Kumpulan Novel

Kumpulan Novel
18


__ADS_3

Krystal menatap pintu horor,berjalan mendekat kearah pintu kamarnya.


"Siapa?" tanyanya.


"Ini aku."


Krystal segera membuka pintu kala suara yang dia dengar bukanlah suara tetangga sebelahnya.


"Bagaimana bisa kau sampai kemari?" tanya Krystal yang melihat Syera berdiri di hadapannya.


"Aku diantar Chen." jawab Syera.


Krystal tersenyum,menatap wajah Syera meneliti sebelum akhirnya tertawa.


"Kau menyukai Chen bukan?" ujar Krystal mencoba menggoda Syera.


"Apaan sih Krys. He is just my friend. No like what do you think in your little mind."


"Hanya teman heh? tapi kemana-mana sama." ujar Krystal menutup pintu kamarnya dan mengikuti Syera yang duduk tenang diatas ranjangnya.


Syera mendesis menatap Krystal dan mmendorongnya turun dari ranjang, menariknya paksa masuk ke dalam kamar mandi.


Syera tersenyum melihat usahanya tidak sia-sia. "Mandi sana!" teriak Syera dan mengunci pintunya dari luar.


Syera melangkah lebar mendekati ranjang Krystal,membuka kado besaar yang diberikan Eomma Krystal padanya tadi saat dibawah.


"wow." ujar Syera kagum melihat isi kotak tersebut. Gaun merah moroon yang akan digunakan Krystal malam ini.


"Ini sangat cantik. Apa Krystal akan berubah jadi bidadari saat menggunakan ini nanti?" tanya Syera entah pada siapa, dan mengeluarkan gaun itu dari kotak dan di lentangkan dia atas tempat tidur.


Syera masih senantiasa menatap gaun Krystal hingga suara nyaring yang membuat tuli terdengar.


"Syera...! berikan handukku!" teriak Krystal yang lantas membuat Syera meraih handuk dan memberikannya pada Krystal.


"Bajuku mana?" tanya Krystal sambil meraih handuk dari tangan Syera.


"Diatas tempat tidur! keringkan dulu badanmu. Cepat!" ucap Syera. "Banyak hal yang harus dilakukan." tambahnya.


7 menit kemudian Krystal keluar seraya mengikat tali bathrobe nya.


"Apa ini gaunku?" tanya Krystal menghampiri Syera saat netranya tak sengaja melihat gaun tersebut terletak diatas tempat tidur,kemudian hanya di jawab anggukan kepala Syera.


"Wow,eomma ku sangat pandai mencarinya." ujar Krystal lantas menatap Syera yang duduk diatas ranjang.  "Ayo,bantu aku memakainya."  ujar Krystal.


Syera membantu Krystal mengenakan gaunnya.


"Wow,cantik sekali." puji Syera menatap Krystal.


"Benarkah?"


"Tentu. Gaun itu sangat cocok untukmu. Tapi rasanya masih ada yang kurang." ujar Syera meneliti apa yang kurang. "Oh,itu dia." seru Syera menjentikkan jarinya.


Syera menggiring Krystal agar duduk di kursi depan meja riasnya. "Tutup matamu. Aku akan memulainya." ujar Syera.


Krystal menutup matanya. Dan bisa merasakan banya hal yang mengenai kulitnya, mungkin foundation, eyeliner,maskara,lipstick, dan lain-lain. Krystal juga bisa merasakan anting-anting yang dipasang Syera di telinganya dan juga rambutnya yang ditata naik keatas, Krystal bisa merasakan semuanya.


"Sudah belum?" tanya Krystal tak sabaran.


"Tunggu dan sekarang kau bisa buka mata." ucap Syera yang tersenyum puas dengan hasil karyanya.

__ADS_1


"Apa itu aku?" tanya Krystal tak percaya menatap pantulan dirinya di cermin.


"Tentu itu kau Nona Jung. Ayo turun, mereka suda menunggu." ujar Syera dan membantu Krystal berjalan.


Dan benar saja,sudah banyak yang datang,meski Krystal tidak terlalu mengenalnya.


Krystal mulai berjalan turun dibantu Syera, sesekali matanya melirik mencari-cari seseorang.


"Cari siapa?" tanya Syera.


"Tidak ada." jawab Krystal gugup karena tertangkap basah.


"Jika yang kau cari itu Sehun, dia ada disudut kanan. Tersenyum bodoh karena tingkahmu." ujar Syera.


Krystal memperkuat pegangan tangannya pada Syera. Meruntuki hal bodoh yang baru saja dilakukannya. Bahkan yang sebelumnya saja dia masih belum sanggup untuk melihat Sehun lagi.


Krystal lantas segera memulai acaranya agar semuanya cepat berakhir. Ia belum sanggup untuk bertemu Sehun secepat ini setelah kejadian beberapa jam yang lalu.


Namun apa daya saat takdir berkata lain, Sehun datang menghampirinya.


"Hei nona, Happy Birthday." ucap Sehun.


"Terimakasih." jawab Krystal yang tersenyum canggung.


Sehun tersenyum melihat Krystal, berjalan semakin dekat pada Krystal dan mendekatkan wajahnya pada Krystal.


"Apa kau tiba-tiba jadi malu setelah mencium ku beberapa jam yang lalu?" tanya Sehun pelan.


Krystal berjalan mundur memberikan jarak antara dia dan Sehun. "Tidak, aku biasa saja. Itu kecupan,bukan ciuman!" jawab Krystal berusaha santai dan menekankan kata Kecupan dan Ciuman di ucapannya.


Sehun tersenyum melihat Krystal yang salahtingkah lantas berjalan mendekat kearah Krystal dan mengecup keningnya singkat.


Sehun tersenyum, melihat reaksi Krystal yang masih membeku karena ulahnya dan segera berjalan menjauh sebelum hal yang tidak-tidak terjadi padanya.


"Oh Sehun!" teriak Krystal kencang saat sadar akan ulah Sehun.


Sehun tertawa, kemudian berbalik menatap wajah Krystal yang sudah hampir merah padam menahan malu.


"Aku pergi,sampai nanti." ujar Sehun tersenyum pada Krystal dan melanjutkan langkahnya.


"Dasar, tidak tau diri! sudah berulah malah tak bertanggung jawab lagi!" umpat Krystal yang memegangi dadanya yang berdetak lebih cepat dari biasanya.


...


Syera berkeliling,mencari Chen yang tak kunjung kelihatan. Dia sudah menghintari taman belakang sebanyak dua kali, kedalam rumah Krystal bahkan sampai depan rumah Krystal juga telah ia jalani.


Syera menyerah dan memilih duduk di kursi taman belakang. Memperhatikan sekeliling yang tampak enjoy dengan acaranya.


Syera menoleh kala merasakan ada seseorang yang duduk disampingnya.


"Che---Kai." ujar Syera saat yang dilihatnya bukan Chen, namun sosok masa lalu dari kehidupannya.


"Hei, lama tak bertemu Ra." sapa Kai tersenyum pada Syera.


"Bagaimana kau tau aku disini?" tanya Syera menatap Kai serius.


"Krystal memberitahuku." jawab Kai.


"Kau kenal Krystal juga?"

__ADS_1


"Tentu,dia adek kelas ku dulu." jelas Kai. "Dan kau, kenapa tidak menemuiku setelah kembali ? kau tau,aku mencari kemana-mana." ujar Kai menatap Syerah seduh.


"Kita sudah berakhir Kai, kau tau itu. Aku sudah mengatakannya dengan jelas padamu. Apa kau lupa?" tanya Syera yang menatap wajah kebinggungan Kai.


"Ah, tampaknya kau lupa." ujar Syera santai. "Baiklah, akan kukatakan sekali lagi. Kim Kai, hubungan kita berakhir sampai disini. Kita tidak ada hubungan lagi. Lupakan masalalu, dan aku juga akan begitu. Karena pada dasarnya aku juga membencinya." ujar Syera penuh penekanan,menatap Kai datar kemudian bangkit berdiri.


"Tunggu, kau tidak pernah bilang alasannya karena apa. Makanya aku selalu menolak fakta bahwa kita putus. Sekarang, coba katakan apa alasanmu?" tanya Kai membuat langkah Syera terhenti.


Syera berbalik  menatap Kai yang tampak frustasi. Kai nya yang ceria,penuh kasihsayang dam perhatian itu semuanya hilang seperti di telan bumi. Hanya ada Kai yang rapuh yang duduk tak jauh darinya.


"Kau tau, awalnya aku sangat mencintamu Kai.  Tapi 2 tahun yang lalu kau menghancurkannya. Kau ingin tau kenapa?" tanya Syera menatap Kai. "Aku melihatmu. Kau, tidur bersamanya bukan? dengan Nana si gadis club itu?" lanjut Krystal.


Kai menggeleng. "Kau salah paham Ra. Bukan begitu kejadiannya." ujar Kai.


"Bukan begitu bagimana? aku sudah melihatnya,bahkan sahabatmu sendiri yang memberitahukan itu padaku." ujar Syera menahan emosi.


"Kau seharusnya tidak percaya dengan ucapan Daniel kala itu! kau bahkan tidak tau bukan jika dia juga menyukaimu. Ah,tidak. Dia mencintaimu!. Dia menjebakku agar kau berpaling dengannya." jelas Kai hampir berteriak pada Syera.


"Menurutmu apa aku orang yang akan melakukan itu?" tanya Kai lirih menatap Syera.


Syera berpaling, menatap hal yang lain yang bisa ia tatap asal jangan wajah sedih milik Kai. Itu menyakiti hatinya.


"Kau bahkan tidak pernah bertanya tentang hal itu padaku, apakah itu benar adanya seperti yang di ucapkan si brengsek itu padamu!." seru Kai. "Kau malah datang menghampiriku, mengucapkan kata putus dan pergi ke USA. Bukan bertanya tentang hal yang kau lihat." lanjut Kai.


"Aku tidak tidur dengannya.Aku dan Daniel hanya kebetulan lewat dari Club itu. Menemuinya yang sedang diganggu oleh preman. Aku dan Daniel menolongnya,dan mengantarnya pulang dan seperti yang kau lihat di foto itu, itu tidak seperti yang kau pikirkan. Aku tersandung kaki Daniel dan sialnya terjatuh dalam posisi itu. Namun disitulah titik salah pahamnya, seharusnya aku mengabaikannya saja tidak usah menolongnya seperti saran si brengsek itu." jelas Kai panjang lebar tidak membiarkan Syera berbicara barang sekatapun.


Syera melenggang pergi, kala Kai tak berucap apa-apa lagi. Maaf,mungkin seharusnya Syera mengatakan hal itu tadi. Maaf karena memutuskannya begitu saja dan lari dari permasalahan. Tapi semuanya sudah berakhir bukan? Ia tidak mencintai Kai lagi, meski masih ada secercah cinta disana untuk Kai.


"Hei, dari mana kau?"


Syera enggan untuk melihat, bahkan ia tidak mendegarnya sama sekali. Pikirannya terlalu kosong saat ini,penjelasan Kai membuatnya seperti gadis yang jahat, dan itu membuat hatinya sakit


Uluran tangan itu meraih pergelangannya,menarik pikiran Syera kembali kedunia Nyata. Syera menoleh, dan menadapati laki-laki yang sedari tadi dicarinya terseyum hangat kearahnya.


"Chen-ah, dari mana saja kau?"


"Ada urusan mendadak tadi. Apa yang sedang kau pikirkan hingga mengabaikan panggilan ku tadi?" tanya Chen yang masih mengenggam pergelangan tangan Syera.


Syera menggeleng sebagai jawaban,namun pikirannya kembali melayang pada Kai.


Chen menarik pergelangan tangan Syera hingga Syera masuk kedalam dekapannya.


"Kau bisa cerita padaku. Aku melihatmu tadi berbicara pada Kai di sana. Tentang apa?" tanya Chen lembut.


"Tidak ada, hanya menegur sapa." jawab Syera dan menjauhkan dirinya dari Chen.


"Ah, benarkah?"


"Tentu, ayo masuk. Acaranya sudah hampir selesai." ujar Syera dan menarik Chen berjalan beriringan dengannya.


...


"Hei nona, knapa kau malah begini?" tanya Syera yang mendapati Krystal terduduk lesu di sofa. Para undangannya sudah pulang 10 menit yang lalu. Kini hanya ada dia,Chen dan Krystal.


"Tidak apa-apa Syera. Aku hanya lelah. Pulanglah, hari makin malam dan besok sekolah." ujar Krystal seraya bangkit berdiri dari posisinya. "Antar pulang Syera,aku percaya padamu Chen." ujar Krystal menatap Chen.


Syera mengalah dan memilih pulang dengan Chen.


"Sampai besok Krys, aku menanti ceritamu." ujar Syera.

__ADS_1


Krystal tersenyum lantas menutup pintu rumahnya, ingin segera berdamai dengan kasur empuknya. Mungkin dengan tidur ia bisa melupakan kejadian-kejadian aneh yang bahkan tak pernah di hayalkan nya akan terjadi.


__ADS_2