
Krystal terdiam,membiarkan Sehun memeluknya.
Ini bukan tentangmu Hun.
Krystal menghela nafas. "Apa kita hanya akan kemari?" tanya Krystal.
"Tidak sebenarnya kita hanya mampir." jelas Sehun dan melepaskan pelukannya, memutar tubuh Krystal agar menghadapnya.
"Aku punya kejutan untukmu. Ayo pergi." lanjut Sehun.
Krystal mengangguk dan memilih berjalan disamping Sehun.
...
Krystal terperengah menatap bangunan didepannya. "Apa ini jalan-jalan versi mu?" ujar Krystal melihat Sehun yang turun dari motornya.
Pasalnya Sehun membawanya jauh dari keramain kota Seoul bukan untuk ke Taman Hiburan atau apapun. Dia mengajaknya ke bangunan tua atau tepatnya Rumah yang terletak 150 KM dari perbatasan Korea.
Sehun menggeleng. " Aku hanya ingin memperlihatkan sesuatu." ujar Sehun dan berjalan masuk kedalam rumah.
Krystal mengikut,berjalan dibelakang Sehun. Memperhatikan rumah tersebut dengan seksama.
"Apa ini milikmu?" tanya Krystal mencoba memulai percakapan.
"Tidak, ini milik Appa, dan yah...ini akan menjadi milikku saat dewasa nanti." jelas Sehun.
"Ini rumah Appa dan Eomma ku dulu saat menikah pertamakali, warisan dari halmoeni dan haraboji." jelas Sehun melihat Krystal yang mengangguk paham. "Sudah lama tidak di tinggali,banggunannya masih bagus,hanya perlu mengecat ulang." tambah Sehun.
Krystal menatap Sehun, "Jadi mana yang ingin kau tunjukkan?" tanya Krystal tak sabaran.
"Ayo naik, itu ada diatas." ujar Sehun dan berjalan duluan. Krystal mengikutinya dan berhenti di lantai dua di depan kamar paling kanan.
"Apa ada disini?" tanya Krystal penasaran.
Sehun mengangguk dan mengeluarkan kuncinya. "Jangan menangis,jika kau melihatnya." ujar Sehun dan membuka pintu kamar tersebut.
Krystal terpaku menatap apa yang ada dihadapannya saat ini. Rasanya waktu terhenti kala ia melihat itu. Jika diingat-ingat hari ini ulangtahunnya. Bodoh sekali, bahkan dia sendiri melupakan ulangtahunnya bahkan orangtuanya juga. Lantas kenapa laki-laki disampingnya ini mengingatnya?
Krystal menoleh menatap Sehun yang bernyanyi untuknya. Air matanya lolos begitu saja tak dapat ditahan.
"Ada apa? jangan menangis." ujar Sehun yang menghapus jejak air mata Krystal menggunakan ibu jarinya.
Krystal menggeleng. Tak sanggup menjawab pertanyaan Sehun memilih menghambur kedalam dekapan Sehun. "Mianhae...mianhae Sehun."
Sehun menepuk-nepuk punggung Krystal,mencoba menenangkannya. "Untuk apa?"
Krystal tak menjawab,semakin mempererat lingkaran tangannya pada pinggang Sehun.
"Sudah. Apapun itu aku akan memaafkanmu. Ayo kita rayakan ulangtahunmu." ujar Sehun yang berjalan mundur agar bisa melihat wajah Krystal.
"Jangan menangis." ujar Sehun dan menarik Krystal masuk.
Sehun mengambil gitar,memetik senarnya dan bernyanyi menatap Krystal.
Krystal menatap Sehun, mencoba tersenyum pada sosok dihadapannya.
Menutup matanya mencoba menghayati alunan lagu yang sayangnya semakin membuat hatinya sakit.
Pertanyaan-pertanyaan itu kembali berputar dibenak Krystal.
Apa Sehun masih mencintainya?Apa Sehun membencinya? Apa Sehun tidak ingin kembali bersamanya? Apa Sehun lupa tentang lagu ini?
__ADS_1
Air mata Krystal kembali jatuh,lolos begitu saja tanpa bisa ditahan. Membawanya pada fakta , mengingatkan bahwa dirinya bodoh memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sudah jelas bisa ia ketahui. Sehun tidak mencintainya,Sehun membencinya,Sehun lupa lagu ini, Sehun tidak ingin bersamanya.
***Ketika aku berbalik, mata kita saling bertemu.
Dan sekali lagi, aku hanya terpaku menatapmu.
Senyum itu agak keterlaluan bagiku
Dengan mudahnya ia memenuhi pikiranku.
Aku tak bisa bernafas ketika melihat senyum mata mu.
Sepertinya kau juga tahu, itulah pesonamu 🎶
Matamu berbisik padaku,seolah memintaku untuk mendekatimu.
Izinkan aku masuk ke dalam imajinasimu 🎶***
Krystal membuka matanya,melihat Sehun yang masih setia menatapnya sedari tadi.
Saat kita saling bertatapan,
Saat ini, di momen ini, ruang di antara kita, dipenuhi dengan getaran yang kuat,yang menjadi ritme dan menarikku kedalam. 🎶
***Ya, dia tahu. Senyuman aneh yang tak terungkap.
Dengan rasa ingin tahu yang memaksaku,untuk mengirim pertanda 🎶
Seolah kau menyuruhku membuka pintu hatimu yang sedikit terbuka dan segera masuk 🎶***
Apakah yang harus aku katakan?
Meskipun saat kau melangkah menjauh.
Langkah lambatmu seolah memberi tahuku untuk mengikutimu.
Girl just tell me what you like.
Seolah kau menyuruhku untuk bergegas 🎶
***Izinkanlah aku,masuk ke dalam duniamu.
Aku akan mendekatimu, jadi tunggulah aku.
Katakan padaku bahwa kau menunggu ku,saat aku menghampirimu 🎶
sekarang aku akan mendekatimu. 🎶***
Rasanya sakit itu kembali datang saat mendengar Sehun bernyanyi.Lagu ini, lirik ini,lirik yang Sehun gunakan 3 tahun yang lalu saat menembakku.
Semuanya salah. Bisakah diulang dari awal?
Krystal menatap Sehun yang tersenyum padanya."Terimakasih. Bukankah lagumu sedikit mainstream untuk lagu ulangtahun?" ujar Krystal berusaha tenang.
"Aku rasa begitu." ujar Sehun terkekeh. "Hanya saja, saat aku memegang gitar pikiran mendadak kosong dan malah menyanyikan itu." jelas Sehun.
"Tidak apa-apa." ujar Krystal tersenyum. "Jadi,kapan aku meniup lilinnya?" lanjut Krystal.
Sehun menghidupkan lilin yang berbentuk 18,sesuai umur Krystal tahun ini. "Sekarang kau bisa meniupnya."ujar Sehun melihat Krystal. "Tapi, buat permohonan lebih dulu." tambah Sehun.
Krystal mengangguk,menutup matanya dan membuat permohonan.
__ADS_1
"Sudah." ujar Krystal dan segera meniup lilinnya.
Krystal memberikan kedua tangannya ke hadapan Sehun, membuat Sehun geleng-geleng kepala melihat tingkah Krystal.
"Chakaman..." ujar Sehun dan mengeluarkan hadiah Krystal tepat di depan wajah Krystal. Liontin berbentuk kunci nada G.
"Cantik sekali." ujar Krystal.
"Kau suka?" tanya Sehun.
"Ne." jawab Krystal tersenyum.
"Hadap belakang,akan kupasangkan." ujar Sehun dan memasangkannya.
"Bagaimana?" tanya Krystal pada Sehun.
"Cantik." jawab Sehun.
Krystal meraih ponselnya dan memberikannya pada Sehun. "Photokan aku." ujar Krystal.
Sehun mengangguk,dan mengambil gambar Krystal. "Ingin berfoto berdua?" tawar Sehun.
Krystal mengangguk dan memberikan ruang agar Sehun bisa duduk disampingnya.
"Hana..dul..set...say cheese." ucap Sehun.
"Coba lihat?" ujar Krystal mengambil ponselnya dari tangan Sehun. "Cantik,kau mau ?" tanya Krystal pada Sehun.
"Tentu, kirimkan padaku." jawab Sehun.
Krystal mengangguk,dan mengirim photonya.
"Aku rasa kita bisa merayakan pesta ulanngtahunmu nanti dirumah. Ayo pulang, keburu malam." ucap Sehun.
"Ah, kau benar.Syera pasti sudah dirumah sekarang." ujar Krystal dan bangki berdiri, ikut berjalan di belakang Sehun.
...
"Terimakasih untuk kejutannya dan hadiahnya." ujar Krystal sambil memegang liontin pemberian Sehun.
Sehun mengangguk dan menatap Krystal seraya tersenyum. "Apa hanya itu saja?" tanya Sehun meyakinkan.
Krystal mengangguk membuat senyum Sehun memudar. "Baiklah, aku pulang dulu." ucap Sehun dan menghidupkan kembali mesin motornya.
"Chakaman..." ujar Krystal menahan Sehun.
"Ada apa?" Sehun mengernyit binggung pada Krystal.
Krystal melangkah mendekat pada Sehun,mengecup bibir Sehun sekilas dan tersenyum manis padanya. "Hati-hati." ujar Krystal dan berlari masuk kedalam kerumahnya.
Sehun masih terpaku, antara percaya atau tidak pada kejadian yang baru saja menimpanya.
Sehun tersenyum kala kejadian itu benar-benar nyata adanya, Sehun melihat kamar Krystal yang lampunya baru saja nyala. "Setelah kejadian ini, aku yakin dia akan menyesalinya dan menyumpahi dirinya sendiri bodoh." ujar Sehun terkekeh dan melajukan motornya.
Krystal menutup pintu kamarnya rapat-rapat. Menyumpahi kelakuan dirinya yang sungguh-sungguh---,ah lupakan.
"Bodoh sekali dirimu Krys." ujar Krystal sambil memukul kepalanya.
"Ini lagi,main-main kecup bibir sembaragan." tambah Krystal dan memukul bibirnya.
Krystal berjalan kesana kemari, memikirkan nasibnya saat bertemu Sehun. "Aish!" ujar Krystal frustasi akibat ulahnya sendiri.
__ADS_1
"Calm down Krys." ujar Krystal mensugesti dirinya agar tenang. "Lupakan kejadian tadi, hapus dari ingatan mu, jadi amnesia bila perlu." ucap Krystal pada dirinya sendiri.
Ketukan pintu menghentikan aktivitasnya. Krystal menatap pintu horor,mengantisipasi jika itu adalah Sehun.