
"Yeay,aku bisa." ujar Krystal yang terus mengayuh sepedanya.
"Jadi kau harus menepati janjimu dan sesuai permintaaku, mari bermain dengan Yoona." ujar Krystal yang mendekati Sehun.
"Aku tidak pernah berjanji." ujar Sehun, membalikkan sepedanya dan meninggalkan Krystal.
"Sehun!" teriak Krystal memanggil Sehun dan diabaikan oleh Sehun.
Krystal megayuh sepedanya, mencoba mengejar Sehun yang semakin menjauh. Krystal terus mengayuh, fokus menatap Sehun yang jauh didepannya sampai ide itu muncul dalam ingatannya.
"Eomma...appa...sakit." ucap Krystal disela-sela tangisnya.
Sehun yang menoleh kebelakang malah mendapati Krystal terduduk dijalanan membuat Sehun mengerem sepedanya tiba-tiba dan berbalik arah.
Sehun turun dari sepedanya,menghampiri Krystal dan berjongkok di depannya.
"Kau tidak apa?" tanya Sehun seraya meraih tangan Krystal yang sedari tadi di tiup-tiup oleh Krystal.
"Apa ini yang terluka?" tanya Sehun kemudian membersihkan tangan Krystal dan meniupnya.
"Kenapa bisa terjatuh?" tanya Sehun lagi.
"Aku mengejarmu untuk menagih janjimu dan Aku tidak melihat ada lubang yang cukup besar di jalan tadi, karena terlalu fokus mengejarmu." jelas Krystal.
"Kan aku sudah bilang aku tidak pernah berjanji." ujar Sehun. "Apa kau bisa berdiri?" tanya Sehun yang dijawab gelengan kepala oleh Krystal.
Sehun mengangguk mengerti, "Tunggu disini, jangan bergerak." ujar Sehun.
Sehun bangkit berdiri,menepikan sepedanya dan juga sepeda Krystal,kemudian menghampiri Krystal yang masih terduduk di jalan.
"Ayo naik." ucap Sehun yang berjongkok di depan Krystal.
Krystal mengalungkan tangannya pada leher Sehun, terseyum bahagia ntah karena apa.
"Sehun berteman dengan Yoona yah." ujar Krystal yang menyanggah kepalanya dipundak Sehun.
"Kenapa kau ingin sekali aku berteman dengannya?" tanya Sehun.
"Apa aku harus punya alasan?" Krystal balik bertanya.
"Tentu,jadi apa?" tanya Sehun penasaran.
"Jika suatu saat nanti aku pergi, Sehun tidak sendiri. Ada Yoona yang menjadi teman Sehun." ujar Krystal yang semakin mengeratkan pegangan tangnnya pada leher Sehun.
"Apa kau ingin pergi?" tanya Sehun.
__ADS_1
"Mungkin. Suatu hari nanti ada kalanya aku pergi." jelas Krystal. "Jadi sebelum aku pergi nanti, bertemanlah dengan Yoona." lanjut Krystal.
"Kau yakin kau ingin aku berteman dengan nya?" tanya Sehun.
"Tentu aku sangat yakin." jawab Krystal.
"Baiklah, tapi aku yang tidak yakin." ujar Sehun.
"Kenapa?"
"Hanya tidak yakin saja. Jika kau berjanji 3 hal padaku, mungkin aku akan yakin." ujar Sehun.
"Kau ingin aku berjanji apa?"
"Berjanjilah tidak akan pergi kemanapun meski aku sudah berteman dengan Yoona." ucap Sehun.
"Aku janji. Aku tidak akan pergi kemanapun tanpa Sehun disampingku." ujar Krystal terseyum melihat Sehun.
"Aku pegang janjimu." jawab Sehun.
"Selanjutnya apa?" tanya Krystal mengingat sekitar 2 janji lagi yang harus di tepati olehnya.
"Aku akan menyimpannya untuk nanti." ujar Sehun.
"Baiklah." jawab Krystal sekenanya. "Sehun maaf." lanjut Krystal.
"Aku mengerjaimu lagi." ujar Krystal. "Aku tidak jatuh, aku pura-pura jatuh." lanjut Krystal.
"Krys, sudah berapa kali kukatakan agar jangan begitu. Kau tau, aku sungguh khawatir." ucap Sehun.
"Kau bisa turunkan aku. Kau pasti lelah menggendongku dari taman." ujar Krystal.
"Sudah mau sampe. Kau curang baru mengatakannya saat aku sudah mau membuka gerbang." cibir Sehun.
Krystal tertawa, "Jika tidak begini kau tidak akan mau berteman dengan Yoona." ujar Krystal.
"Turun. Sudah sampai. Tak perlu kugendong sampai kamar bukan?"
"Tidak perlu." jawab Krystal. "Hati-hati dijalan Sehun." ujar Krystal yang melambaikan tangannya pada Sehun.
"Aku bisa melompat pagar rumahmu untuk kerumahku jika aku mau." jawab Sehun.
"Kau becanda yah? kau tidak lihat pagarnya tinggi?" tunjuk Krystal pada pagar rumahnya yang di iringi tawanya.
"Maksudku saat dewasa nanti. Kau memotong ucapaku." ujar Sehun beralasan.
__ADS_1
"Terserah.Hati- hati." ujar Krystal dan masuk kerumahnya.
...
Seperti kebiasaannya setiap hari, ia datang kerumah Krystal dengan membawa boneka beruang yang dibeli eomma nya sepulang perjalan bisnis.
Namun tidak seperti hari-hari sebelumnya, Sehun menemukan Yoona bersama dengan Krystal yang duduk di tangga teras rumah Krystal yang mungkin tengah menunggu dirinya datang.
"Kau benar-benar mengajaknya rupanya." ujar Sehun sambil menyerahkan boneka beruang yang dibawanya pada Krystal.
Krystal tersenyum menyambut boneka yang diberikan Sehun, "Wah, menggemaskan sekali. Apa ini dari Bibi? katakan padanya terimakasih." ujar Krystal mengabaikan perkataan Sehun.
"Jadi hari ini kita bermain apa?" tanya Krystal menatap Sehun dan Yoona bergantian.
"Aku ikut saja." jawab Yoona.
"Kita ke taman." ujar Sehun dan menarik Krystal bersamanya, menggengam tangan Krystal selama di jalan. Mengabaikan Yoona yanh hanya melihat mereka dari belakang.
Krystal menoleh padaa Yoona yang berjalan di belakangnya dan tersenyum. "Yoona berjalanlah disisiku." ujar Krystal.
Yoona menggeleng, "Tidak aku disini saja." ujar Yoona tersenyum.
"Kita sudah sampai." ujar Sehun.
"Yoona kau pernah kemari?" tanya Krystal penasaran yang dijawab gelengan oleh Yoona.
"Tidak apa-apa kita akan sering kemari." ujar Krystal. "Itu siapa?" tanya Krystal pada Sehun dan Yoona saat netranya melihay sosok baru yang bermain di taman.
"Aku tidak tau. Setauku cuman kita berdua yang cukup sering bermain disini." jelas Sehun.
Krystal berjalan mendekat pada sosok baru yang baru dilihatnya.
"Hai." sapa Krystal. "Aku Krystal, ini Sehun dan yang ini Yoona." jelas Krystal. "Dan kau, siapa namamu?" tanyanya.
Sosok itu terseyum,menerima uluran tangan Krystal.
"Aku Park Chanyeol.
"Apa kau baru pindah?"tanya Sehun.
"Iya, aku baru pindahh hari ini." jawab Chanyeol. "Ingin bermain ini?" tanya Chanyeol menunjuk bola basketnya.
"Mmmmm." Sehun tampak berpikir. "Baiklah,ayo." jawab Sehun akhirnya.
"Jangan kemana-mana." ujar Sehun pada Krystaal.
__ADS_1
"Iyah aku disini sama Yoona." ujar Krystal. "Giliran Chanyeol yang mengajak berteman langsung mau." cibir Krystal sambil membawa Yoona duduk dibawah pohon.