Kumpulan Novel

Kumpulan Novel
20


__ADS_3

Hari ini semuanya tampak sepi. Bukan hanya Kai yang merasakan hati nya semakin kosong kalo ia tau Syera sudah menyelesaikan masa pertukarannya. Tapi Sehun juga merasakannya. Seperti 3 tahun yang lalu saat Krystal pergi jauh untuk pertamakalinya dari jangkaunnya karena kesalahannya. Dan juga Chen yang kehilangan Syera untuk diajak ke kantin setelah bel istrihat berbunyi.


Chanyeol berjalan mendekat, merangkul Sehun yang beda beberapa centimeter dibawahnya. "Nikmati pilihan yang selalu kau pegang teguh. Mempertahankan orang yang salah di sisimu meski hatimu menolaknya."


Sehun melepaskan rangkulan Chanyeol. "Chan, kau tidak tau masalah apa yang ada antara aku dan Krys. Jadi tolong diam dan jangan memperburuk suasana hati!" ujar Sehun sakartis.


"Aku tau, aku tau semuanya." ujar Chanyeol seolah menantang Sehun untuk bertanya lebih jauh lagi, namun yang dia dapati hanya kediaman Sehun.


"Krys cerita padaku. Semuanya..., semalaman." ucap Chanyeol.


"Taruhan kita batal. Karena saat taruhan itu berlajut kau sudah tau pasti siapa yang akan berdiri di depan sana." lanjut Chanyeol.


"Latihan sore nanti, Final sudah semakin dekat. Beritahu anak-anak yang lain." ujar Chanyeol dan menepuk bahu Sehun sebelum beranjak meninggalkan Sehun sendiri diatas atap.


Sehun menghela nafas panjang, "Kau benar, seharusnya aku pandai memilih. Aku mau dia bukan yang lain." ujar Sehun menatap sosok yang berjalan beriringan dengan temannya dibawah sana. Berjalan santai kearah gerbang sekolah untuk keberangkatannya besok. Tanpa memberikan kata perpisahan persis seperti yang dilakukan gadis itu 3 tahun yang lalu padanya.


...


"Kalian tau bukan final semakin dekat. 5 hari lagi final dan kita harus berlatih extra 3 hari berturut-turut." jelas Chanyeol menatapnya Timnya.


"Sekarang mulai latihannya,namun sebelum itu pemanasan dulu." ujar Chanyeol dan membubarkan barisannya.


Chanyeol menatap Sehun yang hanya mendribble bolanya malas. Chanyeol berjalan mendekat dan merebut bola Sehun. Sudah Chanyeol duga, Sehun tidak Fokus hingga bolanya dengan mudah dia rebut. Bola basket yang dipegang Sehun tidak mudah di rebut, lantas kenapa sekarang jadi begini? hanya satu jawabannya. Pikirannya melayang jauh ke masalu, memikirkan segala kemungkinan- kemungkinan yang seharusnya yang tidak ia lakukan.


"Krystal memberikan salam perpisahan padamu." ujar Chanyeol membelakangi Sehun yang ingin merebut bola darinya.


"Dia bilang teruslah bahagia." ujar Chanyeol menatap Sehun yang berhadapan dengannya, menahannya agar tidak melakukkan Shoot.


"Dia tidak marah kepadamu." lanjut Chanyeol dan mendribble bolanya ke samping sebelum loncat dan memasukkan bola tersebut ke dalam Ring.


"Namun ia kecewa padamu." ujar Chanyeol menatap Sehun yang mengambil alih bola basket dan mendribble nya jauh dari jangkaunnya.


Lantas apanya yang berbeda ? kecewa dan marah. Aku lebih memilih dia marah dibandingkan kecewa.


Chanyeol merebut bola basket dari Sehun dan melak ukan shoot jarak jauh. "Dia kecewa pada mu dan pada Yoona. Padamu karena menghianati cinta kalian, dan pada Yoona karena menusuknya dari belakang."


Sehun menunduk. "Itu bukan salahku, itu salah Yoona." ujar Sehun lirih namun masih dapat didengar oleh Chanyeol.


"Kau tidak bisa menyalahkan Yoona begitu saja saat kau juga ikut ambil bagian dalam hal itu." ujar Chanyeol menatap Sehun tajam. Bukan. Ia tidak membela Yoona. Ia hanya ingin menyadarkan kesalahan makhluk bodoh yang menyedihkan di hadapannya saat ini.


Chanyeol akui dia juga menyedihkan, tapi tidak semenyedihkan Sehun yang bodoh melepaskan cinta yang diinginkannya.


"Oke, aku salah. Kami sama-sama salah!." teriak Sehun pada akhirnya. Menatap Chanyeol tajam, "Lantas setelah aku mengakui aku salah, apa semuanya kembali membaik?"


"Semua akan membaik saat aku memberikannmu pilihan, tapi apa yang kau lakukan ? kau mempertahankan orang yang salah." ujar Chanyeol. "Kau tidak butuh Yoona, kau membutuhkan Krystal. Jangan sugesti dirimu sendiri bahwa kau membutuhkan keduanya, kau hanya butuh satu dan itu Krystal." lanjut Chanyeol menahan emosi yang menggebu-geu di dalam dirinya.


"Aku tahu pilihan ku salah, dan aku ingin kembali. Tapi apa kau tau letak salahnya hubunganku dengan Yoona dimana ?"


"Koridor. Kalian berciuman panas di koridor. Kau memeluknya sangat posesive, hingga tidak menyadari kedatangan Krystal di belakangmu." jawab Chanyeol santai, mengutarakan kembali cerita kemarin malam yang diucapkan Krystal padanya lewat posel.

__ADS_1


Sehun menggeleng. "Jika karena itu, aku bisa menganggapnya tidak terjadi apa-apa dan melupakannya begitu saja dan kembali kesisi Krystal dengan aman."


"Lantas, apa masalahnya ?" ujar Chanyeol penasaran.


Chanyeol juga sudah pernah menduga hal ini, pasti ada hal yang lebih besar dari pada yang Krystal ceritakan padanya.


Chanyeol bisa mengerti jika Krystal kecewa dan memutuskan pergi jauh saat melihat kekasihnya berciuman sendiri dengan sahabat mereka. Siapapun pasti kecewa dengan itu.


Namun yang membuat segalanya menjadi aneh adalah sikap Sehun. Ia tidak menjelaskan bahkan mengejar Krystal. Ia hanya diam dan meratapi kepergian Krystal dari hidupnya.


"Aku belum siap Chan. Kau tau itu bukanlah hal yang gampang untuk dibicarakan. Dan itu juga tidak bisa membuat semuanya kembali pada posisi nya semula." aku Sehun pada akhirnya. Biarkan saja Chanyeol menganggapnya apa, tapi hati nya benar-benar belum siap untuk bercerita.


Chanyeol manahan kekesalannya, sudah dibuat penasaran setengah mati malah mendapat jawaban childish dari Sehun.


"Latihan, fokus Sehun. Ini penting untuk kita, Karena ini piala terakhir yang bisa kita sumbangkan untuk sekolah sebelum lulus." ujar Chanyeol serius.


"Aku tau."


...


"Krys, apa kau punya sesuatu rahasia dimana kau hanya ingin menyimpannya sendiri?"


Krystal berhenti memasukan bajunya kedalam koper dan menatap Syera yang tampak bimbang dengan perkataanya barusan. "Kenapa?"


"Ada atau tidak?" tanya Syera lagi, mengabaikan pertanyaan Krystal.


"Tidak ada." jawab Krystal, dan yah--itu memang benar, rahasianya yang sebenarnya ingin dia simpan sendiri dari dulu sudah dia bagi pada sahabat masakecilnya, Park Chanyeol. "Kenapa? Kau memilikinya?"


Krystal tersenyum, "Tidak apa-apa. Nanti juga kau akan berani mengatakannya pada seseorang. Aku juga begitu, dan butuh 3 tahun untuk mengatakannya.


"Aku harap begitu." ujar Syera.


"Cepat kemas-kemasi barangmu. besok kita ada di penerbangan pertama." seru Krystal dan melanjutkan aktivitasnya yang tertunda.


Krystal menyeret koper besarnya keluar dari kamar, dan juga milik Syera yang menyusul berdiri disebelah kopernya.


"Akhirnya siap sampai batas yang kutentukan." ujar Krystal menatap jam yang masih menunjukkan jam 5 sore. "Waktunya mandi, kita akan mengelilingi seoul sekali lagi sebelum kita pergi besok." seru Krystal.


Tepat pukul 6 sore Krystal dan Syera keluar dari apartemen dan menaiki mobil yang baru saja datang.


"Kita akan kemana ?"


"Kemana saja yang buat bahagia, kau jadi Guide kami hari ini." ujar Krystal tertawa.


Chanyeol mengangguk. "Baiklah para turis-turis. Saya Park Chanyeol akan membawa kalian berkeliling kota. Dan saya pastikan kalian bahagia." ujar Chanyeol percaya diri dan melajukan mobilnya meninggalkan kawasan apartemen.


"Sampai. Pillihan pertama kita ke Vivapolo." ujar Chanyeol. "Ini restoran Itali milik eommaku." bisik Chanyeol pada Krystal.


"Ah, benarkah ?"

__ADS_1


"Tentu ayo masuk dan makan." ujar Chanyeol.


"Eomma, tebak. Aku bawa siapa ?" ujar Chanyeol menutupi Krystal menggunakan punggungnya.


"Eomma tidak tau."


"Tada...ini Krystal." seru Chanyeol. "Eomma pesan makanan yang paling baik dan aku mau itu gratis." ujar Chanyeol terkekeh diakhir kalimatanya.


"Iya-iyah. Duduk sana, dan tunggu makanan kalian datang." ujar Nyonya Park yang geleng-geleng melihat tingkah putranya. Ini bukan sekali ataupun duakali Chanyeol mengatakan hal itu padanya saat membawa temannya, ini sudah ke 99 kalinya dia berkata begitu.


Mereka akhirnya duduk dan tak lama kemudian makanan mereka datang. Banyak sekali, Krystal sampai tidak tau apa semuanya akan habis atau tidak.


"Aku kenyang sekali." ujar Syera.


"Aku juga." ujar Krystal.


Chanyeol terkekeh, "Baiklah para turis-turisku kita akan melanjutkan perjalanan." ujar Chanyeol.


Chanyeol melajukan mobilnya kembali, meninggalkan area restoran ibunya.


"Sampai. Kita ke Star Museum (SM)." ujar Chanyeol.


"Kenapa kita kesini?" tanya Syera heran.


"Berburu artis. Siapa tau mereka lagi ada disana." ujar Chanyeol dan membawa keduanya masuk.


Lama berkekeling dan sesekali mengambil photo di tempat-tempat yang menarik membuat mereka lelah dan memutuskan untuk mengunjungi Namsan. Dan yah meski itu ide konyol Chanyeol yang ingin mewujudkan mimpinya ke Namsan untuk pertamakalinya dengan seorang gadis.


Tidak memiliki pasangan bukan berarti tidak boleh datang bukan ? Mereka sepakat membeli gembok dan akan menggantungnya diantara puluhan atau bahkan jutaan bahkan milyaran gembok yang ada di Namsan.


Krystal X Chanyeol X Syera


Be my friends and always be there If I need You.


"Hari ini sangat menyenangkan. Aku harap punya lebih banyak waktu untuk mengelelilingi kota Seoul." ujar Krystal.


"Tahun depan kembalilah. Aku akan mengajakmu jalan-jalan."


"Aku usahakan."


"Besok jam berapa kebandara.?"


"Jam 6 pagi. Kami di penerbangan pertama." jawab Krystal.


"Semoga perjalanan mu menyenangkan. Hubungi aku jika kau sudah sampai." ujar Chanyeol tersenyum.


"Baik." jawab Krystal. "Hati-hati dijalan. Dan sampai bertemu nanti." seru Krystal.


Chayeol tersenyum dan masuk kedalam mobilnya dan mengendarainya jauh, lambain tangan Krystal mengiringi kepulangannya.

__ADS_1


"Besok, hari yang baru akan dimulai." ujar Krystal dan berjalan masuk kedalam Apartemen.


__ADS_2