Kumpulan Novel

Kumpulan Novel
10


__ADS_3

"Chan, kau ada waktu?"


"Kapan?"


"Siang nanti."


"Aku ada, ada perlu apa?"


"Aku ingin menceritakan sesuatu padamu." jawab Yoona.


"Tentang apa?"


"Nanti saja ku ceritakan, mari bertemu di Cafe S." ujar Yoona dan memutuskan panggilannya.


Yoona mengela nafas memandangi pantulan dirinya di cermin. Meletakkan ponselnya dan mengambil lipstick.


Tak sampai 1 menit, ponselnya kembali berdering. Membuat Yoona meletakkan Lipstick nya kembali dan menjawab panggilan.


"Aku tidak bisa, Aku ada janji dengan Chanyeol pukul 1 siang nanti .  Baiklah, ayo bertemu di Cafe S tempat aku dan Chanyeol bertemu. Sampai nanti." jawab Yoona, dan meletakkan ponselnya kembali.


Yoona memakai lipstick nya dan keluar dari kamarnya dan tidak lupa mengambil kunci mobil di atas tempat tidur.


"Eomma, Yoona pergi." pamit Yoona.


"Hati-hati Yoon, jagan ngebut." Hee Jo memperingatkan.


"Ne Eomma."


...


"Ada apa Krys kau mengajakku bertemu?" tanya Yoona seraya duduk di depan Krystal.


"Kau yang memesan ini?" tunjuknya pada latte didepannya.


Krystal mengangguk. "Aku ingin menanyakan sesuatu padamu." ujar Krystal.


"Apa? Tanya saja." jawab Yoona sambil meminum Latte yang dipesan Krystal.


"Kau benar-benar berpacaran dengan Sehun?" tanya Krystal ragu.


"Ah... Sehunie?" tanya Yoona menyakinkan.


"Sehunie?" ucap Krystal tak percaya pada panggilan yang diberikan Yoona pada Sehun. Sehun bahkan tidak semanis itu untuk dipanggil Sehunie.


"Kami memiliki hubungan." jawab Yoona.


Krystal menunduk, "Aku bodoh sekali menanyakan hal yang sudah pasti." gumam Krystal.


Yoona menatap Krystal, "Jangan katakan kau berpikiran kami pura-pura hanya untuk membuatmu kembali pulang kemari." Yoona mencoba menebak isi kepala Krystal.


"Krystal, kau sungguh percaya diri. Sehun bukanlah milikmu lagi. Kau sudah meninggalkannya tanpa kejelasan, tanpa pamit dan kesedihan." jelas Yoona.


"Ya! Apa yang kau ketahui tentang hubunganku dengan Sehun?" teriak Krystal.


"Aku tau semuanya." jawab Yoona santai.


"Baiklah. Kau pasti tau bukan aku pergi karena apa?" tanya Krystal santai mencoba menahan emosinya.


"Aku tau. Kau bosan dengannya bukan?"


"Kau sungguh tidak tau?" tanya Krystal penuh penekanan.


Yoona diam.


"Kau benar-benar tidak tau?" Krystal bertanya lagi.


Yoona kembali diam.


"Kau sungguh-sungguh tidak tau?" Krystal bertanya kembali.


"Kau. Kau adalah alasan aku pergi." ucap Krystal.

__ADS_1


"Kenapa aku?" tanya Yoona heran.


"Kau sungguh-sungguh tidak tau? atau kau berpura-pura tidak tau?" tanya Krystal sinis.


"Yoona-ah, aku tau kau tidak bodoh kau hanya pura-pura bodoh. Kau bilang ingin bertemu dengan Chanyeol bukan?  Baiklah akan kuberitahu ketika Chanyeol datang." lanjutnya.


"Kenapa kalian menyebut namaku?  Kalian menceritakan ku?" celetuk Chanyeol.


Yoona menoleh. Ah, sial.


"Ah, karena Chanyeol sudah datang bagaimana jika kuberitahu?" ujar Krystal tersenyum pada Yoona.


"Jika aku tau Krystal ada pasti akan kuajak Sehun." ujar Chanyeol sambil duduk diantara Krystal san Yoona.


"Kau ingin bilang apa Krys?" tanya Chanyeol.


"Itu.... Aku ingin bil--"


"Krystal ingin bilang kalo masa pertukarannya sudah mau habis." potong Yoona cepat.


Chanyeol mengernyit binggung sedangkan Krystal terseyum sinis pada Yoona.


Tingkat pencegahannya cepat juga.


"Aku harus pulang, aku ada urusan dengan Syera. Aku duluan. Aku sudah memesan Mocha  untukmu Chan." pamit Krystal dan meniggalkan Yoona dan Chanyeol.


"Aku yakin, bukan itu yang ingin dikatakan Krystal tadi." ucap Chanyeol memandang kepergian Krystal.


Yoona diam, mengabaikan perkataan Chanyeol. Pikirannya sibuk memikirkan perkataan Krystal.


Apa Krystal melihatnya? Apa itu yang dimaksudnya? Atau dia tau sesuatu?


"Kau ingin menceritakan apa Yoon?" tanya Chanyeol.


"Tidak jadi, kapan-kapan saja aku menceritakannya. Mood ku mendadak down mendengar Krystal akan pergi lagi."


"Padahal belum genap 1 bulan dia ada disini." ujar Chanyeol.


"Sekolahnya sudah memutuskannya.Tidak ada yang bisa dia lakukan."


"Aku rasa tidak. Aku betah disini."


"Kau ingin jalan-jalan?  Seol punya banyak tempat yang menarik." usul Chanyeol.


"Kita bisa lakukan itu. Asalkan kau tidak mengajakku ke Sungai Han. Aku berekspektasi tinggi untuk tempat menarik yang kau katakan." ujar Yoona.


"Santai saja. Ini spesial. Kau bawa mobil?"


"Iya."


"Bagus. Kita naik mobilmu. Aku tidak mobil." cengir Chanyeol.


"Ini." Yoona menyerahkan kunci mobilnya pada Chanyeol dan berjalan keluar dari Cafe.


...


Chanyeol turun dari mobil, berjalan menuju batu karang dan naik ke atasnya dan melihat Yoona yang berjalan kearah nya.


"Tada.... Sudah kubilang bukan. Aku akan mengejutkan dengan pemandangannya. Apa ini sesuai dengan ekspektasimu?" tanya Chanyeol melihat Yoona yang disampingnya.


"Ini lebih dari ekspektasi ku. Kau tau tempat ini dari mana? Aku yakin ini bukan tempat yang bisa kau temukan dari daring."


"Kau benar. Aku menemukan nya tidak sengaja. Aku lupa bagaimana bisa." ucap Chanyeol, "Kau ingin duduk disini?" tunjuk Chanyeol pada tempat disampingnya.


Yoona mengangguk. Chanyeol mengulurkan tanggannya, membantu Yoona untuk naik.


"Sepertinya kita harus menunggu sunset disini. Pasti sangat indah." ucap Yoona menatap lurus pada pantai didepannya.


"Aku tidak masalah." ujar Chanyeol.


"Jika aku kesini lagi, aku ingin mengajak Sehun kemari." ujar Yoona.

__ADS_1


Hari itu mungkin hari yang bahagia untuk Chanyeol. Keinginannya untuk membawa Yoona kemari sudah terpenuhi, tinggal satu hal lagi yang perlu dilakukan Chanyeol dan mungkin akan memakan waktu yang sangat lama atau bahkan tidak akan pernah terjadi.


Yoona menoleh pada Chanyeol, "Kau ingin mengajak siapa jika datang lagi kesini?"


"Aku akan membawa diriku sendiri jika datang lagi."


"Kau ini pelit sekali berbagi hal yang Indah pada orang lain."


"Ne ne ne, terserah kau ingin berkata apa."


Chanyeol memandangi pantai di depannya dan memandangi gadis pujaannya bergantian, membuatnya terseyum.


"Hari yang Indah." ujar Chanyeol.


...


Krystal berjalan santai, melihat-lihat Cafe yang ramai. Tak sekali duakali ia bisa menemukan sepasang kekasih menghabiskan waktu bersama. Mengingatkan dirinya bahwa dia juga pernah mengalami hal seperti itu.


Mendatangi Cafe, memesan latte dan berbicara banyak hal yang tidak penting pada kekasihnya, bercanda dan tertawa bersama. Ingin rasanya kembali pada masa itu, tapi apa yang bisa dilakukan olehnya?  Masanya sudah lewat.


Jika permohonan itu benar-benar bisa dikabulkan, seharusnya permohonan Krystal 3 tahun yang lalu sudah terkabul. "Kembali kemasa dirinya dan Sehun bersama. Maka aku tidak akan meminta hal-hal yang lain. Sungguh, Sehun itu penting bagiku."


Krystal terseyum dan melanjutkan langkahnya ke sebuah kedai penjual Ice Cream di seberang.


"Satu vanilla." pesan Krystal. Krystal mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan beberapa pesan teks pada Syera yang mengatakan bahwa dia akan pulang malam, jadi jangan menunggunya untuk makan malam. Kira-kira begitulah isi pesannya.


"Satu Chocolate."


Krystal menoleh kala mendegar suara itu. Dunia memang sempit, meski kenyatannya luas. Krystal buru-buru mengambil Ice Creamnya dan meninggalkan Sehun disana, kala Sehun menatapnya.


"Krys...!" teriak Sehun dan mengikuti Krystal, meninggalkan pesanan miliknya.


"Hei, apa kau marah?" tanya Sehun ketika dia bisa meraih pergelangan tangan Krystal dan membuat Krystal menatapnya.


Jujur, Krystal tidak bisa marah pada Sehun. Meskipun perkataan Sehun kemarin sungguh menyakitkan. Krystal yakin bahwa Sehun pasti tau jika dirinya benar-benar peduli pada Sehun.


"Lepaskan." ujar Krystal dingin.


"Tidak, kau marah padaku bukan?"


"Kau tau jawabannya." jawab Krystal.


"Maaf, kemarin aku banyak memilki pikiran." jelas Sehun. Dan Chanyeol membuatku harus memutuskan  pilihan yang sulit.


"Ingin jalan-jalan?"tawarnya. Tanpa menunggu persetujuan Krystal, Sehun melangkah dan menarik Krystal untuk ikut  dengannya.


"Lama rasanya tidak kemari, kupikir sudah tutup. Tapi sepertinya tidak akan pernah terjadi melihat cafe mereka sangat ramai." ujar Sehun melihat Cafe didepannya.


"Ini..." ujar Krystal.


"Kau benar, Cafe pertama yang pernah kita datangi berdua. Ayo masuk." ajak Sehun.


"Latte 2" pesan Sehun. Sehun menghampiri Krystal dan memberikan segelas latte yang dipesannya pada Krystal.


"Kau darimana tadi?" tanya Sehun.


"Hanya jalan-jalan. Menikmati kota Seoul yang ramai." jelas Krystal dan meminum latte miliknya. "Kau sendiri?" tanya Krystal.


"Hanya ingin membeli sesuatu." jelas Sehun.


Krystal mengangguk,menyesap Lattenya dan memandang keluar jendela, memperhatikan setiap pejalan kaki yang lewat.


"Apa kau ingat, kita pernah membolos sekolah hanya karena ingin kemari. Waktu itu, cafe ini pertama kali dibuka bukan?" Sehun mulai bercerita, menceritakan semuanya yang masih dia ingat tentang hubungannya dengan Krystal.


Krystal hanya diam mendengarkan. Membiarkan Sehun mengulas kembali Cinta yang telah usai.


"Hei, kenapa kau diam saja?"


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin jadi pendegar yang baik saja." ujar Krystal.


Rasanya baru sekitar 15 menit yang lalu dia membahas kembali tentang permohonannya 3 tahun yang lalu, dan sekarang? Permohonannya terkabul. Duduk bersama, memesan latte, berbicara banyak hal.

__ADS_1


Krystal terseyum.Hari ini rasanya begitu panjang, malam jangan mampir terlalu cepat. Aku masih ingin menikmati permohonanku.


Krystal melihat kearah Sehun, mendegar segala ceritanya, ikut tertawa kala pria itu menceritakan kejadian-kejadian lucu. Ikut menimpali perkataan Sehun kala beberapa kejadian yang diceritakan merupakan masa kecil mereka yang bahagia.


__ADS_2