari pertama mereka jadian, Hyuna -eomma Sehun- sendiri yang mengambilnya.


Sehun tersenyum, saat mengingat photo itu diambil secara acak ketika dirinya dan Krystal tengah duduk berdua di taman belakang rumahnya. Meskipun begitu, photonya sangat sempurna, seolah-olah sudah diatur sebelumnya.


Bagaimana Krystal tertawa menatapnya dan dirinya yang mengelus kepala Krystal, sungguh sangat sempurna.


Senyum Sehun memudar, kala kenyataan datang mengahampiri.


Yoona. Dia memiliki Yoona berada disampingnya sekarang ini. Terkadang Sehun merasa bersalah karena mempertahankan Yoona tetap disisinya dan terkadang menyalahkan diri sendiri karena ulahnya.


Sehun sudah pernah yakin untuk menyelesaikan hubungannya dengan Yoona dan mengejar Krystal ke USA. Tapi semuanya tidak pernah terjadi, ingatan tentang dirinya dan juga Yoona membuatnya memilih diam dan memilih tinggal pada sisi Yoona. Hingga sekarang, semuanya berjalan begitu saja.


Sehun tidak menyukai Yoona, tidak juga mencintainya. Sehun hanya membutuhkannya.


Sehun tau jelas, pada siapa hatinya jatuh, pada siapa cintanya ingin dan  siapa orang yang dia maksud.


Tapi semuanya tidak semudah itu untuk mengembalikan semuanya pada tempatnya semula, itu membutuhkan waktu yang lama. Dan juga Krystal yang benar-benar melihatnya  di koridor dengan kedua matanya sendiri membuatnya memilih diam.


Lamunan Sehun buyar kala ponselnya berdering.


"Halo eomma, ada apa?" tanya Sehun.


"Kita akan mengadakan makan malam dengan Keluarga Jung. Kau cepat pulang." jelas Hyuna to the point.


"Aku ada urusan. Pertandingan basket kami sudah dekat." jawab Sehun.


"Eomma tidak butuh alasan, kau harus ikut. Krystal menjadi mantanmu tak menutupi kenyataan kalo kau berteman dengannya mulai dari bayi." ujar Hyuna tegas.


"Baiklah." jawab Sehun pasrah, mengalah lebih baik.


...


"Sehun kau sudah siap-siap?" tanya Hyuna seraya mengetuk pintu kamar Sehun.


"Sudah eomma. Ayo." ujar Sehun dan berjalan duluan.


"Sehun kau  yang menyetir. Appa sudah tidak kuat lagi menyetir." ujar Hyuna.

__ADS_1


Sehun mengangguk. "Kita akan kemana?" tanyanya.


"Cafe Italy yang sering kita datangi." Jawab Hyuna.


Sehun malajukan mobilnya meninggalkan kawasan rumahnya, menuju tempat di mana keluarganya akan bertemu.


"Lama tak bertemu Nami." ujar Hyuna yang berjalan mmendekat dan terseyum ramah pada Nami. "Kau semakin cantik yah Krys." lanjut Hyuna yang melihat Krystal.


"Lama tak bertemu Yeon Seok." sapa  Ayah Krystal.


Yeon Seok terseyum,"Lama tak bertemu."


"Silahkan duduk." ujar Nami membuat semuanya duduk.


"Manaa Sehun?aku kira dia akan ikut datang." ujar Nami.


"Dia ikut, sedang memarkirkan mobil di luar." jawab Hyuna.


"Krys, lihat Sehun sana." ujar Nami.


"Eom---"ucapan Krystal terpotong kala Hyuna ikut menambahkan. "Pergilah,kalian butuh waktu bukan?"


Krystal mengalah dan bangkit dari duduknya, berjalan keluar menemui Sehun.


"Hei." sapa Krystal canggung.


"ada apa?" tanya Sehun binggung.


"Mereka meyuruhku untuk menemuimu." jelasnya.


"Begitukah?" tanya Sehun.


Krystal mengangguk.


"Baiklah,bagaiman jalan-jalan disekitar sini?" ajak Sehun.


"Boleh." jawab Krystal.


"Mungkin mereka tidak ingin di ganggu." ujar Sehun yang melihat empat orang disana berbicara dengan serius.


"Kau benar,mungkin itu pembicaraan yang serius." ujar Krystal yang ikut melihat.

__ADS_1


"Baiklah,ayo." ujar Sehun dan merangkul Krystal keluar dari restaurant.


__ADS_2